Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : eco-fin

Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan dan Independensi Komite Audit Terhadap Audit Delay Salsa Aulia Putri; Indupurnahayu Indupurnahayu; Desmy Riani
eCo-Fin Vol. 6 No. 3 (2024): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v6i3.1544

Abstract

There is a common occurrence of financial report filing delays among firms listed on the Indonesia Stock Exchange, particularly in the banking sector. Findings from this study highlight the significance of prepared reports in a timely manner. It is imperative that businesses and auditors collaborate to finalize and submit financial reports to the Indonesia Stock Exchange (IDX) well in advance of the scheduled date to mitigate the effects of delays. The goal of this research is to find out between 2020 and 2022 whether Indonesian banking businesses that are listed on the stock market had audit delays and how audit committee independence, company size, and profitability interact with each other. Utilising secondary data collected over the course of three years from 41 different banking organisations, this research employs a quantitative descriptive methodology. Our research shows that audit delay is affected by profitability, firm size, and the independence of the audit committee all at once. A positive correlation between audit committee independence and audit delay exists, although profitability and firm size both exhibit negative correlations with audit delay. Given that management is more likely to disclose financial results promptly to communicate good news, this suggests that larger, more profitable organisations have shorter audit delays. Conversely, greater audit committee independence leads to longer audit delay as greater oversight requires more time to produce high quality financial statements.
Customized Value Added Intellectual Capital dan Kinerja Bank : Peran Risiko Kredit Erlangga Ferdiansyah; Desmy Riani; Hurriyaturrohman Hurriyaturrohman
eCo-Fin Vol. 8 No. 2 (2026): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intellectual capital terhadap kinerja keuangan dengan risiko kredit sebagai variabel mediasi pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2024. Penelitian ini dilandasi oleh teori Resource Based View yang menjelaskan bahwa pengelolaan sumber daya strategis, termasuk aset intelektual, mampu menciptakan keunggulan kompetitif dan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Intellectual capital diukur menggunakan metode Customized Value Added Intellectual Capital (CVAIC), kinerja keuangan diproksikan menggunakan Return on Assets (ROA), sedangkan risiko kredit diukur menggunakan Non Performing Loan (NPL). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatori serta data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan perbankan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 20 perusahaan perbankan dengan total 100 observasi penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan perolehan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa modal intelektual berkontribusi positif signifikan terhadap kinerja bank, sedangkan risiko kredit berpengaruh negatif signifikan terhadap kinerja bank. Namun, intellectual capital tidak berkorelasi signifikan terhadap risiko kredit sehingga risiko kredit tidak mampu memediasi hubungan antara intellectual capital dan kinerja bank. Hasil penelitian menegaskan bahwa penguatan profitabilitas perbankan lebih dipengaruhi oleh optimalisasi intellectual capital secara langsung dibandingkan melalui pengendalian risiko kredit.
Peran Moderasi Ukuran Perusahaan dalam Pengaruh Customized Value Added Intellectual Capital (CVAIC) dan Kepemilikan Institusional terhadap Kinerja Keuangan Halimatunisa Halimatunisa; Desmy Riani; Verni Asvariwangi
eCo-Fin Vol. 8 No. 2 (2026): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v8i2.3854

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan aset tidak berwujud dan efektivitas pengawasan perusahaan dalam meningkatkan performa keuangan di tengah ketatnya persaingan pasar. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Customized Value Added Intellectual Capital (CVAIC) dan kepemilikan institusional terhadap kinerja keuangan dengan ukuran perusahaan sebagai variabel yang memoderasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dan teknik purposive sampling, serta dianalisis menggunakan regresi data panel. Dalam studi in, kinerja keuangan diestimasi menggunakan ROA, intellectual capital diukur menggunakan metode CVAIC, kepemilikan institusional diukur melalui rasio saham institusi, serta ukuran perusahaan direpresentasikan oleh logaritma natural total aset. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CVAIC memengaruhi kinerja keuangan secara positif dan signifikan, sementara kepemilikan institusional tidak dapat memengaruhi kinerja keuangan. Selain itu, ukuran perusahaan mampu menguatkan keterkaitan CVAIC dengan kinerja keuangan, namun tidak mampu memoderasi keterkaitan kepemilikan institusional dan kinerja keuangan. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan pengelolaan pengetahuan, inovasi, kualitas sumber daya manusia, serta efisiensi organisasi menjadi faktor strategis dalam meningkatkan profitabilitas dan daya saing perusahaan manufaktur di Indonesia.
Pengaruh Modified Value Added Intellectual Capital terhadap Efisiensi Operasional Bank: Moderasi Good Corporate Governance Ahmad Fauzan; Desmy Riani; Denia Maulani
eCo-Fin Vol. 8 No. 2 (2026): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v8i2.3877

Abstract

Transformasi industri perbankan di era digital mendorong perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional melalui pengelolaan aset tidak berwujud, khususnya intellectual capital. Namun, penelitian mengenai pengaruh intellectual capital terhadap efisiensi operasional masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten, terutama terkait efektivitas masing-masing komponen Modified Value Added Intellectual Capital (MVAIC) dan peran Good Corporate Governance (GCG) sebagai variabel moderasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Human Capital Efficiency (HCE), Structural Capital Efficiency (SCE), Relational Capital Efficiency (RCE), dan Capital Employed Efficiency (CEE) terhadap efisiensi operasional perbankan yang diproksikan melalui BOPO, serta menguji peran GCG sebagai variabel moderasi pada bank KBMI 3 dan KBMI 4 periode 2021–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan. Sampel penelitian terdiri dari 13 bank dengan total 52 observasi yang dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel melalui Random Effect Model (REM) dan Moderated Regression Analysis (MRA) menggunakan EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HCE, SCE, dan CEE meningkatkan efisiensi operasional, sedangkan RCE tidak berpengaruh signifikan terhadap BOPO. GCG secara umum belum mampu memoderasi hubungan intellectual capital terhadap efisiensi operasional, kecuali pada hubungan RCE terhadap BOPO. Temuan penelitian menunjukkan bahwa efisiensi operasional perbankan lebih dipengaruhi pengelolaan sumber daya internal dibandingkan hubungan eksternal perusahaan.
Apakah Keahlian Keuangan Komite Audit Mampu Memoderasi Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Profitabilitas terhadap Manajemen Laba? Fitria Ika Septiyani; Desmy Riani; M Anwar Masruri
eCo-Fin Vol. 8 No. 2 (2026): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v8i2.3881

Abstract

Permasalahan terkait manajemen laba merupakan fenomena merugikan karena termasuk tindakan oportunistik dalam pelaporan keuangan. Fenomena tersebut dapat terjadi pada berbagai industri, terutama sektor yang mendapatkan tekanan kinerja lebih ketat seperti industri makanan dan minuman. Meskipun beberapa literatur menemukan bahwa ukuran perusahaan dan profitabilitas menjadi penentu praktik manajemen laba, namun hasil menunjukkan inkonsistensi yang signifikan, serta minimnya kajian yang menggunakan keahlian keuangan komite audit sebagai mekanisme moderasi. Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh ukuran perusahaan dan profitabilitas terhadap manajemen laba, serta manganalisis kemampuan keahlian keuangan komite audit dalam memoderasi hubungan tersebut. Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif dengan jenis data panel pada perusahaan makanan dan minuman periode 2020–2024 sebanyak 130 data observasi. Estimasi model menggunakan Common Effect Model (CEM) dan pengujian hipotesis moderasi dengan Moderated Regression Analysis (MRA). Pada penelitian ini ditemukan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba, sedangkan profitabilitas berpengaruh positif signifikan. Keahlian keuangan komite audit dikategorikan sebagai homologizer moderation pada hubungan ukuran perusahaan dan manajemen laba, serta mampu memperlemah hubungan profitabilitas terhadap manajemen laba dan termasuk quasi moderation. Temuan ini mendukung teori agensi bahwa mekanisme pengawasan internal yang berkualitas, misalnya komite audit yang ahli dalam bidang keuangan, berperan sangat penting dalam menekan tindakan oportunistik manajemen.