Claim Missing Document
Check
Articles

ANALYSIS OF USING ALTERNATIVE REFRIGERANTS FOR ENERGY SAVING IN DESIGN FRAMEWORK OF AIR-CONDITIONING SYSTEM I Made Astina; Prihadi Setyo Darmanto; Warsito Warsito; Edwin Adryanto
Mesin Vol. 20 No. 2 (2005)
Publisher : Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Environmental issues enforce us to find environmental friendly alternative refrigerants. Increasing energy consumption as consequence of widespread usage of air-conditioning systems needs effort to find efficient systems. Use ability of alternative refrigerants and effect of modified vapor-compression cycles were investigated in this research. In figuring effects of their application on a real air-conditioning system, analysis of redesign of air-conditioning system was concerned to make clear the problem. The results confirm that a right selection of refrigerants to air-conditioning system can improve its performance. Energy saving and economical costs can be reduced significantly. Several groups of hydrocarbons (HC) and hydrofluorocarbons (HFC) have good thermodynamic performance and better than R-22 that will be phased out. By introducing these alternative refrigerants, carbon-dioxide (CO2) emissions can be reduced due to energy saving caused by increasing of the coefficient of performance (COP).
PENGARUH ELISITOR Al3+ TERHADAP AKUMULASI DAIDZEIN DAN GENISTEIN PADA KALUS Phaseolus vulgaris L. Dan Phaseolus aureus Roxb. S. K. Dewi; W. Widoretno; Warsito Warsito
STIGMA: Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unipa Vol 10 No 02 (2017)
Publisher : FMIPA : Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/stigma.vol10.no2.a1029

Abstract

The Estrogen was very beneficial hormone for men and women. Isoflavon compound was natural estrogen source which contain three main compound in chemical form, the aglycones, daidzein and genistein. They were found only 0,25% on plant, exclusively on leguminous plant. An alternative method have been required to overcome these problem, for example, through plant cell culture technic with heavy metal elicitor. The aims of this research were to study the effect of various concentration of Al3+ elicitor and age of culture for callus growth and accumulation of daidzein and genistein from in vitro Phaseolus vulgaris L. And Phaseolus aureus Roxb callus culture. Stable plant callus culture were established and subculture for three times approximately 4 weeks. The calli were elicitated by Al3+ elicitor with 0, 50, 150, 300 µM concentrations and incubated on 4, 6, and 8 weeks. Qualitative data were determined based in changed calli colour, TLC plate and value of Rf. Quantitative data were determined based in fresh and dry weight of the calli and the content of daidzein and genistein compound. Quantitative data were analized using Anova and continued with DMRT 95%. The results showed that the callus growth more influenced by age of culture. The sixth weeks led to higher fresh and dry weight. The Colour of Calli had been changed from white yellowness become brown at the eighth weeks. The texture of Calli have no difference between control and treatment of elicitor, that was friable until the end of treatment. The Calli with addition of elicitor Al3+ with 150 µM concentrations had significantly highest of fresh weight than control, they were over 0,463 g. The Content of daidzein and genistein on Phaseolus vulgaris L. had significantly increased in addition of Al3+ elicitor with 150 µM concentration. But, the content of daidzein and genistein on Phaseolus aureus Roxb. had significantly increased in addition of Al3+ elicitor with 300 µM concentration. Keywords: Phaseolus vulgaris L., Phaseolus aureus Roxb., elicitor Al3+, Daidzein, Genistein, Callus Growth.
Karakterisasi Tanah Rawa Pasang Surut Delta Pulau Rimau Untuk Mendukung Land Aplikasi Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Bakri Bakri; Warsito Warsito; Y. Karimudin
Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2019: Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal “Smart Farming yang Berwawasan Lingkungan untuk Ke
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakri B, Warsito W, Karimudin Y. 2019. Characterization of raw land in Pulau Rimau to support liquid waste application land palm oil factory. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2019, Palembang 4-5 September 2019. pp. 90-96. Palembang: Unsri Press.The study aimed to determine the physical and chemical properties of soil to support Land Application of palm oil mill effluent. The research method is carried out by survey method by taking soil samples at several depths. The results showed pH (2.98 - 2.93), C org (38.22 - 61.62 g / kg), N tot (0.84 - 0.95), P brey 1 (1.35 - 1 , 80 mg / kg), K-dd (0.19 - 0.32), Na (0.55 - 1.09 cmol / Kg), Ca (1.8 - 3.23 cmol / kg), Mg ( 0.55 - 1.81 cmol / kg), CEC (17.40 - 19.58 cmol / kg), KBL (14.94 - 32%), Sand (36.99 - 40.94%), Dust ( 40.63 - 55.57%), Clay (7.55 - 22.38%), BD (0.74 - 1.08 g / cm³), RPT (60 - 72%), Permeability (0.27 - 3.45 cm / hour). The results of the analysis show that nutrient-poor soils, but the physical condition of the soil is quite helpful for the media providing land applications for palm oil mill effluent.Keywords: palm oil mills, soil properties, waste
Konversi Identitas Preman Menjadi Laskar di Solo Warsito Warsito
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 6, No 2 (2019): Vol. 6, No. 2, Oktober 2019
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v6i2.3167

Abstract

Konversi identitas laskar mantan preman menarik untuk dikaji. Perubahan pertama dari preman menjadi anggota jamaah tabligh yang gerakannya menjauhi politik praktis berubah menjadi anggota gerakan haroki yang melawan pemerintahan dan anti demokrasi. Identitas perlawanan muncul pada mantan anggota jamaah tabligh yang mendahulukan ikhramul muslimin dan tidak mempermasalahkan system pemerintahan negaranya. Perubahan berikutnya adalah menjadi anggota laskar, perubahan terakhir tidak mengejutkan karena kedua gerakan memiliki tujuan sama yaitu penegakan syariat Islam di Indonesia dengan pola yang berbeda. Haroki lebih mementingkan pembinaan anggota dan membesarkan jamaah sementara laskar mendahulukan kekerasan dalam menyelesaikan konflik. Proses mengkategorisasi diri pada suatu kelompok dan proses pindah dari satu kelompok ke kelompok yang lain, kemudian proses pembandingan kelompoknya dengan kelompok lain sehingga menjadi ingoup favoritism (fanatik kuat) dan merendahkan kelompok lain menjadi pembahasan dalam kajian ini dengan pendekatan teori identitas sosial.
Sound Topography Pola Kebisingan Suara di Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung Mufli Fita Firna Sari; Gurum Ahmad Pauzi; Warsito Warsito
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v4i2.1327

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai sound topography pola kebisingan suara di Kecamatan Tanjung Karang Pusat kota Bandar Lampung, disekitar jalan Raden Intan hingga jalan Raden Ajeng Kartini selama 3 ( Senin, Selasa, dan Rabu) pada 3 waktu, (pagi, siang, dan sore hari). Penelitian ini menggunakan alat Sound Level Meter tipe lutron 4011 dan GPS (Global positioning System). Hasil yang didapatakan dianalisis menggunakan sound topography. Nilai kebisingan tinggi terjadi di waktu pagi, yaitu disekitar Masjid Taqwa di jalan Kota Raja, Ramayana, Pertigaan jalan Brigjen Katamso, Columbia, Dealer Honda, Bank Utomo hingga lampu merah Tugu Adipura dengan nilai kebisingan antara 78-83 dB. Nilai kebisingan ini telah melebihi standar yang telah ditentukan, yaitu sebesar 70 dB untuk wilayah perdagangan dan jasa.
Model Penataan Ruang Kawasan DAS Berbasis KonservasI (Studi Kasus Sub DAS Bango Kota Malang) Warsito Warsito; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.777 KB)

Abstract

Ekosistem DAS merupakan bagian yang penting karena mempunyai fungsi perlindungan terhadap DAS. Aktivitas dalam DAS yang menyebabkan perubahan ekosistem, misalnya perubahan tataguna lahan, khususnya di daerah hulu, dapat memberikan dampak pada daerah hilir berupa perubahan fluktuasi debit air dan kandungan sedimen serta material terlarut lainnya. Adanya keterkaitan antara masukan dan keluaran pada suatu DAS ini dapat dijadikan sebagai dasar untuk menganalisis dampak suatu tindakan atau aktivitas pembangunan di dalam DAS terhadap lingkungan, khususnya hidrologi.Daerah yang kitaKajiadalah Sub DAS Bango.Berdasarkan data tahun 2008  luas Sub DAS bango  sebesar 23.251 Ha yang terdiri dari semak 178,051 Ha, tegalan 8.014,7213 Ha, hutan 2.859,5174 Ha, sawah 4.912,3561 Ha, pemukiman 4.370,6896 Ha, dan kebun campuran 159,2594 Ha, DAS Bango kerap sekali menjadi tempat kembalinya air yang dibuang dari berbagai lahan pertanian, pemukiman, dari daerah disekitarnya.Penelitian yang akandilaksanakanbertujuankhususuntuk   1).Membuat Model PenataanRuangBerbasisKonservasisehingga di perolehrencanatataruang yang berbasiskanhidrogeologi yang mampumengatasipermasalahandalamPengelolaansumberdaya Air. 2).Menerapkan model tersebutdalam Wilayah Sub DAS BangosehinggadapatmemberimasukankepadaPemerintah Daerah SetempatkhususnyadanPemerintah Daerah lain padaumumnya.Variabel model dan Penataan ruang berbasis Konservasi terdiri dari variabel tata ruang dan variabel hidrogeologi. Yang termasuk dalam variabel tata ruang yakni sebaran tata guna lahan,  sedangkan variabel hidrogeologi yakni variabel DAS, debit banjir, variabel jenis tanah, nilai Curve Number dan HRU ( Hydrologic Responsif Unit ). Dalam pembuatan model setiap variabel di buat unit spasial (layer) menggunakan AVSWAT 20004 (Arc View Soil and Water Assessment Tool) adalahsebuahsoftware yang berbasisSistemInformasiGeografis (SIG)
Studi Alternatif Perencanaan Struktur Baja Pada Gedung Dormitory Taiwan Staaf Buildingkota Bekasi Javier Achmad Bayhaqi; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.179 KB)

Abstract

Struktur baja merupakan suatu alternatif yang menguntungkan dalam pembangunan gedung dan struktur yang lainnya baik dalam skala kecil maupun besar. Sebagai obyek tugas akhir Sruktur Gedung Dormitory Taiwan Staaf Building,Kota Bekasi yang menggunakan beton bertulang, memiliki enam lantai dengan panjang bangunan 20  m, lebar bangunan 17 m dan tinggi bangunan 19,05 m. Secara umum tugas akhir ini adalah merencanakan alternatif struktur Dormitory menggunakan struktur baja. Standar perencanaan yang digunakan yaitu SK  SNI 03-1726-2002, SK SNI 03-2847-2002 dan SK SNI 03-1729-2002. Perhitungan studi alternatif perencanaan struktur komposit menghasilkan tebal pelat 120 mm dengan tulangan Ø10 – 150 ; balok anak yang digunakan adalah WF 250.175.7.11 ; balok induk WF. 400.200.8.13 ; kolom  komposit menggunakan WF. 300.300.10.15 dengan 4Ø10 sebagai tulangan longitudinal dan 8 – 250 sebagai tulangan sengkang. Perencanaan pondasi menggunakan pondasi tiang bore pile kedalaman 20 m, tulangan pokok D16 - 45 Kata Kunci : Sruktur Komposit, Baja-Beton, Dormitory Bekasi
Studi Perencanaan Perluasan Struktur Dermaga PT Berlian Manyar Sejahtera Gresik Eka Tsamrotul Fikriyyah; Warsito Warsito; Azizah Rachmawati
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 10, No 3 (2021): JURNAL REKAYASA SIPIL
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.662 KB)

Abstract

PT Berlian Manyar Sejahtera Gresik adalah perusahaan joint venture antara PT Pelindo III melalui anak usahanya yaitu PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) sebagai salah satu penyedia fasilitas jasa bongkar muat terbesar di Jawa Timur yang juga memiliki peran mengurai kongesti di Tanjung Perak maupun daerah Manyar Gresik agar  perekonomian di Jawa Timur tetap stabil. Namun sejak beroperasi pada tahun 2016, produktiftas logistik pada demaga PT Berlian Manyar Sejahtera Gresik semakin meningkat sehingga perlu dilakukan pengembangan demaga berupa perluasan dermaga untuk kapal maksimum 100000 DWT.Pada dermaga tersebut memiliki tipe dermaga terbuka dengan struktur atas berupa plat dan balok cor in-situ dan tiang pancang sebagai struktur bawah. Perancanaan struktur dermaga dimulai dengan perhitungan layout perairan dan daratan dermaga  kemudian analisis beban - beban yang terjadi pada dermaga. Setiap beban akan memengaruhi perhitungan struktur dermaga yaitu plat, balok, dan tiang pancang yang di analisis menggunakan aplikasi SAP 2000.Dari perhitungan ini, diperoleh penambahan panjang dermaga adalah 307 m dengan kedalaman dermaga -17mLWS. Beban bentur kapal yang terjadi  pada dermaga adalah beban berthing 1123.8 kN dengan fender SCN 1200 F1.5dan beban mooring 50 ton dengan bollard kapasistas 50 ton. Sedangkan pada perencanaan struktur diperoleh dimensi plat t=400 mm, dimensi balok crane memanjang dan melintang = 1100 x 1200 mm, balok tepi = 900x1000mm. Untuk struktur bawah dermaga menggunakan tiang pancang Steel Pile Pipe (SPP) dengan diameter tiang pancang SPP adalah 1800 mm (tipe tiang tegak) serta direncanakan diameter concrete filler (kolom virtual) adalah 1750 mm dengan panjang 2.5m. Kata Kunci : Struktur dermaga,in-situ, SAP 2000 
Studi Perencanaan Gedung Unusa Tower Surabaya Dengan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) Dimas Usman Nur Hakim; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Pembangunan gedung UNUSA tower Surabaya terdiri dari 9 lantai struktur dan tinggi gedung 39,33 m. Tingkat ketinggian bangunan menyebabkan resiko akibat gempa yang besar sehingga diperlukan perencanaan struktur yang mampu menerima beban gempa resiko tinggi Pada tugas akhir ini gedung UNUSA tower Surabaya dirancang dengan konstruksi beton bertulang dengan SIstem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Beban yang dianalisis berupa beban mati, hidup, dan gempa (lateral). Mutu baja tulangan ulir fy = 390 Mpa, polos fy = 240 Mpa, dan mutu beton fc’ = 35 Mpa. Studi perencanaan ini menghasilkan Pelat lantai yang mempunyai ketebalan 120 mm. Balok yang terpasang menggunakan dimensi 35/60 cm, 30/50 dan 20/30 untuk balok anak, sedangkan untuk balok induk dimensi yang digunakan adalah 40/70, 35/60, dan 25/40. Dimensi kolom yang digunakan adalah untuk tipe K1 70/70 cm, tipe K2 65/65 cm, tipe k3 60/60 dan k4 55/55. Kuat geser reduksi (ϕVn) = 2112,04 kN > gaya geser pada potongan x-x (Vx-x) = 1296,36 kN, sehingga joint cukup mampu menahan gaya geser yang terjadi. Pondasi yang digunakan berupa pondasi tiang pancang dengan ukuran poer pondasi 3.6 m x 2,4 m Spesifiksi tiang pancang diameter 40 cm dengan  jumlah 6 buah tiang pada kedalaman 34 m.Kata Kunci : SRPMK, Struktur , Gedung UNUSA
Studi Evaluasi Jaringan Irigasi Pada Daerah Irigasi Beleong Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur Dzakaul Fuady; Warsito Warsito; Bambang Suprapto
Jurnal Rekayasa Sipil Vol 11, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.733 KB)

Abstract

Daerah irigasi Beleong adalah salah satu daerah irigasi dikabupaten Lombok Timur yang mengaliri lahan seluas 375 Ha. Yang memiliki permasalahan tepatnya di Desa Banjar Sari terdapat areal persawahan yang saluran irigasinya tidak memadai sehingga sering terjadi banjir apabila intensitas hujan tinggi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar debit air pada daerah irigasi Beleong dan dimensi saluran jaringan rencana pada daerah irigasi Beleong agar dapat menampung air hujan. Dalam penelitian ini menggunakan metode lengkung masa yang meliputi metode ganda (double mars curve) dan metode raps (resalced adjusted partial sums). Hasil perencanaan dalam menganalisis debit andalan dari lahan di lakukan dengan menggunakan rumus debit rencana, besar debit saluran 1 sebesar 5,620 m3/dt, saluran 2 sebesar 4,796 m3/dt. Dimensi saluran rencana dengan debit saluran sebesar 5,620 m3/dt, lebar dasar saluran (b) = 1,20 m, tinggi muka air (h) =1,00 m, maka debit air (Q) sebesar 18,0012 m3/dt.Kata kunci : Daerah irigasi Beleong, Saluran jaringan irigasi.