Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

OVERVIEW OF COMMUNITY STIGMA AND SELF-STIGMA RELATED TO HIV AND AIDS Aris Tristanto; Afrizal Afrizal; Sri Setiawati; Mery Ramadani
Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan Vol. 6 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jsk.v6i1.5485

Abstract

Stigma causes PLWHA to experience obstacles in the treatment and care process because people living with stigmatized health conditions are confined to live in the same society, but are still moved and experience their own stigma. Stigma has two understanding points of view, namely community stigma and self-stigma. The stigma of society towards PLWHA occurs at various levels, starting from the family, community, institutional environment, and the mass media. Self stigma (self stigma) is a crisis from people who are stigmatized to apply the stigma to themselves. The general objective is to provide an overview of various cases of stigma against PLWHA from a community perspective and self-stigma. Analysis of this paper is carried out through literature review by examining written sources such as scientific journals, reference books, literature, encyclopedias, scientific essays, and other reliable sources either in written form or in relevant digital formats without going directly to the field. This paper is expected to provide benefits and input, as well as a consideration for decision makers in order to review and determine various policies related to the handling of stigma against PLWHA
Stigma Masyarakat dan Stigma pada Diri Sendiri terkait HIV dan AIDS : Tinjuan Literatur: Society Stigma and Self-Stigma Regarding HIV and AIDS : Literature Review Aris Tristanto; Afrizal; Sri Setiawati; Mery Ramadani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 4 (2022)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.91 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v5i4.2220

Abstract

Latar belakang: Stigma menyebabkan ODHA mengalami hambatan dalam proses pengobatan dan perawatan karena orang yang hidup dengan kondisi kesehatan yang stigmatisasi seringkali hidup dalam masyarakat yang sama, tetapi tetap terisolasi dan terkungkung dalam pengalaman stigma mereka sendiri. stigma memiliki dua pemahaman sudut pandang, yaitu stigma masyarakat dan stigma pada diri sendiri (self stigma). Stigma masyarakat terhadap ODHA terjadi pada berbagai tingkatan, mulai dari keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan institusi (pendidikan dan kerja), serta media massa. Stigma pada diri sendiri (self stigma) adalah konsekuensi dari orang yang distigmakan menerapkan stigma untuk diri mereka sendiri. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk memberikan gambaran berbagai kasus stigma terhadap ODHA dari sudut pandang masyarakat dan stigma pada diri sendiri (self stigma). Metode: Analisis dalam tulisan ini dilakukan melalui kajian pustaka dengan cara menelaah sumber-sumber tertulis seperti jurnal ilmiah, buku referensi, literatur, ensiklopedia, karangan ilmiah, serta sumber-sumber lain yang terpercaya baik dalam bentuk tulisan atau dalam format digital yang relevan tanpa turun langsung kelapangan. Hasil: Stigma terhadap ODHA terjadi hampir dalam segala lapisan masyarakat yaitu keluarga, teman sebaya, lingkungan sekolah atau kerja dan media massa. Faktor penyebab timbulnya stigma di masyarakat terhadap ODHA adalah rendahnya tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat mengenai HIV dan AIDS disamping itu kurangnya sosialisasi atau penyuluhan mengenai HIV dan AIDS terutama cara penularan dan pencegahannya sehingga masyarakat mempunyai anggapan yang keliru tentang ODHA. Kesimpulan: Stigma ini mencerminkan bias kelas sosial yang mendalam. Penyakit ini sering dikaitkan dengan perilaku dan menjadi pembenaran untuk ketidakadilan sosial.
Identifikasi Budaya Pangan Masyarakat Mentawai Dalam Mewujudkan Kemandirian Pangan Lokal (Studi Kasus: Desa Matobe, Kecamatan Sipora Selatan, Kepulauan Mentawai) Suci Rahmadia; Nursyirwan Effendi; Sri Setiawati
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.259

Abstract

Desa Matobe di Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai mengalami pergeseran pola konsumsi pangan dari pangan lokal khususnya keladi dan sagu menuju konsumsi beras impor, yang mengancam ketahanan pangan lokal dan kemandirian ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab perubahan pola konsumsi, peran kelembagaan lokal (BUMDes, PKK, Oba’ Simeruk), serta potensi pengembangan pangan lokal untuk memperkuat ketahanan pangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi di Desa Matobe. Permasalahan utama Adalah menurunnya produktivitas keladi akibat kekeringan dan praktik pertanian yang kurang optimal, keterbatasan luas lahan sawah, perubahan preferensi generasi muda terhadap beras impor, serta kendala pemasaran dan pengemasan produk olahan keladi. Hasil penelitian menunjukkan adanya upaya diversifikasi produk keladi yang dikelola oleh kelompok PKK dan dipasarkan melalui Pasar EDEN serta promosi melalui media sosial, namun skala pemasaran masih terbatas. Kesimpulannya, penguatan kearifan lokal, peningkatan budidaya dan infrastruktur udara, serta penguatan kapasitas teknik pemasaran kelembagaan lokal diperlukan untuk merevitalisasi konsumsi pangan lokal dan memperkuat ketahanan pangan Desa Matobe.