Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGGUNAAN PATH TALK SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI INTERPERSONAL DI KALANGAN REMAJA AKHIR Witanti Prihatiningsih
JURNAL SIGNAL Vol 5, No 1 (2017): JURNAL SIGNAL
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.54 KB) | DOI: 10.33603/signal.v5i1.885

Abstract

ABSTRAK Path merupakan salah satu jejaring sosial yang digunakan oleh remaja. Mereka bisa membagikan foto dan video kegiatan sehari-hari, serta kita bisa membagi musik yang sedang didengarkan, film yang sedang di tonton, lokasi kita sedang dimana dan kita bisa mengucapkan selamat malam dan selamat pagi melalui path. Path memiliki fitur pribadi untuk berkomunikasi secara personal yang dinamakan Path Talk. Melalui fitur tersebut orang bisa mengirim pesan secara personal tanpa harus dilihat oleh orang lain. Namun, bagaimana penggunaan Path Talk sebagai media Komunikasi Interpersonal di Kalangan Remaja Akhir? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan infomannya adalah remaja akhir usia 18-21 tahun yang menggunakan Path serta Path Talk sebagai media komunikasi. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa bagi remaja Path Talk bukan media komunikasi utama untuk berkomunikasi, biasanya mereka gunakan Path Talk hanya untuk menanyakan hal yang singkat atau umum bukan cerita panjang, karena percakapan di Path Talk secara otomatis akan terhapus setelah 7 hari. Kata Kunci : Path Talk, Media Komunikasi, Remaja  ABSTRACT Path is a social network that is widely used by teenagers. They can share daily activities photos and videos, and share the music they listened to, the film being watched, the location of where they are and say good night or good morning through the Path. Path has privacy features to communicate personally called Path Talk. Through these features, user can send personalized messages without being seen by others. However, how to use the media as Path Talk Among Teens Interpersonal Communication? This study uses qualitative research method whose infomats are teens aged 18-21 years who use Path and Path Talk as a communication medium. The conclusion from this study is that for adolescents, Path Talk is not the main communication media to communicate. They usually use Path Talk only to ask the public not short or long story, because the conversation in Path Talk will automatically be deleted after 7 days. Key Words : Path Talk, Communication Media, Teenager
How Does the Use of Shopee Live Affect Consumer Information Needs ? Witanti Prihatiningsih; Wa Ode Seprina; Aan Setiadarma
IKRA-ITH HUMANIORA : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7 No 2 (2023): IKRAITH-HUMANIORA Vol 7 No 2 Juli 2023
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-humaniora.v7i2.2296

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di kawasan dalam hal jumlahpengguna e-commerce. Jumlah ini terus bertambah, apalagi ketika pemerintah mengeluarkan peraturantentang Work From Home (WFH) di masa pandemi Covid-19. Salah satu e-commerce paling populer diIndonesia adalah Shoppee, dengan jumlah pengguna terbanyak berada di Jakarta. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Shopee Live, sebuah fitur di aplikasi Shopee, terhadapkebutuhan informasi di kalangan ibu rumah tangga di Jakarta berdasarkan teori pencarian informasi.Metode kuantitatif dengan analisis regresi digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa secara simultan, intensitas menonton, isi konten, dan prioritas pencarian di Shopee Live berpengaruhsignifikan terhadap kebutuhan informasi ibu rumah tangga di Jakarta. Secara parsial, intensitas menonton diShopee Live berpengaruh signifikan terhadap kebutuhan informasi. Demikian juga isi konten, yangberpengaruh signifikan terhadap kebutuhan informasi. Berbeda dari keduanya, prioritas pencarian di ShopeeLive tidak berpengaruh signifikan terhadap kebutuhan informasi di kalangan ibu rumah tangga di Jakarta.
Pelatihan dan Implementasi Public Speaking di Kalangan Siswa SMA Witanti Prihatiningsih; Aan Setiadarma; Musa Maliki
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 6 No 2 (2023): IKRAITH-ABDIMAS Vol 6 No 2 Juli 2023
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikra-ithabdimas.v6i2.2426

Abstract

Public speaking is an important skill for everyone to master, especially for those who are inthe field of communication including politics and leadership. Regarding this context, this articleis the result of community service program that aims to provide an understanding of publicspeakings to students at the Fithrah Insani Islamic Senior High School. Moreover, this eventprovides the students a proper training on how they can basically practice public speaking. Thisseries of activities includes providing basic and advance understanding of public speaking aswell as practising it in front of class. In conclusion, after the public speaking training, studentsare able to explain the basics of public speaking, overcome nervousness or anxiety, and are ableto implementing public speaking in front of the class.
Pengaruh Social Media Content Instagram @BYU.ID Terhadap Brand Image Provider Digital BY.U Ayu Widya Lestari; Aan Setiadarma; Witanti Prihatiningsih
Ikon --Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 27 No 3 (2022): Vol. 27 No.3 Desember 2022 IKON
Publisher : Program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini, industri telekomunikasi di Indonesia telah berkembang begitu pesat. Perkembangannya diakibatkan oleh tingginya angka penggunaan Internet. Hal ini membuat berbagai perusahaan penyedia jasa provider selalu memberikan produk terbaik untuk konsumennya salah satunya By.U. Lahirnya By.U yang menjadi provider digital pertama di Indonesia menjadi angin segar di industri pertelekomunikasian, target pasar mereka pun juga menyasar kepada Gen Z. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar pengaruh dari Social Media Content Instagram @byu.id Terhadap Brand Image. Sebanyak 100 responden menjadi objek penelitian yaitu followers dari akun Instagram @byu.id. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatif, metode penelitian survei dan menggunakan Cognitive Response Theory sebagai landasan asumsi dari penelitian ini. Hasil dari uji korelasi dalam penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang cukup berarti antara social media content dengan brand image sebesar 0,580. Hasil uji koefisien determinasi menyatakan adanya pengaruh yang ditimbulkan oleh sosial media content sebesar 34,2% terhadap brand image. Hasil uji regresi linier menunjukkan setiap penambahan 1% social media content, maka brand image akan meningkat sebesar 0.238. Hasil uji hipotesis ditemukan t hitung > t tabel yaitu sebesar 7,135. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang cukup berarti antara sosial media content pada Instagram @byu.id terhadap brand image Provider Digital By.U.
WhatsApp as a strategy to socialise funeral products during the Covid-19 pandemic Prihatiningsih, Witanti; Maliki, Musa; Ayuningtyas, Fitria; Intyaswati, Drina; Maella, Nurannafi Farni Syam
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 6 No. 3 (2022)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v6i3.5038

Abstract

The Covid-19 pandemic has forced many people to stay at home. People in Indonesia are encouraged to work from home (WFH) from 2020 until 2022. The WFH has significantly impacted the economy, especially among field workers. The MA cannot promote its product and services during this time. Therefore, the sales are decreasing. This study describes how the MA uses WhatsApp to socialise their product and services to seek potential customers amid the pandemic. This research involved descriptive qualitative methods, with five MAs as respondents. This study showed that the MAs maximised WhatsApp in socialising funeral products to customers during the pandemic. MAs used WhatsApp features such as "Profile Picture" and "Status" to attract people by keeping their contact numbers. The funeral product details were later socialised in texts, photos, and videos funeral prices will never be mentioned by the MA unless potential customers are asking about it.
Korelasi Brand Ambassador NCT 127 dengan Sikap Konsumen Blibli Indar Amila Azizah; Witanti Prihatiningsih
ANALOGI Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/analogi.v2i1.941

Abstract

This study aims to see how much the credibility of NCT 127 as a brand ambassador has a relationship with the consumer attitude of Blibli using source credibility theory. This theory explains that a person is considered credible if he has characteristics, like expertise, trustworthiness, and attractiveness. The method used in this research is quantitative with a correlational approach. The sample in this study was taken using a probability sampling technique with a simple random sampling method. In collecting data, researchers used survey methods in the form of questionnaires distributed to one hundred respondents. The criteria for respondents in this research must be individuals who follow the Instagram account @bliblidotcom and using the Blibli application during the NCT 127 period as Blibli brand ambassadors. The data obtained is then processed using a correlation test and hypothesis testing (t-test). The final results of this study show that the higher credibility of NCT 127 as a brand ambassador, the higher altitude of Blibli consumers. In addition, based on the results of the correlation test, it can be concluded that of the three components of credibility, the trustworthiness aspect has a strong degree of relationship with consumer attitudes, while the expertise aspect has a moderate or sufficient degree of relationship, and the attractiveness aspect has a low degree of relationship.
PELATIHAN PUBLIC SPEAKING BAGI REMAJA SEBAGAI BENTUK AKTUALISASI BELA NEGARA Fitria Ayuningtyas; Ratu Nadya Wahyuningratna; Luqman Hakim; S. Bekti Istiyanto; Witanti Prihatiningsih
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i3.1813

Abstract

Berbicara di depan umum merupakan salah satu kemampuan yang diperlukan saat ini atau biasa disebut public speaking merupakan salah satu skill mutlak yang dibutuhkan seseorang untuk bisa terjun dalam dunia kerja maupun dalam masyarakat. Dengan public speaking yang mumpuni, seseorang mampu menyampaikan gagasan dengan lebih baik. Selain itu, Public speaking dapat digunakan sebagai media aktualisasi bela negara. Kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan sebuah sikap maupun perilaku warga negara yang sering disebutkan sebagai Bela Negara. Kemampuan berbicara di depan umum yang dikaitkan dengan konteks Bela Negara, menjadi sebuah hal yang penting untuk dikuasai oleh seseorang. Oleh karena itu, tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan Public speaking kepada siswa SMK Wiyata Satya sebagai bentuk aktualisasi Bela Negara. Mitra kegiatan ini adalah SMK Wiyata, yang berlokasi di Jalan Taman Mutiara Prima, Kebun Jeruk, Kota Jakarta Barat. Pelatihan secara khusus diberikan kepada siswa kelas XI jurusan Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis. Pemilihan mitra ini sejalan dengan kebutuhan dan orientasi sekolah yang ingin menghasilkan lulusan yang siap kerja. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan empat metode, yaitu (1) persiapan, (2) perencanaan metode pembelajaran, (3) pelaksanaan pelatihan, (4) evaluasi. Persiapan diawali dengan observasi kebutuhan mitra dan dilanjut dengan menyusun metode pembelajaran. Selanjutnya, pelaksanaan pelatihan dilakukan dalam dua tahap, yaitu pemaparan materi dengan melakukan sebelumnya pre-test dan latihan/praktik. Kegiatan ditutup dengan evaluasi dengan tanya jawab dan post-test menggunakan kahoot.it. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rasa percaya diri siswa peserta pelatihan dalam public speaking. Selanjutnya peserta juga lebih paham tentang public speaking dan urgensinya dalam kehidupan.
The Politics of Modernity: the Discourse of the Westphalian System toward the Native in Indonesia Maliki, Musa; Prihatiningsih, Witanti
Indonesian Perspective Vol 8, No 1: (Januari-Juni 2023): 1-210
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ip.v8i1.56379

Abstract

Modernity is a large concept that can be found in many disciplines, such as philosophy, history, sociology, anthropology, political economy, and International Relations (IR). One of many significant infrastructures of modernity is the concept of nation-states, the definition of which can also be found in the aforesaid disciplines. This article will elaborate on the concept of modernity concerning relations between nation-states and non-nation-states such as native local communities in which rooted in those multi-disciplined courses. This article argues that imagined nation-states of the Westphalian system impose, imprison, and marginalize native communities from within. The birth of nation-states in the European Western discourse has created marginalization of native communities around the world. Using some examples of Indonesian natives, this article shows that modernity is political. The politics of modernity either instrumentalized or marginalized and forced the Indonesian natives to obey the standardization of the Indonesian Westphalian system. As a result, since the Dutch colonialization up to now, the Indonesian natives have not yet embraced full citizenship rights because they are marginalized, subjugated, and discriminated against politically, economically, and socially. 
Pelatihan Google Classroom sebagai Bekal Teknik Pengajaran pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam IAID Depok Intyaswati, Drina; Ayuningtyas, Fitria; Prihatiningsih, Witanti
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v2i2.370

Abstract

Online learning has become part of formal education. This learning process can produce efficiency in teaching and learning and foster a more exciting atmosphere. Using the Google Classroom application, teachers can apply their teaching and learning process through information technology-based media. Google Classroom training is conducted among students majoring in Islamic Religious Education from the Depok Islamic Religious Institute, where they will be prepared to become teachers/educators later. The results showed that the participants were enthusiastic about participating in the training to gain new teaching techniques that they did not previously possess, along with skills to become more familiar with the technology.
Peningkatan Kemampuan Public Speaking Bagi Remaja Di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara Ayuningtyas, Fitria; Maliki, Musa; Istiyanto, S Bekti; Prihatiningsih, Witanti; Theresa, Ria Maria
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v7i2.4081

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Kabupaten Humbang Hasundutan sebagai bentuk untuk menjawab permasalahan yang ada yaitu masih sangat terbatasnya pelatihan Public Speaking yang diadakan di Kabupaten ini. Adapun pelatihan Public Speaking ini dilakukan dalam bentuk lokakarya di SMAN 2 Lintongnihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara pada tanggal 19 September 2023 dari jam 08.00 s.d. 16.00. Metode yang digunakan untuk kegiatan ini dengan menggunakan PAR (Participatory Action Research). PAR pada dasarnya adalah upaya untuk melakukan perbaikan dan perubahan dimana dalam prosesnya melibatkan pihak-pihak yang menjadi sasaran perubahan berdasarkan pengalaman kelompok tertentu. Hasil dari kegiatan ini didapatkan agar dapat menjadi pemimpin yang bagus untuk masa depan Indonesia, maka seseorang harus dapat berbicara di depan umum dengan baik. Solusi untuk menangani keterbatasan kemampuan Public Speaking dengan cara pertama menjelaskan konsep Public Speaking, lalu sesi dialog dengan tanya- jawab, dan terakhir praktik. Langkah itu akan menjadi model untuk siapapun untuk terus berlatih, berlatih terus membuat sempurna seseorang. Berbicara di depan banyak orang membutuhkan keberanian dan kepercayaan diri yang tinggi, apalagi bagi mereka yang belum terbiasa melakukannya.