Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dalam Perlindungan Hak-Hak Anak pada Kasus Pernikahan Dini di Kabupaten Aceh Timur Haikal, Muhammad; Ali, Bukhari
As-Siyadah Vol. 6 No. 1 (2026): Maret (2026) As-Siyadah: Jurnal Politik dan Hukum Tata Negara
Publisher : Prodi Hukum Tata Negara (Siyasah)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/as-siyadah.v6i1.8347

Abstract

Perkawinan anak di bawah umur masih menjadi persoalan serius di Indonesia meskipun Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 telah menetapkan batas usia minimal 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan. Di Aceh Timur, praktik ini tetap marak terjadi melalui dispensasi perkawinan dari Mahkamah Syar’iyah. Ketiadaan standar baku dalam pemberian dispensasi, minimnya sosialisasi undang-undang, serta kuatnya pengaruh adat dan tafsir fikih klasik menjadikan regulasi sulit ditegakkan secara konsisten, sehingga perlindungan hak anak menjadi lemah. Metode penelitian yang digunakan berjenis yuridis yuridis-empiris, dengan pendekatan kasus, dan perundang-undangan, data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan pihak terkait serta studi dokumen hukum, lalu dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi keterkaitan antara norma hukum, praktik kelembagaan, dan realitas sosial-budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat hambatan implementasi perlidungan haka nak yang mencakup aspek struktural berupa kewenangan diskresioner mahkamah yang sering memberikan dispensasi tanpa asesmen komprehensif, aspek normatif berupa interpretasi agama yang permisif terhadap perkawinan dini, dan aspek sosiokultural berupa pandangan adat yang menganggap perkawinan dini sebagai solusi masalah moral atau ekonomi. Kondisi ini berdampak pada hilangnya akses pendidikan, meningkatnya kerentanan terhadap kekerasan dalam rumah tangga, serta risiko kesehatan reproduksi bagi anak. Upaya pencegahan seperti edukasi publik, pengetatan prosedur dispensasi, regulasi lokal, dan pelibatan tokoh agama telah dilakukan, namun masih parsial dan belum efektif.
RISK PROTECTION SYSTEM IN THE PROCUREMENT OF SECOND-HAND CARS ACCORDING TO THE MABI’ CONCEPT IN THE BAI’ MUSAWWAMAH CONTRACT Barizki, T Fariz; Bukhari Ali; Nahara Eriyanti
Al-Mudharabah: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 7 No. 1 (2026): Al-Mudharabah: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah
Publisher : Prodi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Hukum, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Used car showrooms in Banda Aceh demonstrate that this industry plays an important role in providing more affordable vehicle alternatives for the community. Showrooms such as Nazwa Jaya Mobil and Graha Jaya Mobil offer a wide selection of used vehicles that have undergone rigorous inspections to ensure quality, as well as after-sales services, including warranties and maintenance. With different approaches, these two showrooms have succeeded in attracting consumers by providing high-quality vehicles and flexible financing options. In addition, showroom owners’ ability to assess the condition of used cars suitable for resale is very important for maintaining consumer trust and preventing fraud that can harm both the showroom and the buyer. Furthermore, in terms of risk protection in used car purchase transactions, showroom owners make various efforts to protect their businesses. Measures such as strict supplier selection, vehicle condition checks, clear supplier contracts, and vehicle insurance are part of risk mitigation efforts. In the context of Fiqh Muamalah, the application of the mabī concept in the bai musāwamah contract provides a strong basis for risk protection, emphasising transparency of information, honesty regarding vehicle condition, and the use of written contracts to regulate the rights and obligations of both parties. Thus, the risk protection system applied in used car transactions can minimise losses and increase the sustainability of the showroom business.