Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Perilaku Struktur Gedung Fakultas Pariwisata Universitas Udayana Akibat Beban Gempa dengan Metode Respon Spektrum I Made Andika Candra; I Made Sastra Wibawa; I Gede Gegiranang Wiryadi; I Made Letra
Jurnal Ilmiah Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar (JITUMAS) Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Teknik UNMAS Denpasar
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Fakultas Pariwisata Universitas Udayana merupakan gedung fasilitas pendidikan yang berlokasi di Jalan Kampus Bukit Jimbaran, Badung, Bali. Adapun menurut SNI 1726:2012 fasilitas pendidikan masuk kedalam kategori resiko IV yang berarti gedung ini memiliki risiko yang tinggi terhadap jiwa manusia saat terjadinya gempa. Oleh karena itu Analisis perilaku struktur diperlukan pada gedung ini untuk mengetahui ketahanan gedung terhadap gempa. Analisis perilaku yang dilakukan menggunakan metode respon spektrum. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana perilaku struktur terhadap gaya gempa dengan metode respon spektrum sesuai SNI 1726:2012. Hal yang ditinjau yaitu simpangan antar tingkat dan gaya geser dasar pada gedung. Hasil analisa menunjukan simpangan antar tingkat dan gaya geser dasar berdasarkan gaya gempa rencana dari analisis respon spektrum arah X dana Arah Y memenuhi persyaratan SNI 1726:2012 yaitu simpangan antar tingkat yang terjadi pada struktur gedung lebih kecil dari pada simpangan antar tingkat yang diizinkan. Adapun gaya geser yang terjadi pada struktur pada arah X sebesar 1175,46 kN dan pada arah Y sebesar 1224,65 kN.
Pemodelan dan Analisis Gedung dengan Metode Response Spektrum (Studi Kasus: Gedung Rektorat Universitas Mahasaraswati Denpasar) Pande Putu Lingga Aditya Prawira; I Made Sastra Wibawa; I Ketut Diartama Kubon Tubuh
Jurnal Ilmiah Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar (JITUMAS) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik UNMAS Denpasar
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan daerah rawan gempa, gempa bumi yang terjadi di Indonesia banyak yang menimbulkan kerusakan struktur bangunan gedung di Indonesia. Aturan perencanaan untuk mendirikan bangunan adalah bangunan tersebut harus mampu menahan beban gempa yang ada. Karena pada dasarnya prinsip bangunan tahan gempa adalah boleh terjadi kerusakan pada bangunan tersebut, tetapi tidak pada elemen struktur Penelitian ini mengambil studi kasus Gedung Rektorat Universitas Mahasaraswati Denpasar yang berlokasi di Jalan Kamboja, Dangin Puri Kangin, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali. Gedung ini memiliki ketinggian 20,40 meter dengan jumlah tingkat yaitu 4 lantai. Menurut peraturan SNI 1726:2012 fungsi Gedung ini ditunjukan sebagai fasilitas Pendidikan dengan kategori resiko II. Perilaku struktur diamati dari hasil analisis elastik linier berupa perbandingan luas, simpangan tingkat dan gaya gesar dasar. Hasil dari analisis respon spektrum yaitu perilaku struktur gedung. Luas tulangan yang didapat pada software SAP2000 lebih kecil dari luas tulangan yang di lapangan, hasil simpangan antar tingkat dan gaya geser dasar berdasarkan gaya gempa rencana dari analisis respon spektrum arah X dana Arah Y memenuhi persyaratan pada SNI 1726:2012 yaitu simpangan antar tingkat yang terjadi pada struktur gedung lebih kecil dari pada simpangan antar tingkat yang diizinkan. Adapun gaya geser yang terjadi pada struktur pada arah X sebesar 1373,10 kN dan pada arah Y sebesar 1375,86 kN.
Perbandingan Gaya-Gaya Dalam dan Berat Baja dengan Sistem Struktur Diagrid dan Konvensional pada Bangunan Asimetris Kadek Yudistira Mahendra Putra; I Made Nada; I Putu Agus Putra Wirawan; I Made Sastra Wibawa
Jurnal Ilmiah Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar (JITUMAS) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik UNMAS Denpasar
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap gempa, salah satu cara untuk mencegah kerusakan bangunan terhadap gempa adalah menggunakan sistem struktur diagrid. Diagrid adalah sistem struktur dengan menggunakan bracing sebagai pengganti kolom bagian luar sedangkan sistem konvensional adalah sistem struktur pemikul momen (momen frame). Karena di Indonesia banyak bangunan asimetris maka perlu adanya penelitian menggunakan sistem struktur diagrid pada bangunan asimetris. Analisis ini difokuskan terhadap perbandingan kedua sistem struktur (diagrid dan konvensional) yang meliputi gaya-gaya dalam dan berat yang akan dibandingkan besaran selisih dan berat yang akan dihasilkan dengan menggunakan aplikasi SAP2000. Hasil analisis menunjukan nilai yang dihasilkan terhadap kedua sistem struktur yaitu diagrid lebih kecil dibandingkan dengan konvensional akan tetapi momen yang terjadi pada lantai genap terjadi peningkatan karena tidak adanya kolom yang akan menyalurkan beban dari balok pada pertemuan bagian asimetris tersebut, dengan perbandingan yaitu momen negatif balok 2% -27% untuk lantai 6 dan 0% - 30% untuk lantai 10. Perbandingan gaya geser balok yaitu 1% - 18% untuk lantai 6 dan 1% - 12% untuk lantai 10. Dan momen kolom core dengan perbandingan 8% - 69% untuk lantai 6 dan 0% - 30% untuk lantai 10. Sementara gaya aksial kolom core model DIA secara umum lebih besar dari model MF dengan perbandingan 10% - 16% untuk lantai 6 dan 12% - 20% untuk lantai 10. Perbandingan volume baja yang terjadi sistem struktur diagrid lebih efisien 9 % untuk lantai 6 dan 3 % untuk lantai 10 dibandingkan dengan bangunan dengan sistem struktur konvensional
KAJIAN GAGANG PANCING ERGONOMIS UNTUK MENURUNKANKELUHAN NYERI OTOT PERGELANGAN TANGAN PEMANCING I Made Sastra Wibawa; Shinta Enggar Maharani; Ni Putu Suda Nurjani
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aspek desain ergonomis gagang pancing sangat mempengaruhi kenyamanan aktivitasorang-orang yang memiliki hobi memancing, baik itu kegiatan memancing yang dilakukan di sungaimaupun kegiatan memancing yang dilakukan di laut lepas. Kesalahan posisi pada saat melemparumpan sampai pada penangkapan ikan, dapat mengakibatkan cidera maupun kelelahan otot. Kegiatanyang awalnya bertujuan untuk menyalurkan hobi dan menghilangkan penat, dapat berubah menjadikecelakaan yang mengakibatkan cidera otot dan organ tubuh. Untuk meminimalisir hal tersebutdiperlukan sebuah kajian ergonomis terhadap desain alat pancing, sehingga masyarakat yang memilikihobi memancing dapat meminimalisir terjadinya cidera otot. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatifdengan metode wawancara terhadap para pemancing di sekitar area Labuhan Amuk, Karangasem.Kajian terdahulu tentang memancing masih terbatas pada penggunaan umpan dan produktivitastangkapan ikan, oleh sebab itu pustaka penunjang dikaitkan dengan terjadinya keluhan pegal pada jeniskegiatan tertentu terutama sektor informal. Penambahan gagang pancing bercabang ternyata dapatmengurangi timbulnya keluhan pegal saat memancing, hal ini sesuai dengan hasil wawancara yangdilakukan dengan penghobi mancing. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, diperoleh temuanbahwa penggunaan gagang pancing modifikasi dapat menurunkan rasa lelah otot
INTERVENSI ERGONOMI DALAM PENGGUNAAN VIBRATORSEBAGAI ALAT PEMADAT BETON I Made Sastra Wibawa; Ni Putu Suda Nurjani
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intervensi ergonomi merupakan sebuah upaya perubahan sikap kerja yang diharapkanmampu meringankan beban kerja pekerja. Beban kerja yang berlebihan akan berdampak terhadapkeselamatan dan kesehatan pekerja. Apabila pekerja sakit, target pekerjaan tidak akan bisa terlaksanadengan baik. Vibrator merupakan salah satu alat yang memberikan dampak besar bagi kualitas mutubeton. Beton tersusun atas campuran koral, semen, pasir, air dan biasanya ditambakan zat additiveuntuk meningkatkan kualitas. Mutu beton yang berkualitas dipengaruhi oleh tingkat kepadatan dankerapatan beton pada saat pencetakan. Untuk mendapatkan hasil beton yang baik dengan tekstur datardan rapat, diperlukan pemadatan yang baik dan dengan alat yang tepat. Untuk pengecoran yangberskala besar dan dimensi pengecoran yang tebal, kontraktor mempergunakan alat pemadat yangdisebut dengan mesin penggetar vibrator. Mesin vibrator merupakan alat penggetar, yang mana dalampengoperasiannya dapat menimbulkan gangguan pada tangan operator/pekerja seperti terasakesemutan apabila penggunaan alat vibrator dalam waktu yang lama dan terus menerus. Kebijakanpenggunaan vibrator mensyaratkan pekerja untuk menggunakan vibrator dengan cara dipegang, tidakboleh dilepas pada saat mesin dinyalakan, agar jarumnya tidak menyentuh bekisting maupun tulangan.Penelitian ini berupaya mengkaji lebih mendalam, sikap kerja pekerja dalam penggunaan vibrator,khususnya pada saat pembangunan gedung Rektorat Universitas Mahasarawati Denpasar, beralamatdi Jalan Kamboja No. 11 A Denpasar. Hasil pengamatan dan penelitian di lapangan menunjukkanbahwa besaran getaran yang terpapar pada pekerja/operator sangat mengganggu konsentarsi kerja,kenyamanan, keamanan, serta kesehatannya. Berdasarkan temuan ini diperlukan sebuah upayaintervensi ergonomi yaitu memasang spon pada handel vibrator, dan operator wajib menggunakansarung tangan, serta membuat shift kerja agar pekerja yang menjalankan mesin vibrator tidak terlalulama memegang kendali alat vibrator tersebut.
PEMBERIAN ISTIRAHAT PENDEK DAN ASUPAN KALORI UNTUKMENURUNKAN BEBAN KERJA ERGONOMIS PEMBUAT BATAKO DIDESA CULIK KARANGASEM, BALI I Made Sastra Wibawa; Shinta Enggar Maharani; Ni Putu Suda Nurjani
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 6 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan bangunan gedung dan infrastruktur, memerlukan keseimbangan stockmaterial bangunan, agar pekerjaan proyek bisa berjalan dengan lancar. Salah satu material bangunanyang banyak dibutuhkan oleh semua proyek konstruksi adalah material batako. Berdasarkanpengamatan dan analisis lapangan, produksi material batako sering mengalami kendala akibatterganggunya proses produksi. Fakta ini memerlukan sebuah kajian lebih lanjut, mengingat keberadaanmaterial ini berdampak besar bagi keberlangsungan sebuah proyek. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui sejauh mana dampak beban kerja pekerja terhadap hasil produksi batako. Penelitian inidilaksanakan di Desa Culik, Abang, Karangasem. Objek studi adalah pengusaha batako yang ada diDesa Culik. Metode penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, pertama pengukuran denyut nadipekerja, tahap kedua dilaksanakan pengamatan terhadap lingkungan kerja serta observasi terhadapaktivitas kerja pekerja batako. Hasil penelitian ini menemukan bahwa rata-rata nadi kerja pembuatbatako sebelum dan sesudah perlakuan 106,96 denyut/menit dan 106,50 denyut/menit. Data tersebutmenunjukkan terjadinya penurunan beban kerja. Produktivitas sebelum dan sesudah perlakuan terjadipeningkatan sebesar 12%. Kondisi lingkungan saat bekerja sangat mendukung dan tidak ada yangmelewati ambang batas.
THE ROLE OF VERTICAL HOLINESS IN THE MULTI-STOREY INFRASTRUCTURE DESIGN I Made Sastra Wibawa; I Wayan Redana; Putu Alit Suthanaya; Ngakan Made Anom Wiryasa
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.9.1.1671.11-24

Abstract

The increasing number of residents demands the provision of settlement facilities and infrastructure. Limited land is an obstacle to the development in the horizontal direction, especially the use of green open land which will cause land conversion. The limitation of the building height regulated by local regulations, as well as the local wisdom, namely vertical holiness can be a challenge related to the idea of building multi-storey buildings. When you want to enter the lower floors of the building, there is a feeling of doubt because there are other residents on the upper floors who step over. This study aims to reveal the relationship of vertical holiness with multi-storey building design and formulate vertical holiness as an effort to implement it in a design so that it can be accepted by the community. This study uses a methodology to examine the problem by interviewing the stakeholders and filling out the questionnaire, therefore, the relationship between vertical holiness and multi-storey building design can be obtained. The results of the study clearly confirm that there is indeed a correlation between vertical holiness and multi-storey building design. Thus, the design should pay attention to this vertical holiness. The study also encourages that the formulation of vertical holiness should be legally stated in regulation so that it is easily understood and accepted by the community.