Claim Missing Document
Check
Articles

Gene Cloning of Xylanase Glycoside Hydrolase Family 11 from Bacillus halodurans CM1 in Escherichia coli DH5α Muhamad Taufiqul Naufal; Agustin Krisna Wardani; IS HELIANTI
Microbiology Indonesia Vol. 13 No. 4 (2019): December 2019
Publisher : Indonesian Society for microbiology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2549.245 KB) | DOI: 10.5454/mi.13.4.3

Abstract

Xylanase is an enzyme that can break down xylan into xylose and xylooligosaccharide that is widely used in industry. Seeing the many applications of this enzyme, researchers conducted many studies on how to increase the productivity and effectiveness of the xylanase enzyme. One of the method that can be used to increase the xylanase enzyme production process is by using recombinant DNA technology such as cloning. Bacillus halodurans CM1 is a local alkalothermophilic bacterium that potential producer for xylanase and other industrial enzymes. This research was conducted to clone the GH11 xylanase coding gene from B. halodurans CM1 using pJET 1.2 / blunt plasmid as vector into Escherichia coli DH5α as cell host and  determine the nucleotide base sequence of the GH11 xylanase coding gene from B. halodurans CM1. The results showed the GH11 xylanase gene from B. halodurans CM1 was successfully cloned in  E. coli DH5α and based on the results of BLAST nucleotides had 99% similarities with that of endo-1,4-beta -xylanhydrolase (xyn11A) from B. halodurans C-125. Key words: Bacillus halodurans CM1, cloning, xylanase glycoside hydrolase family 11
PEMBUATAN MISO DENGAN MEMANFAATKAN EDAMAME (KAJIAN KONSENTRASI KOJI DAN SUHU INKUBASI) Riris Wahyuhapsari; Agustin Krisna Wardani
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Miso adalah bahan masakan yang berasal dari Jepang yang terbuat dari fermentasi rebusan kacang kedelai dicampur dengan beras dan garam. Miso belum diproduksi di Indonesia sehingga mempunyai potensi untuk dikembangkan. Indonesia memiliki jenis kacang-kacangan antara lain yang banyak dikembangkan adalah edamame. Produksi edamame diutamakan untuk diekspor, sedangkan edamame yang tidak lolos syarat ekspor dikategorikan edamame afkir. Fermentasi dengan menggunakan kapang mampu meningkatkan kandungan N-amino yang dapat meningkatkan daya cerna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi koji dan suhu inkubasi terhadap sifat kimia, organoleptik dan mikrobiologi miso. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik yaitu perlakuan K3S2 (konsentrasi koji 50% dan suhu inkubasi terkontrol 35oC) dengan kadar N-amino 0.402%, pH 4.01, total mikroba 7.143 log cfu/gr dan gula reduksi 8.98%. Sedangkan untuk nilai organoleptik terhadap produk miso perlakuan K3S2 yaitu meliputi rasa 5.60 (agak suka), warna 5.30 (agak suka), aroma 5.60 (agak suka), dan tekstur 5.70 (agak suka). Kata kunci: Edamame, Miso, Koji, Suhu Inkubasi
APLIKASI TEKNOLOGI HURDLE MENGGUNAKAN IRADIASI GAMMA DAN PENYIMPANAN BEKU UNTUK MEREDUKSI BAKTERI PATOGEN PADA BAHAN PANGAN : KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS JANUARI 2014] Annisa Fadlilah Koos Cahyani; Lauren Chrisya Wiguna; Risqia Adinda Putri; Vicha Vitalaya Masduki; Agustin Krisna Wardani; Harsojo Harsojo
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iradiasi gamma merupakan teknologi pengawetan pangan yang berpotensi untuk digunakan karena tidak menimbulkan perubahan sensoris seperti halnya pada pengawetan pangan konvensional (penggunaan panas). Teknologi ini mampu mereduksi bakteri patogen pada bahan pangan, seperti Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Salmonella sp., Vibrio sp., dan Clostridium perfringens dengan cara merusak DNA dari bakteri-bakteri tersebut. Efektivitas iradiasi gamma dalam mereduksi bakteri patogen dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu jenis bakteri, dosis iradiasi, serta kondisi selama iradiasi dan pasca iradiasi. Selain itu, penggunaan teknologi iradiasi gamma masih perlu dikombinasikan dengan pengawetan lainnya seperti penyimpanan beku sebagai teknologi hurdle yang akan memberikan hasil yang lebih maksimal. Hal ini dikarenakan penyimpanan beku dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen dan mencegah bakteri memperbaiki DNA pasca iradiasi. Dengan aplikasi teknologi hurdle (iradiasi gamma dan penyimpanan beku) diharapkan keamanan pangan dapat ditingkatkan tanpa mempengaruhi kualitas sensoris bahan pangan tersebut.   Kata kunci : Bakteri Patogen, Iradiasi Gamma, Keamanan Pangan, Penyimpanan Beku
PENGARUH KONSENTRASI PASTA SINGKONG (Manihot esculenta) DAN LAMA FERMENTASI PADA PROSES PEMBUATAN MINUMAN WINE SINGKONG [IN PRESS JANUARI 2015] Eko Sutrisno Hawusiwa; Agustin Krisna Wardani; Dian Widya Ningtyas
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wine merupakan minuman yang berasal dari daerah Mesopotamia yang kemudian menyebar ke berbagai negara di dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Wine dibuat melalui fermentasi gula yang ada di dalam buah anggur yang kemudian akan dirubah menjadi alkohol. Salah satu bahan yang memiliki atau dapat menghasilkan gula adalah singkong. Sebelum dibuat wine singkong terlebih dahulu dijadikan pasta untuk memudahkan proses hidrolisis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi substrat, dalam hal ini pasta singkong dan lama fermentasi yang paling efektif sehingga dihasilkan minuman wine dengan kadar alkohol tinggi yang sesuai standar. Kajian pada penelitian ini adalah konsentrasi pasta singkong (15%, 25%, dan 35% b/v) dan lama fermentasi (1, 2 dan 3 minggu). Perlakuan terbaik dipilih berdasarkan yield alkohol tertinggi yaitu sebesar 83.11% yang dihasilkan dengan konsentrasi pasta 15% (b/v) dan lama fermentasi 3 minggu. Perlakuan terbaik ini menghasilkan kadar alkohol 11.47% dan nilai total khamir 3.10 x 104 koloni/ml. Kata kunci: Alkohol, Fermentasi, Khamir, Pasta, Singkong, Wine
APLIKASI TEKNOLOGI IRADIASI GAMMA DAN PENYIMPANAN BEKU SEBAGAI UPAYA PENURUNAN BAKTERI PATOGEN PADA SEAFOOD : KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS APRIL 2015] Fabryana Noor Anggita Putri; Agustin Krisna Wardani; Harsojo Harsojo
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seafood merupakan salah satu produk pangan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia karena memiliki kandungan protein yang tinggi, namun seafood juga memiliki umur simpan yang relatif singkat karena rentan terhadap cemaran mikroba patogen. Bakteri patogen yang umumnya terdapat dalam seafood diantaranya Salmonella sp., Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Vibrio sp. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan kombinasi iradiasi gamma dan penyimpanan beku. Iradiasi gamma merupakan salah satu teknologi pengolahan pangan yang bertujuan untuk menurunkan jumlah mikroba patogen  dengan merusak DNA pada bakteri tersebut dan tanpa menyebabkan perubahan sensoris dalam produk tersebut. Untuk memaksimalkan proses iradiasi gamma dilakukan pula dengan kombinasi penyimpanan beku yang dapat menghambat kegiatan enzim dan reaksi kimia dalam sel bakteri sehingga dapat mencegah bakteri memperbaiki DNA pasca iradiasi. Dengan penggunaan aplikasi teknologi iradiasi gamma dan penyimpanan beku diharapkan dapat meningkatkan keamanan pangan pada seafood tanpa mempengaruhi kualitas sensorisnya.   Kata kunci : Bakteri Patogen, Iradiasi Gamma, Penyimpanan Beku, Seafood
PENGARUH LAMA FERMENTASI TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA, MIKROBIOLOGI, DAN ORGANOLEPTIK MISO KEDELAI HITAM (Glycine max (L)) [IN PRESS JULI 2015] Ika Yuli Andarti; Agustin Krisna Wardani
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Miso adalah produk fermentasi kacang-kacangan yang berasal dari Jepang. Miso terbuat dari fermentasi kacang kedelai, beras, dan garam. Salah satu jenis kacang-kacangan yang bisa digunakan sebagai bahan baku adalah kedelai hitam. Kedelai hitam mengandung antosianin yang dapat mencegah penyakit degeneratif. Penggunaan kedelai hitam sebagai bahan baku pembuatan miso akan meningkatkan flavour miso dan membuat diversifikasi pangan pada produk olahan kedelai hitam selain kecap.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu fermentasi yang tepat untuk menghasilkan miso kedelai hitam yang mempunyai sifat kimia, organoleptik, dan mikrobiologi yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik didapatkan pada miso kedelai hitam dengan lama fermentasi 4 minggu dengan kadar protein sebesar 4.16%, N-amino 0.15%, gula reduksi 3.15%, antosianin 8.62%, pH 7.75, dan total mikroba 8.43 cfu/gr. Sedangkan menurut parameter organoleptik perlakuan terbaik juga merupakan miso kedelai hitam dengan lama fermentasi 4 minggu dengan tingkat kesukaan rasa 4.20, aroma 4.15, warna 3.25, dantekstur 3.20.   Kata kunci: Kedelai Hitam, Miso, Waktu Fermentasi
PENGARUH FERMENTASI JALI (Coix lacryma jobi-L) PADA PROSES PEMBUATAN TEPUNG TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA COOKIES DAN ROTI TAWAR [IN PRESS JULI 2015] Dwi Arinda Syahputri; Agustin Krisna Wardani
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jali (Coix lacryma jobi-L) merupakan serealia yang belum dimanfaatkan secara optimal di Indonesia. Tepung jali dapat digunakan sebagai alternatif pengganti atau subtituen tepung terigu pada produk cookies dan roti tawar sebagai cara mengurangi penggunaan tepung terigu di Indonesia. Kelemahan cookies yang terbuat dari tepung jali adalah tekstur yang keras dan berpasir. Penggunaan tepung jali untuk substitusi tepung terigu pada pembuatan roti tawar juga menghasilkan tekstur yang bantat. Berdasarkan hal tersebut dilakukan fermentasi jali dengan menggunakan ragi tape untuk meningkatkan sifat fungsional tepungnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh lama fermentasi (24, 48, dan 72 jam) jali pada proses pembuatan tepung terhadap karakteristik cookies dan roti tawar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cookies dan roti tawar perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan lama fermentasi 72 jam. Cookies perlakuan terbaik memiliki kadar air 4.07%, kadar protein 5.49%, dan daya patah 2.95 N. Sedangkan roti tawar perlakuan terbaik memiliki kadar protein 8.01%, tekstur 1.95 N, dan daya kembang 249.25%.   Kata kunci: Cookies, Jali, Lama fermentasi, Roti tawar, Tepung fermentasi
EKSPLORASI BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) UNTUK PRODUKSI ENZIM PROTEASE DAN POTENSINYA SEBAGAI BAHAN PENGGANTI RENNET PADA INDUSTRI KEJU [IN PRESS JULI 2015] Muhamad Tommy Adrian; Azmi Nahdhiyati Fathimah; Faula Libna Nabela; Agustin Krisna Wardani
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keju merupakan produk susu yang bergizi tinggi karena kandungan proteinnya yang cukup tinggi. Pada umumnya keju dibuat dari susu sapi dengan proses penggumpalan menggunakan enzim rennet yang diperoleh dari lambung anak sapi yang harganya semakin hari semakin mahal karena sulit didapat. Penelitian ini dimaksudkan untuk dapat memanfaatkan enzim protease dari buah mengkudu sebagai pengganti enzim rennet pada proses pembuatan keju. Proses pembuatannya dengan menggunakan cara ekstraksi mengkudu yang dihomogenisasi menggunakan blender dan ditambah stabilisator dengan Sembilan perlakuan. Perlakuan penambahan stabilisator terbaik didapatkan pada penambahan asam askorbat 0.30% dan EDTA 15 mM dengan aktivitas spesifik 1.67 U/mg. Enzim protease tersebut lalu dilakukan pemurnian sederhana dan karakterisasi. Tahapan kedua yaitu pembuatan keju dengan tiga perlakuan penambahan protease (0.02%, 0.04% dan 0.06%). Karakteristik keju yang mendekati keju menggunakan rennet yaitu dengan penambahan protease mengkudu dengan konsentrasi 0.06%. Hasil yang didapatkan yaitu kadar air 51.77%; kadar protein 29.30 mg; kadar lemak 17.98% dan rendemen 10.86. Penelitian dilakukan di laboratorium menggunakan gelas beker sebagai tempat penggumpal susu dengan penambahan enzim protease dari buah mengkudu pada suhu serta konsentrasi enzim protease yang divariasikan sehingga diperoleh hasil yang terbaik.   Kata kunci: Buah Mengkudu, Enzim Protease, Keju, Rennet
INVERTASE DARI Aspergillus niger DENGAN METODE SOLID STATE FERMENTATION DAN APLIKASI DI INDUSTRI: KAJIAN PUSTAKA [IN PRESS SEPTEMBER 2015] Dwi Okta Indriani; Luqvia Noer Islami Syamsudin; Agustin Krisna Wardhani; Agustin Krisna Wardani
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 No. 4 (2015)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Enzim invertase merupakan salah satu jenis enzim hidrolase yang dapat menghidrolisis sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Enzim invertase telah banyak digunakan dalam industri pangan untuk produksi gula invert. Gula invert dijadikan sebagai bahan untuk produk coklat, permen, selai, madu buatan, dan pembuatan sirup invert (HFS). Enzim invertase juga digunakan dalam fermentasi molase menjadi etanol. Enzim invertase dapat diproduksi dari tanaman ataupun mikroorganisme. Mikroorganisme lebih dipilih karena biaya yang lebih murah, proses produksi cepat dan mudah dimodifikasi. Salah satu jenis mikroorganisme penghasil invertase yaitu Aspergillus niger. Enzim invertase memiliki karakteristik yang berbeda bergantung pada lingkungan mikroorganisme berasal. Aktivitas optimal enzim invertase berada pada kisaran suhu 25-600C dan pH 4.00-5.50 Metode fermentasi yang sering digunakan dalam memproduksi invertase ada dua macam, yaitu Submerged (SmF) dan Solid State Fermentation (SSF). Produksi invertase ekstraselullar dengan metode SSF lima kali lebih tinggi dibandingkan dengan produksi invertase dengan metode SmF.   Kata Kunci: Aspergillus niger, Invertase, Submerged Fermentation, Solid State Fermentation
EKSPLORASI POTENSI KEDELAI HITAM UNTUK PRODUKSI MINUMAN FUNGSIONAL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN MASYARAKAT [IN PRESS OKTOBER 2014] Ika Rachmawati Wardani; Agustin Krisna Wardani
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai hitam adalah salah satu bahan pangan lokal yang sangat potensial untuk menjadi bahan baku minuman fungsional karena mengandung asam amino esensial, vitamin E, saponin, kaya akan antioksidan misalnya flavonoid, isoflavon dan antosianin. Namun, kedelai hitam memiliki kandungan tanin 4 kali lipat dibanding kedelai kuning. Tanin merupakan salah satu zat anti gizi karena kemampuannya mengikat protein sehingga protein menjadi sulit dicerna oleh enzim protease. Proses rekayasa pengolahan pada tahap perendaman, blanching, dan penambahan NaHCO3 saat perendaman dilakukan untuk meminimasi kandungan tanin dalam sari kedelai hitam. Berdasarkan hasil analisis, kadar tanin terendah sari kedelai hitam adalah perlakuan perendaman dengan penambahan NaHCO3 0.25%  selama 30 menit dan blanching 30 menit yaitu sebesar 5.61 mg/g dengan kadar kadar protein 4.4% dan kadar lemak 3.82%.   Kata kunci: Blanching, NaHCO3, Perendaman, Sari kedelai hitam, Tanin
Co-Authors - Fadlurrahman, - . Harijono Adi Syamsuri Agustin Krisna Wardhani Ajeng Astrini Brahmanti Aji Sutrisno AJI SUTRISNO Aji Sutrisno Ajrullah, Mauludy Jutta Ana Fauziah Anita Fitri Astuti Anita Fitri Astuti Anita Kusuma Finalissari Annisa Alirsyah Annisa Fadlilah Koos Cahyani Annisa Fadlilah Koos Cahyani Asma' Khoirun Nisa Atmiral Ernes Azmi Nahdhiyati Fathimah Azmy Nahdhiyati Fathimah, Azmy Nahdhiyati BAMBANG SUSILO Budiasih Wahyuntari Christina Ekawati Halim Dadang Suhendar Deden Eris Devi arianty Dian Widya Ningtyas Dwi Arinda Syahputri Dwi Arinda Syahputri Dwi Okta Indriani Dwi Okta Indriani Efendi Oulan Gustav Hakim Nata Buana Eko Sutrisno Hawusiwa Eko Sutrisno Hawusiwa ekwan nofa wiratno Ekwan Nofa Wiratno Ekwan Nofa Wiratno Elok Puji Kurnia Sari Endrika Widyastuti Erni Sofia Murtini Erryana Martati Fabryana Noor Anggita Putri Fabryana Noor Anggita Putri Fadeli Muhammad Habibie Faula Libna Nabela Fenty Nurtyastuti Eka Pertiwi Feronika Heppy Sriherfyna Fithri Choirun Nisa Grace Wijaya Gunawan, Ellen Fenix Halimatus Sa'diyah Hardanti, Sri Harsojo Harsojo Harsojo Harsojo Harsojo Harsojo Helmy Aditya Prabowo, Helmy Aditya Husna, Afifa Ika Rachmawati Wardani Ika Rachmawati Wardani Ika Yuli Andarti Ika Yuli Andarti Indah Kusumawardini Indria Purwantiningrum IS HELIANTI IS HELIANTI Is Helianti Jamhari Jamhari Joni Kusnadi Kafidul Ulum Kezia Abib Yerah Tjandra Kharisma Nafia Safitri Laili One Januarista Lauren Chrisya Wiguna Lia Oriana Nindita Lia Ratnawati Luqvia Noer Islami Syamsudin Maria Ulfah Marisa Zakiya Ulfa Marisa Zakiya Ulfa, Marisa Zakiya Mochamad Nurcholis Muhamad Taufiqul Naufal Muhamad Tommy Adrian Muhamad Tommy Adrian Muhammad Nur Sigit Harianto Muhammad Nur Sigit Harianto Niknik Nurhayati NIKNIK NURHAYATI Nur Ida Panca Nugrahini Pramesti, Nadya Shafa Pratidina Andayani Prawiro, Sumarno Reto Prestasia Budi Lestari Reno Nasrudin Salas Retno Dwi Yustina Rhytia Ayu C. Putri Riris Wahyuhapsari Riris Wahyuhapsari Risqia Adinda Putri RR. Ella Evrita Hestiandari RUTH CHRISNASARI RUTH CHRISNASARI Silvy Novita Antrisna Putri Silvy Novita Antrisna Putri, Silvy Novita Antrisna Sindy Hamadi Suharjono Suharjono Suminar Diyah Nugraheni SY, Muhammad Zakwan Saputra TATI NURHAYATI Tri Ardyati Tri Yudani MR Untung Murdiyatmo UNTUNG MURDIYATMO Venisa Yosephi Vicha Vitalaya Masduki Vindy Irmanita Vindy Irmanita, Vindy Widya Dwi Rukmi Putri Windra Prayoga Yuliandri, Rahmat