Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Tanggung Jawab Sosial (CSR) Perusahaan Perbankan: Analisis Hukum Pelaksanaan CSR Pada Bank Aman Syari'ah, Lampung Timur, Indonesia wahyuni, desi
Istinbath : Jurnal Hukum Vol 15 No 2 (2018): Istinbath : Jurnal Hukum
Publisher : Faculty of Sharia, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro, Lampung, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/istinbath.v15i2.1212

Abstract

CSR saat ini tidak lagi ditujukan untuk membayar hutang sosial, melainkan sudah menjadi sebuah tanggung jawab yang mutlak yang harus dilakukan oleh perusahaan dalam menjaga dan menjalin komunikasi sosialnya terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Perihal CSR ini diatur dalam peraturan perundang-undangan nasional, Khususnya undang-undang yang membahas tentang korporasi, termasuk korporasi perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memberikan masukan bagi Lembaga Keuangan Syariah (LKS) khususnya Bank Syariah untuk lebih baik dalam menerapkan Tanggung Jawab Sosial (CSR) bagi kepentingan stakeholder sehingga dapat bermanfaat terhadap pengambil kebijakan Bank Syariah sebagai lembaga keuangan yang dapat mensejahterakan masyarakat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan, yang menggunakan beberapa metode yaitu metode wawancara dan dokumentasi dalam pengumpulan data.Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pelaksanaan program CSR tersebut dapat mensejahterakan mayarakat sekitar sesuai dengan etika bisnis Islam.
MODERNISASI GAWANGAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EFEKTIFITAS KERJA PENGRAJIN BATIK TULIS DI SANGGAR BATIK SERUMPUN BERLIAN KOTA JAMBI Chandra Dewi, Diana; Handayani, Corry; Bayhaqi, Imam; Wahyuni, Desi; Abdul Fajar, Dimas; Novrianti, Novrianti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 5 (2024): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i5.1816-1825

Abstract

Gawangan sebagai alat bantu utama pengrajin batik tulis di Sanggar batik Serumpun Berlian masih tergolong sangat sederhana. Dengan memodifikasi gawangan pada umumnya, sekaligus menjawab kebutuhan para pengrajin tim penelitian dari STITEKNAS Jambi merancang suatu gawangan ergonomis yang menggunakan roll, kemudian dibuat dan diaplikasikan di sanggar tersebut sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat di Kota Jambi. Gawangan menggunakan roll ini dibuat dengan bahan stainless, sehingga kuat dan dapat dipakai dalam waktu yang lama. Roll yang ada digawangan ini berfungsi untuk dapat menjadi tempat gulungan kain batik tulis yang telah dilukis dengan menggunakan lilin sehingga pengrajin tidak perlu lagi khawatir lilin tersebut akan patah ataupun lepas dari kain, sebagaimana permasalahan yang mereka ungkapkan sebelumnya. Ketersediaan penggulungan digawangan ini mampu menampung kain yang telah ditulis hingga 100 meter kain yang telah dilukis dengan lilin. Dan inovasi ini merupakan yang pertama di Kota Jambi, bahkan di Indonesia.
Profit-Sharing System Between Durian Orchard Cultivators and Landowners in Kedaloman Village From the Perspective of Islamic Economic Law pratama, indra; wahyuni, desi
Aghnina : Jurnal Hukum Ekonomi Syari'ah Vol. 3 No. 1 (2026): published
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syari'ah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64431/ag.v3i1.261

Abstract

The profit-sharing system between landowners and durian orchard cultivators in rural areas is often conducted traditionally without written contracts, raising questions regarding fairness and its conformity with the principles of Islamic economic law. This study aims to analyze the practice of the profit-sharing system in Kedaloman Village, Gunung Alip District, Tanggamus Regency, and to assess the extent to which the practice reflects values of justice and sharia principles. The research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through observation and in-depth interviews with cultivators and landowners. The findings indicate that the profit-sharing system is based on verbal agreements, with varying distribution patterns such as 50:50 or 60:40, depending on the cultivators’ contributions. This practice operates harmoniously on the basis of trust and local wisdom, although it has not fully complied with sharia principles such as contractual clarity, documentation, and transparency. The study also reveals that limited understanding of Islamic economic concepts and the strong influence of tradition serve as obstacles to the formal implementation of sharia-based systems. Therefore, education and assistance are needed in drafting written cooperation contracts based on the principles of justice, transparency, and voluntary agreement from the perspective of Islamic economic law.
ANALISIS WANPRESTASI GADAI SAWAH PERSPEKTIF FIQIH MUAMALAH KONTENPORER DI DESA MEKAR SARI KEC. SUNGKAI TENGAN KAB. LAMPUNG UTARA Nuruddin, Ihsan; Wahyuni, Desi
Al-Hukmi : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Keluarga Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Al-Hukmi : Jurnal Hukum Ekonomi Syari’ah dan Keluarga Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/alhukmi.v6i1.7280

Abstract

Penelitian ini membahas fenomena wanprestasi dalam praktik gadai sawah (rahn) di kalangan masyarakat pedesaan, dengan studi kasus di Desa Mekar Sari, Kecamatan Sungkai Tengah, Kabupaten Lampung Utara. Gadai sawah merupakan solusi ekonomi tradisional yang masih dipraktikkan dalam situasi mendesak, namun sering kali dilakukan secara informal tanpa perjanjian tertulis dan tanpa pemahaman hukum syariah yang memadai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk-bentuk wanprestasi, mengidentifikasi faktor penyebabnya, serta merumuskan solusi penyelesaian berdasarkan perspektif fiqih muamalah kontemporer. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan lapangan dan kepustakaan. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk wanprestasi yang dominan antara lain pengambilan kembali sawah oleh rahin sebelum waktu jatuh tempo, penggunaan sawah oleh murtahin melebihi masa perjanjian, dan pengelolaan sepihak terhadap objek gadai. Tindakan tersebut tidak sejalan dengan prinsip dasar akad rahn dalam Islam yang menekankan keadilan, kepastian, dan kesepakatan bersama. Dalam pandangan fiqih muamalah kontemporer, wanprestasi merupakan pelanggaran hukum sekaligus moral terhadap akad yang telah disepakati. Penyelesaian yang disarankan antara lain mediasi berbasis musyawarah (tahkim), restrukturisasi akad, serta penerapan fatwa-fatwa DSN-MUI. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai etika, hukum, dan agama dalam penyelesaian wanprestasi agar tercapai keadilan, harmoni sosial, serta kesesuaian dengan tujuan syariah (maqashid al-syariah).