Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Kinerja Struktur Gedung Beton Bertulang dengan dan tanpa Pasangan Dinding Pengisi Berlubang Terhadap Beban Gempa I Made Sastra Wibawa; I Putu Agus Putra Wirawan; I Made Nada; I Made Laksana Wira Saputra
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.061 KB) | DOI: 10.36733/jikt.v11i2.5423

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh hasil yang jelas terkait bagaimana perbedaan kinerja dari struktur gedung beton bertulang dengan dan tanpa pasangan dinding pengisi berlubang terhadap beban gempa. Studi kasus untuk penelitian ini yaitu perencanaan pemodelan bangunan yang berlokasi di Pulau Lombok, Kota Mataram. Dinding pengisi diaplikasikan dengan metode elemen strat diagonal, dengan peruntukan struktur gedung kantor, variasi gedung 3 dan 5 lantai dan tinggi tiap lantainya yaitu 3,5 meter. Dinding struktur gedung 3 dan 5 lantai dibuat dengan ketebalan 120 mm setiap tingkat. kemudian dilakukan analisis statik non linier pushover menggunakan software SAP2000. Output dari analisis ini yaitu nilai dari kinerja struktur rangka terbuka (RT), rangka dengan dinding pengisi solid (RDPS), dan rangka dengan dinding pengisi berlubang (RDPB), untuk bukaan dinding digunakan rasio sebesar 30%. Hasil analisis menunjukan bahwa struktur RDPS memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan 2 model lainnya, diperoleh kondisi Immediate Occupancy (IO) yang dimana struktur gedung aman terhadap beban gempa, struktur utama gedung tidak mengalami kerusakan dan tidak mengalami kerusakan nonstruktural, struktur masih aman dan bisa kembali berfungsi sesuai peruntukan. Dari segi kekuatan struktur diperoleh hasil dari model RDPS yang paling bagus, tetapi dari segi daktilitas struktur diperoleh hasil dari model RDPB yang paling bagus.
Limbah Batu Lahar Gunung Agung Sebagai Bahan Campuran Beton Dalam Upaya Kelestarian Lingkungan I Made Sastra Wibawa; Shinta Enggar Maharani
Jurnal Ecocentrism Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Ecocentrism
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There is a lot of excavation of materials for concrete mixtures in nature so that their existence is dwindling. Efforts are needed to find substitute materials but still maintain the quality of the concrete obtained. The purpose of this study is to determine the percentage of waste lava stone as a substitute for coarse aggregate in order to obtain compressive strength according to the plan and to determine the effect of environmental sustainability after waste stone is used as a concrete mixture. This study was conducted at the Laboratory of the Faculty of Engineering Unmas Denpasar by making a cylindrical specimen with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm. Replacement of lava rock waste was made in 5 categories P0, P1, P2, P3, P4 with 8 specimens in each category, where the compressive strength test was carried out at the age of 28 days, with category P0 as a control without adding lava rock waste. The results showed that there was an increase in the compressive strength of concrete in categories P1 and P2, P3 and a decrease in the compressive strength of concrete in category P4, but the decrease that occurred design compressive strength.
CAT Pemodelan Air Tanah di Cekungan Air Tanah (CAT) Singaraja dengan Visual Modflow Ketut Agus Karmadi; I Made Sastra Wibawa; Ida Bagus Wirahaji
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v12i2.7709

Abstract

ABSTRAK: Cekungan Air Tanah (CAT) Singaraja adalah merupakan cekungan air tanah utama andalan untuk wilayah Singaraja dan sekitarnya. Begitu pentingnya Cekungan Air Tanah tersebut bagi penduduk di Singaraja maka CAT ini sangat perlu sekali untuk di jaga agar potensi air tanah tersebut tidak mengalami degradasi secara drastis mengalami penurunan akibat pemboran air tanah yang berlebihan karena pada daerah tersbut merupakan daerah pariwisata dan perumahan. Untuk melihat perilaku terhadap perubahan muka air tanah yang terjadi di CAT Singaraja maka dilakukan pemodelan air tanah dengan menggunan program Visual MODFLOW Premium 4.3.. Program tersebut selanjutnya dikalibrasi dengan menggunakan data muka air yang dianalisis oleh Subdin ESDM Provinsi Bali pada tahun 2000. Setelah dilakukan kalibrasi maka dilakukan analisis pemodelan sampai dengan tahun 2021 sehingga diperoleh hasil kondisi muka airnya. Berdasarkan hasil muka air pada tahun 2000 maka selanjutnya dilakukan skenario dengan meningkatkan jumlah pemompaan di seluruh lokasi baik secara kuatitas maupun secara areal. Berdasarkan hasil sekenario tersebut maka terjadi surutan yang lebih besar pada skenario I sampai dengan skenario III dibandingakan dengan surutan yang terjadi pada skenario IV sampai dengan skenario VI.
STUDI KELAIKAN STRUKTUR BAJA EKSISTING BANGUNAN BENGKEL SUZUKI DI JALAN IMAM BONJOL DENPASAR I Made Sastra Wibawa; I Ketut Diartama Kubon Tubuh; I Made Andi Kusuma Wijaya
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v13i1.9086

Abstract

Untuk mengetahui keadaan suatu struktur baja eksisting, tingkat kelaikan maupun keamanan struktur dan material eksisting terhadap penerapan beban standar pada bangunan bengkel Suzuki yang berlokasi di Jalan Imam Bonjol No. 537 Denpasar ini dilakukan studi kelaikan struktur. Adapun data penunjang yang digunakan dalam studi kelaikan ini adalah as built drawing dan kuat tarik pada baja profil. Data kuat tarik pada material baja profil eksisting didapat dengan metode pengujian non destruktif menggunakan batuan alat Hardness Test, lalu dilakukan pemodelan dan analisis struktur eksisting. Data-data tersebut didapat dari hasil uji penelitian sebelumnya sehingga ditetapkan sebagai data sekunder dan dalam pemodelan maupun analisis struktur, data-data tersebut digunakan sebagai acuan. Perangkat lunak ETABS (Extended Three Dimensional Analysis of Building Systems) digunakan dalam analisis dan pemodelan 3-dimensi. Pemeriksaan pada baja profil dengan hasil output berupa desain P-M rasio yang merupakan kapasitas komponen struktur terpasang adalah hasil dari analisis. Secara teknis, standar kelaikan struktur dinyatakan ketika kekuatan, kekakuan, dan stabilitas terpenuhi.
Teknologi Pengelolaan Sampah Organik Menggunakan Larva Black Soldier FLY Di TPS3R Kesiman Kertalangu Denpasar Bali Wibawa, I Made Sastra; Maharani, Shinta Enggar; Nambung, Hermes Henryanto
Jurnal Ecocentrism Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Ecocentrism
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali is a region that produces a lot of waste, reaching 4,281 tons in one day, whereas if calculated over one year, there will be as much as 52% of waste that is not managed properly. In 2022 to 2023, the total waste generation entering TPS3R Kesiman Kertalangu Denpasar is 6,039 Kg/day, consisting of organic waste of 1,569 Kg/day, and the remainder is residual waste which is disposed of in the landfill with waste generation of 4,470 Kg/day . The percentage of residual waste disposal from TPS3R Kesiman Kertalangu to TPA is 74%. This research uses experiments, which aim to: 1) find out research instrument techniques that reduce organic waste more quickly and 2) find out the BSF waste from the type of organic waste that is most in accordance with SNI Kompos 19-7030-2004. The research used two research instrument techniques, namely the Tray Instrument Technique and the Barrel Instrument Technique. The results of the research show: 1) the waste management technique using BSF larvae that reduces waste the fastest is in Instrument Tray 3 which contains 2000 grams of organic food waste which is reduced by 100 grams of BSF larvae for 16 days so that it weighs 1597 grams, and 2) BSF Kasgot that meets SNI Compost 19-7030-2004 is a waste management technique that uses Tray 3 Instruments, which has a water content of 19.040%, C-Organic 13.910%, Ph 6.970%, and N 0.980%.
Analisis Perilaku Struktur Gedung menggunakan Sistem Rangka Bresing Canggah Wang dengan Variasi Eksentrisitas I Made Sastra Wibawa; I Gede Gegiranang Wiryadi; I Wayan Soma Adi Pratama
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v13i2.10232

Abstract

Desain struktur bangunan didasarkan pada fungsi, material, metode konstruksi, tampilan, dan risiko gempa. Fungsi gedung sangat penting karena menentukan beban yang harus ditahan setiap lantai. Adapun struktur gedung yang dianalisis yaitu bangunan dengan 12 lantai berfungsi sebagai ruko yang terletak di kota palu dan berdiri diatas tanah (kelas situs) sedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja struktur beton dan bresing baja Canggah Wang dengan variasi eksentrisitas dalam menahan beban gempa sebagai bencana yang tak terduga. Model gedung yang akan ditinjau berjumal lima model gedung dengan struktur beton dan bresing baja, level kinerja ditentukan berdasarkan nilai analisis statik non linier pushover dengan metode ATC-40. Berdasarkan analisis program software SAP 2000 dengan analisis statik nonlinear pushover dengan metode ATC-40 didapatkan hasil struktur gedung RT,CW 40% , CW 60%, CW 80%, dan CW 100% memiliki level kinerja yang sama yaitu tergolong ke level kinerja Damage Control (IO) dimana Terjadi keruskan yang kecil atau tidak berarti pada struktur hampir sama pada saat belum terjadi gempa, dan yang paling efisien dalam menerima beban gempa adalah struktur model CW 100% karena dapat menerima gaya geser sebesar 1643,072 kN arah X dan arah Y sebesar 1642,997 kN.
RENCANA INDUK SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN (RISPK) KABUPATEN BADUNG TAHUN 2024 - 2034 I MADE SASTRA WIBAWA; A.A. GEDE SUTRISNA WIJAYA PUTRA; TJOKORDA ISTRI PRAGANINGRUM; I NYOMAN ADI WIRATMA; I MADE BRAM SARJANA; I GEDE MERTA YOGA PRATAMA
GANEC SWARA Vol 18, No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v18i2.868

Abstract

The Badung Regency Fire Protection System Master Plan (RISPK) for 2024-2034 is a guideline for the Badung Regency Government in carrying out planning, budgeting and formulating policies for preventing, mitigating, protecting and saving the community from fire disasters. The objectives of the RISPK research are (1) to analyze mapping, systems, mechanisms and procedures for fire prevention and handling as well as responsive and technology-based rescue; (2) analyze the preparedness, alertness and empowerment of government officials, the community and stakeholders in preventing and handling fires and rescue and; (3) prevent and/or minimize material losses and casualties, disruption of supply chains, goods/services production processes, environmental damage and disruption of public peace due to fire. The research uses qualitative descriptive methods, the research location is Badung Regency. The research results found; (1) using seven parameters in mapping Badung Regency's fire potential; (2) use Standard Operating Procedures (SOP) as a guide in carrying out responsive, systematic and planned fire prevention and handling efforts and; (3) protecting fire disasters requires a holistic and comprehensive cooperation pattern, involving the government, community, business world and other stakeholders
KAJIAN PERENCANAAN PASAR INDUK KABUPATEN BADUNG DENGAN PENDEKATAN TATA RUANG, ARSITEKTUR, DAN BUDAYA LOKAL BALI I MADE SASTRA WIBAWA; TJOKORDA ISTRI PRAGANINGRUM; ANAK AGUNG GDE SUTRISNA WIJAYA PUTRA; MADE WAHYU WIJAYA; I PUTU YANA HERMAWAN; I KETUT AGUS KARMADI
GANEC SWARA Vol 18, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Mahasaraswati K. Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35327/gara.v18i3.1060

Abstract

In the central market planning project in Badung Regency, Bali, the main objective was to develop an economic center that combines cultural elements with sustainable economic growth. The planning goes beyond the traditional paradigm of development by integrating cultural, social, environmental, architectural, civil engineering and economic factors, creating an entity that carries more value than just commercial transactions. The central market is intended to represent a balance between cultural heritage and the dynamics of modernity, with reference to the principles of Tri Hita Karana (balance with God, fellow humans, and the natural environment) as well as the concept of Hulu - Teben which directs the organization of space based on the flow of the river. The Tri Mandala and Sanga Mandala concepts guide the zone mapping and building orientation, optimizing air circulation and natural lighting. The market architecture adopts traditional Balinese elements such as limasan and jineng roof forms, and utilizes natural materials such as red bricks and temple stones. A purposeful and iconic signage system, including the Ratu Niang Sakti statue, became an important part of the design. The result is a synergy between cultural values and global progress, forming a neighborhood that functions not only as a place of transaction, but also as a vehicle for cultural preservation and a driver of inclusive economic growth. The project encourages active community participation in the development process, accelerates the welfare of local communities, and improves the competitiveness of the region. Thus, the project achieves its goal not only as physical infrastructure, but also as a platform that integrates cultural significance and economic dynamism within the framework of sustainable development
Kekuatan Beton dengan Menggunakan Campuran Abu Terbang sebagai Pengganti Sebagian Semen Wibawa, I Made Sastra; Putra Wirawan, I Putu Agus; Saputra, Alifian Rizky
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v14i2.12531

Abstract

Saat ini, pembangunan infrastruktur menunjukkan perkembangan signifikan yang telah memicu perkembangan teknologi serta berbagai material baru dalam dunia konstruksi. Limbah dari pembangunan ini khususnya pada pembuatan semen yang nantinya dapat berimbas pada permasalahan lingkungan yang sudah semestinya ditangani dengan tepat dalam pengelolaannya. Penggunaan semen sebagai campuran beton hanya sekitar 10%-15%, tetapi proses produksi semen memerlukan konsumsi energi yang tinggi serta menghasilkan limbah dalam jumlah besar, yang berdampak signifikan terhadap lingkungan yang mana dalam hal ini dapat diatasi dengan menambah atau menggantikan sebagian semen dengan material lain yakni Abu Terbang (Fly Ash). Maka dari itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi campuran abu terbang (Fly Ash) tersebut terhadap kuat tekanan beton. Tujuannya adalah guna mencari tahu pengaruh abu terbang sebagai substitusi parsial semen dalam upaya mempengaruhi kekuatan tekan beton. Ada beberapa variasi kendungan abu terbang yang digunakan yakni dengan campuran 0%, 10%, 20%, dan 30% yang nantinya akan disubtitusikan dengan material semennya. Abu terbang umumnya dimanfaatkan menjadi material pengganti sebagian semen sebesar 5%-20%, di mana penyesuaian formulasi dilakukan agar campuran beton memiliki konsistensi dan kelenturan yang lebih optimal (Sebayang, 2010). Penelitian ini menggunakan benda uji berbentuk silinder sejumlah 8 buah pada masing-masing variasinya dengan umur benda uji selama 28 hari. Hasil kuat tekan yang diperoleh yakni berupa peningkatan pada kadar 10% sampai 20% dan mengalami penurunan ketika kandungan campuran abu terbang sebanyak 30%. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatkan kekuatan tekan pada beton dikarenakan adanya reaksi pozzolanic pada material abu terbang dan penurunannya disebabkan karena berkurangnya peran semen sebagai bahan pengikat utama.
Analisis Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Pemantauan Lingkungan Rencana Kegiatan Revitalisasi Teluk Benoa Bali Yasa, I Made Tapa; Santiana, I Made Anom; Wibawa, I Made Sastra
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2020: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (644.87 KB)

Abstract

Salah satu tujuan utama pengelolaan lingkungan hidup adalah terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan dan terkendalinya pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana. Untuk itu sejak awal perencana kegiatan sudah harus memperkirakan perubahan rona lingkungan akibat pembentukan suatu kondisi yang merugikan akibat diselenggarakannya pembangunan. Rencana Kegiatan Revitalisasi Teluk Benoa yang berlokasi di Teluk Benoa Kabupaten Badung, adalah suatu upaya untuk pemantapan zonasi dan pengelolaan lingkungan Tahura Ngurah Rai sebagai penjaga ekosistem pesisir dan pasang surut Teluk Benoa dan lingkungan mitigasi bencana, saat ini telah sesuai dengan tujuan kegiatan Revitalisasi Teluk Benoa dan rencana pengembangan di pulau hasil reklamasi yang masuk di wilayah perairan Denpasar, yang salah satu fungsinya antara lain untuk penelitian pendidikan mangrove dan wisata alam. Tujuan dari pembuatan UKL-UPL ini agar masyarakat mengetahui besaran dampak, pengelolaan dampak serta pemantauan dampak dari tahap pra konstruksi, tahap konstruksi dan tahap operasional. Pengelolaan dampak dapat dilakukan dengan cara pengangkutan material konstruksi lewat laut dan pekerjaan konstruksi hanya dilakukan siang hari. Pemantauan dampak dapat dilakukan langsung di lapangan seperti pengukuran kebisingan dan selanjutnya dilakukan tes di laboratirium rujukan yang terakreditasi KAN.