Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penguatan Kapasitas Karang Taruna melalui Program Pengelolaan Bank Sampah untuk Masyarakat yang Berkelanjutan Lina, Herlina Muzanah Zain; Yanuar Rahmadan; Bobby Reza; Nayla Olivia Detyanti; Ijtafarukal Valent Khameini
JCOMENT (Journal of Community Empowerment) Vol. 6 No. 4 (2025): Community Empowerment
Publisher : The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/jcoment.v6i4.1064

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan memerlukan pendekatan inovatif yang melibatkan peran aktif masyarakat. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) berjudul “Penguatan Kapasitas Karang Taruna melalui Program Pengelolaan Bank Sampah untuk Masyarakat yang Berkelanjutan” bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan Karang Taruna Langgar melalui penerapan teknologi tepat guna dan digitalisasi dalam sistem pengelolaan bank sampah berbasis masyarakat. Mitra dipilih karena memiliki potensi sosial yang kuat, namun menghadapi kendala pada aspek manajerial, pengetahuan kelembagaan, dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan lingkungan. Kegiatan dilaksanakan melalui lima tahapan utama, yaitu survei lokasi dan identifikasi masalah, sosialisasi pendirian bank sampah, pelatihan digitalisasi pengelolaan, penerapan teknologi penghancur sampah plastik, serta pendampingan dan evaluasi. Metode pelaksanaan bersifat partisipatif, menekankan pada transfer pengetahuan dan penerapan teknologi tepat guna. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan pada kapasitas teknis dan manajerial mitra. Karang Taruna mampu menyusun struktur organisasi dan AD/ART Bank Sampah, mengoperasikan situs web pengelolaan digital melalui https://banksampahlanggar.com, serta mengelola mesin pencacah plastik secara mandiri. Program ini menghasilkan dua bentuk inovasi utama, yakni teknologi hard berupa mesin pencacah plastik dan teknologi soft berupa sistem digital manajemen bank sampah. Dampak kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan mitra yang sangat tinggi serta peningkatan efisiensi operasional melalui integrasi sistem digital. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berhasil memperkuat kapasitas kelembagaan Karang Taruna, meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat, serta menghasilkan model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di komunitas lain.
Tata Kelola Sampah Perkotaan dengan Model Co-creation di Kota Surabaya Wijayanto, Hendra; Zain, Herlina Muzanah
JOURNAL OF GOVERNMENT (Kajian Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah) Vol 11, No 1 (2025): Journal Of Government : Manajemen Pemerintahan dan Otonomi Daerah
Publisher : Program Studi Ilmu Pemeritahan Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/gov.v11i1.8936

Abstract

AbstrakPenelitian ini menganalisis efektivitas model co-creation dalam tata kelola sampah perkotaan di Surabaya menggunakan kerangka DART (Dialogue, Access, Risk Assessment, Transparency). Hasil penelitian menunjukkan Surabaya memiliki keberhasilan signifikan dalam co-creation di tingkat mikro, didukung oleh Dialogue yang kuat melalui Kader Lingkungan dan Access memadai terhadap Bank Sampah. Namun, analisis menunjukkan adanya kegagalan sistemik yang menghambat transisi ke co-creation strategis. Kesenjangan utama ditemukan pada Dialogue yang bersifat asimetris (mengabaikan sektor informal dan lemahnya negosiasi Extended Producer Responsibility dengan produsen) dan Transparency yang hanya terbatas pada data operasional mikro, sementara data komposisi sampah residu dan kontrak finansial TPA tidak transparan. Risiko sistemik (Risk Assessment) terhadap kapasitas TPA dan risiko kesehatan pemulung juga belum diinternalisasi sepenuhnya dalam kebijakan. Untuk mencapai tata kelola berkelanjutan, Pemkot Surabaya harus mentransformasikan DART menjadi model yang inklusif: melembagakan Dialogue multi-stakeholder yang setara, meningkatkan Access digital untuk mengurangi biaya partisipasi, menggunakan Transparency data residu untuk akuntabilitas produsen, dan menginternalisasi Risk Assessment pemulung. Kesimpulannya, Surabaya harus beralih dari co-creation mobilisasi komunitas menjadi co-creation kebijakan yang berbasis data.AbstractThis study analyzes the effectiveness of the co-creation model in urban waste management in Surabaya using the DART (Dialogue, Access, Risk Assessment, Transparency) framework. The results show that Surabaya has had significant success in co-creation at the micro level, supported by strong dialogue through environmental cadres and adequate access to waste banks. However, the analysis reveals systemic failures that hinder the transition to strategic co-creation. The main gaps are found in the asymmetric nature of the dialogue (ignoring the informal sector and weak negotiations with producers under Extended Producer Responsibility) and transparency, which is limited to micro-operational data, while residual waste composition data and landfill financial contracts are not transparent. Systemic risks (risk assessments) regarding landfill capacity and scavenger health risks have also not been fully internalized in policy. To achieve sustainable governance, the Surabaya City Government must transform DART into an inclusive model: institutionalizing equitable multi-stakeholder dialogue, increasing digital access to reduce participation costs, using residual data transparency for producer accountability, and internalizing scavenger risk assessments. In conclusion, Surabaya must shift from community mobilization co-creation to data-driven policy co-creation. 
POLITICAL COMMUNICATION STRATEGY OF THE PDIP DISTRICT BRANCH IN KEPULAUAN SERIBU FOR THE REGIONAL HEAD ELECTIONS (PILKADA) 2024 Herlina Muzanah Zain; Sofi Rama Riyansyah; Dejehave al Jannah
Jurnal Administrasi Publik Vol 16, No 02 (2025): JURNAL ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jap.v16i02.35270

Abstract

This study is motivated by the challenges of political communication during local elections (Pilkada) in archipelagic regions with distinct geographical and social characteristics, such as the Thousand Islands (Kepulauan Seribu). The central problem explored is how the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI Perjuangan) designed and implemented a communication strategy that effectively adapted to the local context. The objective of this research is to analyze the contextual communication strategy and assess its effectiveness in building political trust and engagement in a marginalized island setting. This study employs a descriptive qualitative approach, using interviews, observations, and literature review as data collection techniques. Theoretical grounding is provided by political communication and strategic communication concepts, including communicator, message, medium, audience, as well as segmentation, positioning, and branding. The findings reveal that PDI Perjuang an utilized a hybrid strategy that combines face-to-face interaction and digital communication, reinforced by community-based outreach, involvement of local figures, and the use of culturally resonant symbols. Unlike most prior research that centers on urban or mainland political dynamics, this study offers a unique contribution by focusing on the adaptation of political communication strategies in geographically isolated and socially cohesive island communities. The originality of this study lies in its emphasis on the effectiveness of localized communication approaches in areas often overlooked in mainstream electoral research.
SOSIALISASI PENANGGULANGAN BENCANA GEMPA BUMI BAGI ANAK-ANAK SEKOLAH UTARA DI JAKARTA UTARA Herlina Muzanah Zain; Muhammad Lukman Hakim; Sisin Nastasya Ametha Alif; Fatma Zela Rahayu
PANDAWA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2025): PANDAWA: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/pandawa.v4i2.9263

Abstract

Indonesia merupakan wilayah yang rawan terhadap bencana gempa bumi, sehingga diperlukan upaya mitigasi yang sistematis, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak. Rendahnya literasi kebencanaan pada anak usia sekolah berpotensi meningkatkan risiko korban saat terjadi gempa bumi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapsiagaan anak-anak terhadap bencana gempa bumi melalui pendekatan edukatif yang sesuai dengan karakteristik usia. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 10 Januari 2026 di Sekolah Utara, Jakarta Utara, dengan sasaran 40 anak usia 3–10 tahun. Metode pengabdian meliputi tiga tahapan, yaitu persiapan melalui observasi awal dan koordinasi dengan pihak sekolah, pelaksanaan sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana gempa bumi menggunakan media visual dan permainan edukatif, serta evaluasi melalui tanya jawab langsung kepada peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa-siswi mengenai risiko gempa bumi serta langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadinya gempa. Pendekatan sosialisasi, permainan edukatif, dan pembagian brosur terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi dan daya ingat peserta. Kegiatan ini berkontribusi dalam membangun sikap tanggap dan waspada terhadap bencana sejak dini serta mendukung upaya pengurangan risiko bencana di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Strategy of the Public Relations Team of LLDIKTI Region III in Enhancing Public Services in the Digitalization Era Sisin Nastasya Ametha Alif; Herlina Muzanah Zain
ARISTO Vol 14 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v14i1.11489

Abstract

This study aims to identify how the Public Relations (PR) team of LLDIKTI Region III designs strategies to improve public services in the digitalization era by launching the SIL@T application. This research employs the theory of Parasuraman, Zeithaml, and Berry (1998), which consists of five indicators that serve as the foundation for developing service quality improvement strategies: Tangibles (physical form), Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy. The study uses a qualitative descriptive method by conducting direct observations of the occurring phenomena. The findings indicate that LLDIKTI Region III has met the five indicators of service quality improvement, both in terms of infrastructure and direct services, as well as technology-based services through the launch of the SIL@T application. Moreover, the services provided, whether through face-to-face interactions or the SIL@T application, have received positive feedback from users.