Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengembangan Produk Jajanan Berbahan Dasar Ubi Ungu Sebagai Kontribusi Program Diversifikasi Konsumsi Pangan Untuk Meningkatkan Perekonomian Keluarga Di Gendingan RT 02/16 Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres Dewi, Tria Rosana; Sudarwati, Sudarwati; Wardani, Irma; Widiastuti, Libria; DWP, Ida Aryati; Ihsan, Mohamad
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada umumnya umbi-umbian merupakan bahan sumber karbohidrat terutama pati. Umbi-umbian bukan saja harganya murah tetapi kandungan gizinya cukup banyak, sehingga kandungan gizinya tidak kalah dengan terigu. Selain sebagai sumber bahan makanan pokok pengganti beras, umbi-umbian dapat diolah menjadi berbagai penganan jajanan yang memiliki citarasa dan penampilan menarik, seperti bolu kukus, chiffon cake cassava (tepung singkong), donat, kue kering dari tepung cassava, dan memberi peluang usaha yang menjanjikan. Bentuk pengabdian yang diwujudkan dalam transfer Pelatihan Pengembangan Produk Jajanan Berbahan Dasar Ubi Ungu Sebagai Kontribusi Program Diversifikasi Konsumsi Pangan Untuk Meningkatkan Perekonomian Keluarga Di Gendingan RT 02/16 Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres dengan harapan bahwa pemanfaatan sumber pangan lokal seperti umbi-umbian memberikan kontribusi dalam program diversifikasi konsumsi pangan yang sejak lama dicanangkan oleh pemerintah, terutama dapat mengurangi ketergantungan masyarakat akan beras dan terigu. Abstract In general, tubers are a source of carbohydrates, especially starch. Tubers are not only cheap but have quite a lot of nutritional content, so their nutritional content is not inferior to wheat. Apart from being a source of staple food to replace rice, tubers can be processed into various snacks that have an attractive taste and appearance, such as steamed sponge cake, chiffon cake cassava (cassava flour), donuts, pastries made from cassava flour, and provide good business opportunities. promising. This form of service is manifested in the transfer of training on the development of purple sweet potato-based snack products as a contribution to the Food Consumption Diversification Program to improve the family economy in Gendingan RT 02/16 Jebres Village, Jebres District with the hope that the use of local food sources such as tubers will make a contribution to the program The diversification of food consumption, which has long been planned by the government, can especially reduce people's dependence on rice and wheat. Kata kunci: Ubi ungu, Diversifikasi pangan
ANALISIS KELAYAKAN USAHA BRIKET BERBAHAN BAKU TEMPURUNG BATOK KELAPA DI CV SASTRO MOEKTI OETOMO KABUPATEN KARANGANYAR Pardjer, Ade Bing Slamet; Dewi, Tria Rosana; Wardani, Irma
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3929

Abstract

Coconut charcoal briquettes are one of the commodities made from coconut shell raw materials. Although Indonesia is the largest coconut producer in the world, the processed shell waste has not been utilized optimally. Briquettes are a fuel for cooking, smoking, and heating that lasts a long time and produces little smoke. Briquettes will burn slowly and produce constant heat. The market potential of coconut shell charcoal briquettes is very large, especially in foreign markets such as Europe and East Asia, in these countries briquettes are very widely used for cooking, baking, and other needs. The purpose of this study is to determine the  feasibility of  briquette business made from coconut shells or shells. The research was carried out at CV Sastro Moekti Oetomo with a descriptive method. The data analysis used is business costs, revenues, revenues and business efficiency / feasibility. The total cost incurred in the briquette processing business made from coconut shells at CV Sastro Moekti Oetomo amounted to IDR 2,893,153,333,- while operating revenue amounted  to IDR 3,000,000,000,- so that the amount of income or benefit obtained amounted to IDR 106,846,667,-The efficiency of the briquette processing business made from coconut shells at CV Sastro Moekti Oetomo is 1.04. This means that the comparison produces a value above the value of 1 (R/C ratio > 1), which means that the briquette processing business is worth trying because it is economically profitable.Keywords : Business feasibility, Briquettes, Coconut shells INTISARIBriket arang kelapa merupakan salah satu komoditas yang terbuat dari bahan baku tempurung kelapa. Meskipun Indonesia menjadi penghasil kelapa terbesar di dunia, namun olahan limbah tempurungnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Briket merupakan bahan bakar untuk memasak, merokok, dan penghangat ruangan yang tahan lama dan menghasilkan sedikit asap. Briket akan terbakar perlahan dan menghasilkan panas yang konstan. Potensi pasar dari briket arang batok kelapa sangatlah besar apalagi dipasar luar negeri seperti eropa dan asia timur, di negara-negara tersebut briket sangat banyak digunakan untuk kebutuhan memasak, memanggang, dan lain - lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha briket yang berbahan baku tempurung atau batok kelapa. Penelitian dilaksanakan di CV Sastro Moekti Oetomo dengan metode deskriptif. Analisis data yang digunakan adalah biaya usaha, penerimaan, pendapatan dan efisiensi/ kelayakan usaha. Biaya total yang dikeluarkan pada usaha pengolahan briket berbahan baku batok kelapa di CV Sastro Moekti Oetomo sebesar Rp. 2.893.153.333,- sedangkan penerimaan usaha sebesar Rp. 3.000.000.000,- sehingga besar pendapatan atau keutungan yang diperoleh sebesar Rp. 106.846.667,-. Efisiensi usaha pengolahan briket berbahan baku batok kelapa di CV Sastro Moekti Oetomo sebesar 1.04. Hal ini berarti perbandingan menghasilkan nilai diatas nilai 1 (R/C rasio > 1), yang artinya usaha pengolahan briket layak diusahakan karena secara ekonomis memperoleh keuntungan.Kata Kunci : Kelayakan usaha, Briket, Batok kelapa
Hidroponik Vertikultur dengan Konsep Reuse, Reduce, Recycle Widiastuti, Libria; Wardani, Irma; Dewi, Tria Rosana; Sudarwati, Sudarwati
Lentera Pengabdian Vol. 2 No. 02 (2024): April 2024
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v2i02.344

Abstract

Telah dilaksanakan program pengabdian masyarakat Hidroponik Vertikultur dengan konsep reuse, reduce, recycle di Kelurahan Madegondo Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan tentang go green, memberikan pengetahuan dan latihan tentang konsep 3R go green dan efektifitasnya terhadap konservasi lingkungan, mendorong kesadaran dan perilaku konservasi lingkungan kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 di Kelurahan Madegondo Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo. Hasil dari pelaksanaan program ini adalah: (1) Peserta pelatihan pembuatan hidroponik vertikultur di Kelurahan Madegondo Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo telah memiliki pengetahuan dan minat yang tinggi dalam menerapan sistem pertanian organik. (2) Peserta pelatihan pembuatan hidroponik vertikultur di Kelurahan Madegondo Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo telah menguasai teknologi pembuatan hidroponik vertikultur. (3) Peserta pelatihan hidroponik vertikultur di Kelurahan Madegondo Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo telah menguasai teknologi budidaya tanaman secara organik.
SOSIALISASI SMART CAMPUS FAKULTAS PERTANIAN UNIBA SURAKARTA DI DINAS PERTANIAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUKOHARJO Pramono Hadi; Libria Widiastuti; Irma Wardani; Bagus Andika Fitroh
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 3 (2025): MEI
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v3i3.4909

Abstract

The implementation of community service has been carried out at the Agriculture and Fisheries Service of Sukoharjo Regency. Those present at the event were the Dean of the Faculty of Agriculture, Head of Agrotechnology Study Program, Head of Agribusiness Study Program and Head of Animal Husbandry Study Program of UNIBA Surakarta. Meanwhile, from the Service, the representative of the Head of the Agriculture and Fisheries Service was present. The extension workers who attended were 17 agricultural extension workers. The community service method used was FGD (Focus Group Discussion). Guided by a moderator with the aim of initiating and exploring the objectives to be achieved. The results of this service are very encouraging that as the representative of the service, they are very enthusiastic to participate and will send their extension workers to training in the use of IoT and IA-based technology held by UNIBA Solo and mentoring is carried out until the extension workers are proficient in using it.
Optimalisasi Pekarangan Rumah Sebagai Pengembangan Toga Di Desa Waru, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Wardani, Irma; Dewi, Tria Rosana; Widiastuti, Libria; Faried, Femmy Silaswaty
WASANA NYATA Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i1.1968

Abstract

Sebagian besar masyarakat di Desa Waru, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo memiliki sisa lahan pekarangan rumah akan tetapi lahan tersebut kurang dimanfaatkan secara maksimal. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberi kesadaran kepada masyarakat tentang pemanfaatan lahan pekarangan dan pengetahuan tentang Tanaman Obat bagi kesehatan keluarga. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat untuk optimalisasi lahan pekarangan sebagai taman TOGA. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Waru Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kesadaran dari masyarakat Desa Waru Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo dalam pemanfaatan pekarangan untuk dijadikan percontohan serta mengetahui cara pemanfaatan TOGA dan mulai untuk melakukan penanaman Tanaman Obat Keluarga
DISEMINASI TANAMAN SHORGUM PADA PENGUNJUNG SOLO ANGGREK FESTIVAL Pramono Hadi; Libria Widiastuti; Irma Wardani; Agung Mugi Prabowo; Adi Prasetyo; Vidi Mercyana; Abdul Hakim; Bagus Andika Fitroh; Asiah Jamil; Suwardi; Putri Awaliya Dughita; Muhammad Risky Suwardi; Eko Susilo; Muhammad Munib Khusni Malik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i1.5889

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk diseminasi tanaman shorgum di acara solo anggrek festival yang diselenggarakan pada bulan Juli tahun 2025. Bertempat di gedung graha wisata niaga, Surakarta, sejak 19 hingga 27 Juli 2025, Metode pengabdian masyarakat dilakukan secara sosialisasi, edukasi, pameran produk dan pelatihan pada masyarakat pengunjung solo anggrek ferstival. Hasil pengabdian kepada masyarakat sangat positif, peserta aktif dan antusias. Ditandai dengan banyaknya pertanyaan, diskusi dua arah dan tertarik untuk membeli dan mau menanam tanaman shorgun yang kami berikan secara gratis kepada samua pengunjung.
FEASIBILITY ANALYSIS OF DRAGON FRUIT (Hylocereus polyrhizus) FARMING IN THE ORGANIC VILLAGE OF BEJI VILLAGE, WONOGIRI REGENCY Dewi, Tria Rosana; Wardani, Irma; Solikah, Umi Nur
International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) Vol 7 No 4 (2023): IJEBAR, Vol. 7 Issue 4, December 2023
Publisher : LPPM ITB AAS INDONESIA (d.h STIE AAS Surakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/ijebar.v7i4.11626

Abstract

Dragon fruit plants are one of the horticultural products that are included in international commodities. Since entering the mid-2000s, dragon fruit has multiplied in various regions in Indonesia. Dragon fruit is one of the commodities whose prospects are increasing in the market. The increasing demand and consumption of dragon fruit cause the need for ways to increase productivity in several production centers. This study aimed to determine the feasibility of dragon fruit farming. The research was conducted in the Organic Village of Beji Village, Wonogiri Regency, with a descriptive method. The data analysis used were farming costs, revenue, income, and feasibility. Organic dragon fruit farming costs with a land area 1000m2 in the first year amounted to Rp.17,470,000, in the second year, amounted to Rp. 4,660,000, and in the third year, amounted to Rp. 3,370,000. Organic dragon fruit farming revenue with a land area 1000m2 in the first year amounted to Rp. 2,304,000, in the second year, amounted to Rp. 11,520,000, and in the third year, amounted to Rp. 10,800,000. The income level of organic dragon fruit farming with a land area of 1000m2 in the first year amounted to Rp. 15,166,000, in the second year amounted to Rp. 6,860,000, and in the third year, it amounted to 7,430,000. The feasibility of organic dragon fruit farming with a land area of 1000m2 in the first year amounted to -0.87, in the second year amounted to 1.48, and in the third year amounted to 2.20. Keywords: Farming, Feasibility, Dragon Fruit, Organic
DETERMINATION OF AGROINDUSTRY DEVELOPMENT STRATEGY FOR SMALL AND MEDIUM ENTERPRISE CLUSTERS OF REGIONAL EXCELLENCE BASED ON LOCAL AGRICULTURAL RESOURCES TO SUPPORT THE ECONOMY IN WONOGIRI REGENCY Wardani, Irma; Dewi, Tria Rosana; Nugroho, Wahyu Tulus
International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) Vol 7 No 4 (2023): IJEBAR, Vol. 7 Issue 4, December 2023
Publisher : LPPM ITB AAS INDONESIA (d.h STIE AAS Surakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/ijebar.v7i4.11660

Abstract

In supporting the government's progress and future development, it is necessary to make the agricultural sector-based industry Small and Medium Enterprises the leading sector in the development of a region. Wonogiri Regency is one of the regencies in Central Java that has enough potential to develop Small and Medium Enterprise agroindustry. The objectives of this study are 1) to determine the internal and external factor environment in the Agroindustry Small and Medium Enterprise Leading Cluster and 2) to select alternative strategies for business actors using the methods used in the IFE and EFE Matrices, SWOT Analysis, and QSPM. The results of the study are 1) the strategies used are market penetration strategies, market development, and product development, and 2) the selected strategy is market development. Strategies that can be used in market development in cashew clusters are 1) utilization of information technology, 2) expanding the network/marketplace, 3) revitalization of cashew crops, and 3) training of human resources to increase productivity. Keywords: Development, Agroindustry, Cashew Cluster, SWOT, QSPM
Optimalisasi Pekarangan Rumah Sebagai Pengembangan Toga Di Desa Waru, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Wardani, Irma; Dewi, Tria Rosana; Widiastuti, Libria; Faried, Femmy Silaswaty
WASANA NYATA Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/wasananyata.v9i1.1968

Abstract

Sebagian besar masyarakat di Desa Waru, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo memiliki sisa lahan pekarangan rumah akan tetapi lahan tersebut kurang dimanfaatkan secara maksimal. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberi kesadaran kepada masyarakat tentang pemanfaatan lahan pekarangan dan pengetahuan tentang Tanaman Obat bagi kesehatan keluarga. Metode yang digunakan adalah pemberdayaan masyarakat untuk optimalisasi lahan pekarangan sebagai taman TOGA. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Waru Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kesadaran dari masyarakat Desa Waru Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo dalam pemanfaatan pekarangan untuk dijadikan percontohan serta mengetahui cara pemanfaatan TOGA dan mulai untuk melakukan penanaman Tanaman Obat Keluarga
IMPLEMENTASI METODE ANALYTICAL HIERARCY PROCESS (AHP) UNTUK PRIORITAS AGROINDUSTRI UMKM KLASTER UNGGULAN DAERAH DI KABUPATEN WONOGIRI Wardani, Irma; Dewi, Tria Rosana; Nugroho, Wahyu Tulus
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3428

Abstract

This research aims to develop a performance assessment method to obtain the priority order of regional superior clusters to support the economy in Wonogiri Regency. Priority selection is based on the weight of the selection criteria and by showing indicators for each criterion and the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. There are 3 main criteria for assessing the performance of regional superior clusters, namely regional economic development, product competitiveness and employment. The research results show that with the AHP method the weights are obtained in order of regional economic development (0.623), competitiveness (0.2196) and workforce (0.157). The results of the regional superior cluster selection are Cashew Cluster (0.381), Sweet Potato Cluster (0.136), Processed Food Cluster (0.133), Wood Cluster (0.130), Medicinal Plant Cluster (0.120) and Horticulture Cluster (0.009). Keywords: Regional Excellence Clusters, Criteria, AHP INTISARIPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu metode penilaian kinerja untuk mendapatkan urutan prioritas dari klaster unggulan daerah guna mendukung perekonomian di Kabupaten Wonogiri. Pemilihan prioritas berdasarkan bobot dari kriteria pemilihan dan dengan memperlihatkan indicator dari setiap kriteria dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Ada 3 kriteria utama untuk menilai kinerja dari klaster unggulan daerah yaitu pengembangan ekonomi wilayah, daya saing produk dan penyerapan tenaga kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan metode AHP diperoleh bobot dengan urutan pengembangan ekonomi wilayah (0,623), daya saing (0,2196) dan tenaga kerja (0,157). Adapun hasil pemilihan klaster unggulan daerah yaitu Klaster Mete (0,381), Klaster Ubi (0,136), Klaster Makanan Olahan (0,133), Klaster Kayu (0, 130), Klaster Tanaman Obat (0,120) dan Klaster Hortikultura (0,009) Kata kunci : Klaster Unggulan Daerah, Kriteria, AHP