Claim Missing Document
Check
Articles

Purification and Characterization of Protease from Protease-producing Bacteria Isolated from Tofu Whey Wardani, Agustin Krisna; Nindita, Lia Oriana
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 13, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.978 KB)

Abstract

In this study, soybean liquid waste (tofu whey), was used to isolate the protease- producing bacteria. The aim of this research is to purify and characterize the protease isolated from protease producing bacteria. Thirty isolates were obtained from isolation and screening of protease-producing bacteria from tofu whey.  One isolate, LnA4, had the highest protease activity (0.123 U/mg). The protease was purified by ammonium sulphate and dialysis resulted an enzyme with specific activity of 7.13 U/mg with purification fold 12.96. The maximum protease activities for the enzyme was attained at 37 ⁰C, pH 7.5 and 0,6% of casein concentration. The KM and Vmax of the enzyme were 0.269 mg.mL-1 and 0,207 mg.mL-1.minute-1, respectively.  The molecular weight of the enzyme was determined as 29.71 kDa on  SDS-PAGE and zimogram. Keywords: isolation, purification, characterization, protease, tofu whey
DETEKSI GELATIN BABI PADA SOFT CANDY MENGGUNAKAN METODE PCR-RFLP SEBAGAI SALAH SATU PEMBUKTIAN KEHALALAN PANGAN Fadlurrahman, -; Wardani, Agustin Krisna; Widyastuti, Endrika
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.036 KB)

Abstract

Gelatin merupakan salah satu bahan tambahan pangan yang banyak digunakan dalam pembuatan soft candy sebegai agen pembentuk gel. Namun, gelatin yang digunakan masih diragukan kehalalannya dikarenakan lebih dari 40% produksi gelatin menggunakan komponen babi sebagai bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan gelatin babi pada softcandy menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) yang disempurnakan dengan metode RFLP (Restriction Fragment Lenght Polymorphism). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak sepuluh jenis soft candy yang dilakukan proses ekstraksi DNA terlebih dahulu sebelum dilakukan metode deteksi PCR-RFLP. Proses PCR menggunakan primer yaitu Cyt B (Cytochrome B) yang akan mengamplifikasi DNA homolog babi. Sampel yang berhasil teramplifikasi dilanjutkan dengan proses RFLP menggunakan enzim BseD1 untuk membedakan antara DNA babi dengan DNA homolognya. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa suhu opti-mum dari proses annealing PCR sebesar 49 °C, tujuh dari sepuluh sampel berhasil diamplifikasi dengan ukuran DNA sebesar 359 bp (base pair), sedangkan tiga sampel tidak berhasil diampli-fikasi karena kurang tepatnya proses isolasi yang dilakukan. Tiap sampel tidak menunjukkan adanya fragmentasi DNA dengan ukuran 228 bp dan 131 bp saat dilakukannya proses RFLP. Hal tersebut menunjukkan bahwa tujuh dari sepuluh sampel tidak mengandung gelatin babi dan tiga sampel yang tidak berhasil diamplifikasi perlu dilakukan proses ekstraksi ulang dengan menggunakan metode lain yang lebih tepat.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERIOFAG SPESIFIK SALMONELLA TYPHI DARI KULIT AYAM Hardanti, Sri; Wardani, Agustin Krisna; Rukmi, Widya Dwi
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 19, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.567 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2018.019.02.5

Abstract

ABSTRAKSalmonella enterica serovar Typhi merupakan bakteri gram negatif yang menyebabkan demam tifoid sangat endemik di Indonesia. Penggunaan antibiotik yang tidak terkontrol menimbulkan kasus resistensi yang menyebabkan tidak efektifnya pengobatan. Hal ini membutuhkan alternatif penanganan yang lebih efektif, efisien, ramah lingkungan dan aman. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan bakteriofag spesifik Salmonella typhi dari sampel kulit ayam broiler dan mengarakterisasi fag yang dihasilkan secara morfologi. Pelaksanaan penelitian meliputi proses pengayaan dan isolasi bakteriofag dari sampel kulit ayam broiler menggunakan metode plaque assay dengan teknik agar overlay, dilanjutkan dengan uji konfirmasi bakteriofag secara in vitro menggunakan spektrofotometer dan uji karakterisasi morfologi terhadap fag yang dihasilkan menggunakan Transmission Electron Microscopy (TEM). Isolasi bakteriofag dari kulit ayam broiler berhasil mengisolasi fag spesifik Salmonella typhi yang diberi nama KAS dengan konsentrasi akhir 1.1 x 109 PFU/ml. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap plaque yang terbentuk, fag KAS (Kulit ayam-Salmonella typhi) dikategorikan sebagai fag litik. Hasil uji konfirmasi fag KAS dalam medium cair menunjukan bahwa fag KAS memiliki kemampuan bervariasi dalam menurunkan jumlah bakteri patogen Salmonella typhi dengan nilai MOI 101, 102, dan 104. Hasil Transmission Electron Microscopy (TEM) menunjukan bahwa fag KAS memiliki karakteristik morfologi yang mirip dengan famili Podoviridae. ABSTRACTSalmonella enterica serovar Typhi is a gram-negative bacteria that causes typhoid fever endemic in Indonesia. The use of uncontrolled antibiotics leads to resistance cases that result to ineffective treatment. This problems are requiring more effective, efficient, environmentally friendly and safe handling alternatives. The aim of this research is to get bacteriophage specific Salmonella typhi from chicken skin sample and characterize phage produced morphologically. The research implementation includes enrichment process and bacteriophage isolation from broiler chicken using plaque assay method with overlay technique, followed by bacteriophage confirmation test in vitro using spectrophotometer and phage morphology characterization test using Transmission Electron Microscopy (TEM). Isolation of bacteriophage has succeeded in isolating phage specific Salmonella typhi named KAS (Chicken Skin-Salmonella typhi) with final concentration of 1.1 x 109 PFU / ml. Based on the observation of the plaque formed, the KAS phage is categorized as litic phage. The results of the confirmation test of phage KAS in liquid medium showed that phage KAS has varied ability in decreasing number of pathogenic bacteria Salmonella typhi with MOI value 101, 102, and 104. Transmission Electron Microscopy (TEM) revealed phage KAS has morphological characteristics similar to Podoviridae.
POTENSI JALI (COIX LACHRYMA-JOBI L.) SEBAGAI PREBIOTIK TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ASAM LAKTAT Husna, Afifa; arianty, Devi; Sutrisno, Aji; Wardani, Agustin Krisna
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 19, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.708 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2018.019.02.2

Abstract

ABSTRAKJali (Coix lachryma-jobi L.) adalah sumber karbohidrat yang keberadaannya belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Indonesia. Di luar negeri, jali telah banyak dimanfaatkan sebagai tanaman obat karena mengandung banyak senyawa fungsional, salah satunya adalah polisakarida yang berfungsi sebagai prebiotik. Polisakarida biasanya didapatkan dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut air bersuhu tinggi. Tujuan penelitian ini adalah melakukan ekstraksi polisakarida pada jali dengan faktor suhu dan lama ekstraksi untuk mendapatkan ekstrak polisakarida dengan hasil rendemen tertinggi, yang akan diuji manfaatnya sebagai prebiotik secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Response Surface Methodology dengan rancangan komposit pusat dua faktor, yakni suhu (75, 90, dan 105 °C) dan lama ekstraksi (150, 210, dan 270 menit), serta satu respon yaitu jumlah rendemen ekstrak (%). Pengujian prebiotik dilakukan menggunakan bakteri Bifidobacterium bifidum dan Lactobacillus casei yang ditumbuhkan pada media dengan penambahan ekstrak polisakarida sebesar 0, 1, dan 2%. Optimasi ekstraksi polisakarida pada jali memiliki rendemen tertinggi pada suhu 85.45 °C dan lama ekstraksi 207.63 menit, yaitu sebesar 3.29%. Ekstrak ini juga diketahui berpotensi sebagai prebiotik karena dapat meningkatkan pertumbuhan kedua bakteri, serta dapat mempertahankan keberadaannya pada konsentrasi penambahan 2% ekstrak dalam media pertumbuhan mikroba ABSTRACTAdlays (Coix lachryma-jobi L.) is one of a local grain crop that have a high carbohydate content. Their existance is not being maximally utilized yet in Indonesia. In many foreign countries, adlay are called food supplement because it has a lot of functional subtances, such as polysaccharides, and have the ability as prebiotics and can be extracted by hot water extraction method. The purpose of this study is to extract polysaccharide with temperature and time as the variable for getting the maximum yield extract. This study conducted by Response Surface Methodology with central composite design two factorial, that was temperature (75, 90, and 105 °C) and time extraction (150, 210, and 270 minutes). The optimum point then were verified and analyzed its prebiotic activity on L. casei and B. bifidum in a media supplemented with 0, 1, and 2% of polysaccharide extract. The optimization of polysaccharide extraction reached maximum yield at 85.45 °C and 207.63 minutes, that was 3.2863%. The prebiotic test found that polysaccharide extract could increase the growth of both probiotics in the media supplemented with 1% and 2% extract. This extract could also maintain their existence during 36 hours of fermentation process
EKSTRAKSI SARANG SEMUT (Myrmecodia pendans) DENGAN MICROWAVE-ASSISTED EXTRACTION DAN APLIKASINYA SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA IKAN KAKAP MERAH Yuliandri, Rahmat; Martati, Erryana; Wardani, Agustin Krisna
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 20, No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.526 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2019.020.03.6

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu ekstraksi sarang semut (Myrmecodia pendans) dengan Microwave Assisted Extraction (MAE) terhadap rendemen, total fenol, total flavonoid, total tanin dan aktivitas antibakteri ekstrak sarang semut. Selanjutnya ekstrak sarang semut sebagai anti bakteri diaplikasikan pada ikan kakap merah (Lutjanus sanguineus). Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap, dengan 2 faktor, yaitu suhu ekstraksi (50, 60 dan 70°C) dan lama waktu ektraksi (10, 20 dan 30 menit). Hasil penelitian memperoleh kondisi terbaik untuk ekstraksi sarang semut adalah suhu 70°C dan lama waktu 20 menit. Ekstrak tersebut memiliki karakteristik sebagai berikut: rendemen 7,83%, total fenol 150,33 mg GAE/g, total flavonoid 56,12 mg QE/g, dan total tanin 20,42 mg TAE/g. Nilai konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak sarang semut pada Escherichia coli 0,5 mg/ml, Listeria monocytogenes 0,1 mg/ml dan Vibrio parahaemolyticus 0,5 mg/ml. Selanjutnya ekstrak diaplikasikan sebagai bahan perendaman ikan kakap yang telah dikontaminasi dengan Listeria monocytogenes. Ikan yang direndam dengan ekstrak sarang semut dan disimpan pada 4°C dan -8°C mempunyai jumlah Listeria monocytogenes yang lebih rendah dibanding dengan ikan kakap tanpa perendaman.ABSTRACT This study aims to determine the effect of temperature and time of Microwave Assisted Extraction (MAE) of anthill (Myrmecodia pendans) to the yield, total phenol, total flavonoids, total tannins and it's antibacterial activity of extract against Escherichia coli, Listeria monocytogenes and Vibrio parahaemolyticus.. Anthill extract as anti-bacterial was applied to the red snaper ((Lutjanus sanguineus). The design experient used was completely randomized design, with two factors, temperature of extraction (50, 60 and 70 °C) and time of extraction (10, 20 and 30 min). The best condition extraction was obtained at temperature 70°C and time of 20 min, resulting anthill extract with characteristic as follows: a yield of 7.83%, total phenol 150.33 mg GAE / g, total flavonoids 56.12 mg QE / g, total tannins 20.42 TAE mg / g. Minimum concentration inhibition (MIC) on Escherichia coli, Listeria monocytogenes and Vibrio parahaemolyticus were 0.5, 0.1 and 0.5 mg / ml, respectively. Furthermore, extract was applied to soaking (0.1%) red snapper that has been inoculated with Listeria monocytogenes and kept at -8 and 4 °C. The inoculated red snapper contained a lower number of Listeria monocytogenes than un-soaked red snapper.
Genomic and Haplotype Comparison of Butanol Producing Bacteria Based on 16S rDNA Wiratno, Ekwan Nofa; Suharjono, Suharjono; Wardani, Agustin Krisna
Journal of Tropical Life Science Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jtls.06.01.01

Abstract

High butanol demand for transportation was support to butanol development. Exploration of butanol producing bacteria using genome comparison and biogeography give role to butanol industrialization. Objective of this research are butanol production, genome comparison and haplotype analysis of butanol producing bacteria from Ranu Pani Lake sediment using 16S rDNA sequences. Highest butanol concentrations were resulted by Paenibacillus polymyxaRP 2.2 isolate (10.34 ± 0.00 g.l-1) then Bacillusmethylotrophicus RP 3.2 and Bacillusmethylotrophicus RP 7.2 isolate (10.11 ± 0.01 g.l-1 and 9.63 ± 0.01 g.l-1). Number of bases (T, C, A, G) of group 1 are similar, but different with group 2. Least G+C content is Clostridium saccharobutylicum Ox29 (51.35%) and highest is Bacillus methylotrophicus RP 7.2. Conserve region (1044 bp) of 16S rDNA higher then variative region (367 bp). The number of 319 bp is PIS whereas single tone as much as 48 bp. There are 17 conserves sequences. All of butanol producing bacterial sequences was clustered to 8 haplotype. Based on source of bacteria, there are three group of haplotype. Group A was isolated from Asia, group B was isolated from America and group C was isolated from Europe.
Production of Xylanase by Recombinant Bacillus subtilis DB104 Cultivated in Agroindustrial Waste Medium Is Helianti; Maria Ulfah; Niknik Nurhayati; Dadang Suhendar; Anita Kusuma Finalissari; Agustin Krisna Wardani
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 23 No. 3 (2016): July 2016
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1064.942 KB) | DOI: 10.4308/hjb.23.3.125

Abstract

A recombinant Bacillus subtilis DB104 strain harbouring recombinant plasmid pSKE194 containing an Open Reading Frame (ORF) of endoxylanase and its indigenous promoter from the wild-type B. subtilis AQ1 strain was constructed. This recombinant B. subtilisDB104 strain had higher endoxylanase activity than the nonrecombinant B. subtilisDB104 strain in standard media, such as Luria Bertani (LB) and LB with xylan. The agroindustrial wastes corncobs and tofu liquid waste were chosen as cost-effective carbon and nitrogen sources, respectively, to test the economics of xylanase production using the recombinant B. subtilis DB104 at a larger scale. Submerged fermentation using a 4.5 L working volume fermentor with tofu liquid waste and 4% corncobs produced maximum xylanase activity of 1296 ± 1.2 U/mg (601.7 ± 0.6 U/mL) after 48-hour fermentation at 37°C with 150 rpm agitation; this is more than twofold higher than the activity produced in an Erlenmeyer flask. This is the first report of high xylanase activity produced from recombinant B. subtilis using inexpensive medium. During fermentation, the xylanase degrades corncobs into xylooligosaccharides, showing its potential as an enzyme feed additive or in xylooligosaccharide production.
Pengaruh Persentase PVA-Alginat Beads Terhadap Tingkat Dekolorisasi Pewarna Sintetis Azo Menggunakan Konsorsium Bakteri Amobil Christina Ekawati Halim; Kezia Abib Yerah Tjandra; Venisa Yosephi; Agustin Krisna Wardani
Chimica et Natura Acta Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.535 KB) | DOI: 10.24198/cna.v7.n2.23092

Abstract

Pewarna merupakan salah satu komponen dalam industri tekstil yang sangat penting. Salah satu senyawa pewarna seperti pewarna Azo pada limbah cair tekstil memiliki bahan pencemar yang berbahaya bagi lingkungan. Dekolorisasi pewarna menggunakan metode fisik dan kimia membutuhkan biaya yang tinggi dan masih menghasilkan hasil samping yang beracun, sehingga diperlukan pendekatan dekolorisasi menggunakan metode biologis yang lebih ramah lingkungan dengan memanfaatkan konsorsium bakteri seperti Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella pneumoniae, Escherichia coli dan Bacillus subtilis. Konsorsium bakteri diimobilisasi menggunakan beads dengan variasi perbandingan PVA-alginat 8:1, 10:1, dan 12:1. Pengujian menunjukkan bahwa komposisi PVA dan alginat mempengaruhi kemampuan dekolorisasi pewarna sintetis azo. Parameter yang diuji antara lain kebocoran beads menggunakan spektrometri, tingkat swelling dengan mengukur diameter beads, serta tingkat dekolorisasi menggunakan spektormetri Perbandingan PVA-alginat 8:1 memiliki nilai persentase dekolorisasi paling besar (47,71%), tingkat kebocoran sel yang paling besar (O.D. 0,849), serta ukuran pori sebesar 6,306 μm. Perbandingan PVA-alginat 12:1 memiliki nilai persentase dekolorisasi yang paling kecil (36,99%), tingkat kebocoran sel sebesar (O.D) 0,733, dan ukuran pori sebesar 2,557 μm. Perbandingan PVA-alginat 10:1 menunjukkan tingkat dekolorisasi sebesar 42,71% dengan nilai swelling yang paling rendah (0,5 mm), ukuran pori sebesar 5,089 μm serta bentuk dan tingkat aglomerasi yang paling baik.  Perbandingan PVA-alginat 10:1 merupakan perbandingan terbaik yang dapat digunakan dalam mendekolorisasi pewarna sintetis azo.
Optimasi Fermentasi Bagas Tebu oleh Zymomonas mobilis CP4 (NRRL B-14023) untuk Produksi Bioetanol Atmiral Ernes; Lia Ratnawati; Agustin Krisna Wardani; Joni Kusnadi
agriTECH Vol 34, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.279 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9452

Abstract

Second generation bioethanol can be produced from fermentation of natural renewable materials, such as agricultural crops, as well as from industrial and domestic waste. The present study was aimed to optimize the fermentation process (inoculum concentration, urea concentration, and fermentation time) for ethanol production from sugarcane bagasse by Zymomonas mobilis CP4 using response surface methodology (RSM) central composite experimental design (CCD). The RSM model predicted the optimum value of ethanol content was 1.257% (v/v) at inoculum concentration 15% (v/v), urea concentration 0.3% (w/v), and fermentation time 45 h. Based on the experiment, the ethanol concentration was 1.213% (v/v), which was in close agreement with the predicted value. Ethanol yield of this experiment was 0.479 with fermentation effi ciency of 93.9%. The results presented here proved a signifi cant contribution of Z. mobilis CP4 to the production of bioethanol from sugarcane bagasse.ABSTRAKBioetanol generasi kedua dapat diproduksi dari fermentasi bahan terbarukan, seperti produk hasil pertanian, dan limbah atau hasil samping pengolahan industri dan rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah optimasi parameter fermentasi yang meliputi konsentrasi inokulum, konsentrasi urea, dan lama fermentasi untuk produksi etanol dari bagas tebu oleh Zymomonas mobilis CP4 dengan menggunakan response surface methodology (RSM) central composite experimental design (CCD). Kondisi respon yang optimal berdasarkan prediksi model diperoleh pada konsentrasi inokulum 15% (v/v), konsentrasi urea 0,3% (b/v), dan lama fermentasi 45 jam, dengan prediksi respon kadar etanol sebesar 1,257% (v/v). Berdasarkan hasil penelitian, kadar etanol optimal diperoleh sebesar 1,213% (v/v), yang menunjukkan hasil yang tidak berbeda jauh dengan prediksi model. Yield etanol yang diperoleh sebesar 0,479 dengan efi siensi fermentasi 93,9%. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa strain bakteri Zymomonas mobilis CP4 memiliki potensi yang cukup menjanjikan sebagai mikroba penghasil etanol.
Produksi Etanol dari Tetes Tebu oleh Saccharomyces cerevisiae Pembentuk Flok (NRRL – Y 265) Agustin Krisna Wardani; Fenty Nurtyastuti Eka Pertiwi
agriTECH Vol 33, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2017.57 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9810

Abstract

The potential use of sugar cane molasses by flocculant Saccharomyces cerevisiae in ethanol production was investigated. In order to minimize the negative effect of calcium on yeast growth, pretreated sugar cane molasses with dilute acid was performed. The influence of process parameters such as sugar concentration and inoculum concentration were evaluated for enhancing bioethanol production. Result showed that maximum ethanol concentration of 8,792% (b/v) was obtained at the best condition of inoculum concentration 10% (v/v) and sugar concentration 15% (b/v). Based on the experimental data, maximum yield of ethanol production of 65% was obtained. This result demonstrated the potential of molasses as promising biomass resources for ethanol production.ABSTRAKEfisiensi produksi bioetanol diperoleh melalui ketepatan pemilihan jenis mikroorganisme, bahan baku, dan kontrol proses fermentasi. Alternatif proses untuk meminimalisasi biaya produksi etanol adalah dengan mengeliminasi tahap pemisahan sentrifugasi sel dari produk karena memerlukan biaya instalasi dan biaya perawatan yang tinggi. Proses sentrifugasi merupakan tahapan penting untuk memisahkan sel mikroba dari medium fermentasi pada produksi bioetanol. Untuk meminimalisir biaya produksi akibat proses tersebut digunakan inokulum Saccharomyces cerevisiae pembentuk flok dan tetes tebu sebagai sumber gula. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi penambahan inokulum Saccharomyces cerevisiae pembentuk flok dan konsentrasi sumber gula dalam tetes tebu yang tepat dalam produksi etanol yang maksimum. Saccharomyces cerevisiae sebanyak 5%, 10%, dan 15% (v/v) diinokulasikan pada medium tetes tebu hasil pretreatment dengan kandungan gula 15%, 20%, dan 25% (b/v) pada pH 5. Fermentasi dilakukan pada suhu 30°C dan agitasi 100 rpm selama 72 jam. Etanol tertinggi didapat pada kondisi konsentrasi inokulum 10% (v/v) dan konsentrasi sumber gula 15% (b/v) yaitu sebesar 8, 792% (b/v) dengan yield etanol sebesar 65%.
Co-Authors - Fadlurrahman, - . Harijono Adi Syamsuri Agustin Krisna Wardhani Ajeng Astrini Brahmanti AJI SUTRISNO Aji Sutrisno Aji Sutrisno Ajrullah, Mauludy Jutta Ana Fauziah Anita Fitri Astuti Anita Fitri Astuti Anita Kusuma Finalissari Annisa Alirsyah Annisa Fadlilah Koos Cahyani Annisa Fadlilah Koos Cahyani Asma' Khoirun Nisa Atmiral Ernes Azmi Nahdhiyati Fathimah Azmy Nahdhiyati Fathimah, Azmy Nahdhiyati BAMBANG SUSILO Budiasih Wahyuntari Christina Ekawati Halim Dadang Suhendar Deden Eris Devi arianty Dian Widya Ningtyas Dwi Arinda Syahputri Dwi Arinda Syahputri Dwi Okta Indriani Dwi Okta Indriani Efendi Oulan Gustav Hakim Nata Buana Eko Sutrisno Hawusiwa Eko Sutrisno Hawusiwa Ekwan Nofa Wiratno ekwan nofa wiratno Ekwan Nofa Wiratno Elok Puji Kurnia Sari Endrika Widyastuti Erni Sofia Murtini Erryana Martati Fabryana Noor Anggita Putri Fabryana Noor Anggita Putri Fadeli Muhammad Habibie Faula Libna Nabela Fenty Nurtyastuti Eka Pertiwi Feronika Heppy Sriherfyna Fithri Choirun Nisa Grace Wijaya Gunawan, Ellen Fenix Halimatus Sa'diyah Hardanti, Sri Harsojo Harsojo Harsojo Harsojo Harsojo Harsojo Helmy Aditya Prabowo, Helmy Aditya Husna, Afifa Ika Rachmawati Wardani Ika Rachmawati Wardani Ika Yuli Andarti Ika Yuli Andarti Indah Kusumawardini Indria Purwantiningrum IS HELIANTI IS HELIANTI Is Helianti Jamhari Jamhari Joni Kusnadi Kafidul Ulum Kezia Abib Yerah Tjandra Kharisma Nafia Safitri Laili One Januarista Lauren Chrisya Wiguna Lia Oriana Nindita Lia Ratnawati Luqvia Noer Islami Syamsudin Maria Ulfah Marisa Zakiya Ulfa Marisa Zakiya Ulfa, Marisa Zakiya Mochamad Nurcholis Muhamad Taufiqul Naufal Muhamad Tommy Adrian Muhamad Tommy Adrian Muhammad Nur Sigit Harianto Muhammad Nur Sigit Harianto NIKNIK NURHAYATI Niknik Nurhayati Nur Ida Panca Nugrahini Pramesti, Nadya Shafa Pratidina Andayani Prawiro, Sumarno Reto Prestasia Budi Lestari Reno Nasrudin Salas Retno Dwi Yustina Rhytia Ayu C. Putri Riris Wahyuhapsari Riris Wahyuhapsari Risqia Adinda Putri RR. Ella Evrita Hestiandari RUTH CHRISNASARI RUTH CHRISNASARI Silvy Novita Antrisna Putri Silvy Novita Antrisna Putri, Silvy Novita Antrisna Sindy Hamadi Suharjono Suharjono Suminar Diyah Nugraheni SY, Muhammad Zakwan Saputra TATI NURHAYATI Tri Ardyati Tri Yudani MR UNTUNG MURDIYATMO Untung Murdiyatmo Venisa Yosephi Vicha Vitalaya Masduki Vindy Irmanita Vindy Irmanita, Vindy Widya Dwi Rukmi Putri Windra Prayoga Yuliandri, Rahmat