Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KAJIAN PERENCANAAN PASAR INDUK KABUPATEN BADUNG DENGAN PENDEKATAN TATA RUANG, ARSITEKTUR, DAN BUDAYA LOKAL BALI I MADE SASTRA WIBAWA; TJOKORDA ISTRI PRAGANINGRUM; ANAK AGUNG GDE SUTRISNA WIJAYA PUTRA; MADE WAHYU WIJAYA; I PUTU YANA HERMAWAN; I KETUT AGUS KARMADI
GANEC SWARA Vol 18, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v18i3.1060

Abstract

In the central market planning project in Badung Regency, Bali, the main objective was to develop an economic center that combines cultural elements with sustainable economic growth. The planning goes beyond the traditional paradigm of development by integrating cultural, social, environmental, architectural, civil engineering and economic factors, creating an entity that carries more value than just commercial transactions. The central market is intended to represent a balance between cultural heritage and the dynamics of modernity, with reference to the principles of Tri Hita Karana (balance with God, fellow humans, and the natural environment) as well as the concept of Hulu - Teben which directs the organization of space based on the flow of the river. The Tri Mandala and Sanga Mandala concepts guide the zone mapping and building orientation, optimizing air circulation and natural lighting. The market architecture adopts traditional Balinese elements such as limasan and jineng roof forms, and utilizes natural materials such as red bricks and temple stones. A purposeful and iconic signage system, including the Ratu Niang Sakti statue, became an important part of the design. The result is a synergy between cultural values and global progress, forming a neighborhood that functions not only as a place of transaction, but also as a vehicle for cultural preservation and a driver of inclusive economic growth. The project encourages active community participation in the development process, accelerates the welfare of local communities, and improves the competitiveness of the region. Thus, the project achieves its goal not only as physical infrastructure, but also as a platform that integrates cultural significance and economic dynamism within the framework of sustainable development
Kekuatan Beton dengan Menggunakan Campuran Abu Terbang sebagai Pengganti Sebagian Semen Wibawa, I Made Sastra; Putra Wirawan, I Putu Agus; Saputra, Alifian Rizky
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v14i2.12531

Abstract

Saat ini, pembangunan infrastruktur menunjukkan perkembangan signifikan yang telah memicu perkembangan teknologi serta berbagai material baru dalam dunia konstruksi. Limbah dari pembangunan ini khususnya pada pembuatan semen yang nantinya dapat berimbas pada permasalahan lingkungan yang sudah semestinya ditangani dengan tepat dalam pengelolaannya. Penggunaan semen sebagai campuran beton hanya sekitar 10%-15%, tetapi proses produksi semen memerlukan konsumsi energi yang tinggi serta menghasilkan limbah dalam jumlah besar, yang berdampak signifikan terhadap lingkungan yang mana dalam hal ini dapat diatasi dengan menambah atau menggantikan sebagian semen dengan material lain yakni Abu Terbang (Fly Ash). Maka dari itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi campuran abu terbang (Fly Ash) tersebut terhadap kuat tekanan beton. Tujuannya adalah guna mencari tahu pengaruh abu terbang sebagai substitusi parsial semen dalam upaya mempengaruhi kekuatan tekan beton. Ada beberapa variasi kendungan abu terbang yang digunakan yakni dengan campuran 0%, 10%, 20%, dan 30% yang nantinya akan disubtitusikan dengan material semennya. Abu terbang umumnya dimanfaatkan menjadi material pengganti sebagian semen sebesar 5%-20%, di mana penyesuaian formulasi dilakukan agar campuran beton memiliki konsistensi dan kelenturan yang lebih optimal (Sebayang, 2010). Penelitian ini menggunakan benda uji berbentuk silinder sejumlah 8 buah pada masing-masing variasinya dengan umur benda uji selama 28 hari. Hasil kuat tekan yang diperoleh yakni berupa peningkatan pada kadar 10% sampai 20% dan mengalami penurunan ketika kandungan campuran abu terbang sebanyak 30%. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatkan kekuatan tekan pada beton dikarenakan adanya reaksi pozzolanic pada material abu terbang dan penurunannya disebabkan karena berkurangnya peran semen sebagai bahan pengikat utama.
Analisis Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Pemantauan Lingkungan Rencana Kegiatan Revitalisasi Teluk Benoa Bali Yasa, I Made Tapa; Santiana, I Made Anom; Wibawa, I Made Sastra
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2020: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.87 KB)

Abstract

Salah satu tujuan utama pengelolaan lingkungan hidup adalah terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan dan terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana. Untuk itu sejak awal perencana kegiatan sudah harus memperkirakan perubahan rona lingkungan akibat pembentukan suatu kondisi yang merugikan akibat diselenggarakannya pembangunan. Rencana Kegiatan Revitalisasi Teluk Benoa yang berlokasi di Teluk Benoa Kabupaten Badung, adalah suatu upaya untuk pemantapan zonasi dan pengelolaan lingkungan Tahura Ngurah Rai sebagai penjaga ekosistem pesisir dan pasang surut Teluk Benoa dan lingkungan mitigasi bencana, saat ini telah sesuai dengan tujuan kegiatan Revitalisasi Teluk Benoa dan rencana pengembangan di pulau hasil reklamasi yang masuk di wilayah perairan Denpasar, yang salah satu fungsinya antara lain untuk penelitian pendidikan mangrove dan wisata alam. Tujuan dari pembuatan UKL-UPL ini agar masyarakat mengetahui besaran dampak, pengelolaan dampak serta pemantauan dampak dari tahap pra konstruksi, tahap konstruksi dan tahap operasional. Pengelolaan dampak dapat dilakukan dengan cara pengangkutan material konstruksi lewat laut dan pekerjaan konstruksi hanya dilakukan siang hari. Pemantauan dampak dapat dilakukan langsung di lapangan seperti pengukuran kebisingan dan selanjutnya dilakukan tes di laboratirium rujukan yang terakreditasi KAN.
Stabilisasi Tanah Lempung Kerobokan Dengan California Bearing Ratio (CBR) Untuk Perkerasan Jalan Raya Sukawati, Ni Ketut Sri Astati; Juniastra, I Made; Wibawa, I Made Sastra; Sunatha, I Gede Ngurah; Nada, I Made
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 7 (2024): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i7.7983

Abstract

In this research, clay soil will be stabilized in the Kerobokan Badung area by mixing the soil with various levels of lime. The problem to be solved is how much the CBR value of soil mixed with lime will increase and what is the most economical lime content associated with the minimum CBR requirements for the base soil layer. The aim is to determine the increase in CBR value from a mixture of clay with lime and to determine the most economical lime content associated with the minimum CBR requirements for the base layer of highway pavement structures. The research results show that adding lime to clay soil can increase its bearing capacity. For the standard compaction method, the CBR of the base soil which was initially 3.32% increased to 12.14, 21.86, and 26.24% for lime addition of 2.50, 5.00, and 10.00% respectively. For the modified compaction method, the CBR of the base soil which was initially 5.74% increased to 13.42, 25.69, and 38.15% for lime addition of 2.50, 5.00, and 10.00% respectively. To produce a base soil CBR of 6%, the modified compaction method requires less lime content than the standard method. The lime content required is 0.22% for modified compaction and 0.79% for standard compaction.
Analisis Perilaku Struktur Gedung Fakultas Pariwisata Universitas Udayana Akibat Beban Gempa dengan Metode Respon Spektrum I Made Andika Candra; I Made Sastra Wibawa; I Gede Gegiranang Wiryadi; I Made Letra
Jurnal Ilmiah Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar (JITUMAS) Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah Teknik UNMAS Denpasar
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Fakultas Pariwisata Universitas Udayana merupakan gedung fasilitas pendidikan yang berlokasi di Jalan Kampus Bukit Jimbaran, Badung, Bali. Adapun menurut SNI 1726:2012 fasilitas pendidikan masuk kedalam kategori resiko IV yang berarti gedung ini memiliki risiko yang tinggi terhadap jiwa manusia saat terjadinya gempa. Oleh karena itu Analisis perilaku struktur diperlukan pada gedung ini untuk mengetahui ketahanan gedung terhadap gempa. Analisis perilaku yang dilakukan menggunakan metode respon spektrum. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana perilaku struktur terhadap gaya gempa dengan metode respon spektrum sesuai SNI 1726:2012. Hal yang ditinjau yaitu simpangan antar tingkat dan gaya geser dasar pada gedung. Hasil analisa menunjukan simpangan antar tingkat dan gaya geser dasar berdasarkan gaya gempa rencana dari analisis respon spektrum arah X dana Arah Y memenuhi persyaratan SNI 1726:2012 yaitu simpangan antar tingkat yang terjadi pada struktur gedung lebih kecil dari pada simpangan antar tingkat yang diizinkan. Adapun gaya geser yang terjadi pada struktur pada arah X sebesar 1175,46 kN dan pada arah Y sebesar 1224,65 kN.
Pemodelan dan Analisis Gedung dengan Metode Response Spektrum (Studi Kasus: Gedung Rektorat Universitas Mahasaraswati Denpasar) Pande Putu Lingga Aditya Prawira; I Made Sastra Wibawa; I Ketut Diartama Kubon Tubuh
Jurnal Ilmiah Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar (JITUMAS) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik UNMAS Denpasar
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan daerah rawan gempa, gempa bumi yang terjadi di Indonesia banyak yang menimbulkan kerusakan struktur bangunan gedung di Indonesia. Aturan perencanaan untuk mendirikan bangunan adalah bangunan tersebut harus mampu menahan beban gempa yang ada. Karena pada dasarnya prinsip bangunan tahan gempa adalah boleh terjadi kerusakan pada bangunan tersebut, tetapi tidak pada elemen struktur Penelitian ini mengambil studi kasus Gedung Rektorat Universitas Mahasaraswati Denpasar yang berlokasi di Jalan Kamboja, Dangin Puri Kangin, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali. Gedung ini memiliki ketinggian 20,40 meter dengan jumlah tingkat yaitu 4 lantai. Menurut peraturan SNI 1726:2012 fungsi Gedung ini ditunjukan sebagai fasilitas Pendidikan dengan kategori resiko II. Perilaku struktur diamati dari hasil analisis elastik linier berupa perbandingan luas, simpangan tingkat dan gaya gesar dasar. Hasil dari analisis respon spektrum yaitu perilaku struktur gedung. Luas tulangan yang didapat pada software SAP2000 lebih kecil dari luas tulangan yang di lapangan, hasil simpangan antar tingkat dan gaya geser dasar berdasarkan gaya gempa rencana dari analisis respon spektrum arah X dana Arah Y memenuhi persyaratan pada SNI 1726:2012 yaitu simpangan antar tingkat yang terjadi pada struktur gedung lebih kecil dari pada simpangan antar tingkat yang diizinkan. Adapun gaya geser yang terjadi pada struktur pada arah X sebesar 1373,10 kN dan pada arah Y sebesar 1375,86 kN.
Perbandingan Gaya-Gaya Dalam dan Berat Baja dengan Sistem Struktur Diagrid dan Konvensional pada Bangunan Asimetris Kadek Yudistira Mahendra Putra; I Made Nada; I Putu Agus Putra Wirawan; I Made Sastra Wibawa
Jurnal Ilmiah Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar (JITUMAS) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Teknik UNMAS Denpasar
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap gempa, salah satu cara untuk mencegah kerusakan bangunan terhadap gempa adalah menggunakan sistem struktur diagrid. Diagrid adalah sistem struktur dengan menggunakan bracing sebagai pengganti kolom bagian luar sedangkan sistem konvensional adalah sistem struktur pemikul momen (momen frame). Karena di Indonesia banyak bangunan asimetris maka perlu adanya penelitian menggunakan sistem struktur diagrid pada bangunan asimetris. Analisis ini difokuskan terhadap perbandingan kedua sistem struktur (diagrid dan konvensional) yang meliputi gaya-gaya dalam dan berat yang akan dibandingkan besaran selisih dan berat yang akan dihasilkan dengan menggunakan aplikasi SAP2000. Hasil analisis menunjukan nilai yang dihasilkan terhadap kedua sistem struktur yaitu diagrid lebih kecil dibandingkan dengan konvensional akan tetapi momen yang terjadi pada lantai genap terjadi peningkatan karena tidak adanya kolom yang akan menyalurkan beban dari balok pada pertemuan bagian asimetris tersebut, dengan perbandingan yaitu momen negatif balok 2% -27% untuk lantai 6 dan 0% - 30% untuk lantai 10. Perbandingan gaya geser balok yaitu 1% - 18% untuk lantai 6 dan 1% - 12% untuk lantai 10. Dan momen kolom core dengan perbandingan 8% - 69% untuk lantai 6 dan 0% - 30% untuk lantai 10. Sementara gaya aksial kolom core model DIA secara umum lebih besar dari model MF dengan perbandingan 10% - 16% untuk lantai 6 dan 12% - 20% untuk lantai 10. Perbandingan volume baja yang terjadi sistem struktur diagrid lebih efisien 9 % untuk lantai 6 dan 3 % untuk lantai 10 dibandingkan dengan bangunan dengan sistem struktur konvensional