Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perencanaan Penataan Jalan Akasia Guna Meningkatkan Kinerja Simpang Jalan Akasia - Jalan Akasia XVI Putu Ika Wahyuni; Putu Ayu Sriasih Wesna; I Wayan Muliawan
Jurnal Abdi Daya Vol. 1 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.1.2.2021.1-5

Abstract

Warmadewa University is a large university in Bali which has 7 Faculties, Study Programs and Postgraduate Programs. Warmadewa University has tens of thousands of active students from all existing Study Programs. Currently Warmadewa University operation is still centered on Jalan Terompong Number 24, Denpasar and has 3 exits, namely the main Akasia Street, XVI Akasia Street, and Akasia Street which is Ex IKIP / Paud Erlangga. Development of Univ. Warmadewa, which was founded in 1984, has brought rapid changes to the surrounding lands, which used to be agricultural land, now a densely populated settlement, boarding houses for students, shop, photocopying, laundry, and others which are significant changes due to the Warmadewa Campus. The condition of economic development around Warmadewa University can be seen from the increase in the number of stalls and shops which has an impact on the density of parking and traffic around it. Increasingly, this condition is getting denser without being accompanied by improvements in road facilities which are the main challenges in this PKM. Furthermore, the solution that can be offered is to carry out the physical arrangement of Jl. Main Akasia and Akasia XVI with the hope of creating a smooth flow of traffic at the intersection of the Akasia road with jl. Akasia XVI so that Warmadewa University as the center of economic revival can also help the surrounding community.
Identifikasi Potensi dan Masalah Ekowisata Air Minum Be Gianyar dalam Kontek Infrastruktur I Wayan Suky Luxiana; Agus Kurniawan; Ika Wahyuni
Community Service Journal (CSJ) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.4.1.2021.99-105

Abstract

Air minum Be Gianyar terletak di Banjar Bukian Kawan, Desa Bukian, Kecamatan Payangan Gianyar. Air minum Be Gianyar diluncurkan bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Gianyar yang ke 250 senin 19 April 2021 oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra. Pengelola Air Minum dalam kemasan Be Gianyar adalah Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani. Pabrik AMDK ini didirikan berkat buah ide Bupati Gianyar I Made Mahayastra, produk AMDK ini memanfaatkan mata air Belahan Paras, yang disucikan oleh krama desa adat Bukian. Proses pengemasan air minum Be Gianyar ini menggunakan teknologi nanofiltrasi untuk pengaturan rasa dan komposisi mineral, sehingga rasanya akan berbeda dengan produk sejenis. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi dan masalah dari pengembangan ekowisata air minum Be Gianyar dalam kontek Infrastrukur. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Tujuan teknik pengambilan sampel menggunakan informan dan menggunakan informan kunci. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai potensi dan masalah yang dibagi menjadi 5 aspek ekowisata yaitu konsep konservasi, konsep partisipasi masyarakat, konsep ekonomi, konsep edukasi dan konsep wisata. Penelitian disimpulkan partisifasi masyarakat (Adat) dalam pemanfaatan sumber daya air Be gianyar belum sepenuhnya optimal ini dapat dilihat belum berperannya masyarakat lokal dalam pemanfaatan dan pengelolaan. Kebijakan yang memberikan izin Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani menggangu kebutuhan pokok masyarakat Bukian, dimana sumber mata air Belahan Paras merupakan salah satu kawasan yang disucikan oleh adat Bukian. Dalam pemanfaatan sumber daya air, baik yang dilakukan oleh perusahan daerah maupun perusahan swasta perlu memperhatikan kepentingan masyarakat adat dalam pemenuhan hak atas air, karena air adalah kebutuhan yang vital.
Analisis Potensi Longsor Rombakan (Debris Flow) dengan Pemodelan Aliran di Lereng Gunung Abang, Kintamani, Bali. Sinarta, I Nengah; Wahyuni, Putu Ika
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 28, Nomor 2 (2022)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v28i2.37157

Abstract

Debris flow was mass movement such as; clay, fine sand, organic waste and coarse material such as; gravel, rocks, organic waste, logs mixed with water. Based on historical information the slope of the ancient caldera of Mount Batur that were potentially threatened for the village with debris flows hazards including; Trunyan, Abang Batudinding and Buahan Village. Modeling with DFLOWZ software was supported by spatial data with input parameters namely; Digital Elevation Model (DEM) data and Polyline data. Modeling was an initial approach in predicting the debris inundation area. Research results to get the type of material and debris flow direction. The observed flow anatomy was debris flow in valleys and rivers at an altitude of ± 1500 msl, curved in the valleys of the hills and the direction of flow is to the west. The DFLOWZ analysis shows that the retained deposit area that has the potential to cause debris avalanches is 49,830 m2, with an inundation height based on 5-7 m thick slope valley. The results of the modeling serve as a form of early warning for communities affected by the threat of inundation of debris flows.
ANALISIS SISTEM STRUKTUR GANDA PADA GEDUNG KANTOR DAN GUDANG SUNIA NEGARA DENPASAR ni komang ayu; Ni Luh Novitasari; Putu Ika Wahyuni
Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan - CENTECH Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan, Oktober 2024, ISSN 2722-0230 (Onli
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cen.v5i2.6098

Abstract

Shear walls in a dual system are one of the structural systems to carry most of the lateral load with a maximum percentage of 75%, because geometrically this shear wall structure has greater rigidity so that it will be effective in providing a restraining influence during an earthquake on the building structure. The shear wall used in this building is a rectangular shear wall that is used to support the building structure and to increase the stiffness and stability of the structure against lateral loads. This Office and Warehouse Building has a total height of 16,5 m consisting of 4 floors. The modelling of this building uses ETABS V.17 software with the dimensions of column K1 500 x 500 mm, K2 300 x 300 mm, tie beam S1 300 x 500 mm, S2 300 x 400 mm, beam B1 300 x 500 mm, B2 300 x 400 mm, floor plate 150 mm thick and shear wall 300 mm thick with a span of 3 m. The structure of this building uses reinforced concrete with a concrete quality of 25 Mpa and uses screw reinforcement with a reinforcement quality of fy 420 Mpa. Based on the analysis, the largest inter-floor deviation value for the X direction on the roof slab is 44,3245 mm, while for the Y direction on the 4th floor it is 43,4885 mm. Based on the dual system control requirements, this planning has met the requirements because the percentage of shear walls obtained for the X direction is 72.817% and the Y direction is 74.59%.
Inovasi Digital Melalui Pengembangan Website Desa Adat Untuk Mewujudkan Desa Wisata Berkelanjutan Di Desa Adat Sibetan Gde Wikan Pradnya Dana; I Gede Wira Darma; Putu Ika Wahyuni
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2025): November 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i6.930

Abstract

Desa Adat Sibetan memiliki potensi pariwisata yang signifikan sebagai sentra salak terbesar di Bali, namun pengembangannya terhambat oleh keterbatasan strategi promosi digital. Menjawab tantangan tersebut, program pengabdian ini mengimplementasikan inovasi digital melalui pengembangan sebuah website yang berfungsi sebagai model strategis untuk mewujudkan desa wisata yang mandiri dan berkelanjutan. Dengan menerapkan pendekatan partisipatif berbasis komunitas, program diawali dengan analisis SWOT secara kolaboratif untuk memetakan potensi dan tantangan desa. Hasil analisis tersebut kemudian menjadi landasan fundamental dalam merancang dan mengembangkan website menggunakan Metode Agile yang fleksibel. Hasil utama dari program ini adalah terciptanya sebuah website resmi yang fungsional dan responsif, yang berfungsi sebagai etalase virtual untuk mempromosikan seluruh aset unggulan desa secara terintegrasi. Secara krusial, efektivitas program alih pengetahuan kepada masyarakat telah divalidasi secara empiris. Hasil Uji t Berpasangan (Paired Samples t-Test) mengonfirmasi adanya peningkatan kapasitas digital peserta yang signifikan secara statistik (p < 0.001) setelah mengikuti pelatihan.
NILAI DERAJAT KEJENUHAN TANAH PADA PENILAIAN ANCAMAN LONGSOR ROMBAKAN (DEBRIS FLOW) PADA BATUAN VULKANIK I Nengah Sinarta; Putu Ika Wahyuni; Putu Aryastana
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.433 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v4i2.44878

Abstract

Longsor aliran adalah gerakan spasial yang terjadi terus menerus akibat bergeraknya permukaan tanah biasanya berjarak dekat dan terjadinya tidak terlalu lama. Gradasi longsoran aliran tergantung pada intensitas hujan, jenis tanah dan vegetasi sedangkan arah mobilitas tergantung dari kemiringan lereng dan jenis tanah permukaannya. Jenis tanah yang mudah jenuh akibat hujan dengan intensitas tinggi dan singkat di lereng menyebabkan lapisan tanah tergerus akibat berat sendiri secara cepat menuju lembah, hal inilah yang menyulitkan bagi penduduk untuk menghindar dan mengungsi. Kasus tersebut perlu dilakukan analisis dan kajian teknis tentang pengaruh nilai derajat kejenuhan tanah yang menimbulkan ancaman longsor bahan rombakan. Pengamatan dilakukan dengan sampel borehole dan Geolistrik dilakukan Desa Abang Batu Dinding, Kintamani, morfologi permukaan adalah perbukitan, jenis tanah pada kedalaman rata-rata 1-1,5 m adalah lanau berpasir, dan batuan dasar berupa batuan breksi vulkanik. Analisa hidrologi dimodelkan berdasarkan poligon thiessen dimana curah hujan efektif rata-rata pada 10-50 tahun sebesar 238 mm/hari. Nilai tegangan air pori negatif bertambah dari 35 kPa-72,44 kPa dalam pori-pori tanah masih terdapat air yang dapat menjaga ikatan butiran tanah pada saat derajat kejenuhan rendah sekitar 40% dan selanjutnya naik sampai 78,46%. Pada penelitian ini pada derajat kejenuhan 40% sampai 56% nilai kuat geser tanah meningkat dan selanjutnya kuat geser tanah mengalami penurunan sampai 37,62o dengan derajat kejenuhan 78,46%. Perubahan yang cepat pada permukaan tanah yang minim vegetasi akan menimbulkan erosi dipermukaan tanah, pada kondisi spasial dengan ketebalan tanah 1-1,5 m akan menyebabkan longsor rombakan atau debris.