Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Perencanaan Stabilitas Dinding Penahan Tanah Pada Tebing Sungai Butong, Kelurahan Melayu Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah Oryza Adaptian; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.558 KB)

Abstract

Sungai Butong merupakan sungai tadah hujan dengan luas DAS sebesar 2,95 km2 dan menjadi bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito. Sungai ini adalah salah satu sungai yang melintasi kota Muara Teweh tepatnya di kecamatan Teweh Tengah.Penurunan muka tanah tebing dapat terjadi kapan saja, terlebih lagi jika pada musim penghujan tiba, pergerakan tanah tersebut dapat mengakibatkan turunnya permukaan badan jalan yang berada diatas tebing.Berat volume tanah sangat dipengaruhi oleh kadar air dan kedudukan air tanah.Dinding Penahan Tanah tipe Kantiliver adalah dinding yang terdiri dari dinding dan beton bertulang yang berbentuk huruf T. ketebalan dari dua bagian ini relative tipis dan secara penuh diberi tulangan untuk menahan momen dan gaya lintang yang bekerja padanya. Perhitungan debit banjir yang terjadi pada sungai butong menggunakan metode rasional adalah Q = 0,788 m3/dt. Dalam perencanaan ini dimensi dinding penahan tanah hasil perhitungan, Lebar atas (Ta) = 0,45 m, Tinggi dinding (H) = 6,00 m,        Lebar plat dasar (B) = 0,70 x 6,00 = 4,20 m, Tumit depan (Tb) = 4,20 / 3 = 1,40 m,   Lebar flens bawah (D) = 6,00 / 10 = 0,60 m, Tumit belakang (Td) = 4,20 – (1,40 + 0,60) = 2,20 m.Pada baris I : = 31,85 ton < 32,689 ton ,Pada baris II = 12,28 ton < 32,689 ton (Memenuhi terhadapGuling dan Keruntuhan tanah),Gaya transversal : 17,068 ton  <18,20 ton (stabilitas terhadap geser terpenuhi).Total  Rencana anggaran biaya DPT Cantilever adalah “ Sembilan Milyard delapan puluh juta enam ratus empat puluh ribu rupiah” Kata Kunci :Sungai Butong,Dinding Kantilever
STUDI PERENCANAAN ALTERNATIF GEDUNG LABORATORIUM TERPADU DENGAN METODE KOMPOSIT UNIVERSITAS JEMBER Dendi Sephanie; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 8, No 7 (2020): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.325 KB)

Abstract

Planning on buildings with many floors requires the structure of the building to be safe and avoid the failure of structures that can cause financial and psychological losses. Oneof the most important stages of structural planning is the selection of implementationmethods and materials on the structure itself, in this case the focus on this research is analternative study for buildings with many floor numbers. The integrated laboratorybuilding of the University of Jember has a floor of 7 floors with concrete structure. Themethod used in this research is an alternative method of using a composite structure,which utilizes the strength of steel in terms of carrying the burden of working andutilizing the fire-resistant, concrete properties that are easily obtained. The initial stageof the study was to plan a thick floor plate that corresponds to the load and obtained athick 130 mm floor plate then continued to plan the last beam and column was theFoundation planning to assume the building and load working on the building. The finalresult of the study gained the use of the WF profile steel 300.300.10.15 in the column andWF 700.300.13.24 the parent beam, WF 350.175.7.11 the beam which between thecolumns and the beam using a semi-rigidconnection, on the child and mains beamconnection using a simple connection connection while the foundation uses bore pile witha depth of 20 meters.Keyword: Composite Structure, WF Profile, Bore Pile Foundation
Studi Perencanaan Apartemen Taman Melati Malang Dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Faizal Rahmadhanny; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.953 KB)

Abstract

Pembangunan Apartemen Taman Melati Malang yang dibangun di Jl. MT. Haryono Gg. 19 Kota Malang, bangunan berfungsi sebagai apartemen, dengan 12 lantai struktur dan tinggi gedung 40,50 m, lokasi bangunan berada di Kota Malang, dimana merupakan wilayah dengan resiko gempa menengah, namun tingkat ketinggian bangunan 40,50 m menyebabkan bangunan beresiko tinggi terhadap gempa, sehingga diperlukan perencanaan struktur yang mampu menerima beban gempa resiko tinggi. Pada tugas akhir ini gedung apartemen Taman Melati Malang dirancang dengan konstruksi beton bertulang dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Perancangan komponen meliputi perancangan pelat, balok, kolom, joint balok-kolom dan pondasi mengacu pada peraturan SNI 1726-2012 dan SNI 2847-2013. Beban yang dianalisis berupa beban mati, hidup, dan gempa (lateral). Mutu baja ulir fy = 390 Mpa, polos fy = 240 Mpa, dan mutu beton fc’ = 35 Mpa. Studi perencanaan ini menghasilkan tebal pelat 14 cm dengan tulangan pokok ∅10-100 dan tulangan bagi ∅8-100. Balok anak dimensi 40/60 cm, sedangkan untuk balok induk dimensi yang digunakan adalah 60/90 cm. Dimensi kolom yang digunakan adalah untuk tipe K1 110/110 cm, tipe K2 100/100cm dan K3 70/70 cm. Kuat geser reduksi (ϕVn) = 4616,317 kN > gaya geser pada potongan x-x (Vx-x) = 3529,5449 kN, sehingga joint cukup mampu menahan gaya geser yang terjadi. Pondasi yang digunakan berupa pondasi tiang pancang dengan ukuran poer pondasi 2,4 m x 2,4 m. Spesifikasi tiang pancang diameter 40 cm dengan jumlah 4 buah tiang pada kedalaman 20 m.Kata Kunci : SRPMK, Struktur Beton Bertulang , Tahan Gempa
Studi Alternatif Perencanaan Jembatan Dengan Sistem Rangka Baja Pada Jembatan Morowudi I Kabupaten Gresik Mohamad Afiyak; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Morowudi I merupakan jalan alternatif ke arah Krian dan arah menuju kota Lamongan. Lokasi jembatan di kilometer Legundi STA 16 + 123 Kabupaten Gresik Propinsi Jawa Timur. Sejalannya pertumbuhan arus kendaraan yang melewati jembatan tidak sebanding dengan prasarana yang ada, sedangkan jalan tersebut tergolong jalan kelas II. Jembatan tersebut difungsikan untuk dua jalur ke arah yang berlawanan dengan menggunakan gelagar pratekan dengan bentang 47 m dan lebar 8 m. Direncanakan dengan alternatif  lain menggunakan rangka baja. Hasil perencanaan  penulangan plat kendaraan dan trotoar menggunakan tulangan tarik D19-150 mm dan tekan D19-300 mm.. Rangka baja menggunakan mutu baja BJ-55 dengan fy 410  Mpa. Pada gelagar memanjang, melintang dan induk menggunakan profil WF 350 x 175 x 6 x 9, 700 x 300 x 13 x 20  dan 350 x 350 x 16 x 16. Untuk sambungan gelagar memanjang dan melintang menggunakan baut Ø5/8 inchi dan gelagar induk dengan gelagar melintang menggunakan baut Ø ¾ inchi. Untuk perencanaan abutment dibagi tiga bagian penulangan bagian I dipakai D25-100 mm, II : D32-100 mm dan III : D19-300 mm. Untuk pondasi menggunakan pondasi tiang pancang Ø50 cm, sedangkan kedalaman 22,5 meter, menggunakan tulangan pokok 8 D12 dengan tulangan geser Ø 10- 148 mm Kata Kunci : Rangka Baja, WF, Abutment
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN BANGUNAN PELIMPAH (SPILLWAY) BENDUNGAN MILA DI KECAMATAN WOJA KABUPATEN DOMPU PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT MAT SALEH; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.598 KB)

Abstract

Kabupaten Dompu adalah sebuah kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Secara geografis Bendungan Mila terletak antara 118o23’59” Bujur Timur sampai 8o31’22” Lintang Selatan. Perencanaan bangunan pelimpah Bendungan Mila Kabupaten Dompu merupakan bagian penting dalam perencanaan Bendungan Mila. Dalam merencanakan bangunan pelimpah dimpertimbangkan dengan kondisi topografi, kondisi hidrologi dan hidrolika. Setelah itu menganalisa stabilitas bangunan pelimpah yang ditinjau dari stabilitas guling, stablitas geser dan daya dukung tanah. Sebagai salah satu komponen bangunan bendungan, bangunan pelimpah berfungsi untuk mencegah limpasan air yang terjadi pada tubuh Bendungan Mila (overtopping) dan untuk menyuplai air irigasi. Maka kelebihan limpasan air dilokalisasi dengan dibangunnya bangunan pelimpah yang lokasinya dipilih menurut kondisi topografi. Berdasarkan hasil dari perhitungan maka didapat analisa debit banjir rancangan Inflow Q1000th = 278,64 m3/det, Inflow Q1000th = 44,02 m3/det. Lebar ambang 10 m dan tinggi 3 m. Desain ambang pelimpah direncanakan dengan tipe side channel spillway, tipe mercu menggunakan tipe ogee I. Selanjutnya analisa stabilitas ditinjau dalam keadaan normal dan gempa, stabilitas guling keadaan normal SF = 9,47 > 1,5 (memenuhi syarat uji), stabilitas guling keadaan gempa SF = 13,21 > 1,2 (memenuhi syarat uji), stabilitas geser keadaan normal SF = 3,46 > 1,5 (memenuhi syarat uji), stabilitas geser keadaan gempa SF = 12,88 > 1,2 (memenuhi syarat uji). Dan daya dukung tanah ditinjau dalam keadaan normal dan gempa. Eksentrisitas dalam keadaan normal e = 0,52 < 1,33 (memenuhi syarat uji), Eksentrisitas dalam keadaan gempa e = 0,61 < 1,33 (memenuhi syarat uji). Daya dukung tanah dalam keadaan normal maks = 43,78 < 71,98 (memenuhi syarat uji), min = 10,33 < 71,98 (memenuhi syarat uji), dan daya dukung tanah dalam keadaan gempa maks = 47,09 < 71,98 (memenuhi syarat uji), min = 7,37 < 71,98 (memenuhi syarat uji).
Studi Alternatif Perencanaan Jembatan Nglongsor Kabupaten Trenggalek Dengan Menggunakan Konstruksi Plate Girder Dicky Ardian Felsaputra; Warsito Warsito
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.451 KB)

Abstract

Jembatan Nglongsor merupakan penghubung jalur utama jurusan Trenggalek-Ponorogo. Lokasinya yang berjarak sekitar tiga kilometer dari pusat kota dan letaknya yang berada di jalur arteri menyebabkan jembatan ini dilalui lalu lintas yang sangat padat. Pada penyusunan tugas akhir ini penulis mengambil alternatif perencanaan jembatan dengan plate girder.Panjang bentang yang direncanakan adalah 45 m dengan lebar lantai kendaraan 9 m dan lebar trotoar masing – masing 1 m. Pada perencanaan jembatan ini, dipakai peraturan pembebanan untuk jembatan (SNI-1725-2016). Hasil perencanaan besarnya pembebanan dari perhitungan Beban primer didapat: Berat plat lantai kendaraan: 1273,746 kg/m, Beban sendiri gelagar: 1372,965 kg/m, beban hidup: 2025 kg/m, dan beban garis ”P”: 11466 kg. Sedangkan untuk beban sekunder didapat Beban angin: 1677,248 kg/m dan akibat Gaya rem: 3528,125 kg. Perencanaan dimensi plat lantai kendaraan diperoleh tebal: 20 cm, Tulangan tarik: D16-150 mm, dan Tulangan tekan: D16-300 mm. Hasil perhitungan dimensi gelagar tipe plat tinggi 188 cm, lebar flens atas dan bawah 60 cm, tebal flens 9 cm, tebal badan 3 cm. Pengaku vertikal dengan tebal 2 cm, lebar 15 cm, dan tinggi 157,5 cm dipasang pada jarak 200 cm dari tumpuan dan pada jarak 227,778 cm pada tengah bentang sepanjang jembatan. Panjang gelagar 45 meter terbagi menjadi 8 sambungan baut dengan panjang 5 meter. Pada perencanaan pondasi, pondasi yang digunakan adalah tiang pancang dengan diameter 40 cm, kedalaman 26,5 meter, sebanyak 40 buah dan menggunakan tulangan 9Æ12 mm.Kata Kunci : Jembatan, Plate Girder
Studi Peningkatan Jalan (Overlay) Pada Ruas Pamekasan-Sumenep Madura, KM. 138+900- KM. 148+000 Dengan Perkerasan Lentur Yusuf Setyo Prayugo; Warsito Warsito; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.553 KB)

Abstract

Jalan merupakan sarana transportasi darat yang membentuk jaringan transportasi untuk menghubungkan daerah satu ke daerah yang lain, sehingga roda perekonomian dan pembangunan dapat berputar dengan baik.Seiring dengan perkembangan kepemilikan kendaraan dan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat,sementara kapasitas jalan tetap,hal ini akan menyebabkan terjadinya kemacetan lalu lintas,maka akan sangat berpengaruh terhadap kondisi jalan dan berkurangnya kenyamanan bagi para pengendara yang melintasi jalan tersebut.Pada ruas jalan Pamekasan-Sumenep telah mengalami banyak perubahan seperti retak-retak maupun berlubang.Maka untuk mengembalikan kenyamanan dan kekuatan pada jalan tersebut, salah satu alternatif yang dapat digunakan yaitu tambahan lapisan ulang pada jalan (overlay).Perkerasan lentur (FlexiblePavement), adalah perkerasan yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikatnya.Untuk perkerasan lentur ini memiliki kelebihan yaitu dapat di gunakan untuk semua kelas jalan dan tingkat volume lalu lintas.Untuk ruas jalan Pamekasan-Sumenep ini masuk dalam kelas II B. Selain itu pada ruas jalan Pamekasan-Sumenep ini tidak di dukung oleh saluran drainase yang memadai.Sehingga perlu juga untuk perencanaan untuk saluran drainase. Tebal lapisan perkerasan dengan lapisan tambahan (overlay) pada jalan Pamekasan-Sumenep Madura yaitu 9 cm. Dimensi perencanaan saluran drainase pada jalan Pamekasan-Sumenep: Segmen I ( Sta. 0 +000 – 0 +900) W=0,20 m, h=0,60 m, b=0,50 m; Segmen II ( Sta. 2 +200 – 3 +100) W=0,25 m, h=0,70 m, b=0,60 m; Segmen III ( Sta. 4 +100 – 5 +450) W=0,35 m, h=1,10 m, b=0,90 m; Segmen IV ( Sta. 5 +600 – 7 +000)  W=0,30 m, h=0,85 m, b=0,70 m; Segmen IV ( Sta. 7 +000 – 8 +100) W=0,30 m, h=0,95 m, b=0,80 m. Kata Kunci : Jalan, Overlay, Pamekasan-Sumenep, Perkerasan, Lentur
Studi Alternatif Perencanaan Struktur Komposit Pada Hotel Swiss Bellin Airport Juanda Surabaya Febri Fachrudzi; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selain menjadi Ibukota Jawa Timur, Surabaya merupakan kota terbesar kedua setelah Jakarta. Hotel Swiss bellin menggunakan beton konvensional yaitu struktur  beton bertulang dan dicor ditempat secara umum, tugas akhir ini adalah merencanakan ulang struktur menggunakan struktur komposit baja-beton sebagai alternatif perencanaan yang semula menggunakan beton bertulang. Struktur komposit  adalah perpaduan antara profil baja dan beton yang menjadi satu kesatuan struktur. Standar perencanaan yang digunakan yaitu SNI 1729-2015, SNI 2847:2013, SNI 1726-2012 dan SKBI-1.3.53.1987. Perhitungan studi alternatif baja beton komposit menghasilkan tebal pelat 120 mm dengan tulangan terpasang Ø10-250; dimensi balok anak yang digunakan adalah  WF 200.100.5,5.8 ; dimensi balok induk WF 500.300.11.; dimensi kolom menggunakan WF 400.400.13.21 dibungkus kolom beton 30 mm. Pondasi yang digunakan berupa pondasi tiang pancang dengan ukuran poer pondasi 1,0 m x 1,5 m. Spesifikasi tiang pancang Ø30 cm sebanyak 2 tiang dalam 1 pondasi dengan jarak antar tiang 80 cm dan kedalaman tiang 15 m. Untuk tulangan pondasi digunakan tulangan pokok 11 D-16 mm dan tulangan spiral D12-24.Kata Kunci : Komposit,Baja beton,Struktur
Desain dan Realisasi Akumulator Elektrolit Air Laut dengan Penambahan Sodium Bicarbonate (NaHCO3) sebagai Sumber Energi Alternatif Gurum Ahmad Pauzi; Randha Kentama Aewaditha; Amir Supriyanto; Sri Wahyu Suciyati; Arif Surtono; Junaidi Junaidi; Warsito Warsito
Jurnal Fisika Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v8i2.16982

Abstract

Penelitian tentang karakteristik elektrik sel elektrokimia dengan elektrolit air laut dengan penambahan NaHCO3 menggunakan elektroda Cu-Zn telah dilakukan. Sistem elektrokimia ini dirancang agar dapat dilakukan penggantian elektrolit air laut tanpa membuat elektroda yang digunakan terpapar udara secara langsung. Pengukuran karakteristik elektrik  meliputi tegangan, arus, dan  daya, serta luminasi yang dihasilkan beban LED 1,2 watt. Penelitian ini melakukan perbandingan karakteristik elektrik sel elektrokimia dengan dan dengan tanpa penambahan NaHCO3. Pengukuran dilakukan selama 5 hari (120 jam) dengan penggantian elektrolit setiap 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem elektrokimia  dengan penambahan NaHCO3 mampu menyalakan LED lebih lama (5 hari) dibandingkan dengan tanpa penambahan NaHCO3 yang hanya mampu menyalakan LED selama 3 hari. Laju korosi pada elektroda Cu-Zn tanpa penambahan NaHCO3 semakin lama digunakan semakin besar, sedangkan dengan penambahan NaHCO3 tidak terjadi korosi.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR DENGAN SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR WILAYAH BRI MALANG Andrean Rizal Pratama; Warsito Warsito; Azizah Rokhmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 12 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPembangunan Gedung Kantor Wilayah BRI Kota Malang terletak di Jalan Laksamanan Martadinata No. 80 Kota Lama Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.  Gedung ini memiliki 10 lantai, 2 lantai bawah untuk basement dan 8 lantai untuk, perkantor, dan tinggi bangunan 34,4 m. yang termasuk dalam struktur gedung tinggi dan beresiko untuk mengalami keruntuhan saat terjadi gempa bumi, terlebih lagi gedung ini masuk dalam kategori desain seismic D. Untuk itu diperlukan perencanaan gedung yang mampu menerima beban gempa resiko tinggi, menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) sesuai dengan peraturan persyaratan beton bertulang dengan SNI 2847-2013, tata perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung SNI 1726-2012, Serta peraturan lain yang berlaku di indonesia. Perhitungan struktur ini menggunakan pemodelan portal 3D dengan bantuan aplikasi ETABS V18.1.1 dan SpColumn.Hasil dari perhitungan adalah tebal pelat 125 mm, gempa rencana menggunakan metode respon spectrum dengan nilai V sebesar 1797,11 kN atau sama dengan 183254,2471 Kg. Dimensi balok induk B1 40/60, B2 45/70, dan dimensi kolom K1 80/80, dengan menggunakan pondasi tiang pancang berdiamater 50 cm dengan kedalaman 7,8 m.Kata Kunci : Gempa, Gedung Kantor Wilayah BRI Kota Malang, SRPMKABSTRACTThe building of BRI is located on 80 laksamana martadinata street, klojen, malang, east java. 10 floors, two floors down to the basement and eight floors to the office. This building has a 38.6 m (150 ft) structure in the high-rise and risk collapsing during an earthquake. It is included in the seismic design category D. So it requires design buildings capable of receiving high risk earthquake loads by using the SRPMK according to regulations in SNI 03-2847-2013, SNI 1726-2012 and other regulations that apply in Indonesia. These structure calculation uses 3D portal modelling with the help of ETABS V18.1.1 and SpColumn applications.  The calculations result of plate thickness is 125 mm. Earthquake plan is using a method of respons spectrum with V value of 1797.11 kN or 183254.2471 Kg, main beam dimension B1 40/60, B2 45/70 And column dimension K1 80/80. Using a pile foundation with a diameter of 50 cm and depth of 7.8 cm.Keywords : Earthquake, BRI Regional Office Building Malang City, SRPMK