Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Women's Economic Empowerment Based on Waste Bank Management to Improve Economic and Psychological Well-Being in Tourist Alleys: Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Berbasis Manajemen Bank Sampah Untuk Meningkatkan Ekonomi da Psikologis Well Being pada Lorong Wisata Wulan Purnamasari; Ika Wisudawaty; Israwaty Hamsar; Sri Hutami Adyningsih; Andi Tenri Ampa
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang4583

Abstract

This community service programme aims to empower Women Farmers Groups (KWT) through creative economy training and improving the professionalism of waste bank management in tourist alley areas. The background to this is the low income of KWT due to the sale of raw waste without added value and unstructured waste bank management, resulting in a lack of financial transparency. The programme aims to improve the welfare of KWT members while promoting sustainable waste management. The implementation method consists of three main stages: 1) Waste Bank Management Training, 2) Waste-Based Creative Economy Training, and 3) Digital Marketing and Partnerships. The programme lasts for six months, combining intensive training with mentoring. The expected outcomes are an increase in KWT members' income, a reduction in the volume of waste in tourist alleys, and the establishment of independent and professional waste banks. Long-term impacts include improved family economics, cleaner and more attractive tourist lanes to support eco-tourism, and KWT independence in managing the environment and creating business opportunities. With a participatory approach, this programme creates green jobs and aligns with several Sustainable Development Goals (SDGs). Abstrak Program layanan masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui pelatihan ekonomi kreatif dan meningkatkan profesionalisme pengelolaan bank sampah di kawasan lorong wisata. Latar belakang program ini adalah pendapatan rendah KWT akibat penjualan limbah mentah tanpa nilai tambah dan pengelolaan bank sampah yang tidak terstruktur, yang mengakibatkan kurangnya transparansi keuangan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota KWT sambil mempromosikan pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Metode implementasi terdiri dari tiga tahap utama: 1) Pelatihan Pengelolaan Bank Sampah, 2) Pelatihan Ekonomi Kreatif Berbasis Sampah, dan 3) Pemasaran Digital dan Kemitraan. Program ini berlangsung selama enam bulan, menggabungkan pelatihan intensif dengan pembimbingan. Hasil yang diharapkan meliputi peningkatan pendapatan anggota KWT, pengurangan volume sampah di lorong-lorong wisata, dan pembentukan bank sampah yang mandiri dan profesional. Dampak jangka panjang meliputi perbaikan ekonomi keluarga, lorong-lorong wisata yang lebih bersih dan menarik untuk mendukung ekowisata, serta kemandirian KWT dalam mengelola lingkungan dan menciptakan peluang bisnis. Dengan pendekatan partisipatif, program ini menciptakan lapangan kerja hijau dan sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Digitalisasi Lingkungan: Pengelolaan Sistem Drainase dan Deteksi Dini Banjir Berbasis IoT di Kawasan Lorong Wisata Wahyudi Wahyudi; Wulan Purnamasari
Pengabdian Masyarakat Volume 1, Issue 1, Mei 2026
Publisher : Instrudigi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Lorong Wisata merupakan inisiatif strategis yang bertujuan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus menciptakan destinasi pariwisata baru di tingkat rukun tetarga. Namun, keberlanjutan program ini kerap dihadapkan pada kendala infrastruktur lingkungan, khususnya sistem drainase yang kurang optimal sehingga rentan menimbulkan genangan air atau banjir lokal saat curah hujan tinggi. Kondisi ini berpotensi mengganggu mobilitas warga, aktivitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta kenyamanan pengunjung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memecahkan permasalahan tersebut melalui digitalisasi lingkungan, yakni penerapan teknologi Internet of Things (IoT) untuk pemantauan drainase dan deteksi dini banjir. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari empat tahapan komprehensif: (1) observasi dan analisis kebutuhan infrastruktur drainase lorong, (2) sosialisasi program mitigasi bencana kepada warga setempat, (3) perancangan dan instalasi perangkat sensor ultrasonik berbasis mikrokontroler yang terintegrasi dengan jaringan internet, serta (4) pendampingan dan pelatihan penggunaan sistem bagi kader lorong. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sistem berhasil diimplementasikan untuk memantau ketinggian muka air secara real-time. Apabila debit air mencapai level kritis, sistem secara otomatis akan mengirimkan notifikasi peringatan dini melalui aplikasi pesan singkat (WhatsApp/Telegram) kepada perangkat warga. Melalui program ini, tidak hanya infrastruktur fisik Lorong Wisata yang menjadi lebih modern, tetapi juga terjadi peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat (community preparedness) dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Optimalisasi Tata Kelola Lingkungan Lorong Wisata Melalui Inovasi Pemilahan Sampah 3 Jenis Guna Mendukung Ketahanan Ekonomi dan Well-being Warga Wulan Purnamasari; Wahyudi Wahyudi
Pengabdian Masyarakat Volume 1, Issue 1, Mei 2026
Publisher : Instrudigi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lorong Wisata merupakan inovasi pariwisata berbasis masyarakat yang berpotensi besar dalam menggerakkan ekonomi lokal, namun seringkali dihadapkan pada tantangan pengelolaan kebersihan dan tata kelola lingkungan. Pengelolaan sampah yang buruk tidak hanya menurunkan nilai estetika dan daya tarik wisata, tetapi juga berdampak negatif pada kualitas hidup warga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalisasi tata kelola lingkungan di Lorong Wisata [Sebutkan Nama Lorong/Kelurahan/Kota] melalui inovasi pemilahan sampah 3 jenis (organik, anorganik bernilai ekonomis, dan residu). Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tiga tahapan utama: (1) sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya kebersihan lingkungan dan well-being, (2) penyediaan dan instalasi fasilitas tempat sampah 3 jenis yang inovatif dan edukatif, serta (3) pendampingan pengelolaan sampah lanjutan, termasuk integrasi sampah anorganik dengan Bank Sampah dan pembuatan kompos. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap pemahaman dan partisipasi warga dalam memilah sampah dari sumbernya. Secara ekonomi, program ini berhasil menciptakan siklus ekonomi sirkular di mana warga mendapatkan nilai tambah dari hasil tabungan sampah anorganik. Lingkungan lorong yang menjadi lebih bersih, hijau, dan bebas dari bau tidak sedap secara langsung berkontribusi pada peningkatan kesehatan fisik dan kenyamanan psikologis warga (well-being). Kesimpulannya, integrasi teknologi pemilahan sampah 3 jenis terbukti menjadi solusi yang komprehensif dalam menjaga keberlanjutan Lorong Wisata sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara holistik.
Pengaruh Ketersediaan Media Pembelajaran Terhadap Minat Belajar Ekonomi Siswa Melalui Motivasi Belajar Sebagai Variabel Mediasi di UPTD SMAN 6 Jeneponto Aulia Faradeby; Ratnah S; Wulan Purnamasari; Marhawati Marhawati; Inanna Inanna
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1414

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketersediaan media pembelajaran terhadap minat belajar ekonomi siswa melalui motivasi belajar sebagai variabel mediasi di UPTD SMAN 6 Jeneponto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian explanatory research. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X UPTD SMAN 6 Jeneponto tahun ajaran 2025/2026, dengan total populasi sebanyak 290 siswa. Penentuan sampel dilakukan menggunakan Proportional Stratified Random Sampling, sehingga diperoleh 168 siswa sebagai sampel penelitian, dengan jumlah sampel dihitung menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket atau kuesioner kepada responden. Analisis data menggunakan metode Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan aplikasi SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan media pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar ekonomi siswa. Ketersediaan media pembelajaran juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Selain itu, motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar ekonomi siswa. Motivasi belajar terbukti mampu memediasi pengaruh ketersediaan media pembelajaran terhadap minat belajar ekonomi siswa. Dengan demikian, semakin baik ketersediaan media pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran, maka motivasi dan minat belajar ekonomi siswa juga akan meningkat.