Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengembangan Teknologi Deteksi Hama Burung Berbasis Kecerdasan Buatan untuk Meningkatkan Keamanan Tambak dan Penguatan Interaksi Sosial Petani Tambak di Desa Pantai Bakti Wijonarko, Panji; Rofii, Ahmad; Zain, Herlina Muzanah; Sobirin, Muhammad; Lutfi Ramadhan, Muhammad; Da Conceição, Giovani Costa Almeida
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 6 No. 4 (2025): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v6i4.1049

Abstract

Kelompok Tani Karya Bakti di Desa Pantai Bakti memiliki potensi tambak udang yang belum dimaksimalkan akibat manajemen konvensional dan keterbatasan teknologi. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya produktivitas akibat metode tradisional serta kerugian signifikan yang disebabkan oleh hama burung pemangsa. Sistem pengawasan yang ada saat ini tidak efektif karena hanya mengandalkan patroli manual secara bergiliran. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya melalui penerapan sistem keamanan tambak berbasis kecerdasan buatan (AI). Metode pelaksanaan kegiatan meliputi perancangan sistem deteksi objek burung menggunakan algoritma YOLOv11 yang diintegrasikan pada mini PC. Mengingat lokasi tambak tidak terjangkau listrik, seluruh sistem ditenagai oleh panel surya. Pelaksanaan kegiatan mencakup sosialisasi mengenai teknologi AI dan energi terbarukan, instalasi infrastruktur fisik, serta pelatihan pengoperasian dan perawatan dasar kepada petani. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa model AI yang dikembangkan berhasil mendeteksi objek burung dengan baik. Sistem telah berhasil dipasang dan diuji coba secara langsung di lokasi tambak, dimana percobaan tersebut mengonfirmasi bahwa objek burung dapat terdeteksi secara efektif. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk menekan kerugian panen, meningkatkan efisiensi pengelolaan tambak, serta memperkuat kapasitas teknologi dan literasi digital masyarakat pesisir
Penguatan Kapasitas Karang Taruna melalui Program Pengelolaan Bank Sampah untuk Masyarakat yang Berkelanjutan Lina, Herlina Muzanah Zain; Yanuar Rahmadan; Bobby Reza; Nayla Olivia Detyanti; Ijtafarukal Valent Khameini
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 6 No. 4 (2025): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v6i4.1064

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan memerlukan pendekatan inovatif yang melibatkan peran aktif masyarakat. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berjudul “Penguatan Kapasitas Karang Taruna melalui Program Pengelolaan Bank Sampah untuk Masyarakat yang Berkelanjutan” bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan Karang Taruna Langgar melalui penerapan teknologi tepat guna dan digitalisasi dalam sistem pengelolaan bank sampah berbasis masyarakat. Mitra dipilih karena memiliki potensi sosial yang kuat, namun menghadapi kendala pada aspek manajerial, pengetahuan kelembagaan, dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan lingkungan. Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahapan utama, yaitu survei lokasi dan identifikasi masalah, sosialisasi pendirian bank sampah, pelatihan digitalisasi pengelolaan, penerapan teknologi penghancur sampah plastik, serta pendampingan dan evaluasi. Metode pelaksanaan bersifat partisipatif, menekankan pada transfer pengetahuan dan penerapan teknologi tepat guna. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas teknis dan manajerial mitra. Karang Taruna mampu menyusun struktur organisasi dan AD/ART Bank Sampah, mengoperasikan situs web pengelolaan digital melalui https://banksampahlanggar.com, serta mengelola mesin pencacah plastik secara mandiri. Program ini menghasilkan dua bentuk inovasi utama, yakni teknologi hard berupa mesin pencacah plastik dan teknologi soft berupa sistem digital manajemen bank sampah. Dampak kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan mitra yang sangat tinggi serta peningkatan efisiensi operasional melalui integrasi sistem digital. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berhasil memperkuat kapasitas kelembagaan Karang Taruna, meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat, serta menghasilkan model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di komunitas lain.
Tata Kelola Sampah Perkotaan dengan Model Co-creation di Kota Surabaya Wijayanto, Hendra; Zain, Herlina Muzanah
JOURNAL OF GOVERNMENT (Kajian Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah) Vol 11, No 1 (2025): Journal Of Government : Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah
Publisher : Program Studi Ilmu Pemeritahan Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gov.v11i1.8936

Abstract

AbstrakPenelitian ini menganalisis efektivitas model co-creation dalam tata kelola sampah perkotaan di Surabaya menggunakan kerangka DART (Dialogue, Access, Risk Assessment, Transparency). Hasil penelitian menunjukkan Surabaya memiliki keberhasilan signifikan dalam co-creation di tingkat mikro, didukung oleh Dialogue yang kuat melalui Kader Lingkungan dan Access memadai terhadap Bank Sampah. Namun, analisis menunjukkan adanya kegagalan sistemik yang menghambat transisi ke co-creation strategis. Kesenjangan utama ditemukan pada Dialogue yang bersifat asimetris (mengabaikan sektor informal dan lemahnya negosiasi Extended Producer Responsibility dengan produsen) dan Transparency yang hanya terbatas pada data operasional mikro, sementara data komposisi sampah residu dan kontrak finansial TPA tidak transparan. Risiko sistemik (Risk Assessment) terhadap kapasitas TPA dan risiko kesehatan pemulung juga belum diinternalisasi sepenuhnya dalam kebijakan. Untuk mencapai tata kelola berkelanjutan, Pemkot Surabaya harus mentransformasikan DART menjadi model yang inklusif: melembagakan Dialogue multi-stakeholder yang setara, meningkatkan Access digital untuk mengurangi biaya partisipasi, menggunakan Transparency data residu untuk akuntabilitas produsen, dan menginternalisasi Risk Assessment pemulung. Kesimpulannya, Surabaya harus beralih dari co-creation mobilisasi komunitas menjadi co-creation kebijakan yang berbasis data.AbstractThis study analyzes the effectiveness of the co-creation model in urban waste management in Surabaya using the DART (Dialogue, Access, Risk Assessment, Transparency) framework. The results show that Surabaya has had significant success in co-creation at the micro level, supported by strong dialogue through environmental cadres and adequate access to waste banks. However, the analysis reveals systemic failures that hinder the transition to strategic co-creation. The main gaps are found in the asymmetric nature of the dialogue (ignoring the informal sector and weak negotiations with producers under Extended Producer Responsibility) and transparency, which is limited to micro-operational data, while residual waste composition data and landfill financial contracts are not transparent. Systemic risks (risk assessments) regarding landfill capacity and scavenger health risks have also not been fully internalized in policy. To achieve sustainable governance, the Surabaya City Government must transform DART into an inclusive model: institutionalizing equitable multi-stakeholder dialogue, increasing digital access to reduce participation costs, using residual data transparency for producer accountability, and internalizing scavenger risk assessments. In conclusion, Surabaya must shift from community mobilization co-creation to data-driven policy co-creation.