Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN KURMA TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI PUSKESMAS RAJABASA INDAH BANDAR LAMPUNG Ike Ate Yuviska; Dewi Yuliasari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i4.1860

Abstract

Berdasarkan  hasil  Analisis  Survey  Demografi  Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi yaitu 359/100.000 KH. Penyebab utama kematian ibu secara langsung adalah perdarahan 28%, eklampsia 24%, dan infeksi 11%. Penyebab secara tidak langsung adalah anemia 51%.Tujuan penelitian ini Diketahui pengaruh pemberian kurma terhadap kenaikan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di wilayah kerja puskesmas rajabasa indah Bandar lampung.                Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan penelitian menggunakan Quasy Experimental Design (eksperimen semu), Non Equivalent  Control  Group. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil dengan anemia di wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung dengan jumlah kunjungan bulan januari 2018 sebanyak 56 orang, sampel sebanyak 40 orang, dimana 20 responden deberikan kurma  dan  Fe  (kelompok  eksperimen), sedangkan 20  responden lainnya hanya diberikan Fe (kelompok control). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisa data univariat dan bivariat menggunakan uji t (T-Test Independen).Hasil penelitian diketahui rata-rata kadar hemoglobin sebelum diberikan perlakuan pada ibu hamil sebesar 9.8, standar deviasi sebesar 0.3238 dan rata-rata kadar hemoglobin sesudah diberikan perlakuan pada ibu hamil sebesar 11.3, standar deviasi sebesar 0.2552, sedangkan rata-rata kadar hemoglobin sebelum untuk kelompok control  pada ibu hamil sebesar 9.8, standar deviasi sebesar 0.2235 dan rata-rata kadar hemoglobin sesudah untuk kelompok kontrol pada ibu hamil sebesar 10.7, standar deviasi sebesar 0,1947. Ada pengaruh pemberian kurma terhadap kenaikan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia di wilayah kerja puskesmas rajabasa indah Bandar lampung dengan nilai P-Value 0.000 < α ( 0,05). Disarankan untuk memberikan kurma pada ibu hamil dengan anemia sebagai alternative pencegahan dan pengobatan anemia sehingga dapat mengurangi kejadian komplikasi pada saat persalinan seperti perdarahan. 
Oxytocin Massage Effects Increasing Breast Milk Production In Postpartum Mothers Ike Ate Yuviska; Neneng Siti Lathifah; Via Malfinia Ashari; Anggraini Anggraini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v8i2.5095

Abstract

Latar Belakang : Pijat oksitosin merupakan tindakan yang dilakukan suami pada ibu menyusui berupa pijat punggung pada punggung ibu untuk meningkatkan pelepasan hormon oksitosin. Menurut data Profil Kesehatan Provinsi Lampung (2019), dari total pemberian ASI eksklusif, hanya 69,3% bayi usia 0-6 bulan. Kurangnya pemberian ASI eksklusif di perkotaan dengan persentase 50%-<75% terutama di Bandar Lampung dan beberapa kabupaten lainnya, sedangkan di Kabupaten Tanggamus pemberian ASI eksklusif untuk bayi usia 0-6 bulan sebesar 80,6%. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI bagi kelangsungan hidup, tumbuh kembang bayi.Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui Rata-rata Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu postpartum Di BPM Damsiana S.ST Talang Padang Tahun 2021.Metode : Metode yang digunakan adalah Pre Experimental dengan pendekatan one group pretest and posttest design. Data seluruh ibu postpartum normal yang bersalin di BPM Damsiana, S.ST. dalam 1 bulan ibu postpartum sebanyak 40 orang, dengan teknik purposive sampling, analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon.Hasil : Hasil uji statistik diperoleh nilai P = 0,000 (<0,05) yang artinya ada pengaruh pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu Postpartum  di BPM Damsiana S.ST Talang Padang  Tahun  2021.Kesimpulan : Menurut peneliti , dengan memberikan pijat oksitosin alternatif yang dapat merangsang proses peningkatan produksi ASI, pijat oksitosin memberikan rasa nyaman, rileks dan tenang sehingga membantu meningkatkan produksi ASI menjadi lebih banyak dan dapat mengatasi masalah ASI yang tidak lancar. produksi.Saran : Disarankan kepada ibu yang didampingi keluarganya dapat melakukan kegiatan ini secara rutin, tujuannya untuk memperlancar ASI, dan diharapkan setelah diberikan pijat oksitosin akan terjadi peningkatan kelancaran ASI. Kata Kunci : menyusui, pijat oksitosin, ibu postpartum ABSTRACT Backgrounds:Oxytocin massage is an action taken by husbands on breastfeeding mothers in the form of back massage on the mother's back to increase the release of the hormone oxytocin. According to data from the Health Profile of Lampung Province (2019), of the total exclusive breastfeeding, only 69.3% of infants aged 0-6 months. The lack of exclusive breastfeeding in urban areas with a percentage of 50%-<75%, especially in Bandar Lampung and several other districts, while in Tanggamus district, exclusive breastfeeding for infants aged 0-6 months is 80.6%.International guidelines that recommend exclusive breastfeeding for the first 6 months are based on scientific evidence about the benefits of breastfeeding for infant survival, growth and development.Purpose :this study is to know the Average Effect of Oxytocin Massage on Increasing Breast Milk Production in Postpartum Mothers at BPM Damsiana S.ST Talang Padang in 2021.Methods :the method is Pre Experimental with approach one group pretest and posttest design. Data on all normal postpartum mothers who gave birth at BPM Damsiana, S.ST. in 1 month there were 40 postpartum mothers, technique purposive sampling, univariate and bivariate data analysis using wilcoxon test.Results : The results of the statistical test obtained a P-value = 0.000 (<0.05) which means that there is an effect of oxytocin massage on increasing milk production in postpartum mothers at BPM Damsiana S.ST Talang Padang in 2021.Conclusion:According to researchers, by giving oxytocin massage, an alternative that can stimulate the process of increasing breast milk production, oxytocin massage provides a sense of comfort, relaxation and calm so that it helps increase milk production to become more and can overcome the problem of non - Smooth milk production.Suggestions:It is recommended that mothers accompanied by their families can carry out this activity regularly, the goal is to smooth breast milk, and it is hoped that after being givenmassage there oxytocin will be an increase in the smoothness of breast milk. Keywords: Breastfeeding ,Oxytocin Massage,Postpartum Mothers  
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETERLAMBATAN PENCARIAN PENGOBATAN PADA PENDERITA KUSTA DI PUSKESMAS PAYUNGREJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Ike Ate Yuviska; Khoidar Amirus
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.333 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v9i1.126

Abstract

Yayasan Kanker Indonesia memaparkan angka kematian kanker serviks terbanyak diantara jenis kanker lain di kalangan perempuan. Diperkirakan 52 juta perempuan Indonesia beresiko terkena kanker serviks, sementara 36 % perempuan dari seluruh penderita kanker adalah pasien kanker serviks. Terdapat 15.000 kasus baru pertahun dengan kematian 8.000 orang pertahun. Angka harapan hidup lima tahun, jika kanker ini diketahui dan diobati pada stadium 1 adalah 70-75 %, pada stadium 2 adalah 60 %, pada stadium 3 tinggal 25 %, dan pada stadium 4 penderita sulit diharapakan bertahan. Tujuan penelitian ini diketahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kanker serviksberdasarkan data di Rumah Sakit Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jenis penelitian kuantitatif, desain analitik dengan pendekatan case control. Data sekunder.Populasi penelitian yaitu seluruh penderita kanker serviks yang ada di ruang Poli kebidanan periode Januari – Desember 2013 berjumlah 91. Sampel terdiri dari 81 kasus dan 81 kontrol, pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling. Sedangkan analisis data univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi, bivariat menggunakan uji Chi Square dan multivariatdengan regresi logictic ganda. Hasil penelitian secara analisa multivariat menunjukkan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kanker serviks, yaitu usia menikah (P-Value= 0,032 ; OR=2,596), usia ibu (P-Value= 0,006 ; OR=2,877), riwayat keluarga (PValue= 0,022; OR=2,329), penggunaan kontrasepsi pil (P-Value= 0,001; OR=3,198), Faktor dominan yang berhubungan dengan kanker serviks yaitu penggunaan kontrrasepsi pil (P-Value= 0,001 dan OR = 3,198). Hasil persamaan regresi logistik ganda bahwa pada kondisi usia menikah, usia ibu, riwayat keluarga ibu dan penggunaan kontrasepsi pil memiliki probabilitas terhadap kejadian kanker serviks sebesar 58,7 %. Penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan peran serta dinas kesehatan, bekerjasama dengan petugas kesehatan dan tokoh masyarakat dalam mencegah dan menangani kejadian kanker serviks.
PENGEMBANGAN METODE CENTRIFUGE PEMERIKSAAN DARAH TEBAL MALARIA (Studi Kasus di Kabupaten Musi Rawas) Ike Ate Yuviska
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 11, No 4 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.255 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v11i4.132

Abstract

Pendahuluan: Penyebab kematian terbesar ibu di indonesia yaitu perdarahan (30,0%). Jika involusi berjalan normal maka akan dapat mengurangi kejadian perdarahan post partum.Menurut dr. Asti Praborini bahwa ibu yang melakukan inisiasi menyusu dini akan mempercepat involusi uterus karena pengaruh hormon oksitosin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan inisiasi menyusu dini dengan involusi uteri terhadap ibu post partum di BPS Desy Andriani Bandar Lampung tahun 2016.Metode: Penelitian Kuantitatif ini, menggunakan desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di BPS Desy Andriani Bandar Lampung, sampel penelitian sebanyak 32 responden, masing-masing 22 sebagai kelompok intervensi dan 10 sebagai kelompok kontrol, pengambilan sampel mengunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan chi square.Hasil: Dari hasil penelitian yang dilakukan, hasil analiasis univariat diketahui bahwa sebagian besar ibu post partum melakukan IMD (68,8%), dan yang tidak dilakukan IMD (31,2%), dari hasil analisis bivariat bahwa dari 32 responden, kelompok intervensi terbagi menjadi 3 kategori yaitu: cepat (68.2%), normal (27.3%), dan lambat (4.5%). Serta kelompok kontrol dengan hasil kategori cepat (20.0%), normal (50.0%), dan lambat (30.0%). Hasil uji statistik didapatkan p-value = 0,022 (p-value < α = 0,005) yang berarti bahwa ada hubungan inisiasi menyusui dini dengan involusi uteri pada ibu post partum di BPS Desy Andriani Bandar Lampung tahun 2016. Diharapkan tenaga kesehatan khususnya bidan agar dapat memberikan pendidikan kepada ibu tentang hubungan inisiasi menyusu dini yang dapat memberikan banyak keuntungan bagi ibu maupun bayi.
Penyuluhan Tentang Fluor Albus (Keputihan) Pada Remaja Putri Di SMPN 27 Bandar Lampung Ana Mariza; Susilawati Susilawati; Ike Ate Yuviska
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i2.2683

Abstract

Dalam kehidupan kesehatan seorang wanita terdapat beberapa keluhan penyakit, salah satu keluhan yang amat mengganggu itu adalah fluor albus (keputihan). Fluor albus adalah cairan yang berlebihan yang keluar dari vagina. Keputihan bisa bersifat fisiologis (dalam keadaan normal) namun bisa juga bersifat patologis (karena penyakit). Tidak banyak wanita yang tahu apa itu keputihan dan terkadang menganggap enteng persoalan keputihan ini. Padahal keputihan tidak bisa dianggap enteng, karena akibat dari keputihan ini bisa sangat fatal bila lambat ditangani.Tujuan kegiatan penyuluhan ini  untuk agar remaja putri mengerti mengenai penyebab serta penanganan keputihan karena jika tidak ditangani keputihan dapat mengganggu kesehatan alat reproduksi sehingga bisa mengakibatkan kemandulan dan hamil diluar kandungan, keputihan juga bisa merupakan gejala awal dari kanker leher rahim, yang bisa berujung pada kematian. Kegiatan ini dilakukan di SMPN 27 Bandar Lampung. Kegiatan ini diawali dengan memberikan pertanyaan seputar pengetahuan remaja putri mengenai keputihan. Dilanjutkan dengan memberikan materi menggunakan power point dan memberikan leaflet. Hasil kegiatan ini adalah didapatkan peningkatan pengetahuan remaja tentang keputihan sebanyak 60%. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk meningkatkan kesehatan reproduksi khususnya remaja putri yang merupakan calon ibu yang kelak akan melahirkan generasi penerus bangsa ini. Kata Kunci : Penyuluhan, Remaja Putri, Fluor Albus,  ABSTRACT In a woman's health life there are several complaints of illness, one of the complaints that is very disturbing is fluor albus (leucorrhoea). Fluor albus is excessive fluid that comes out of the vagina. Leucorrhoea can be physiological (under normal circumstances) but can also be pathological (due to disease).. Not many women know what vaginal discharge is and sometimes underestimate this vaginal discharge problem. Though vaginal discharge cannot be taken lightly, because the effects of vaginal discharge can be very fatal if it is slowly handled. The purpose of this counseling activity is to make adolescent understand about the causes and treatment of vaginal discharge because if not treated vaginal discharge can interfere with reproductive health so that it can result in infertility and pregnancy outside uterine, vaginal discharge can also be an early symptom of cervical cancer, which can lead to death. This activity was carried out at SMPN 27 Bandar Lampung. This activity begins by giving questions about the knowledge of young women about vaginal discharge. Followed by giving material using power points and giving leaflets. The results of this activity are obtained an increase in adolescent knowledge about vaginal discharge as much as 60%. This activity is the first step to improve reproductive health, especially young women who are future mothers who will give birth to the next generation of this nation.Key Words : Counseling,  Adolescent, Fluor AlbusPenyuluhan Tentang Fluor Albus (Keputihan) Pada Remaja Putri Di SMPN 27 Bandar Lampung
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN Yanti Rukmana Sari; Ike Ate Yuviska; Sunarsih Sunarsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i2.1726

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi sampai 6 bulan tanpa tambahan cairan ataupun makanan lain. Berdasarkan persentase bayi yang mendapat ASI ekslusif di Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2016 sebesar 74,9% (6.494 bayi) mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai 93,8% (19.722 bayi). Hal ini berarti capaian ASI eksklusif sudah melampaui target sebesar 70%. Sedangkan pada tahun 2017 mengalami penurunan sebesar 59,7% berarti apaian ASI eksklusif belum melampaui target sebesar 100%. Berdasarkan presurvey peneliti bulan Mei 2019 di PMB Chatarina Erna. P, Amd.Keb bahwa dari 54 orang ibu menyusui bayi usia 0-6 bulan. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dianjurkan oleh pedoman internasional yang didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI baik bagi bayi, ibu, keluarga, maupun negaraTujuan penelitian adalah diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberian asi eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di PMB Chatarina Erna. P, Amd.Keb Katibung Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2019.Metode Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Seluruh ibu yang memiiliki bayi usia 0-6 bulan di PMB Chatarina Erna. P, Amd.Keb Katibung Kabupaten Lampung Selatan bulan Maret – Mei Tahun 2019 sebanyak 54 orang. teknik sampling yang digunakan total sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi dan analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian diketahui pemberian pemberian ASI Eksklusif sebanyak 20 orang (37,0%), Motivasi yang mendukung sebanyak 39 orang (72,2%), Pengetahuan kurang baik sebanyak 33 orang (61,1%). Tidak ada hubungan antara teknik menyusui dengan pemberian asi eksklusif dengan nilai p-value = 0, 364. Tidak ada hubungan antara motivasi dengan pemberian asi eksklusif dengan nilai p-value = 0, 507.Kesimpulan Ada hubungan antara pengetahuan dengan pemberian asi eksklusif dengan nilai p-value = 0, 000.Saran Bagi ibu diharapkan para ibu menyusui menambah pengetahuan, wawasan dan mencari informasi yang sebanyakbanyaknya tentang cara menyusui yang benar serta meningkatkan hubungan antar individu yang nantinya bisa berbagai informasi, pengalaman serta saling mendukung dalam memberikan ASI kepada anaknya. Kata Kunci             : faktor-faktor pemberian ASI eksklusif 0-6 bulan 
PENGARUH PEMBERIAN KAPSUL KELOR TERHADAP PRODUKSI ASI Yuliati Shoffiyah; Achmad Farich; Dainty Maternity; Ike Ate Yuviska
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i1.2338

Abstract

ABSTRACT : THE EFFECT OF GIVING MORINGA CAPSULES ON BREAST MILK PRODUCTIONBackground In Indonesia, the proision of breastfeeding eclusiely for si months just reached 30.2% case is still far from the target that 80% regard it in because of lack of awareness of society in encouraging an increase in the proision of breastfeeding eclusiely , lack of knowledge of mothers , families and communities about the importance of breastfeeding eclusiely . The purpose of this study was to determine the effect of morngaoliefera leaf capsules on breast milk production in the working area puskesmas of Gedung Sari Lampung entral Health enter in 2019.MethodsThis type of uantitatie research with a research design using a pre experimental approach with a pretest and post test with control group design . Samples of all nursing mothers were 40 people. The population of breastfeeding mothers is 79 people. 20 people as a group eperiment and 20 people as a group control with the techniue of sampling purposive sampling .Anilsa the data to test T-test independent.Results of the study is to show the aeragefreuency before administration of the capsule leaes of oringa to the production of breast milk in the region work PuskesmasGedung Sari entral Lampung in 2019 ie 26.50 , the aeragefreuency after administration of the capsule leaes of oringa to the production of breast milk in the region work Puskesmasuilding Sari Lampung The middle of 2019 is 80.50 , and there is an influence of giingoringa leaf capsules to the production of breast milk in the working area of the Sari Lampung entral Health enter in 2019 . ConclusionT test results obtained p value 0,000 <α (0 , 05 there is an effect of consumption of Moringa leaf capsules on milk production).  Suggestions for the public are expected that mothers want to consume Moringa leaf capsules in accordance with the recommendations because Moringa capsules can increase milk production.eKeywords   : Moringa leaf capsules giving, Production ASI Abstrak  Latar Belakang Di Indonesia pemberian ASI eksklusifselamaenambulanbarumencapai 30,2% halinimasihjauhdari target yaitu 80% halini di karenakan rendahnya kesadaran masyarakat dalam mendorong peningkatan pemberian ASI eksklusif, kurangnya pengetahuan ibu, keluarga serta masyarakat tentang pentingnya ASI eksklusif.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian kapsul daun kelor terhadap produksi ASI di wilayah kerja Puskesmas Gedung Sari Lampung Tengah Tahun 2019. Metode Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian menggunakan pendekatan pre experimental dengan rancangan pretest dan post test with control group. Populasi ibu menyusui sebanyak 79 orang. Sampel seluruh ibu menyusui sebanyak 40 orang. 20 orang sebagai kelompok eksperimen dan 20 orang sebagai kelompok kontrol dengan teknik sampling purposive sampling. Analisa data dengan uji T-test independent.Hasil penelitian ini menunjukan rata-rata  frekuensi sebelum pemberian kapsul daun kelor terhadap produksi ASI di wilayah kerja Puskesmas Gedung Sari Lampung Tengah Tahun 2019 Tahun 2019 Yaitu 26.50, rata-rata frekuensi sesudah pemberian kapsul daun kelor terhadap produksi ASI di wilayah kerja Puskesmas Gedung Sari Lampung Tengah Tahun 2019 Yaitu 80.50, serta ada pengaruh pemberian pemberian kapsul daun kelor terhadap produksi ASI di wilayah kerja Puskesmas Gedung Sari Lampung Tengah Tahun 2019 .Kesimpulan ada pengaruh konsumsi kapsul daun kelor terhadap produksi ASI.Saran untuk masyarakat diharapkan para ibu mau mengkonsumsi kapsul daun kelor sesuai dengan anjuran karena kapsul kelor dapat meningkatkan produksi ASI.Kata kunci           : Pemberian Kapsul Daun Kelor, Produksi ASI
PERBEDAAN PEMBERIAN JUS KACANG HIJAU DAN JUS JAMBU BIJI MERAH TERHADAP PENINGKATAN KADAR HAEOMOGLOBIN PADA RISMA DI DESA MAJA KECAMATAN KALIANDA TAHUN 2018 Ike Ate Yuviska; Linda Armiyanti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v5i1.914

Abstract

 ABSTRAK Anemia merupakan suatu keadaan dimana komponen di dalam darah yaitu hemoglobin (Hb) dalam darah jumlahnya kurang dari kadar normal. Angka kejadian anemia di Lampung pada tahun 2013 mencapai 57,1%. Anemia pada remaja putri masih merupakan masalah kesehatan masyarakat karena prevalensinya lebih dari 15%.Tujuan penelitian ini Diketahui Perbedaan Pemberian Jus kacang hijau dan jus jambu biji merah terhadap peningkatan haemoglobin pada RISMA di Desa Maja Kecamatan Kalianda Tahun 2018.Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen atau eksperimen semu dengan two group pretest-postest dimana peneliti melakukan observasi pertama (pretes) kemudian peneliti menguji perubahan perubahan yang terjadi setelah adanya perlakuan, dalam desain ini tidak ada kelompok kontrol (pembanding), penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Perbedaan Jus kacang hijau dan jus jambu biji merah terhadap penigkatan Haemoglobin. Populasi dalam penelitian ini yakni remaja putri (12-25 tahun) sejumlah 61 orang, dan sampel penelitian ini yakni 30 orang. Sasaran dalam penelitian adalah seluruh  remaja putrid usia 12-25 tahun , tempat penelitian telah dilaksanakan di Desa Maja Kecamatan Kalianda Tahun 2018 waktu penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli 2018.Hasil penelitian rata-rata Hb remaja sebelum konsumsi jus kacang hijau adalah 10,107dengan standar deviasi 1,0278.Rata-rata Hb ibu setelah konsumsi kacang hijau adalah 10,813 dengan standar deviasi 1,0460.Rata-rata Hb ibu sebelum konsumsi jus jambu biji adalah 10,040 dengan standar deviasi 1,2403.Rata-rata Hb ibu setelah konsumsi jus jambu biji adalah 10,507 dengan standar deviasi 1,3456.Ada perbedaan Pemberian Jus kacang hijau dan jus jambu merah terhadap peningkatan haemoglobin pada RISMA di Desa Maja Kecamatan Kalianda Tahun 2018. Dengan nilai mean pada kelompok bubur kacang hijau sebesar0,7067dan mean pada kelompok jus jambu biji sebesar 0,4667 (p-value 0,000). Bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan konseling pada remaja tentang anemia dan cara pencegahannya serta memantau kadar HB pada remaja. Kata kunci: Jus Jambu Biji,  Jus Kacang Hijau, Kadar Haemoglobin 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN SUSU FORMULA PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI BPS ZUBAIDAH SYAH, S.ST KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2017 Ike Ate Yuviska
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v4i2.651

Abstract

Berdasarkan data prasurvey pada bulan Maret 2017 Di Puskesmas Bengkunat Belimbing Kabupaten Pesisir Barat, terdapat 10 ibu dengan bayi usia 0-6 bulan, berdasarkan data wawancara,terdapat 7 dari 10 ibu (70%) ibu dengan bayi usia 0-6 bulan tidak memberikan ASI namun susuformula, setelah dilakukan pengkajian lebih lanjut, 2 dari 7 ibu (28,6%) mengatakan tidak mengetahuitentang pentingnya pemberian ASI, 3 dari 7 ibu (42,8%) mengatakan karena sibuk bekerja yangbanyak menyita waktu, dan 2 dari 7 ibu (28,6%) mempunyai pendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD).Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian susuformula pada bayi usia 0-6 bulan Di BPS Zubaidah Syah, S.ST Kota Bandar Lampung Tahun 2017. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan Rancangananalitik dan menggunakan pendekatan cross sectional. populasi dalam penelitian ini adalah rata-rataibu yang memiliki bayi dengan usia 0-6 bulan dalam setiap bulannya yang berjumlah 30 responden.Teknik pengambilan sample dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling. Analisis datayang digunakan oleh peneliti yaitu dengan chi square. Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan p-value 0,046, 0,029 dan 0,011 atau p-value < 0,05yang artinya terdapat hubungan antara faktor-faktor yang berhubungan dengan pemberian Susuformula pada bayi usia 0-6 bulan Di BPS Zubaidah Syah, S.ST Kota Bandar Lampung Tahun 2017.Diharapkan kepada petugas kesehatan agar dapat meningkatkan pelayanan kesehatan dengan caramemberikan pendidikan kesehatan kepada ibu hamil tentang pentingnya pemberian Susu formula padabayi.
PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KATUK DAPAT MENINGKATKAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI Ragillia Elvina Safitri; Ike Ate Yuviska; Astriana Astriana; Sunarsih Sunarsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v7i4.4936

Abstract

Background Milk production which is not quite the most common factors that lead to the cessation of the practice of exclusive breastfeeding type in an attempt to increase the rate of secretion and milk production is through the use of traditional herb medicine such as leaf extract katuk S leaves katuk been shown to have a wide variety of non-pharmacological activity. And katuk contains a number of important nutrients such as protein, vitamin C, vitamin D, calcium to folic acid. The purpose of this research is  to determine the effect of giving Katuk leaf extract on breast milk production of breastfeeding mothers at Kemiling Inpatient Health Center Bandar Lampung 2021.Method research design using pre-experimental method with two group pretest – posttest approach. sampling technique with purposive sampling as many as 30 breastfeeding mothers, the results of the study were analyzed by independent t-test. This data was taken using an observation sheet in the form of a checklist for the consumption of katuk leaves extract that was consumed by the mother. This research was conducted in March-July 2021. The results of statistical tests using independent obtained p-value 0.001 <0.05, it can be concluded that there is a significant difference between giving katuk leaf extract and not giving katuk leaf extract.Conclusion The results of statistical test using independent  t-test obtained p-value 0.001 <0.05, it can be concluded that there is a significant difference between giving katuk leaves extract and not giving katuk leaves extract. Suggestion Future researchers are expected to use this research source as an additional reference. Further research on the effect of katuk leaf extract on breast milk production by adding other herbal ingredients in accordance with the prescribed dose Keywords: Katuk Leaves Extract, ASI ABSTRAK Latar Belakang Produksi ASI yang tidak cukup merupakan faktor penghambat yang paling umum menyebabkan berhentinya praktik pemberian ASI eksklusif ketik salah satu upaya meningkatkan laju sekresi dan produksi ASI adalah melalui penggunaan obat ramuan tradisional seperti ekstrak daun katuk S daun katuk telah terbukti memiliki berbagai macam aktivitas nonfarmakologi. Dan katuk mengandung sejumlah nutrisi penting seperti protein, vitamin C, vitamin D, kalsium hingga asam folat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun  Katuk Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Di Puskesmas Rawat Inap Kemiling Bandar Lampung 2021Metode penelitian Desain penelitian menggunakan metode Pra Eksperimental dengan pendekatan two grouppretest – posttest. teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 30 orang ibu menyusui, hasil penelitian dianalisa dengan uji independent t- test. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret-juli 2021.Hasil uji statistik menggunakan independen didapat nilai p-value  0, 001< 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan  yang  signifik  antara pemberian ektrak daun katuk dan yang tidak diberikan ektrak daun katukKesimpulan Hasil uji statistik didapatkan nilai p< 0,05 sehingga dapat disimpulkan Ha dierima yang artinya ada pengaruh pemberian ektrak daun katuk terhadap ibu menyusui menyusui Di Puskesmas Rawat Inap Kemiling Bandar Lampung 2021. Saran untuk Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan sumber penelitian ini sebagai referensi tambahan. Penelitian lebih lanjut tentang pengaruh ekstrak daun katuk terhadap produksi ASI dengan menambahan bahan herbal lainnya sesuai dengan dosis yang ditentukan Kata Kunci : Ekstrak Daun Katuk,ASI