Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

ANALISIS AKSESIBILITAS NELAYAN TERHADAP PEMBIAYAAN DI PERBANKAN SYARIAH: ANALYSIS OF ACCESSIBILITY FISHERMAN TO FINANCING IN ISLAMIC BANKING Tri Purnamasari; Tuti Kurnia; Anas Alhifni
NISBAH: Jurnal Perbanka Syariah Vol. 8 No. 1 (2022): NISBAH: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Sharia Banking Study Program, Faculty of Islamic Economics, Djuanda University, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jn.v8i1.5458

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana akses nelayan dalam memperoleh pembiayaan di perbankan syariah dan peran serta bank untuk membantu kesulitan nelayan dalam perekonomiannya. Deskriptif kualitatif merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan sumber data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perekonomian nelayan umumnya masih tergolong rendah dan akses nelayan untuk mendapatkan pembiayaan di bank syariah masih sulit karena nelayan tidak mampu memberikan jaminan kepada bank sebagai bentuk salah satu persayaratan pengajuan pembiayaan, serta ada beberapa persyaratan lainnya yang tidak mampu dipenuhi dan tidak dimengerti oleh nelayan. Sehingga yang memungkinkan memperoleh pembiayaan bank syariah ini hanya nelayan besar atau nelayan juragan tertentu, dikarenakan mereka mampu memenuhi persayaratan yang ditetapkan oleh bank seperti memiliki sesuatu yang dapat dijadikan sebagai jaminan. Dari sekian banyak produk-produk pembiayaan di bank syariah, ada satu produk yang dapat digunakan nelayan untuk memperoleh pembiayaan yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan nelayan dalam masalah kekurangan dana. Produk pembiayaan tersebut adalah produk KUR Mikro iB dimana dalam ketentuannya sektor ekonomi yang dapat dibiayai oleh bank satu diantaranya adalah sektor perikanan. Produk ini mampu menjadi satu alternatif bagi nelayan dari beberapa produk mikro yang ada yang dapat membantu memenuhi kebutuhan nelayan.
SMIF Model With Maqashid Sharia-Based Anas Alhifni; Biyati Ahwarumi
Jurnal Iqtisaduna Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/iqtisaduna.v4i1.5048

Abstract

Islamic microfinance institution is financial institution that is more oriented to the middle and lower community, its existence is for all religions and its role should be further optimized to provide welfare to members and community in general, this paper aims to explain the basic philosophy of Islamic microfinance institution and how the concept of Islamic microfinance institution in accordance with maqashid sharia values. The method used is qualitative method withanalysis techniques of data content analysis.Result of this article shows that the fundamental difference between Islamic microfinance institution and conventional finance institutionfound in the philosophy of moral values in accordance with texts of the Al-Quran and hadith. As maqashidsyariah-based SMIF financial institution that can guarantee every product that is able to provide benefits for people to reach Fallah or welfare, such as prioritizing profit sharing products, and keep the goal as business and social financial institution.
Pengembangan Tingkat Pengetahuan Masyarakat Terhadap Lembaga Keuangan Mikro Syariah Di Kampung Sirnagalih Desa Padamulya: Developing The Level of Community Knowledge of The Islamic Micro Finance Institutions In Sirnagalih Village Padamulya Enggar Tiasto; Anas Alhifni
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.862 KB) | DOI: 10.30997/almujtamae.v1i2.2921

Abstract

Kegiatan sosialisasi tentang Lembaga Keuangan Mikro Syariah ini dilakukan agar meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap lembaga keuangan berbasis syariah. Potensi masyarakat yang memiliki kinerja kerja dalam lembaga keuangan bisa lebih mengembangkan di dalam lembaga keuangan syariah dan menarik masyarakat agar lebih menumbuhkan minat masyarakat untuk menabung. Metode kegiatan sosialisasi ini dilakukan dengan cara partisipasi aktif mengenai pengenalan Lembaga Keuangan Mikro Syariah untuk dapat direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari dan menunjang perekonomian masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Agar masyarakat terhindar dari sistem ribawi. Hasil dari kegiatan sosialisasi pengenalan Lembaga Keuangan Mikro Syariah adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap lembaga keuangan berbasis syariah. Kata Kunci: Lembaga Keuangan Mikro Syariah, Pengembangan Masyarakat, Sosialisasi
Sosialisasi Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Mengenai Perbedaan Ekonomi Syariah dan Ekonomi Konvensional Di Desa Padamulya Fauzan Fadhil Ma'ruf; Anas Alhifni
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): April
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/almujtamae.v2i1.2951

Abstract

Masyarakat di Desa Padamulya mayoritas berprofesi sebagai petani dalam hal perekonomian seperti pinjaman uang sebagian masyarakat masih menggunakan bank illegal sehingga perlu adanya bimbingan atau pendampingan kepada masyarakat untuk memanfaatkan Lembaga Keuangan Mikro Syariah yang akan didirikan di Desa Padamulya. Metode yang dilakukan adalah dengan sosialisasi tentang Ekonomi Syariah menjelaskan bagaimana sistem yang ada didalamnya. Dalam sosialisasi ini penulis memaparkan perbedaan Ekonomi Syariah dan Ekonomi Konvensional agar masyarakat memahami perekonomian yang baik yaitu Ekonomi Syariah. Setelah dilaksanakan program ini hasil yang didapatkan adalah masyarakat beralih dari bank illegal ke Lembaga Keuangan Mikro Syariah.
Peningkatan Kemandirian UMKM Melalui Pengembangan Digital Marketing dan Pelatihan Keterampilan Usaha Agung Kurniawan; Anas Alhifni
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/almujtamae.v2i3.5450

Abstract

Kurangnya pengetahuan dan kesadaran pelaku UMKM akan pentingnya melakukan digital marketing dan pembaharuan menjadikan beberapa UMKM kesulitan untuk mengembangkan usaha. Program pengembangan dan pemberdayaan sangat diperlukan guna meningkatkan kemampuan UMKM agar dapat beradaptasi dengan perubahan pasar dan persaingan dunia usaha sehingga UMKM dapat lebih mandiri. Tujuan dari program pengembangan dan pemberdayaan ini adalah untuk meningkatan kemandirian UMKM melalui pengembangan digital marketing produk dan pelatihan keterampilan usaha.Metode yang dilakukan berupa Pendekatan andragogi yakni suatu cara membantu orang dewasa dalam rangka pencapaian tujuan belajar melalui metode sosialisasi dengan cara pendampingan dan pelatihan usaha yang diperlukan UMKM. Pelaku UMKM sudah cukup memiliki pengetahuan dan kesadaran akan perkembangan dunia usaha yaitu perkembangan digital marketing dan penggunaan teknologi digital, namun masih sedikit yang mempraktikannya khususnya dalam hal pemasaran. Dalam usaha meningkatkan kemandirian UMKM tentunya dibutuhkan peran sumber daya manusia untuk membantu mengembangkan potensi yang dimiliki. Pengembangan yang dilakukan berupa peningkatan kreatifitas UMKM dalam mengelola usahanya melalui digital marketing yang dikembangkan dari produk yang sudah ada serta peningkatan keterampilan UMKM melalui pelatihan pemasaran online dan manajemen pengelolaan usaha. Program dijalankan sampai menghasilkan kemasan,pamplet,brand’’SASABI SLOP.ID’’ serta pelaku usaha memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik akan pengelolaan usaha.
Pendampingan Pemasaran UMKM Unggulan Desa Wates Jaya Melalui Media Sosial Dan Marketplace Ari Nursalam; Anas Alhifni
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/almujtamae.v3i2.7150

Abstract

Masalah yang terjadi pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di desa Wates Jaya adalah mengenai pemasaran dan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap pemasaran dan pengembangan bisnis berbasis online seperti pada UMKM dery flowers dan keripik anur. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pendampingan pemasaran untuk pelaku UMKM dery flowers dan keripik An-Nur melalui pendampingan, pelatihan pemasaran, dan inovasi pada produk. Diharapkan program pendampingan pemasaran UMKM ini diharapkan bisa menjadi solusi ditengah situasi dan kondisi terkini bagi para pelaku UMKM setempat dimana penulis melakukan pengabdian. Metode pelaksanaan yang dilakukan yaitu wawancara dan diskusi terhadap pemilik UMKM tentang kondisi saat ini. Serta melakukan pelatihan dan pendampingan pemasaran berbasis online sehingga pendapatan pelaku UMKM dapat meningkat melalui peningkatan pemasaran dan juga meningkatkan dalam pengetahuan dan keterampilan. Hasil yang didapat oleh pelaku UMKM dery flowers dan keripik anur dari program ini yaitu sudah mempunyai akun media sosial, inovasi produk, pelatihan pembuatan editing pada pelaku UMKM, kemitraan pemasaran, dan pembuatan izin usaha melalui pembuatan NIB dan diharapkan mampu meningkatkan penjualan untuk meningkatkan pendapatan usaha.
MODEL PEMBERDAYAAN ASET WAKAF MELALUI CROWDFUNDING BAGI UMKM DI PROVINSI ACEH Maesaroh, Siti; Kurnia, Tuti; Alhifni, Anas
JOURNAL ISLAMIC ECONOMICS AD DIWAN Vol 3 No 2 (2024): Ad Diwan
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the Aceh Province waqf asset empowerment model for MSMEs as a solution to overcome the problems and needs of MSMEs. This research method uses a descriptive qualitative method with a quantitative approach. The data analysis technique used is the Analytical Network Process (ANP) where data is collected through interviews and distributing questionnaires. The technique used in sampling was purposive sampling with a total sample of 30 MSMEs in Aceh Province. The results of this research show that the needs of MSMEs in Aceh Province are improving product quality at affordable prices, strategic business locations and business capital. The waqf asset empowerment model that can be a solution to the needs of MSMEs is the MSMEs Financing model which is a waqf asset empowerment model for MSMEs, where waqf assets are produced by utilizing funding through crowdfunding. Then, after the waqf assets produce benefits, MSMEs can receive benefits from the productive waqf assets in the form of capital loans with a qard-hasan agreement and facilitation of shops with cheap rental prices for MSMEs. Based on the needs of MSMEs, the waqf model is appropriate to help meet the needs of MSMEs
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KAMPUNG WANGUN TENGAH, KELURAHAN SINDANGSARI, KECAMATAN BOGOR TIMUR, KOTA BOGOR MELALUI PENDIRIAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH DI PONDOK PESANTREN Trihantana, Rully; Alhifni, Anas; Brawijaya, Andri; Thantawi, T.Rifqy; Paramita, Metti
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2019): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.6 KB) | DOI: 10.30997/qh.v5i1.1609

Abstract

Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang keberadaannya tidak dapat dipisahkan dari proses pertumbuhan dan perkembangan masyarakat. Pondok pesantren saat ini telah berkembang dan memberikan sistem pembelajaran yang berimbang antara aspek keagamaan dan IPTEK, bahkan banyak pesantren yang sudah memiliki kegiatan ekonomi seperti koperasi, BMT, pertanian, peternakan dan sebagainya. Namun terdapat kelemahan dalam manajemen pengelolaan sektor-sektor yang dapat menghasilkan profit, sehingga sangat diperlukan sebuah wadah berupa lembaga intermediasi yang dapat menjadi penghubung pondok pesantren yang memiliki sektor-sektor potensial dengan masyarakat melalui pendirian sebuah Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini melibatkan dua kelompok masyarakat yaitu masyarakat yang ada di pesantren terdiri dari santri dan asatidz serta masyarakat di wilayah sekitar pesantren yang akan memanfaatkan keberadaan LKMS di pesantren Al Umm. Kegiatan yang telah dilakukan antara lain sosialisasi, pelatihan dan pendampingan. Sosialisasi diberikan kepada pihak pesantren dan masyarakat sekitar yang menjelaskan tentang kegiatan PKM ini, pelatihan pendirian dan pengelolaan LKMS dengan bentuk koperasi syariah, pendampingan bagi masyarakat untuk inovasi produk serta pendampingan untuk pengelolaan koperasi syariah. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya minat untuk mendirikan koperasi syariah dan memanfaatkannya untuk mendukung usaha baik usaha pesantren maupun masyarakat.
Optimasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah “Itikuri” dalam Peningkatan Kepercayaan Pasar Yektyastuti, Resti; Alhifni, Anas; Wulandari, Gina
ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/almujtamae.v4i1.10224

Abstract

Optimasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) "ITIKURI" dalam produksi dan penjualan kue tradisional telah menghasilkan pencapaian yang signifikan. Melalui pendaftaran NIB, sertifikasi halal, pembuatan NPWP, dan pengembangan merk/logo, ITIKURI memperoleh legalitas resmi, kepercayaan pelanggan, dan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan bisnis. Hasil ini memungkinkan mereka untuk beroperasi secara sah, memasarkan produk halal berkualitas, mematuhi peraturan pajak, dan membangun identitas merek yang kuat. Dalam rangka mengoptimalkan operasi bisnis ITIKURI, telah diidentifikasi empat langkah kunci yang akan membantu mereka mencapai tujuan mereka. Pertama, pendaftaran NIB akan memberikan legalitas resmi yang diperlukan bagi bisnis mereka. Kedua, sertifikasi halal akan membantu memperluas pangsa pasar mereka. Ketiga, pembuatan NPWP memastikan ketaatan perpajakan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi negara. Terakhir, pembuatan merk dan logo akan membantu membedakan produk mereka dan membangun identitas merek yang kuat. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa ITIKURI dapat mempertahankan eksistensinya di pasar, mengembangkan pelanggan setia, dan memperkaya tradisi kuliner Indonesia dengan produk kue tradisional berkualitas. Penting untuk tetap berkomunikasi dengan instansi terkait dan memanfaatkan bantuan profesional saat diperlukan. Selain itu, upaya pemasaran dan promosi juga akan menjadi faktor penting dalam mengenalkan produk mereka kepada pelanggan potensial. Dengan demikian, ITIKURI dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi ekonomi daerah dan negara.
HABIT BELANJA MASYARAKAT DI ERA SOCIETY 5.0: Studi Masyarakat Sekitar Ponpes Sunan Drajat Alhifni, Anas; Warizal; Musbihin; Ahwarumi, Biyati
Veteran Economics, Management, & Accounting Review Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59664/vemar.v2i1.6782

Abstract

The purpose of this study was to determine the consumption behavior of the people around the Islamic boarding school Sunan Drajat Paciran Lamongan. People's spending habits in meeting daily basic needs or for self-existence have a unique pattern. The pattern of people's social behavior that is increasingly advanced and is now entering the era of society 5.0 has also penetrated the social behavior of people in the region. The research method uses descriptive quantitative research with the data analysis technique used is multiple regression analysis. The results showed that people's shopping habits in the social era by looking at cheap, quality, brand, and location variables had a joint effect on Consumer Buying Interest. As for partially, cheap and quality variables have a significant effect on buying interest. While the brand and location variables have no effect on buying interest. Keywords: Habit, Consumption behavior, Society era 5.0   Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebiasaan perilaku konsumsi masyarakat sekitar ponpes sunan drajat paciran lamongan. Habit belanja masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari atau demi eksistensi diri memiliki pola yang unik. Pola perilaku sosial masyarakat yang semakin maju dan kini memasuki era society 5.0 juga telah merambah pada perilaku sosial masyarakat di daerah. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa habit belanja masyarakat di era sosicety dengan melihat variabel murah, kualitas, merk, dan lokasi berpengaruh secara bersama-sama terhadap Minat Beli Konsumen. Adapun secara parsial, variabel murah dan kualitas berpengaruh signifikan terhadap minat beli. Sedangkan variabel merk dan lokasi tidak berpengaruh terhadap minat beli. Kata Kunci: Habit, Perilaku konsumsi, era Society 5.0