Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KAJIAN PERENCANAAN PASAR INDUK KABUPATEN BADUNG DENGAN PENDEKATAN TATA RUANG, ARSITEKTUR, DAN BUDAYA LOKAL BALI I MADE SASTRA WIBAWA; TJOKORDA ISTRI PRAGANINGRUM; ANAK AGUNG GDE SUTRISNA WIJAYA PUTRA; MADE WAHYU WIJAYA; I PUTU YANA HERMAWAN; I KETUT AGUS KARMADI
GANEC SWARA Vol 18, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v18i3.1060

Abstract

In the central market planning project in Badung Regency, Bali, the main objective was to develop an economic center that combines cultural elements with sustainable economic growth. The planning goes beyond the traditional paradigm of development by integrating cultural, social, environmental, architectural, civil engineering and economic factors, creating an entity that carries more value than just commercial transactions. The central market is intended to represent a balance between cultural heritage and the dynamics of modernity, with reference to the principles of Tri Hita Karana (balance with God, fellow humans, and the natural environment) as well as the concept of Hulu - Teben which directs the organization of space based on the flow of the river. The Tri Mandala and Sanga Mandala concepts guide the zone mapping and building orientation, optimizing air circulation and natural lighting. The market architecture adopts traditional Balinese elements such as limasan and jineng roof forms, and utilizes natural materials such as red bricks and temple stones. A purposeful and iconic signage system, including the Ratu Niang Sakti statue, became an important part of the design. The result is a synergy between cultural values and global progress, forming a neighborhood that functions not only as a place of transaction, but also as a vehicle for cultural preservation and a driver of inclusive economic growth. The project encourages active community participation in the development process, accelerates the welfare of local communities, and improves the competitiveness of the region. Thus, the project achieves its goal not only as physical infrastructure, but also as a platform that integrates cultural significance and economic dynamism within the framework of sustainable development
Kekuatan Beton dengan Menggunakan Campuran Abu Terbang sebagai Pengganti Sebagian Semen Wibawa, I Made Sastra; Putra Wirawan, I Putu Agus; Saputra, Alifian Rizky
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v14i2.12531

Abstract

Saat ini, pembangunan infrastruktur menunjukkan perkembangan signifikan yang telah memicu perkembangan teknologi serta berbagai material baru dalam dunia konstruksi. Limbah dari pembangunan ini khususnya pada pembuatan semen yang nantinya dapat berimbas pada permasalahan lingkungan yang sudah semestinya ditangani dengan tepat dalam pengelolaannya. Penggunaan semen sebagai campuran beton hanya sekitar 10%-15%, tetapi proses produksi semen memerlukan konsumsi energi yang tinggi serta menghasilkan limbah dalam jumlah besar, yang berdampak signifikan terhadap lingkungan yang mana dalam hal ini dapat diatasi dengan menambah atau menggantikan sebagian semen dengan material lain yakni Abu Terbang (Fly Ash). Maka dari itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi campuran abu terbang (Fly Ash) tersebut terhadap kuat tekanan beton. Tujuannya adalah guna mencari tahu pengaruh abu terbang sebagai substitusi parsial semen dalam upaya mempengaruhi kekuatan tekan beton. Ada beberapa variasi kendungan abu terbang yang digunakan yakni dengan campuran 0%, 10%, 20%, dan 30% yang nantinya akan disubtitusikan dengan material semennya. Abu terbang umumnya dimanfaatkan menjadi material pengganti sebagian semen sebesar 5%-20%, di mana penyesuaian formulasi dilakukan agar campuran beton memiliki konsistensi dan kelenturan yang lebih optimal (Sebayang, 2010). Penelitian ini menggunakan benda uji berbentuk silinder sejumlah 8 buah pada masing-masing variasinya dengan umur benda uji selama 28 hari. Hasil kuat tekan yang diperoleh yakni berupa peningkatan pada kadar 10% sampai 20% dan mengalami penurunan ketika kandungan campuran abu terbang sebanyak 30%. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatkan kekuatan tekan pada beton dikarenakan adanya reaksi pozzolanic pada material abu terbang dan penurunannya disebabkan karena berkurangnya peran semen sebagai bahan pengikat utama.
Analisis Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Pemantauan Lingkungan Rencana Kegiatan Revitalisasi Teluk Benoa Bali Yasa, I Made Tapa; Santiana, I Made Anom; Wibawa, I Made Sastra
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2020: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.87 KB)

Abstract

Salah satu tujuan utama pengelolaan lingkungan hidup adalah terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan dan terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana. Untuk itu sejak awal perencana kegiatan sudah harus memperkirakan perubahan rona lingkungan akibat pembentukan suatu kondisi yang merugikan akibat diselenggarakannya pembangunan. Rencana Kegiatan Revitalisasi Teluk Benoa yang berlokasi di Teluk Benoa Kabupaten Badung, adalah suatu upaya untuk pemantapan zonasi dan pengelolaan lingkungan Tahura Ngurah Rai sebagai penjaga ekosistem pesisir dan pasang surut Teluk Benoa dan lingkungan mitigasi bencana, saat ini telah sesuai dengan tujuan kegiatan Revitalisasi Teluk Benoa dan rencana pengembangan di pulau hasil reklamasi yang masuk di wilayah perairan Denpasar, yang salah satu fungsinya antara lain untuk penelitian pendidikan mangrove dan wisata alam. Tujuan dari pembuatan UKL-UPL ini agar masyarakat mengetahui besaran dampak, pengelolaan dampak serta pemantauan dampak dari tahap pra konstruksi, tahap konstruksi dan tahap operasional. Pengelolaan dampak dapat dilakukan dengan cara pengangkutan material konstruksi lewat laut dan pekerjaan konstruksi hanya dilakukan siang hari. Pemantauan dampak dapat dilakukan langsung di lapangan seperti pengukuran kebisingan dan selanjutnya dilakukan tes di laboratirium rujukan yang terakreditasi KAN.
Stabilisasi Tanah Lempung Kerobokan Dengan California Bearing Ratio (CBR) Untuk Perkerasan Jalan Raya Sukawati, Ni Ketut Sri Astati; Juniastra, I Made; Wibawa, I Made Sastra; Sunatha, I Gede Ngurah; Nada, I Made
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 7 (2024): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i7.7983

Abstract

In this research, clay soil will be stabilized in the Kerobokan Badung area by mixing the soil with various levels of lime. The problem to be solved is how much the CBR value of soil mixed with lime will increase and what is the most economical lime content associated with the minimum CBR requirements for the base soil layer. The aim is to determine the increase in CBR value from a mixture of clay with lime and to determine the most economical lime content associated with the minimum CBR requirements for the base layer of highway pavement structures. The research results show that adding lime to clay soil can increase its bearing capacity. For the standard compaction method, the CBR of the base soil which was initially 3.32% increased to 12.14, 21.86, and 26.24% for lime addition of 2.50, 5.00, and 10.00% respectively. For the modified compaction method, the CBR of the base soil which was initially 5.74% increased to 13.42, 25.69, and 38.15% for lime addition of 2.50, 5.00, and 10.00% respectively. To produce a base soil CBR of 6%, the modified compaction method requires less lime content than the standard method. The lime content required is 0.22% for modified compaction and 0.79% for standard compaction.