Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Hubungan Lama Waktu Hemodialisa dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di RSUD Kabupeten Bekasi Vira Alesandra; Cusmarih Cusmarih
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i2.10926

Abstract

ABSTRACT Chronic kidney disease (CKD) is a global public health disorder with an increasing prevalence and incidence of kidney failure, poor prognosis and high treatment costs. The prevalence of chronic kidney disease increases along with the increasing number of elderly population due to degenerative diseases followed by diabetes mellitus and hypertension. About 1 in 10 of the global population has CKD at some stage (Infodatin, 2019). Determine the relationship between hemodialysis time and anxiety levels in CKD patients at Bekasi Bekasi Regency Hospital in 2023. The sample of this study is all patients who are undergoing Hemodialysis at Bekasi Regency Hospital in 2023. With Random Sampling technique. Chi Square test results show that there is a relationship between the length of hemodialysis time and anxiety levels in chronic kidney failure patients at Bekasi Regency Hospital in 2023 as many as 44 respondents and P value results of 0.019(p0.05). There is a relationship between the length of hemodialysis time and anxiety levels in chronic kidney failure patients at Bekasi Regency Hospital in 2023. Keywords: Anxiety Level, Length of Time Hemodialysis. ABSTRAK Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan gangguan Kesehatan masyarakat global dengan prevalensi dan insiden gagal ginjal yang meningkat, prognosis yang buruk dan biaya pengobatan yang tinggi. Prevalensi Penyakit ginjal kronis meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut akibat penyakit degeneratif diikuti oleh penyakit diabetes melitus dan hipertensi. Sekitar 1 dari 10 populasi global mengalami PGK pada stadium tertentu (Infodatin, 2019). Mengetahui hubungan lama waktu hemodialisa dengan tingkat kecemasan pada pasien PGK di RSUD Kabupaten Bekasi Bekasi tahun 2023. Sampel penelitian ini seluruh pasien yang sedang menjalankan Hemodialisa di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2023. Dengan teknik Random Sampling. Hasil uji Chi Square menunjukan bahwa adanya Hubungan lama waktu Hemodialisa dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2023 sebanyak 44 Responden dan hasil P value 0.019(p0.05). Adanya Hubungan lama waktu Hemodialisa dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2023. Kata Kunci: Tingkat Kecemasan, Lama Waktu Hemodialisa
Efektivitas Slow Deep Breathing untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi di Klinik Pratama Fatwa Medika Cikarang Joan Fatwa Fauzan; Cusmarih Cusmarih
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 12 (2024): Volume 6 Nomor 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i12.14373

Abstract

ABSTRAK Tindakan Slow Deep Breathing menimbulan efek rileks sehingga memungkinkan seseorang merasa lebih tenang, meningkatkan relaksasi yang dapat menurunkan tingkat kecemasan. Mengetahui efektivitas Slow Deep Breathing untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di Klinik Pratama Fatwa Medika Cikarang 2024. Metode kuantitatif Quasy Eksperiment, dangan personal pre dan post test design. Teknik yang digunakan total sampling dengan jumlah responden 35. Hasil uji paired samples t-test Slow Deep Breathing nilai rata pre- test 1.6857  dan post- test 9143. Di dapat nilai sig. ( 2-tailed) adalah 0.000 0.05. Ada efektivitas Slow Deep Breathing untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di Klinik Pratama Fatwa Medika Cikarang 2024. Kata Kunci: Slow Deep Breathing, Hipertensi, Rileks  ABSTRACT The action of Slow Deep Breathing causes a relaxing effect that allows a person to feel calmer, increasing relaxation which can reduce anxiety levels. Knowing the effectiveness of Slow Deep Breathing to lower blood pressure in people with hypertension at the Pratama Fatwa Medika Cikarang Clinic 2024. . Quantitative methods Quasy Experiment, with personal pre and post test design. The technique used was total sampling with a total of 35 respondents. The paired samples test results t-test Slow Deep Breathing average value pre-test 1.6857 and post-test 9143. In get the sig value. ( 2-tailed) is 0.000 0.05. There is an effectiveness of Slow Deep Breathing to lower blood pressure in people with hypertension at Pratama Fatwa Medika Cikarang Clinic 2024. Keywords: Slow Deep Breathing, Hypertension, Relax
Hubungan Tindakan Suction Terhadap Perubahan Saturasi Oksigen pada Pasien Pneumonia Yang Terpasang Ventilator di Ruang ICU RSUD Cilincing Tahun 2025 Indah Rizqi Sulistiani; Cusmarih Cusmarih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55443

Abstract

Latar Belakang: Pasien dengan pneumonia berat sering mengalami gangguan pertukaran gas dan penumpukan sekret (lendir) berlebih di saluran pernapasan. Kondisi ini menyebabkan mereka membutuhkan bantuan pernapasan menggunakan ventilator mekanik untuk memastikan oksigenasi optimal dan mengurangi beban kerja pernapasan. Untuk menjaga jalan napas tetap bersih dan terbuka, tindakan endotracheal suctioning (penghisapan lendir) menjadi prosedur penting dan rutin dilakukan di ICU. Suction yang efektif membantu mencegah obstruksi jalan napas, memperbaiki oksigenasi, dan mengurangi risiko komplikasi serius seperti Ventilator Associated Pneumonia (VAP). Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tindakan suction terhadap perubahan saturasi oksigen pada pasien pneumonia yang terpasang ventilator di ruang ICU RSUD Cilincing Tahun 2025. Metode Penelitian: Penelitian penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan Pre-experimental design tipe One-Group Pretest-Posttest Design, dengan jumlah sampel 30 sampel analisis bivariat menggunakan uji statistik non-parametrik Uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Hasil penelitian pada hubungan Pre Test dan Post Test dengan menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank Test yaitu sebesar 0,000 (< 0,05) atau lebih kecil dari alpha 0,05 maka dapat diambil keputusan bahwa hasil pengujian adalah H0 ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan terdapat hubungan tindakan suction terhadap perubahan saturasi oksigen pada pasien Pneumonia yang terpasang ventilator di ruang ICU RSUD Cilincing Tahun 2025. Kesimpulan: Terdapat pengaruh sebelum dan sesudah tindakan suction terhadap perubahan saturasi oksigen pada pasien Pneumonia yang terpasang ventilator di ruang ICU RSUD Cilincing. Dari hasil penelitian diharapkan perawat dapat melakukan tindakan Suction secara berkala untuk pasien dengan gangguan pertukaran gas dan penumpukan sekret (lendir) secara benar.
The Relationship of The Level of Information Satisfaction With The Level of Anxiety of Patients' Families In The Icu Room of Mekarsari Hospital, Bekasi, 2025 Intan Titania Frychillia Dewi; Cusmarih Cusmarih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55940

Abstract

Background The Intensive Care Unit (ICU) is one of the important service units in hospitals that provides intensive care. This unit is supported by trained nurses and adequate medical facilities to carry out monitoring, nursing actions and therapy on patients with critical conditions or life-threatening complications, but who still have the possibility of recovery. Patient care in the intensive care unit has a significant impact on the family, because it creates various forms of burden, including physical, social and cultural aspects. Globally, various studies show that more than 40% to 60% of the families of patients accompanying care in the ICU experience anxiety at a moderate to severe level. Family satisfaction reflects acceptance of the services received, especially in the communication aspect. in the Bekasi City Regional Hospital confirmed a similar pattern, where there was a significant relationship between the level of family understanding regarding the patient's condition and the level of anxiety experienced, indicating that a lack of medical information could increase family anxiety. Research Objective: To determine the relationship between the level of information satisfaction and the level of anxiety of the patient's family in the ICU room at Mekarsari Hospital, Bekasi in 2025.Research Method This research design uses a quantitative research design with a correlational descriptive design, using a cross-sectional approach to identify the relationship between the level of information satisfaction and the level of anxiety of the patient's family in the ICU Room at Mekarsari Hospital, Bekasi. The sampling technique in this research was to use a total sampling technique with a total of 37 respondents. Research Results: The research results show that there is no significant relationship between information satisfaction and the anxiety level of patient families in the ICU room at Mekarsari Hospital, Bekasi in 2025, with a p-value of 0.730 (p > 0.05). Conclusions and Suggestions There is no significant relationship between satisfaction with information and the level of anxiety of the patient's family in the ICU room at Mekarsari Hospital Bekasi in 2025. With the results of this research obtained, it is recommended that future researchers can develop this research by adding other variables that have the potential to influence the anxiety level of the patient's family and using methods and a larger sample size to obtain more comprehensive results.
The Effectiveness of Emergency Handling Protocol Education on Family Compliance in Initial Emergency Handling in Buni Bakti Village Rt 10/Rw 18, Babelan District, Bekasi Regency in 2025 Cusmarih Cusmarih; Yusuf Saifull Amar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56212

Abstract

Emergency situations frequently occur in household settings and require prompt and appropriate responses to prevent serious health consequences. At the community level, families play a vital role as the first responders in emergency situations before professional medical assistance is available. The ability of families to handle emergencies appropriately is closely related to their level of knowledge, understanding, and preparedness regarding emergency handling protocols. However, in many communities, limited access to health education and insufficient exposure to emergency preparedness training may lead to low family compliance in implementing emergency handling protocols. This condition highlights the importance of providing structured emergency handling protocol education to improve family compliance and readiness in managing emergency situations at the household level. This study aimed to determine the effectiveness of emergency handling protocol education on family compliance in emergency situations in Buni Bakti Village, Bekasi Regency. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest method. The research was conducted in Buni Bakti Village, RT 10/RW 18, Babelan District, Bekasi Regency, from October to December 2025. A total of 47 family respondents were selected using purposive sampling. The educational intervention consisted of counseling, demonstrations, and distribution of educational leaflets regarding emergency handling protocols based on the Indonesian Ministry of Health guidelines. Data were collected using a validated family compliance questionnaire and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that family compliance before the educational intervention varied, with several respondents categorized as moderately compliant or non-compliant. After the intervention, all respondents demonstrated a high level of compliance. Statistical analysis indicated a significant difference in family compliance before and after the educational intervention (p < 0.05). Emergency handling protocol education was proven to be effective in improving family compliance in managing emergency situations at the household level. The educational intervention enhanced families’ understanding, readiness, and adherence to standardized emergency handling procedures, enabling them to respond more appropriately before professional medical assistance is available. These findings indicate that emergency education plays an important role in strengthening family preparedness and supporting effective emergency management within the community. Based on the findings of this study, it is recommended that emergency handling protocol education be implemented continuously and in a structured manner at the community level. Health workers and local health institutions are encouraged to integrate emergency education programs into routine community health activities to improve family preparedness and compliance. In addition, future studies are suggested to explore the effectiveness of different educational methods, involve larger samples, and include additional variables that may influence family compliance in emergency situations.
Hubungan Peran dan Tingkat Pengetahuan Keluarga dalam Penanganan Awal Gawat Darurat di Desa Buni Bakti RT010 RW018 Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi Tahun 2025 Cusmarih Cusmarih; Khoirul Umam
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56680

Abstract

Latar belakang : Kondisi gawat darurat dapat terjadi secara tiba-tiba di lingkungan rumah tangga dan membutuhkan tindakan cepat serta tepat untuk mencegah kecacatan maupun kematian. Keluarga sebagai first responder memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan awal sebelum tenaga kesehatan tiba. Namun, tingkat pengetahuan yang rendah sering menjadi penyebab keterlambatan dan ketidaktepatan tindakan. Desa Buni Bakti merupakan wilayah semi-urban yang masih menghadapi keterbatasan edukasi kegawatdaruratan, sehingga kesiapsiagaan keluarga perlu ditingkatkan melalui intervensi yang terstruktur. Tujuan penelitian: Mengetahui dan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan keluarga dan peran keluarga dalam penanganan awal gawat darurat di Desa Buni Bakti RT 010/RW 018 Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi tahun 2025, serta menilai efektivitas edukasi dalam meningkatkan kedua variabel tersebut.Metode penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dan pendekatan pre-test–post-test. Sampel berjumlah 47 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan peran keluarga, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank karena data tidak berdistribusi normal.Hasil penelitian : Sebelum edukasi, tingkat pengetahuan keluarga berada pada kategori baik (46,8%), cukup (38,3%), dan kurang (14,9%). Setelah edukasi, kategori baik meningkat menjadi 80,9% dan tidak ada lagi kategori kurang. Peran keluarga sebelum edukasi berada pada kategori baik (46,8%), cukup (29,8%), dan kurang (23,4%), kemudian meningkat menjadi kategori baik (80,9%) setelah edukasi. Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan peran keluarga dengan nilai p < 0,001. Kesimpulan : Edukasi protokol penanganan awal gawat darurat berpengaruh signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan dan peran keluarga. Keluarga yang memiliki pengetahuan lebih baik mampu bertindak lebih cepat, tepat, dan efektif dalam situasi darurat. Hal ini menunjukkan pentingnya program edukasi kesehatan berbasis keluarga.
PENGARUH KOMPRES DINGIPengaruh Kompres Dingin Terhadap Nyeri dan Hematoma Pada Pasien Pasca Kateterisasi Jantung Koroner di Rsud Karawang Tahun 2026N TERHADAP NYERI DAN HEMATOMA PADA PASIEN PASCA KATETERISASI JANTUNG KORONER DI RSUD KARAWANG TAHUN 2026 Cusmarih Cusmarih; Lucky Triyogo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57955

Abstract

Latar Belakang : Salah satu penyakit jantung yang membuat orang banyak meninggal di seluruh dunia adalah Penyakit Jantung Koroner (PJK). Penyakit ini terjadi karena pembuluh darah koroner menjadi sempit, bisa karena penyakit atherosklerosis, penyempitan pembuluh darah karena kontraksi berlebihan, atau gabungan kedua hal tersebut. Angka kematian dan penyakit yang disebabkan oleh penyakit ini menjadi ancaman terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Pengobatan untuk penyakit jantung koroner salah satunya adalah prosedur Percutaneous Coronary Intervention (PCI).Di antara metode pengelolaan nyeri yang tidak menggunakan obat, penerapan kompres dingin dapat meningkatkan efektivitas penghilang rasa sakit dengan meningkatkan ambang batas nyeri serta memperlambat kecepatan penghantaran sinyal dari saraf-saraf kecil yang tidak terlipat, yang berperan dalam mengirimkan rasa sakit dari bagian tubuh ke otak. Tujuan Penelitian : Untuk Mengetahui pengaruh kompres dingin terhadap skala nyeri dan kejadian hematoma pada pasien pasca kateterisasi jantung Koroner Di Rsud Karawang Tahun 2026. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode quasi experiment Penelitian ini menggunakan pendekatan Two Group Pre-Posttest Dalam penelitian ini terdapat dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi, metode ini di gunakan untuk mengetahui pengaruh kompres dingin terhadap skala nyeri dan hematom pada pasien pasca kateterisasi jantung. Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan pengaruh kompres dingin terhadap skala nyeri dan kejadian hematoma pada pasien pasca kateterisasi jantung Koroner. Adanya pengaruh kompres dingin terhadap skala nyeri pasien pasca kateterisasi jantung koroner dilihat dari nilai p-value=0.006 (p-value<0,05). Kesimpulan : Penggunaan kompres dingin terhadap skala nyeri dan kejadian hematoma pada pasien pasca kateterisasi jantung Koroner. terdapat pengaruh kompres dingin terhadap penurunan skala nyeri pada pasien pasca kateterisasi jantung koroner. Hal ini menunjukkan bahwa kompres dingin dapat menjadi salah satu intervensi yang efektif dalam membantu mengurangi nyeri pada pasien setelah tindakan tersebut.