Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Memahami Pola Belajar Generasi Z Sebagai Dasar Pengembangan Media Pembelajaran IPS di IAIN Metro Wellfarina Hamer
MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran Vol 8 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/003.202281.231

Abstract

This study aims to find out more about the characteristics and changes in the learning style of Z Generation, namely IAIN Metro IPS students as the basis for developing social studies learning media. This research is a type of qualitative research with a case study approach. The data collection techniques used are interviews (interviews), observation and documentation then to ensure the validity of the data using technical triangulation and source triangulation followed by data analysis with the research flow, namely identifying problems, determining research design, determining the role of research, determining data collection procedures, recording data, analysis and verification of data as well as narrating the research results obtained. The results of the study show that the learning patterns of Generation Z, in this case the students of Tadris IPS IAIN Metro, are: 1. Students really need a fast device or technology to get the source of information they need 2. Students really like learning with more hands-on practice or learning styles. Doing. 3. Characteristics of students who are multi-tasking where they can do several things at one time. 4. Students need lecturers who position themselves as sources of information and friends to discuss. 5. Students need clear learning objectives and quick feedback before the learning process takes place. 6. Students need interesting learning media based on audio, audio visual and electronic books that are easily accessible for study references.
PENERAPAN NILAI-NILAI AFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN IPS: STUDI KASUS PADA GURU IPS DI SMPN 3 NEGERI AGUNG Ratminah Ratminah; Wellfarina Hamer
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol 3 No 1 (2022): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.805 KB) | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v3i1.5035

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan nilai-nilai afektif dalam pembelajaran IPS di kelas IX C SMPN 3 Negeri Agung. penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru IPS Kelas IX dan peserta didik kelas IX C. adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi dengan sumber data utama yaitu guru IPS Kelas IX. Triangulasi teknik dan sumber digunakan untuk menjamin keabsahan data. Kemudian teknik analisis data berpedoman pada teori Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai afektif dalam pembelajaran IPS di SMPN 3 Negeri Agung telah dilaksanakan dengan semaksimal mungkin. Penerapan nilai-nilai afektif yang dilakukan guru IPS dimulai dari sikap pendidik dalam pembelajaran sangat professional dan selalu memberikan contoh yang baik, menguatkan minat belajar peserta didik dalam pembelajaran IPS dengan mengaitkan materi kedalam kehidupan sehari-hari serta menggunakan metode mengajar yang sesuai. Nilai yang terkait ranah afektif peserta didik mencapai 85% dilihat dari indikator sikap, minat, nilai dan konsep diri.
Analisis Konflik Antara Masyarakat Dengan Pemerintah Desa di Desa Wonosari, Kecamatan Pekalongan Lampung Timur Deri Ciciria; Lian Ferliana; Wellfarina Hamer
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol 2 No 1 (2021): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.452 KB) | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v2i2.3512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis konflik antara masyarakat dengan pemerintah desa di desa Wonosari Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konflik yang terjadi antara pemerintah desa dengan masyarakat di Desa Wonosari dilatarbelakangi oleh berbagai faktor seperti kurangnya sosialisasi, kurangnya komunikasi, dan kurangnya keterbukaan antara pemerintah desa kepada masyarakat. Upaya yang dilakukan untuk resolusi konflik antara pemerintah desa dengan masyarakat yaitu melakukan negoisasi. Pada proses negoisasi ini pemerintah desa menyampaikan dan menjelaskan secara jelas dan mendalam tentang perbaikan saluran air tersebut yang disampaikan kepada kader serta pamong desa, kemudian kader dan pamong desa ini menyampaikan dan menjelaskan kepada masyarakat
Mitigasi Fatherless Epidemic melalui Participatory Action Research (PAR) di Desa Gading, Probolinggo Nining Winarsih; Welfarina Hammer Hammer; Ahmed Ismail
DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Dedikasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari-Juni 2026
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat LPPM IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/dedikasi.v8i1.11402

Abstract

Indonesia tengah menghadapi krisis senyap yang berdampak jangka panjang terhadap ketahanan keluarga dan kualitas generasi penerus, yakni meningkatnya fenomena fatherless epidemic atau ketidakhadiran figur ayah dalam kehidupan anak, baik secara fisik maupun psikologis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memitigasi dampak sosial dan psikologis dari fatherless epidemic melalui pendekatan berbasis partisipasi aktif masyarakat. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan 30 orang tua dan tokoh masyarakat Desa Gading, Kabupaten Probolinggo, dalam empat siklus kegiatan selama tiga bulan yang mencakup identifikasi masalah, perencanaan aksi, pelaksanaan, dan evaluasi bersama. Data dianalisis secara kualitatif melalui observasi, wawancara mendalam, serta tiga sesi diskusi kelompok terfokus (FGD) untuk menggali persepsi dan praktik masyarakat terkait peran ayah. Peningkatan kesadaran dan keterlibatan ayah diukur melalui perbandingan hasil pre–post kuesioner sederhana, lembar refleksi partisipan, serta indikator kehadiran ayah dalam kegiatan keluarga dan forum desa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran kolektif mengenai pentingnya kehadiran ayah, lahirnya forum diskusi keluarga, serta terbentuknya jejaring komunitas peduli ayah dan anak. Program ini merekomendasikan integrasi isu fatherless dalam kebijakan pembangunan keluarga di tingkat desa serta perlunya dukungan lintas sektor dalam menciptakan ekosistem pengasuhan yang inklusif dan berkeadilan gender.   Kata kunci:  fatherless epidemic; family resilience; participatory action research (PAR)
Eksistensi Kesultanan Banten Di Lampung Barat Abad XVIII Berdasarkan Naskah Dalung Sukau Karsiwan Karsiwan; Lisa Retno Sari; Gaya Mentari; Hidayat Mohamad Wahyu; Wellfarina Hamer
PURBAWIDYA Vol. 15 No. 1 (2026): Vol. 15(1) Juni 2026
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/purbawidya.2026.15168

Abstract

The global demand for pepper at the end of the 17th century led the Sultanate of Banten to attempt to expand its influence on Lampung. Tthis study aims to determine the influence of Banten on the expansion of black pepper cultivation through a study of the Sukau dalung in West Lampung. The method used in this study is the historical method with four stages, namely heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The primary source was the Sukau dalung, and the secondary sources were books, manuscripts, and articles related to the Sukau dalung and black pepper cultivation during the Banten Sultanate. The Sukau dalung was an agreement on pepper cultivation between the Banten Sultanate and the traditional leader of Buay Nyerupa, who was based in Tapak Siring in the Sukau region of West Lampung. This dalung was issued during the reign of Sultan Abdul Mahasin Muhammad Zainal Abidin in 1692. The dalung manuscript contains agreements on, among other things, the position of Punggawa, rules on debt and credit, the obligation to plant 500 pepper plants, pepper trade transactions, taxes and rules on travelling to and from Lampung, and a ban on war between fellow Lampung people. The Sukau Dalung, from the perspective of Gramsci's theory of hegemony, is a tool for legitimising Banten's power over a region through political and cultural work by granting a few attributes and titles, as well as spreading Islamic ideology in West Lampung.