Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengembangan Teknologi Deteksi Hama Burung Berbasis Kecerdasan Buatan untuk Meningkatkan Keamanan Tambak dan Penguatan Interaksi Sosial Petani Tambak di Desa Pantai Bakti Wijonarko, Panji; Rofii, Ahmad; Zain, Herlina Muzanah; Sobirin, Muhammad; Lutfi Ramadhan, Muhammad; Da Conceição, Giovani Costa Almeida
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 6 No. 4 (2025): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v6i4.1049

Abstract

Kelompok Tani Karya Bakti di Desa Pantai Bakti memiliki potensi tambak udang yang belum dimaksimalkan akibat manajemen konvensional dan keterbatasan teknologi. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya produktivitas akibat metode tradisional serta kerugian signifikan yang disebabkan oleh hama burung pemangsa. Sistem pengawasan yang ada saat ini tidak efektif karena hanya mengandalkan patroli manual secara bergiliran. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya melalui penerapan sistem keamanan tambak berbasis kecerdasan buatan (AI). Metode pelaksanaan kegiatan meliputi perancangan sistem deteksi objek burung menggunakan algoritma YOLOv11 yang diintegrasikan pada mini PC. Mengingat lokasi tambak tidak terjangkau listrik, seluruh sistem ditenagai oleh panel surya. Pelaksanaan kegiatan mencakup sosialisasi mengenai teknologi AI dan energi terbarukan, instalasi infrastruktur fisik, serta pelatihan pengoperasian dan perawatan dasar kepada petani. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa model AI yang dikembangkan berhasil mendeteksi objek burung dengan baik. Sistem telah berhasil dipasang dan diuji coba secara langsung di lokasi tambak, dimana percobaan tersebut mengonfirmasi bahwa objek burung dapat terdeteksi secara efektif. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk menekan kerugian panen, meningkatkan efisiensi pengelolaan tambak, serta memperkuat kapasitas teknologi dan literasi digital masyarakat pesisir
Penguatan Kapasitas Karang Taruna melalui Program Pengelolaan Bank Sampah untuk Masyarakat yang Berkelanjutan Lina, Herlina Muzanah Zain; Yanuar Rahmadan; Bobby Reza; Nayla Olivia Detyanti; Ijtafarukal Valent Khameini
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 6 No. 4 (2025): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v6i4.1064

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan memerlukan pendekatan inovatif yang melibatkan peran aktif masyarakat. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berjudul “Penguatan Kapasitas Karang Taruna melalui Program Pengelolaan Bank Sampah untuk Masyarakat yang Berkelanjutan” bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan Karang Taruna Langgar melalui penerapan teknologi tepat guna dan digitalisasi dalam sistem pengelolaan bank sampah berbasis masyarakat. Mitra dipilih karena memiliki potensi sosial yang kuat, namun menghadapi kendala pada aspek manajerial, pengetahuan kelembagaan, dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan lingkungan. Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahapan utama, yaitu survei lokasi dan identifikasi masalah, sosialisasi pendirian bank sampah, pelatihan digitalisasi pengelolaan, penerapan teknologi penghancur sampah plastik, serta pendampingan dan evaluasi. Metode pelaksanaan bersifat partisipatif, menekankan pada transfer pengetahuan dan penerapan teknologi tepat guna. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas teknis dan manajerial mitra. Karang Taruna mampu menyusun struktur organisasi dan AD/ART Bank Sampah, mengoperasikan situs web pengelolaan digital melalui https://banksampahlanggar.com, serta mengelola mesin pencacah plastik secara mandiri. Program ini menghasilkan dua bentuk inovasi utama, yakni teknologi hard berupa mesin pencacah plastik dan teknologi soft berupa sistem digital manajemen bank sampah. Dampak kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan mitra yang sangat tinggi serta peningkatan efisiensi operasional melalui integrasi sistem digital. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berhasil memperkuat kapasitas kelembagaan Karang Taruna, meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat, serta menghasilkan model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di komunitas lain.
Tata Kelola Sampah Perkotaan dengan Model Co-creation di Kota Surabaya Wijayanto, Hendra; Zain, Herlina Muzanah
JOURNAL OF GOVERNMENT (Kajian Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah) Vol 11, No 1 (2025): Journal Of Government : Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah
Publisher : Program Studi Ilmu Pemeritahan Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gov.v11i1.8936

Abstract

AbstrakPenelitian ini menganalisis efektivitas model co-creation dalam tata kelola sampah perkotaan di Surabaya menggunakan kerangka DART (Dialogue, Access, Risk Assessment, Transparency). Hasil penelitian menunjukkan Surabaya memiliki keberhasilan signifikan dalam co-creation di tingkat mikro, didukung oleh Dialogue yang kuat melalui Kader Lingkungan dan Access memadai terhadap Bank Sampah. Namun, analisis menunjukkan adanya kegagalan sistemik yang menghambat transisi ke co-creation strategis. Kesenjangan utama ditemukan pada Dialogue yang bersifat asimetris (mengabaikan sektor informal dan lemahnya negosiasi Extended Producer Responsibility dengan produsen) dan Transparency yang hanya terbatas pada data operasional mikro, sementara data komposisi sampah residu dan kontrak finansial TPA tidak transparan. Risiko sistemik (Risk Assessment) terhadap kapasitas TPA dan risiko kesehatan pemulung juga belum diinternalisasi sepenuhnya dalam kebijakan. Untuk mencapai tata kelola berkelanjutan, Pemkot Surabaya harus mentransformasikan DART menjadi model yang inklusif: melembagakan Dialogue multi-stakeholder yang setara, meningkatkan Access digital untuk mengurangi biaya partisipasi, menggunakan Transparency data residu untuk akuntabilitas produsen, dan menginternalisasi Risk Assessment pemulung. Kesimpulannya, Surabaya harus beralih dari co-creation mobilisasi komunitas menjadi co-creation kebijakan yang berbasis data.AbstractThis study analyzes the effectiveness of the co-creation model in urban waste management in Surabaya using the DART (Dialogue, Access, Risk Assessment, Transparency) framework. The results show that Surabaya has had significant success in co-creation at the micro level, supported by strong dialogue through environmental cadres and adequate access to waste banks. However, the analysis reveals systemic failures that hinder the transition to strategic co-creation. The main gaps are found in the asymmetric nature of the dialogue (ignoring the informal sector and weak negotiations with producers under Extended Producer Responsibility) and transparency, which is limited to micro-operational data, while residual waste composition data and landfill financial contracts are not transparent. Systemic risks (risk assessments) regarding landfill capacity and scavenger health risks have also not been fully internalized in policy. To achieve sustainable governance, the Surabaya City Government must transform DART into an inclusive model: institutionalizing equitable multi-stakeholder dialogue, increasing digital access to reduce participation costs, using residual data transparency for producer accountability, and internalizing scavenger risk assessments. In conclusion, Surabaya must shift from community mobilization co-creation to data-driven policy co-creation. 
EDUKASI MITIGASI DAN RESILIENSI PEMULIHAN BENCANA BANJIR DALAM MENJAMIN KESIAPSIAGAAN JANGKA PANJANG MASYARAKAT DI JAKARTA UTARA Pangestu, Angella Rosha; Zain, Herlina Muzanah; Rahmadan, Yanuar
PANDAWA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2025): PANDAWA: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/pandawa.v4i2.9302

Abstract

Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang paling sering terjadi di wilayah perkotaan Indonesia dan menimbulkan dampak multidimensi. Jakarta Utara sebagai kawasan pesisir memiliki tingkat kerentanan banjir yang tinggi akibat kombinasi banjir rob, curah hujan ekstrem, degradasi lingkungan, dan kepadatan penduduk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kebencanaan dan memperkuat kesiapsiagaan jangka panjang melalui edukasi mitigasi dan resiliensi pemulihan banjir berbasis kolaborasi multipihak. Metode yang digunakan adalah webinar edukatif-partisipatif dengan melibatkan pemerintah (Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Utara), media (Metro TV), dan komunitas lingkungan (Teens Go Green). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai mitigasi banjir, peran media dalam agenda setting kebencanaan, serta pentingnya keterlibatan komunitas dan generasi muda. Kolaborasi lintas sektor terbukti efektif dalam membangun kesadaran kolektif dan mendorong perubahan paradigma dari penanganan reaktif menuju kesiapsiagaan jangka panjang. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan resiliensi sosial masyarakat dan dapat direplikasi sebagai model pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi kebencanaan perkotaan
SOSIALISASI PENANGGULANGAN BENCANA GEMPA BUMI BAGI ANAK-ANAK SEKOLAH UTARA DI JAKARTA UTARA Zain, Herlina Muzanah; Hakim, Muhammad Lukman; Alif, Sisin Nastasya Ametha; Rahayu, Fatma Zela
PANDAWA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2025): PANDAWA: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/pandawa.v4i2.9263

Abstract

Indonesia merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana gempa bumi, sehingga diperlukan upaya mitigasi yang sistematis, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak. Rendahnya literasi kebencanaan pada anak usia sekolah berpotensi meningkatkan risiko korban saat terjadi gempa bumi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapsiagaan anak-anak terhadap bencana gempa bumi melalui pendekatan edukatif yang sesuai dengan karakteristik usia. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 10 Januari 2026 di Sekolah Utara, Jakarta Utara, dengan sasaran 40 anak usia 3–10 tahun. Metode pengabdian meliputi tiga tahapan, yaitu persiapan melalui observasi awal dan koordinasi dengan pihak sekolah, pelaksanaan sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana gempa bumi menggunakan media visual dan permainan edukatif, serta evaluasi melalui tanya jawab langsung kepada peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa-siswi mengenai risiko gempa bumi serta langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadinya gempa. Pendekatan sosialisasi, permainan edukatif, dan pembagian brosur terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi dan daya ingat peserta. Kegiatan ini berkontribusi dalam membangun sikap tanggap dan waspada terhadap bencana sejak dini serta mendukung upaya pengurangan risiko bencana di lingkungan sekolah dan masyarakat.