Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Mining Science and Technology Journal

KAJIAN PENGARUH KONDISI TEMPAT KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS ALAT MEKANIS PADA KEGIATAN PENGUPASAN OVERBURDEN Kadar, Muhammad Ilham; Widodo, Sri; Budiman, Agus Ardianto; Prianata, Yogi La Ode
Mining Science And Technology Journal Vol 1 No 1 (2022): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.089 KB) | DOI: 10.54297/minetech-journal.v1i1.258

Abstract

Agar perencanaan produksi dan penggunaan alat mekanis dapat berjalan dengan baik, maka perlu dilakukan penelitian terhadap kondisi lapangan kerjanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi dan kondisi tempat kerja dalam penggunaan alat muat dan alat angkut dengan tipe Excavator Komatsu Pc 200 dan Dumptruck HINO FM260TI pada kegiatan pengupasan Overburden. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh pada alat angkut dengan kondisi jalan tambang dengan lebar jalan angkut lurus 6,5 meter dan lebar jalan angkut tikungan 9,2 meter yang diperoleh untuk nilai waktu edar (cycle time) alat muat 16,05 detik, alat angkut 6,52 menit. Efisiensi kerja alat muat dan alat angkut adalah 71,10% untuk alat muat dan 70,43% untuk alat angkut dengan memperhatikan total waktu tersedia 44 jam dan rata-rata waktu tersedia 8,8 jam/minggu. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi tempat kerja terhadap produktivitas alat mekanis yaitu kondisi lapangan, vegetasi, jenis material, kondisi front penambangan, iklim, pola muat, kemiringan jalan, jarak dan keadaan jalan angkut. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat muat dan alat angkut dengan tipe Excavator Komatsu Pc 200 dan Dumptruck HINO FM260TI adalah efisien. Kondisi tempat kerja sangat berpengaruh terhadap produktivitas alat mekanis, karena apabila medan kerja buruk akan mengakibatkan peralatan mekanis sulit untuk dapat dioperasikan secara optimal.
Evaluasi Kinerja Mesin Bor Dalam Pembuatan Lubang Ledak Di Quarry Batu Gamping B3 PT. Semen Bosowa Prianata, Yogi La Ode; Jayadi, Adi; Widodo, Sri; Asmiani, Nur
Mining Science And Technology Journal Vol 1 No 2 (2022): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.192 KB) | DOI: 10.54297/minetech-journal.v1i2.353

Abstract

Kemampuan pemboran dipengaruhi oleh kinerja dari alat bor dan sifat-sifat batuan yang dibor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hasil dari evaluasi kinerja mesin bor dan efisiensi kerja mesin bor dalam pembuatan lubang ledak. Metode teknik pengolahan data yang digunakan yaitu metode statistik, sedangkan metode analisis data yang digunakan yaitu metode analisis data kuantitatif, dimana data yang diolah dan dianalisis yaitu data cycle time, efisiensi kerja, kecepatan pemboran dan ke mampuan alat bor serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Berdasarkan penelitian kemampuan pemboran untuk 3 (tiga) steel berdasarkan data lapangan yaitu 32 lubang/hari dan unutk hasil penelitian nilai efisiensi waktu kerja (EU) yaitu 76,73 %, hasil tersebut mengindikasikan bahwa kemampuan pemboran dapat ditingkatkan agar jumlah lubang ledak dapat melebihi target sebagai antisipasi apabila terjadi kendala/hambatan sehingga dibuat beberapa solusi untuk meningkat kinerja dari penggunaan alat yakni dengan mengurangi waktu standby dan waktu repair, serta menambah waktu operasi dari alat. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa produksi lubang ledak dapat terpenuhi sesuai dengan target dan dapat ditingkatkan untuk menutupi kekurangan lubang ledak apabila terjadi hambatan.
Pemetaan Distribusi Konsentrasi Besi (Fe) Berdasarkan Karakteristik Endapan Dengan Pengaplikasian Metode IDW (Inverse Distance Weighting), Palangga Konawe Selatan Prianata, Yogi La Ode; Dzakir, La Ode; Amir, Muhamad Karnoha; Kadar, Muhammad Ilham
Mining Science And Technology Journal Vol 2 No 2 (2023): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/minetech-journal.v2i2.486

Abstract

Konsentrasi besi (Fe) terkadang ditemukan sebagai kandungan logam tanah (residual). Di Indonesia jenis endapan sekunder ditemukan di Halmahera, Sulawesi Timur (Morowali), Sulawesi Selatan (Sorowako) dan Sulawesi Tenggara (Pomalaa Kolaka), termasuk wilayah Konawe Selatan. Guna mengetahui distribusi konsentrasi Fe yang terkandung dalam endapan nikel laterit, penerapan metode Inverse Distance Weighting (IDW) dipilih dalam melakukan penaksiran distribusi konsentasi Fe. Tentunya hal ini berkaitan dengan kegiatan selanjutnya termaksud menentukan karakter unsur Fe yang terdapat pada daerah penelitian. Distribusi nilai konsentrasi Fe terendah adalah 0-4.85% dan yang tertinggi adalah 25.31-40.47% dengan frekuensi 5-12% yang menunjukan skewness positif. Berdasarkan arah distribusi konsentrasi Fe dengan menggunakan metode IDW cenderung mengarah pada arah 315o (BT) dan 135o (TG), hal tersebut dikarenakan proses sampling yang hanya terpusat pada titik tertentu. Sehingga dalam memperkirakan nilai distribusi hanya tertuju pada suatu titik berdasarkan nilai titik sampel yang mengelilinginya. Karakteristik konsentrasi Fe dipengaruhi oleh kehadiran batugamping di permukaan, sehingga menyebabkan kandungan air hilang dan larutan Fe akan bersenyawa dengan oksida dan terendapkan sebagai ferri hidroksida. Kehadiran mineral pembewa unsur Fe seperti: magnetite (Fe3O4), hematite (Fe2O3), kromite (FeCr2O4), and gutite (FeO(OH)) semakin memperkuat konsentrasi Fe pada daerah penelitian.
Perencanaan Normalisasi Sungai Untuk Penanggulangan Banjir di Daerah Pertambangan Gunawan, Risal; Jalil, Abdul; Prianata, Yogi La Ode
Mining Science And Technology Journal Vol 3 No 2 (2024): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/minetech-journal.v3i2.660

Abstract

Aktivitas penambangan di dekat sungai dapat mengakibatkan sendimentasi yang dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan daya tampung sungai dalam menampung air sehingga terjadinya peluapan atau banjir. Banjir merupakan suatu peristiwa dimana level air sungai meluap dan menggenangi daerah di sekitarnya yang dapat menyebabkan kematian, kerugian harta benda, dan kerugian ekonomi karena terganggunya kegiatan ekonomi, untuk itu penulis melakukan studi literature review dengan tujuan perencanaan normalisasi sungai untuk penanggulangan banjir di daerah pertambangan, berdasarkan studi hal yang perlu dipersiapakan: Data curah hujan minimal 10 tahun terakhir merupakan data yang penting pendukung untuk meprediksi curah hujan di daerah penelitian, analisis data hidrologi seperi analisis frekuensi curah hujan rencana dan analisis debit sesuai rencana, Analisis air Limpasan, pengukuran penampang sungai , perencanaan atau desain ulang saluran sungai, Analisis profil aliran yang sudah di normalisasi menggunakan dengan software pendukung yang bisa di gunakan yakni program HEC-RAS.
Desain Settling Pond Pada Sistem Tambang Terbuka Di Penambangan Nikel Zulkarnain, Hadi; Prianata, Yogi La Ode; Gunawan, Risal; Husain, La Ode Migdad; Widiarta, Ahmad Beril
Mining Science And Technology Journal Vol 3 No 2 (2024): Mining Science and Technology Journal
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/minetech-journal.v3i2.677

Abstract

Hujan merupakan sumber utama air di tambang terbuka. Air hujan yang jatuh ke permukaan bumi umumnya ada yang langsung menuju ke badan sungai, ada juga yang masuk ke dalam tanah dan diserap oleh tumbuhan, dan ada juga yang masuk ke dalam tanah melewati sela-sela batuan dan tersimpan menjadi air bawah tanah. Karena aktivitasnya mempengaruhi bentuk topografi sehingga air hujan yang jatuh tidak sempat diserap oleh tanah dan langsung mengalir ke tempat-tempat yang rendah. Untuk mengatasi air limpasan tambang maka perlu dibuat kolam pengendapan untuk menampung air hujan sebelum dialirkan ke badan sungai. Kolam pengendapan ini memiliki pertimbangan luas dan dimensi yang sesuai agar bisa menampung air hujan yang jatuh. Untuk itu perlu dilakukan rencana kolam pengendapan untuk mengendapkan material sedimen sebelum dialirkan ke badan sungai sehingga memenuhi nilai baku mutu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, yaitu dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder yang dapat digeneralisasikan di daerah penelitian. Berdasarkan rata-rata hujan – rata dengan periode ulang hujan selama 10 tahun maka didapat besarnya intensitas hujan adalah sebanyak 19,51mm/jam. Besarnya daerah tangkapan hujan yang dihitung dengan menggunakan ArcGis adalah sebesar 18,30Ha. Koefisien limpasan yang digunakan adalah 0,9 dengan pertimbangan permukaan daerah penelitian adalah lahan terbuka daerah tambang. Berdasarkan hasil perhitungan debit limpasan, maka diperoleh debit limpasan udara pada luas sedimen kolam Foxtrot sebesar 0,89 m 3 /jam. Luas kolam pengendapan yang akan dibuat adalah 1.105,23m 2 dengan volume sebesar 4.421m 3 . Kolam pengendapan dapat dibagi menjadi 3 kompartemen, bentuk kompartemen dibuat zigzag dengan tujuan untuk memperlambat debit aliran sehingga sedimen dalam air yang masuk ke kolam sedimen mempunyai waktu untuk mengendap. Kata kunci: Intensitas Curah Hujan, Sistem Penyaliran Tambang, Kolam Pengendapan