Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KAJIAN TATA RUANG UNTUK MENERAPKAN SISTEM INSENTIF PEMANFAATAN RUANG PADA PROYEK KPS (KERJA SAMA PEMERINTAH SWASTA) JALAN TOL (STUDY KASUS KAKI NUSA DUA PADA JALAN TOL BALI MANDARA) Putu Ika Wahyuni; Sarwono Hardjomuljadi; Hendrik Sulistio; K. Koespiadi
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 7 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.7.1.822.111-122

Abstract

ABSTRACT The Government of Indonesia was committed to encouraging public-private partnership (PPP) schemes to address gaps in infrastructure development. But not all projects offered through the PPP scheme have a high degree of eligibility because the project is a long-term investment with a considerable degree of risk challenge. Efforts to improve the feasibility of investing in toll road PPP projects were made such as investment guarantees and incentives for the private sector. This study is a continuation of previous research that was an implementation of the incentive system in PPP project contract to increase investment feasibility. In this study, the authors want to obtain a general description of:(1) Existing condition of research location and land use based on Local Regulation around Bali Mandara Highway (Field Observation and Local Regulation), (2) To know the wishes of the people around Highway in a location that allows applied spatial use incentive system (Interview Method), (3) Assessing the spatial plan at the foot of the toll road regarding spatial use plan with guidance on incentives and density utilization of space on the highway (method of cropping the map). From the result of the research, it can be seen the general description of the people's desire to play a role in the utilization of space around the Nusa Dua toll, where the results of satellite image analysis and the spatial regulation on spatial planning allow the availability of land for spatial use activities around highway about 10 hectares. Keywords: highway, KPS, spatial, use of space
IDENTIFIKASI VARIABEL SISTEM INSENTIF DALAM PROYEK KERJASAMA PEMERINTAH SWASTA (KPS) JALAN TOL Putu Ika Wahyuni; Sarwono Hardjomuljadi; Hendrik Sulistio; K. Koespiadi
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.7.2.951.239-256

Abstract

Gaps Infrastructure financing in Indonesia must be sought out, one of which is to improve the performance of PPP projects to be bankable / economically viable / investment-worthy so that investors / private companies are willing / interested in investing in infrastructure projects. with Malaysia which now has more than 3000 km of toll roads. The incentive system is implemented in developed countries to improve the performance of feasibility and anticipate risks in toll road KPS projects that have long-term contract / concession time. Burris, Baker, Geiselbrecht (2014). The government needs to make a breakthrough to provide space utilization incentives as a form of controlling the use of space where investors and the public can participate by working together to increase toll revenues. The intended use of space is the management of the area around the toll road with a certain amount of area and the allocation of the management plan that has the maximum economic impact so that investors can obtain other income that can be included in the toll revenue cash flow. This study uses the AHP method with digital analysis with Expert Choice to produce the following analysis: the highest criteria for incentive for space utilization activities. The highest sub-criteria are in the physical provision of compensation from the government to the community where the land is applied to incentives for spatial use.
Kemitraan Masyarakat dan Laboratorium Teknik Sipil untuk Mengatasi Kendala Perijinan IMB di Wilayah Sanur Kaja Wayan Jawat; Putu Ika Wahyuni; I Ketut Nudja
Jurnal Sutramas Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah kota Denpasar merupakan pusat perekonomian, pusat pendidikan dan sebagai ibu kota Provinsi Bali. Pertumbuhan penduduk tiap tahunnya berimbas terhadap meningkatnya perekonomian serta kebutuhan hidup, sehingga angka pembangunan yang terjadi di Kota Denpasar juga mengalami peningkatan. Salah satu permasalahan kota yaitu pemukiman, khususnya kebutuhan masyarakat untuk memperoleh hunian yang layak dan harga terjangkau. Untuk membangun hunian dibutuhkan persyaratan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dimana dalam pengurusan tersebut terdapat beberapa kendala yang dihadapi masyarakat. Beberapa kendala tersebut antara lain: belum pahamnya masyarakat terkait alur pengurusan IMB, berapa besar biaya yang akan dikeluarkan untuk mengurus IMB, pengurusan dokumen lingkungan, dan pengujian daya dukung tanah, dan pemenuhan persyaratan teknis bangunan lainnya. Adapun rencana solusi yang ingin disusun dalam pengabdian masyarakat kali ini adalah pendampingan terhadap masyarakat yang melakukan pengurusan IMB khususnya Desa Sanur Kaja Kecamatan Denpasar Selatan sekaligus mengidentifikasi kendala lain yang dihadapi masyarakat selama melakukan pengurusan IMB. Selain itu adapun solusi tambahan yang diberikan adalah menyediakan jasa pengetesan tanah yang akan dibangun dengan melibatkan Laboratorium Teknik Sipil Universitas Warmadewa. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan proses wawancara dan diskusi dengan pihak perangkat desa dan masyarakat untuk identifikasi permasalahanselama pembangunan dan pengurusan IMB.
Perencanaan Penataan Jalan Akasia Guna Meningkatkan Kinerja Simpang Jalan Akasia - Jalan Akasia XVI Putu Ika Wahyuni; Putu Ayu Sriasih Wesna; I Wayan Muliawan
Jurnal Abdi Daya Vol. 1 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.1.2.2021.1-5

Abstract

Warmadewa University is a large university in Bali which has 7 Faculties, Study Programs and Postgraduate Programs. Warmadewa University has tens of thousands of active students from all existing Study Programs. Currently Warmadewa University operation is still centered on Jalan Terompong Number 24, Denpasar and has 3 exits, namely the main Akasia Street, XVI Akasia Street, and Akasia Street which is Ex IKIP / Paud Erlangga. Development of Univ. Warmadewa, which was founded in 1984, has brought rapid changes to the surrounding lands, which used to be agricultural land, now a densely populated settlement, boarding houses for students, shop, photocopying, laundry, and others which are significant changes due to the Warmadewa Campus. The condition of economic development around Warmadewa University can be seen from the increase in the number of stalls and shops which has an impact on the density of parking and traffic around it. Increasingly, this condition is getting denser without being accompanied by improvements in road facilities which are the main challenges in this PKM. Furthermore, the solution that can be offered is to carry out the physical arrangement of Jl. Main Akasia and Akasia XVI with the hope of creating a smooth flow of traffic at the intersection of the Akasia road with jl. Akasia XVI so that Warmadewa University as the center of economic revival can also help the surrounding community.
Identifikasi Potensi dan Masalah Ekowisata Air Minum Be Gianyar dalam Kontek Infrastruktur I Wayan Suky Luxiana; Agus Kurniawan; Ika Wahyuni
Community Service Journal (CSJ) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.4.1.2021.99-105

Abstract

Air minum Be Gianyar terletak di Banjar Bukian Kawan, Desa Bukian, Kecamatan Payangan Gianyar. Air minum Be Gianyar diluncurkan bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Gianyar yang ke 250 senin 19 April 2021 oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra. Pengelola Air Minum dalam kemasan Be Gianyar adalah Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani. Pabrik AMDK ini didirikan berkat buah ide Bupati Gianyar I Made Mahayastra, produk AMDK ini memanfaatkan mata air Belahan Paras, yang disucikan oleh krama desa adat Bukian. Proses pengemasan air minum Be Gianyar ini menggunakan teknologi nanofiltrasi untuk pengaturan rasa dan komposisi mineral, sehingga rasanya akan berbeda dengan produk sejenis. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi dan masalah dari pengembangan ekowisata air minum Be Gianyar dalam kontek Infrastrukur. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Tujuan teknik pengambilan sampel menggunakan informan dan menggunakan informan kunci. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai potensi dan masalah yang dibagi menjadi 5 aspek ekowisata yaitu konsep konservasi, konsep partisipasi masyarakat, konsep ekonomi, konsep edukasi dan konsep wisata. Penelitian disimpulkan partisifasi masyarakat (Adat) dalam pemanfaatan sumber daya air Be gianyar belum sepenuhnya optimal ini dapat dilihat belum berperannya masyarakat lokal dalam pemanfaatan dan pengelolaan. Kebijakan yang memberikan izin Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani menggangu kebutuhan pokok masyarakat Bukian, dimana sumber mata air Belahan Paras merupakan salah satu kawasan yang disucikan oleh adat Bukian. Dalam pemanfaatan sumber daya air, baik yang dilakukan oleh perusahan daerah maupun perusahan swasta perlu memperhatikan kepentingan masyarakat adat dalam pemenuhan hak atas air, karena air adalah kebutuhan yang vital.
Analisis Potensi Longsor Rombakan (Debris Flow) dengan Pemodelan Aliran di Lereng Gunung Abang, Kintamani, Bali. Sinarta, I Nengah; Wahyuni, Putu Ika
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 28, Nomor 2 (2022)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v28i2.37157

Abstract

Debris flow was mass movement such as; clay, fine sand, organic waste and coarse material such as; gravel, rocks, organic waste, logs mixed with water. Based on historical information the slope of the ancient caldera of Mount Batur that were potentially threatened for the village with debris flows hazards including; Trunyan, Abang Batudinding and Buahan Village. Modeling with DFLOWZ software was supported by spatial data with input parameters namely; Digital Elevation Model (DEM) data and Polyline data. Modeling was an initial approach in predicting the debris inundation area. Research results to get the type of material and debris flow direction. The observed flow anatomy was debris flow in valleys and rivers at an altitude of ± 1500 msl, curved in the valleys of the hills and the direction of flow is to the west. The DFLOWZ analysis shows that the retained deposit area that has the potential to cause debris avalanches is 49,830 m2, with an inundation height based on 5-7 m thick slope valley. The results of the modeling serve as a form of early warning for communities affected by the threat of inundation of debris flows.
NILAI DERAJAT KEJENUHAN TANAH PADA PENILAIAN ANCAMAN LONGSOR ROMBAKAN (DEBRIS FLOW) PADA BATUAN VULKANIK Sinarta, I Nengah; Wahyuni, Putu Ika; Aryastana, Putu
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.433 KB) | DOI: 10.20961/jrrs.v4i2.44878

Abstract

Longsor aliran adalah gerakan spasial yang terjadi terus menerus akibat bergeraknya permukaan tanah biasanya berjarak dekat dan terjadinya tidak terlalu lama. Gradasi longsoran aliran tergantung pada intensitas hujan, jenis tanah dan vegetasi sedangkan arah mobilitas tergantung dari kemiringan lereng dan jenis tanah permukaannya. Jenis tanah yang mudah jenuh akibat hujan dengan intensitas tinggi dan singkat di lereng menyebabkan lapisan tanah tergerus akibat berat sendiri secara cepat menuju lembah, hal inilah yang menyulitkan bagi penduduk untuk menghindar dan mengungsi. Kasus tersebut perlu dilakukan analisis dan kajian teknis tentang pengaruh nilai derajat kejenuhan tanah yang menimbulkan ancaman longsor bahan rombakan. Pengamatan dilakukan dengan sampel borehole dan Geolistrik dilakukan Desa Abang Batu Dinding, Kintamani, morfologi permukaan adalah perbukitan, jenis tanah pada kedalaman rata-rata 1-1,5 m adalah lanau berpasir, dan batuan dasar berupa batuan breksi vulkanik. Analisa hidrologi dimodelkan berdasarkan poligon thiessen dimana curah hujan efektif rata-rata pada 10-50 tahun sebesar 238 mm/hari. Nilai tegangan air pori negatif bertambah dari 35 kPa-72,44 kPa dalam pori-pori tanah masih terdapat air yang dapat menjaga ikatan butiran tanah pada saat derajat kejenuhan rendah sekitar 40% dan selanjutnya naik sampai 78,46%. Pada penelitian ini pada derajat kejenuhan 40% sampai 56% nilai kuat geser tanah meningkat dan selanjutnya kuat geser tanah mengalami penurunan sampai 37,62o dengan derajat kejenuhan 78,46%. Perubahan yang cepat pada permukaan tanah yang minim vegetasi akan menimbulkan erosi dipermukaan tanah, pada kondisi spasial dengan ketebalan tanah 1-1,5 m akan menyebabkan longsor rombakan atau debris.