Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Terjadinya Dismenorea Primer Guardiany Juliana Lubis; Ike Ate Yuviska; Susilawati Susilawati
ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies) Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : ANJANI Journal (Medical Science & Healthcare Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dismenorea adalah nyeri sewaktu haid, Prevalensi wanita yang mengalami dismenorea di Indonesia diperkirakan 55%. Prevalensi dismenorea mencapai 59,7%. Dari mereka yang mengeluh nyeri, 12% berat, 37% sedang, dan 49% ringan. di kota Bandar Lampung  dismenorea dialami wanita, yaitu sebesar 64,9%.Tujuan: Mengetahui Faktor- Faktor yang Berhubungan Dengan Terjadinya Desminorea Primer  pada Remaja Putri di Madrasah Aliyah Darul Ma'arif Natar Lampung Selatan Tahun 2020.Metode: Jenis penelitian kuantitatif pendekatan cros sectional. Penelitian telah dilakukan bulan Agustus. populasi 195 sampel sebanyak 132. Pengambilan sampel secara purposive sampling. variabel independen  adalah stres, status gizi, usia menarche dan penyakit menahun. Variabel dependen adalah dismenore. Pengumpulan data dengan kuesioner. Dengan menggunakan analisa univariat dan bivariate (Chi Square).Hasil: Hasil penelitian diketahui distribusi frekuensi dismenorea primer  sebanyak  71 (53,8%) pada Remaja,  Stres sebanyak  68 (51,5%), status gizi sebanyak 74 (56,1%) baik, usia menarce ≤ 12 tahun sebanyak 73 (55,3%), Penyakit menahun tidak ada sebanyak 115 (87,1%)  dan Putri di Madrasah Aliyah Darul Ma'arif Natar Lampung Selatan Tahun 2020. Ada Hubungan  stres  (p-value = 15,4; OR ), Ada Hubungan  status gizi (p-value = 0,001; OR 3,5 ), usia menarche   (p-value = 0,000; OR 4,3 ) dan hubungan  penyakit menahun  (p-value = 0,005; OR 7,9 ) dengan kejadian dismenorea primer.Kesimpulan: Terdapat  Hubungan  stress, status gizi, usia menarche   dan penyakit dengan kejadian dismenorea  pada Remaja Putri di Madrasah Aliyah Darul Ma'arif Natar Lampung Selatan Tahun 2020.Saran: Remaja putri untuk melakukan olahraga yang rutin minimal 3 kali seminggu seperti lari, jogging, bersepeda, berenang dan olahraga lainnya untuk meningkatkan hormon endorphinKata Kunci :Desminorea, Penyakit menahun, Remaja, Status gizi, Usia menarce Background: Dysmenorrhea is a pain during period, the prevalence of women who get dysmenorrhea in Indonesia about 55%. The prevalence of dysmenorrhea reaches 59.7%. Of those who complain the pain, 12% severe, 37% medium, and 49% mild. In the city of Bandar Lampung, women experience dysmenorrhea, which is 64.9%.Pourpuse: The aim is to know the factors associated with the occurrence of primary dysmenorrhea female adolescents at Madrasah Aliyah Darul Ma'arif Natar, South Lampung in 2020.Metods:  Quantitative research with cross sectional approach The research was conducted in August. population 195 samples of 132. Sampling was purposive sampling. While the objects in this study were dysmenorrhea, stress, nutritional status, age of menarche and chronic disease. Data collection by questionnaire. By using univariate and bivariate analysis (Chi Square).Result: The results showed that the frequency distribution of dysmenorrhea was 71 (53.8%) in adolescents, stress was 68 (51.5%), nutritional status was 74 (56.1%) good, age of menarce ≤ 12 years was 73 (55.3 %), There are no chronic diseases as many as 115 (87.1%) and girls at Madrasah Aliyah Darul Ma'arif Natar, South Lampung in 2020. There is a relationship with stress (p-value = 15.4; OR), there is a relationship between nutritional status ( p-value = 0.001; OR 3.5), age of menarche (p-value = 0.000; OR 4.3) and the relationship of chronic disease (p-value = 0.005; OR 7.9) with the incidence of dysmenorrhea primary.Conclusion: There is a relationship with stress (p-value = 15.4; OR), there is a relationship between nutritional status ( p-value = 0.001; OR 3.5), age of menarche (p-value = 0.000; OR 4.3) and the relationship of chronic disease (p-value = 0.005; OR 7.9) with the incidence of dysmenorrhea primary in young women in Madrasah Aliyah Darul Ma'arif Natar Lampung Selatan in 2020.Suggestion: It is recommended that young women do routine sports at least 3 times a week such as running, jogging, cycling, swimming and other sports to increase endorphin hormonesKeywords :Adolescence,Age of menarce Dysmenorrhea, Chronic disease, Nutritional status
Relationship Of Injectable Contraceptive Use Depo Medroxyprogesterone Acetate With Blood Pressure Acceptor Kb In The Work Indah Suprihatin; Ike Ate Yuviska; Rosmiyati Rosmiyati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i1.8897

Abstract

Latar Belakang Alat kontrasepsi yang sering menjadi pilihan PUS adalah alat kontrasepsi suntik. Kontrasepsi suntik merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang bekerja lama (panjang) dan sangat efektif, penggunaannya sangat praktis, harganya murah, aman dan tidak memerlukan penggunaan setiap hari atau setiap kali berhubungan. Prevalensi hipertensi berdasarkan diagnosis dokter di Provinsi Lampung tahun 2020 sebesar 15,10%, dengan kejadian tertinggi di Kabupaten Way Kanan sebesar 25,9% dan terendah di Kabupaten Tanggamus sebesar 10,0% sedangkan Kabupaten Lampung Selatan sebesar 12,5%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi suntik depo medroxyprogesterone acetate dengan tekanan darah akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Penengahan Kabupaten Lampung Selatan. Metode Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu akseptor KB suntik 3 bulan dengan sampel sebanyak 152 responden dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner dan pengukuran tekanan darah. Analisis dataadalah univariat dan bivariat (chi square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 120 responden (78,9%), dengan penggunaan alat kontrasepsi suntik dari Depo Medroxy Progesterone Acetate selama 2-3 tahun, dan 126 (82,9%). Kesimpulan Ada hubungan antara penggunaan alat kontrasepsi suntik di Depo Medroxy Progesterone Acetate dengan tekanan darah akseptor KB di wilayah kerja Puskesmas Penengahan Kabupaten Lampung Selatan dengan nilai (p-value = 0,036 < = 0,05) . Saran kepada Puskesmas agar dapat memberikan edukasi kepada akseptor KB baru dan lama mengenai efek samping KB terhadap tekanan darah serta cara pencegahan dan pengobatannya. Kata Kunci : Alat Kontrasepsi, Akseptor KB, Depot Medroxy, Tekanan Darah ABSTRACT Contraceptive devices that are often the choice of EFA are injectable contraceptives. Injectable contraception is a long-term contraceptive method that works long (long) and is very effective, its use is very practical, the price is cheap, it is safe and does not require use every day or every time you have intercourse. The prevalence of hypertension based on doctor's diagnosis in Lampung Province in 2020 was 15.10%, with the highest incidence in Way Kanan District at 25.9% and the lowest in Tanggamus District at 10.0% while South Lampung District was 12.5%. The purpose of this study was to determine the relationship between the use of depo medroxyprogesterone acetate injectable contraception and the blood pressure of family planning acceptors in the working area of the Penengahan Health Center, South Lampung Regency.This type of research is quantitative with a cross-sectional approach. The population in this study is mothers with 3 months injection family planning acceptors with a sample of 152 respondents with total sampling technique. Data collection by questionnaire and blood pressure measurement. Data analysiswas univariate and bivariate (chi square).The results showed that 120 respondents (78.9%), with the use of injectable contraceptives from Depo Medroxy Progesterone Acetate for 2-3 years, and 126 (82.9%). There is a relationship between the use of injectable contraceptives at the Depo Medroxy Progesterone Acetate with the blood pressure of family planning acceptors in the work area of the Penengahan Health Center, South Lampung Regency with a value (p-value = 0.036 < = 0.05). Suggestions to the Puskesmas to be able to provide education to new and old family planning acceptors regarding the side effects of family planning on blood pressure and how to prevent and treat it. Keywords: Blood Pressure, Contraceptive devices, family planning acceptors, Medroxy Depot 
The Effect Of Vulva Hygiene Education Video Media On The Knowledge Level And Attitude Of Adolescent Women With Fluor Albus Rizki Novita Ratna; Ana Mariza; Ike Ate Yuviska; Ratna Dewi Putri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i2.8063

Abstract

Latar Belakang Remaja putri Indonesia dari 23 juta penduduk usia 15-24 tahun, 83% pernah melakukan hubungan seksual, yang berarti remaja berpeluang mengalami PMS yang merupakan salah satu penyebab keputihan. Sekitar 90% wanita di Indonesia berpotensi mengalami keputihan karena Indonesia merupakan daerah dengan iklim tropis sehingga fungsinya mudah berkembang yang mengakibatkan banyak kasus keputihan. Gejala keputihan juga dialami oleh wanita yang belum menikah atau wanita muda usia 15-24 tahun yaitu sekitar 31,8%. SMK Bumi Nusantara Wonosobo Tanggamus diperoleh data dari hasil wawancara dengan 15 siswa SMK Bumi Nusantara Wonosobo Tanggamus, 10 siswa mengatakan mengalami keputihan dengan ciri berwarna putih kental, tidak berbau dan tidak gatal dan 5 siswa lainnya mengatakan mengalami keputihan dengan ciri berwarna putih. keruh, bau, dan gatal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media video edukasi vulva hygiene terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap perawatan fluor albus di SMK Bumi Nusantara Wonosobo Tanggamus Tahun 2022.Metode Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, desain penelitiannya adalah metode pre-experimental dengan pendekatan One group pretest – posttest design, populasi dan sampel penelitian ini adalah remaja putri kelas 10 dan 11 SMK Bumi Nusantara Wonosobo Tanggamus tahun 2022. sebanyak 56 siswa, teknik purposive sampling, analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon.Hasil Rata-rata pengetahuan sebelum diberikan media video edukasi vulva hygiene dengan rata-rata 59,710 setelah diberikan media video edukasi vulva hygiene dengan rata-rata 76,004. Rata-rata sikap sebelum diberikan media video edukasi vulva hygiene rata-ratanya adalah 42. Setelah diberikan media video edukasi vulva hygiene rata-ratanya adalah 72,54. Hasil analisis data bivariat dengan menggunakan uji t diperoleh nilai p sebesar 0,000 < 0,05.Kesimpulan ada pengaruh media video edukasi vulva hygiene terhadap tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri terhadap pengobatan fluor albus di SMK Bumi Nusantara Wonosobo Tanggamus Tahun 2022Saran hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi bagi remaja putri dalam meningkatkan upaya remaja putri dalam menjaga dan merawat kesehatan organ reproduksi wanita melalui video edukasi yang telah disediakan, atau dapat diakses di kanal YouTube dengan tema kesehatan reproduksi. Kata Kunci : Video Edukasi Vulva Hygiene, Pengetahuan, Sikap, Fluor Albus ABSTRACT Background Indonesian adolescent girls out of 23 million people aged 15-24 years, 83% have had sexual intercourse, which means that adolescents have the opportunity to experience STDs, which is one of the causes of vaginal discharge. About 90% of women in Indonesia have the potential to experience vaginal discharge because Indonesia is an area with a tropical climate, so fungi are easy to grow which results in many cases of vaginal discharge. Symptoms of vaginal discharge are also experienced by unmarried women or young women aged 15-24 years, which is around 31.8%. SMK Bumi Nusantara Wonosobo Tanggamus obtained data from interviews with 15 students at SMK Bumi Nusantara Wonosobo Tanggamus, 10 students said they had vaginal discharge with thick white characteristics, odorless and not itchy and 5 other students said they had vaginal discharge with white characteristics. cloudy, smelly, and itchy.The purpose of this study was to determine the effect of vulva hygiene educational video media on the level of knowledge and attitudes of young women towards the treatment of fluor albus at SMK Bumi Nusantara Wonosobo Tanggamus in 2022.MethodsThis type of research is quantitative, the research design is pre-experimental method with a One group pretest – posttest design approach, the population and sample of this research are teenage girls in grades 10 and 11 of SMK Bumi Nusantara Wonosobo Tanggamus in 2022 as many as 56 students, purposive sampling technique, univariate and bivariate data analysis using the Wilcoxon test.Result The average knowledge before being given the vulva hygiene educational video media with a mean of 59,710 after being given the vulva hygiene educational video media a mean of 76.004. The average attitude before being given the vulva hygiene educational video media means 42. After being given the vulva hygiene educational video media the mean is 72.54. The results of bivariate data analysis using the t-test obtained a p-value of 0.000 < 0.05.Conclusion  that there is an influence of vulvar hygiene education video media on the level of knowledge and attitudes of young women towards the treatment of fluor albus at SMK Bumi Nusantara Wonosobo Tanggamus in 2022Suggestion  that the results of this study will be a source of information for young women in increasing the efforts of young women to maintain and care for the female reproductive health organs through educational videos that have been provided, or can access on YouTube channels with the theme of reproductive health. Keywords : Vulva Hygiene Educational Video, Knowledge, Attitude, Fluor Albus
Relationship Between Exclusive Breastfeeding, Mother's Knowledge And Attitude About Nutrition And Nutritional Status Of Infants Melisa Pratiwi; Nita Ervianasari; Dewi Yulia Sari; Ike Ate Yuviska
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i3.7828

Abstract

Latar Belakang: Gizi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada masa bayi. Beberapa faktor yang mempengaruhi status gizi bayi antara lain ASI, pengetahuan ibu tentang gizi, dan sikap ibu terhadap pentingnya gizi pada bayi. Menurut WHO (World Health Organization), pada tahun 2022 persentase balita dengan status gizi buruk adalah 52,4%. Secara spesifik, Indonesia menempati urutan ke-108, dengan persentase tertinggi adalah Jawa Tengah (70,9%), diikuti Papua (68,0%). Selain itu status gizi bayi dapat diukur dengan indeks berat badan per umur (BB/U), tinggi badan per umur (BB/U), dan berat badan per tinggi badan (BB/B).Tujuan  untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif, pengetahuan ibu tentang gizi anak,Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi berusia 7-12 bulan di Desa Mandah Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan pada bulan Januari sampai Februari 2022 yang berjumlah 89 responden. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan menggunakan analisis data univariat dan bivariat dengan uji chi-square.Hasil uji statistik didapatkan nilai p-value ASI eksklusif 0,020, pengetahuan 0,031, dan sikap 0,037, atau p-value < 0,05.Kesimpulan adanya hubungan antara pemberian ASI eksklusif, pengetahuan ibu tentang gizi anak, dan sikap ibu terhadap status gizi bayi di Desa Mandah Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2022. Saran diharapkan dapat menjadi bahan informasi kesehatan tentang hubungan antara pemberian ASI eksklusif, pengetahuan ibu tentang gizi anak, dan sikap ibu terhadap status gizi bayi sehingga angka cakupan gizi bayi dapat tercapai. Kata kunci: ASI eksklusif, pengetahuan, sikap, dan status gizi ABSTRACT backgrounds:Nutrition is one of the factors determining success in achieving optimal growth and development in infancy. Several factors affect the nutritional status of infants, including breastfeeding, mothers' knowledge about nutrition, and mothers' attitudes towards the importance of nutrition in infants. According to WHO (World Health Organization), in 2022, the percentage of infants with poor nutritional status is 52.4%. Specifically, Indonesia ranks 108th, with the highest percentage being Central Java (70.9%), followed by Papua (68.0%). In addition, infant nutritional status can be measured by the index of weight per age (W/A), height per age (H/A), and weight per height (W/H).Purpose this study aims to determine the relationship between exclusive breastfeeding, mothers' knowledge about child nutrition,MethodThis quantitative research used an analytical design utilizing a cross-sectional approach. The population in this study was all mothers with infants aged 7-12 months in Mandah Village, Natar Sub-District, South Lampung Regency, from January to February 2022, totaling 89 respondents. In this study, the sampling technique employed was total sampling using univariate and bivariate data analysis with chi-square test.Results Based on the statistical tests, the p-value of exclusive breastfeeding was 0.020, knowledge was 0.031, and attitude was 0.037, or a p-value <0.05.Conclusion a relationship between exclusive breastfeeding, mothers' knowledge about child nutrition, and mothers' attitudes towards the nutritional status of infants in Mandah Village, Natar Sub-District, South Lampung Regency in 2022.Suggestions:study is expected to be material for health information about the relationship between exclusive breastfeeding, mothers' knowledge about child nutrition, and mothers' attitudes towards the nutritional status of infants so that infant nutrition coverage rates can be achieved. Keywords:Exclusive breastfeeding, knowledge, attitudes, and nutritional status 
MANFAAT NUGGET LELE UNTUK MENGATASI BALITA BGM (BAWAH GARIS MERAH) PADA BALITA DI DESA MERAK BATIN DUSUN CITEREP KECAMATAN NATAR LAMPUNG SELATAN Yuviska, Ike Ate; Yuliasari, Dewi
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2023): Volume 5 Nomor 2 November 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i2.12787

Abstract

Masa balita merupakan periode perkembangan fisik dan mental yang pesat. Kesehatan seorang balita sangat dipengaruhi oleh gizi yang diserap oleh tubuh mengakibatkan mudah terserang penyakit karena gizi memberi pengaruh yang besar terhadap kekebalan tubuh( Ellya, 2010).Gizi memegang peranan penting dalam Siklus hidup manusia. Kekurangan gizi pada bayi dan balita dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan, apabila tidak diatasi dapat berlanjut hingga dewasa dimana tidak dapat mencapai tumbuh kembang optimal sehingga sangat di perlukan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang cukup dan bermutu sejak bayi berumur 6 bulan sampai 24 bulan, dan meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia 24 bulan atau lebih (Nurheti,2010).Penyuluhan ini bertujuan untuk mengetahui Untuk melihat gambaran,menganalisa dan melakukan Intervensi terhadap masalah yang menjadi prioritas kesehatan masyarakat di Desa Merak Batin Dusun Citerep Kecamatan Natar Lampung Selatan.Hasil penyuluhan diperoleh Menurut Departemen Kesehatan (2005) Balita Bawah Garis Merah (BGM ) adalah balita yang saat ditimbang berat badannya berada pada garis merah atau di bawah garismerah pada Kartu Menuju Sehat (KMS). Berat badan yang berada di Bawah GarisMerah (BGM) pada KMS merupakan perkiraan untuk menilai seseorang menderita gizi buruk, tetapi bukan berarti seseorang balita telah menderita gizi buruk, karena ada anak yang telah mempunyai pola pertumbuhan yang memang selalu dibawah garis merah pada KMS. Berat Badan di Bawah Garis Merah (BGM) bukan menunjukkan keadaangizi buruk tetapi sebagai peringatan untuk konfirmasi dan tindak lanjut. Hal ini tidak  berlaku pada anak dengan berat badan awalnya sudah berada dibawah garis merah. Ikan termasuk hewan bertulang belakang (vertebrata) yang hidup di air . ikan di klasifikasikan ke dalam Filum Chordata dengan karakteristik memiliki insang yang berfungsi untuk mengambil oksigen terlarut dari air dan memiliki sirip untuk berenang. Ikan dapat ditemukan hampir di semua tipe perairan di dunia dengan  bentuk dan karakter yang berbeda-beda (Adrim, 2010). Ikan lele yang hidup di air tawar ini kaya akan gizi sebagai penyedia protein yang baik, selain itu menggandung fosfor, kalium, lemak, omega – 3, omega – 6, dan vitamin B12 dengan kandungan merkuri yang rendah (Rukmana dkk., 2017). Kata Kunci     : Gizi, Balita, NugetLele
Program Kreativitas Mahasiswa Dalam Inovasi pemberian KIE tentang Penting nya ASI Ekslusif serta Pijat Oksitosin (“KALI ASIEK” Keluarga Peduli ASI Eklusif) Yuviska, Ike Ate; Yuliasari, Dewi
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2023): Volume 5, Nomor 1, MEI 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i1.10272

Abstract

Pemberian ASI Eksklusif dikenal sebagai salah satu yang memberikan pengaruh paling kuat terhadap kelangsungan hidup anak, pertumbuhan dan perkembangan. Zat gizi yang berkualitas tinggi pada Air Susu Ibu (ASI). Dukungan pemberian ASI Eksklusif bentuk memberikan perlindungan kepada ibu dengan memberikan ASI eksklusif kepada bayinya dan meningkatkan peran dan dukungan keluarga, masyarakat, pemerintah daerah dan pemerintah terhadap ASI eksklusif. Tujuan melakukan inovasi ini untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terkhusus para ibu hamil serta ibu menyusui tentang pemahaman tentang pentingnya ASI Ekslusif. Inovasi ini  merupakan modifikasi dari Kelas Ibu Hamil yang sudah rutin diadakan di Puskesmas kelurahan Ogan Lima. Kegiatan ini berkolaborasi dengan kader untuk mengumpulkan ibu hamil dalam satu kelas ibu hamil yang berjumlah 10 ibu hamil dalam 1 kelas serta ibu yang mempunyai anak usia kurang dari 6 bulan berjumlah 10 orang. Kesimpulan nya pijat oksitosin memberikan banyak manfaat dalam proses menyusui, karena kinerjanya yang merangsang kinerja hormon oksitosin seperti meningkatkan kenyaman pada ibu setelah melahirkan, mengurangi stres pada ibu setelah melahirkan, mengurangi nyeri pada tulang belakang sehabis melahirkan, mengurangi sumbatan ASI, merangsang pelepasan hormon oksitosin dan memperlancar produksi ASI, dan mempercepat proses involusi uterus sehingga mengurangi pendarahan pasca melahirkan.Kata kunci : ASI eksklusif, pijat oksitosin
INOVASI GERHANA (GERAKAN SEDERHANA BERANTAS ANEMIA) DENGAN NUGGET TERI DI DESA KESUGIHAN KECAMATAN KALIANDA LAMPUNG SELATAN Yuliasari, Dewi; Yuviska, Ike Ate; Putri, Betari Cahya
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i1.15263

Abstract

Rata-rata kejadian anemia tergantung pada usia, jumlah anak dan usia kehamilan, status gizi, hal ini erat kaitannya dengan terjadinya anemia pada ibu hamil, karena usia ibu yang tidak dalam kesehatan reproduksi selama kehamilan adalah 35 tahun. Usia yang lebih tua, jumlah paritas yang banyak, dan jarak kelahiran yang pendek dapat menyebabkan anemia, dan anemia yang disebabkan oleh status gizi kurang merupakan salah satu komplikasi ibu hamil. Tujuan Kegiatan Komunitas dengan Inovasi  “Laporan  Kegiatan Komunitas Dengan Inovasi Gerhana (Gerakan Sederhana Berantas Anemia) Dengan Nugget Teri Di desa Kesugihan Kecamatan Kalianda Lampung Selatan Tahun 2024. Pelaksanaan dalam kegiatan pengabdian masyarakat telah diikuti tenaga kesehatan setempat, tokoh masyarakat setempat (kepala desa, kepala RT, RW, kader) desa Kesugihan Kecamatan Kalianda Lampung Selatan. sehingga melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat khususnya ibu hamil mampu memahami dan menyadari tentang anemia dan bahaya anemia pada ibu hamil. Kegiatan ini merupakan Inovasi GERHANA kelas ibu hamil dengan memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan  anemia dan pemberian intervensi nugget teri pada ibu hamil. Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk mensintesis gagasan kreatif melalui sebuah program edukasi dengan menitikberatkan pada usaha preventif dan promotif dalam mencegah dan mengatasi anemia pada ibu hamil. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah advokasi kepada tokoh masyarakat, pembinaan terhadap kader dan ibu hamil. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman tentang bahaya anemia pada ibu hamil  dan memberikan hasil peningkatan pengetahuan tentang anemia pada ibu hamil. Pentingnya program pencegahan anemia yang terjadi pada ibu hamil yang dilakukan secara regular agar bisa menyadarkan dan mengingatkan kembali tentang pentingnya kesehatan terhadap kondisi yang menyebabkan terjadinya anemia pada ibu hamil.