Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisis Kelayakan Tarif Berdasarkan Ability To Pay dan Willingness To Pay pada Bus Trans Jatim Koridor II Ma'arif, M. Samsul; Utomo, Nugroho; Estikhamah, Fithri
Jurnal Talenta Sipil Vol 8, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v8i1.710

Abstract

Transportation is one of the benchmarks in the economic development and development of a region. The government through the East Java Provincial Transportation Agency is developing public transportation in the form of the Trans Jatim Corridor II Bus transportation mode. However, in its operation, several problems were encountered, in general the load factor on corridor II is only 40 - 50%. This affects the low income of the Trans Jatim Bus. This study aims to determine the feasibility of fares based on the ability and willingness of passengers to pay for transportation. Primary data collection was obtained from interview surveys (questionnaires) on passengers. The data obtained were then analyzed using the ability to pay and willingness to pay approaches. The results of this study analysis obtained the amount of fares according to the ability to pay aspect for the general group is IDR 11,400 and for students is IDR 9,300. While the amount of fares according to the willingness to pay aspect for the general group is IDR 5,400 and for students is IDR 4,000. The ability and willingness of passengers to pay fares are above the current applicable rates. This shows that the current applicable rates can be increased on condition that facilities and services are improved.
EVALUASI KINERJA PADA SUROBOYO BUS KORIDOR TERMINAL PURABAYA – HALTE RAJAWALI (R1/R2) Salsabila Kharidah Dhestanti; Utomo, Nugroho; Estikhamah, Fithri
Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Gradasi Teknik Sipil - Juni 2025
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/gradasi.v9i1.14342

Abstract

Suroboyo Bus merupakan transportasi darat berbasis bus modern yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Surabaya sebagai transportasi umum seperti bus kota bagi penduduk di Kota Surabaya.  Bus ini diperkenalkan Pemerintah Kota Surabaya pada Tahun 2018, tepatnya tanggal 7 April dan merupakan salah satu bentuk manifestasi upaya dari Pemerintah Kota Surabaya untuk pemenuhan kebutuhan transportasi umum di Kota Surabaya. Pada 3 Mei 2024 rute Terminal Purabaya – Halte Rajawali (PP) diperpanjang sampai Tanjung Perak menjadi koridor Purabaya – Perak (PP). Alasan yang mendasari penulis melakukan penelitian koridor ini merupakan rute terpanjang di mana melewati pusat Kota Surabaya yang padat dan ramai penumpang setiap harinya dan menjangkau banyak tempat. Data primer diperoleh dengan membagi kuesioner kepada pengguna Suroboyo Bus dan melakukan pengamatan seacara langsung di lapangan. Sedangkan, untuk data sekunder diperoleh dari Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode revealed preference.  Hasil dari penelitian ini diperoleh load factor jam sibuk sebesar 76%, load factor di luar jam sibuk sebesar 48%, sehingga diketahui rata-rata load factor sebesar 61,7%, kecepatan perjalanan angkutan sebesar 17,27 Km/Jam, headway rata-rata 7 menit, waktu perjalanan rata-rata 0,053 menit/km, waktu pelayanan selama 16 jam, frekuensi kendaraan sebesar 8 Kend/Jam, waktu tunggu rata-rata kendaraan sebesar 3 menit, jumlah kendaraan yang beroperasi sebesar 89% dan awal pelayanan pada pukul 05.30 serta akhir pelayanan pada pukul 22.00. Persentase okupansi sebesar 247%.
Analisis Hubungan Antara Porositas Dengan Penyerapan Air Solin, Dian Purnamawati; Utomo, Nugroho; Zainab, Siti
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 5 No. 2: Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v5i2.20

Abstract

Tanah merupakan salah satu faktor penting dalam pembangunan infrastruktur dan pertanian. Oleh sebab itu diperlukan adanya pengujian sifat fisis tanah sebagai dasar dari perencanaan pembangunan dan pengembangan pertanian. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara penyerapan air dan porositas. Kedua hal ini memegang peranan penting dalam pertanian dan pembangunan. Dimana, erat keterkaitannya dengan kesuburan tanah pada pertanian dan daya dukung tanah pada pembangunan. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium, didapat nilai porositas tanah pada daerah pesisir pantai cenderung kecil, dengan nilai porositas terbesar = 0.388. Sementara itu, untuk penyerapan air, persentase air terbesar yang mampu diserap pada tanah =35.925. Dengan menggunakan model linear matematika ditemukan hubungan antara porositas tanah dengan penyerapan air y=204.91x-44.4 dengan nilai regesi R2= 0.9954.
Analisa Kekuatan Struktur Jalan Kereta Api dengan Penambahan Lapisan Geotekstil pada Perencanaan Jalur Ganda Jombang – Peterongan (KM.69+100 – KM.76+100) Utomo, Nugroho; Estikhamah, Fithri
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 6 No. 1: April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v6i1.25

Abstract

Berdasarkan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) oleh Direktorat Jendral Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (2011), pada tahun 2030 diperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah pergerakan orang menggunakan kereta api di Pulau Jawa sebesar 858,5 juta orang/tahun dan pergerakan barang sebesar 534 juta ton/tahun. Sehingga untuk mengakomodasi kebutuhan ini maka prasarana jalan kereta api berupa jalur ganda (double track) pada lintas utara dan selatan di Pulau Jawa sudah harus siap untuk dioperasikan dan aman ditinjau dari kelayakan struktur. Jalur kereta api eksisting yang telah terbangun di Pulau Jawa untuk lintas utara (Surabaya – Jakarta) sepanjang 727 km sudah memenuhi terhadap kebutuhan jalur ganda (double track), sedangkan untuk lintas selatan baru terkoneksi oleh jalur ganda adalah lintas Yogyakarta sampai Nganjuk dan sudah dioperasikan. Untuk lintas Nganjuk – Jombang jalur ganda sudah selesai tetapi belum siap untuk dioperasikan dan lintas Jombang – Mojokerto sedang dalam proses penyelesaian. Fokus utama dalam penelitian ini adalah meninjau struktur jalan kereta api jalur ganda pada lintas Jombang – Mojokerto, petak Jombang – Peterongan (KM.69+100 – KM.76+100). Struktur jalan kereta api jalur ganda pada petak Jombang – Peterongan yang ditinjau ini adalah kelayakan struktur bawah jalan kereta api yang diberi penambahan lapisan geotekstil terhadap aspek pembebanan kereta api rencana KA Sancaka. Pedoman yang digunakan dalam desain ini adalah Peraturan Dinas No 10 Tahun 1986 dari PT. KAI. Sebagai hasil dari penelitian ini adalah tinjauan faktor aman akibat keruntuhan beban mati struktur jalan kereta api, faktor aman penggelinciran lereng dan lateral terhadap perkuatan lapisan geotekstil memenuhi syarat.
Analisis Kepatuhan Siswa/i Tingkat SMP dalam Berlalu Lintas Estikhamah, Fithri; Utomo, Nugroho
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 6 No. 1: April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v6i1.28

Abstract

Dalam memperlancar kegiatan manusia, sarana yang paling penting dan utama adalah transportasi. Terdapat beberapa macam transportasi yang dapat digunakan untuk mempermudah kegiatan manusia. Tetapi jenis kendaraan yang paling digemari masyarakat adalah  sepeda motor. Kepatuhan hukum masyarakat akan pentingnya etika dalam berlalu lintas masih dikategorikan rendah. Seperti misalnya beberapa pengendara kendaraan sepeda motor seringkali menyalip kendaraan lainnya tanpa memperhatikan marka jalan maupun rambu-rambu lalu lintas. Permasalahan dalam  penelitian ini adalah bagaimana tingkat kepatuhan hukum siswa SMP di Surabaya terhadap etika berlalu lintas menurut Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009. Penelitian dilakukan di sekitar kampus UPN “Veteran” Jawa Timur. Sampel yang  diambil adalah sebanyak 30 siswa SMP/SLTP sederajat dengan metode acak. Berdasarkan hasil penelitian, tingkat kepatuhan hukum siswa SMP di  Surabaya terhadap etika berlalu lintas menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009,  masuk dalam kategori  cukup patuh (65,57 %). Artinya siswa/i SMP dikategorikan cukup mematuhi aturan hukum sesuai dengan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Etika Berlalu Lintas. Beberapa responden menyatakan pernah mengendarai sepeda motor tetapi untuk mengendarai sepeda motor ke sekolah memilik skor 12,16 (rendah), artinya bahwa siswa/i mematuhi aturan sekolah yang melarang siswa/i untuk membawa dan mengendarai sepeda motor. Dan secara keseluruhan responden menyatakan bahwa selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, hal ini ditunjukkan dengan nilai skor sebesar 67,57  yang artinya termasuk dalam kategori cukup patuh.
Passengers Satisfaction Analysis dan Aspek Ergonomis pada Bus Akas Ekonomi Rute Terminal Purabaya – Terminal Trunojoyo Sampang Utami, Nevia Rizkyning; Utomo, Nugroho
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 6 No. 2: Oktober 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v6i2.31

Abstract

Dinamika perkembangan perekonomian di daerah Propinsi Jawa Timur diiringi dengan meningkatnya mobilitas penduduk pada kawasan Surabaya Metropolitan Area dan sekitarnya. Salah satu sarana transportasi yang sesuai untuk mendukung mobilitas penduduk dari Kota Surabaya ke Kota Sampang di Pulau Madura adalah bus. PO AKAS merupakan perusahaan otobus yang melayani berbagai perjalanan antar kota di Propinsi Jawa Timur yakni dari Terminal Purabaya ke Terminal Trunojoyo Sampang. Bus AKAS rute ini hanya memiliki dua kelas pelayanan, yaitu bus patas (cepat terbatas) dan ekonomi. Bus AKAS ekonomi memiliki tingkat kenyamanan yang lebih rendah daripada Bus AKAS patas, dengan tempat duduk yang tidak nyaman dan pelayanan lainnya yang kurang memberikan nilai lebih. Pada penelitian ini dilakukan Passengers Satisfaction Analysis terhadap bus AKAS ekonomi rute Terminal Purabaya - Terminal Trunojoyo Sampang, yang ditinjau dari aspek pelayanan dan aspek ergonomis dengan menggunakan perangkat Importance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Analisa terhadap aspek ergonomis harus sesuai dengan persyaratan yang diberikan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Tahun 2003. Dari hasil analisis dengan menggunakan perangkat Importance Performance Analysis (IPA), diketahui bahwa tingkat kesesuaian antara kinerja dengan kepentingan berada dalam 4 kuadran. Faktor pelayanan yang sangat mempengaruhi kepuasan penumpang terdapat pada kuadran I yaitu pembatasan jumlah penumpang dalam satu bus sebesar 56,46%, kebersihan di dalam bus sebesar 64,22% dan sirkulasi udara di dalam bus sebesar 65,25%. Berdasarkan perangkat Customer Satisfaction Index (CSI), besar tingkat kepuasan penumpang diperoleh nilai sebesar 61,88% dan terletak pada interval 51%-65% yang menunjukkan penumpang cukup puas terhadap kinerja bus AKAS ekonomi.
Perencanaan Jalur Ganda (Double Track) Lintasan Kereta Api pada Emplasemen Stasiun Wonokromo – Stasiun Sidoarjo (KM 7+881 – KM 25+510) Dasion, Jimmy Jeremy Tandra; Utomo, Nugroho
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 6 No. 2: Oktober 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v6i2.36

Abstract

Menurut Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) pada tahun 2030 diperkirakan terjadi peningkatan perpindahan manusia di Pulau Jawa sejumlah 858,5 juta orang/tahun. Oleh sebab itu, pemerintah berencana mengembangkan jaringan jalan rel di Pulau Jawa dari jalur tunggal (single track) menjadi jalur ganda (double track) agar dapat mengimbangi jumlah permintaan yang akan datang. Kota Surabaya dan Sidoarjo merupakan daerah yang saling terhubung oleh jaringan rel kereta api namun jalan kereta api yang ada pada lintas Stasiun Wonokromo – Stasiun Sidoarjo masih menggunakan jalur tunggal yang menyebabkan layanan kereta api terkadang mengalami keterlambatan keberangkatan dan kereta api harus bergantian jalur rel dengan kereta api lainnya. Berdasarkan urgensi tersebut maka perlu dilakukan perencanaan jalur ganda (double track) pada lintas Stasiun Wonokromo – Stasiun Sidoarjo (KM 7+881 – KM 25+510) agar dapat memenuhi peningkatan perpindahan masyarakat seperti prediksi RIPNAS. Hasil analisis dan perencanaan diperoleh penempatan trase jalur ganda dilakukan di sebelah timur trase eksisting dari Stasiun Wonokromo menuju Stasiun Sidoarjo. Konstruksi jalan rel termasuk kelas jalan rel III dengan dimensi struktur atas tipe rel rencana R54, sambungan tipe R54, penambat elastis ganda pandrol e-clip, dan bantalan beton prategang tipe N-67 PT. WIKA Beton. Dimensi struktur bawah diperoleh ukuran ballast atas setebal 30 cm dan sub-ballast setebal 40 cm. Lapisan subgrade direncanakan dengan timbunan setinggi 1 meter dari permukaan tanah asli dengan kemiringan 1:1,5 menggunakan tanah granular. Saluran drainase pada direncanakan menggunakan beton bertulang pracetak dengan bentuk persegi panjang berdimensi 1,4 m x 0,7 m dan terletak 285 cm dari as rel.
Studi Okupansi dan Kelayakan Tarif Operasional KRL Commuter Line Lintas Yogyakarta – Solo Balapan Hafizha, Davin Ryan; Utomo, Nugroho
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 7 No. 2: Oktober 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v7i2.46

Abstract

Wilayah aglomerasi Yogyakarta-Solo merupakan salah satu wilayah yang memiliki jumlah mobilitas orang yang tinggi karena dipengaruhi adanya daya tarik berupa bangkitan destinasi wisata, sarana pendidikan, maupun bisnis yang ada di wilayah ini. Potensi mobilitas orang menjadikan adanya perubahan layanan kereta perkotaan yaitu Kereta Api Prambanan Ekspres menjadi KRL Commuter Line. Pengoperasian KRL Commuter Line Yogyakarta–Solo dengan menambah titik pemberhentian yang belum dilayani oleh Kereta Api Prambanan Ekspres sebelumnya memiliki potensi terhadap bertambahnya okupansi penumpang. Tarif yang dikenakan kepada penumpang KRL Commuter Line Yogyakarta-Solo sama dengan layanan Kereta Api Prambanan Ekspres yaitu berupa sistem dengan tarif flat. Hal ini berbeda dengan tarif yang diterapkan pada basis layanan commuter line di KRL Jabodetabek yang beracuan pada jarak yang ditempuh pengguna atau disebut dengan sistem tarif progresif. Hasil analisis pada penelitian ini diperoleh bahwa okupansi Kereta Api Prambanan Ekspres pada periode tahun 2016 hingga 2020 yaitu sebesar 90,15%. Sementara itu, KRL Commuter Line Yogyakarta-Solo yang beroperasi pada masa pandemi dengan periode tinjauan tanggal 10 Februari sampai 4 April 2021 diperoleh nilai okupansi sebesar 60,11% dengan nilai pertambahan okupansi pengaruh dari 4 stasiun pemberhentian baru sebesar 4,38%. Pada analisis kelayakan tarif dengan metode ability to pay diperoleh nilai sebesar Rp11.098,00 (tarif eksisting < tarif ATP) dan analisis dengan metode willingness to pay diperoleh nilai sebesar Rp8.790,00 (tarif eksisting < tarif WTP). Tarif eksisting yang berlaku ditinjau dari ability to pay maupun willingness to pay sudah sesuai dengan kemampuan dan kesediaan responden. Selanjutnya, skema penerapan tarif progresif diperoleh tarif maksimal sebesar Rp7.000,00 (tarif progresif < tarif WTP) sehingga apabila diterapkan, tarif progresif juga masih sesuai dengan kesediaan membayar responden.
Evaluasi Kinerja Gardu Tol pada Gerbang Exit Tol Waru Utama Syahira, Khoirus; Utomo, Nugroho
KERN : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 8 No. 1: April 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/kern.v8i1.53

Abstract

Jalan tol dapat diakses dengan membayar tol yang telah ditentukan sesuai golongan kendaraan yang dipebolehkan melintas. Namun, proses pembayaran tol menjadi salah satu penyebab antrian yang terjadi di gerbang tol dan bisa menyebabkan kemacetan. Pada penelitian ini, objek penelitian adalah antrian di Gerbang Exit Tol Waru Utama. Gerbang Exit Tol Waru Utama merupakan bagian dari ruas jalan Tol Surabaya-Gempol, memiliki 10 gardu tol, 7 gardu merupakan exit dari arah Gempol dengan pola pelayanan tunggal (Single Channel) dan 3 gardu dari arah Tanjung Perak tanpa transaksi. Gerbang tol ini mengalami antrian kendaraan lebih dari 1 kilometer pada jam puncak. Analisis yang dilakukan adalah  analisis komponen antrian (tingkat kedatangan ( ), tingkat keberangkatan ( ), dan waktu pelayanan) menggunakan metode M/M/N. Hasil evaluasi yang dilakukan pada 14-20 desember 2020 adalah pada tanggal 14 Desember sesi pagi di gardu 2, 4, 12 counter pembayaran menjadi 2 server sedangkan pada sesi sore di gardu 4 menjadi 2 server, pada 15 Desember sesi pagi di gardu 2 menjadi 2 server dan di gardu 8 menjadi 3 server sedangkan pada sesi sore di gardu 2, 4, 8 menjadi 2 server, pada 16 Desember sesi pagi di gardu 8 menjadi 2 server sedangkan pada sesi sore di gardu 12 menjadi 3 server, pada 17 Desember sesi pagi di gardu 4 dan 8 menjadi 2 server sedangkan pada sesi sore di gardu 2, 4, 8 menjadi 2 server. Hasil ini dipertimbangkan dengan tingkat keberangkatan dan waktu pelayanan kendaraan yang menghasilkan penambahan server dilakukan pada gardu 16 dan gardu 2 Jalan tol dapat diakses dengan membayar tol yang telah ditentukan sesuai golongan kendaraan yang dipebolehkan melintas. Namun, proses pembayaran tol menjadi salah satu penyebab antrian yang terjadi di gerbang tol dan bisa menyebabkan kemacetan. Pada penelitian ini, objek penelitian adalah antrian di Gerbang Exit Tol Waru Utama. Gerbang Exit Tol Waru Utama merupakan bagian dari ruas jalan Tol Surabaya-Gempol, memiliki 10 gardu tol, 7 gardu merupakan exit dari arah Gempol dengan pola pelayanan tunggal (Single Channel) dan 3 gardu dari arah Tanjung Perak tanpa transaksi. Gerbang tol ini mengalami antrian kendaraan lebih dari 1 kilometer pada jam puncak. Analisis yang dilakukan adalah  analisis komponen antrian (tingkat kedatangan ( ), tingkat keberangkatan ( ), dan waktu pelayanan) menggunakan metode M/M/N. Hasil evaluasi yang dilakukan pada 14-20 desember 2020 adalah pada tanggal 14 Desember sesi pagi di gardu 2, 4, 12 counter pembayaran menjadi 2 server sedangkan pada sesi sore di gardu 4 menjadi 2 server, pada 15 Desember sesi pagi di gardu 2 menjadi 2 server dan di gardu 8 menjadi 3 server sedangkan pada sesi sore di gardu 2, 4, 8 menjadi 2 server, pada 16 Desember sesi pagi di gardu 8 menjadi 2 server sedangkan pada sesi sore di gardu 12 menjadi 3 server, pada 17 Desember sesi pagi di gardu 4 dan 8 menjadi 2 server sedangkan pada sesi sore di gardu 2, 4, 8 menjadi 2 server. Hasil ini dipertimbangkan dengan tingkat keberangkatan dan waktu pelayanan kendaraan yang menghasilkan penambahan server dilakukan pada gardu 16 dan gardu 2.
EVALUASI PELAYANAN DAN TARIF KERETA API LOGAWA METODE ABILITY TO PAY – WILLINGNESS TO PAY Pradana, Putri Amabel Carissa; Utomo, Nugroho; Alfiansyah, Achmad Dzulfiqar
axial : jurnal rekayasa dan manajemen konstruksi Volume 13, Nomor 2, Agustus Tahun 2025
Publisher : Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/axial.v13i2.4695

Abstract

Kereta Api Ekonomi Premium Logawa merupakan salah satu moda transportasi antarkota yang melayani rute Surabaya–Jember dengan tarif terjangkau dan pelayanan yang mendukung mobilitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan Kereta Api Ekonomi Premium Logawa berdasarkan Standar Pelayanan Minimum (SPM) perjalanan kereta api serta menganalisis kesesuaian tarif menggunakan metode Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada 150 responden penumpang. Metode Importance Performance Analysis (IPA) digunakan untuk mengukur kesesuaian antara kinerja dan harapan penumpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penumpang berjenis kelamin laki-laki (58persen), berusia 20-30 tahun (42,7persen), dan berstatus pelajar atau mahasiswa (31,3persen), dengan frekuensi perjalanan sebagian besar hanya 1-2 kali per bulan (82persen). Nilai rata-rata ATP penumpang adalah Rp345.378,00 sedangkan nilai rata-rata tambahan tarif WTP sebesar Rp9.267,00, menunjukkan tarif saat ini masih dapat dinaikkan dengan catatan peningkatan kualitas pelayanan. Nilai rata-rata tingkat kesesuaian pelayanan adalah 96,40persen. Berdasarkan analisis IPA, atribut prioritas utama peningkatan (kuadran I) meliputi kondisi pintu antar gerbong, CCTV, kenyamanan tempat duduk, fasilitas dan kebersihan toilet, serta fasilitas kereta makan. Sementara atribut yang kinerjanya perlu dipertahankan (kuadran II) adalah lampu penerangan, ketepatan waktu, rak bagasi, informasi perjalanan, sistem pembelian tiket, kaca film jendela, serta keberadaan nama/relasi dan nomor urut kereta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kemampuan membayar penumpang cukup tinggi, kesediaan untuk membayar lebih masih rendah apabila kualitas pelayanan tidak ditingkatkan.