Claim Missing Document
Check
Articles

RESPONS PESERTA PELATIHAN URBAN FARMING YANG RAMAH LINGKUNGAN SECARA ONLINE Fiky Yulianto Wicaksono; Tati Nurmala
Dharmakarya Vol 10, No 2 (2021): Juni, 2021
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v10i2.32537

Abstract

Hobi urban farming semakin meningkat pada saat pandemi Covid-19 ini, terutama saat Pembatasan Sosial Berskala Besar dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang mengharuskan masyarakat tinggal di rumah. Kegiatan urban farming yang dilakukan banyak terkait dengan teknik hidroponik yang membutuhkan biaya besar, pengetahuan yang baik, serta limbah yang tidak tertangani sehingga membutuhkan teknik alternatif untuk mengatasi permasalahan tersebut dan harus disosialisasikan pada masyarakat. Tujuan sosialisasi ini adalah untuk mengenalkan urban farming yang ramah lingkungan pada masyarakat dengan memanfaatkan limbah rumah tangga. Metode yang digunakan berupa pelatihan dan simulasi mengenai urban farming yang ramah lingkungan yang dilaksanakan secara online dari bulan Januari – Februari 2021. Pelatihan dilakukan oleh narasumber yang ahli dalam urban farming. Simulasi dilakukan dengan cara demonstrasi dalam bentuk video. Peserta kegiatan diseleksi dengan kriteria telah atau ingin mempraktekkan urban farming di rumah atau sekitar rumah dan bersedia untuk mengikuti pelatihan. Hasil sosialisasi menunjukkan keahlian narasumber dapat meningkatkan wawasan peserta. Sebagian besar peserta memahami materi pelatihan dan mempraktekkan urban farming yang ramah lingkungan di rumah atau sekitar rumah.
Inisiasi budidaya padi hitam untuk produksi produk pangan eksklusif di desa Cileles kecamatan Jatinangor kabupaten Sumedang Fiky Yulianto Wicaksono; Yudithia Maxiselly; Aep Wawan Irwan; Tati Nurmala
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.19459

Abstract

Desa Cileles berada di wilayah Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Desa Cileles memiliki wilayah seluas 320 Ha, dengan fungsi tata guna lahan untuk lahan pertanian sebesar 55% dan sisanya merupakan lahan pemukiman dan fasilitas umum. Sebagian besar profesi penduduk desa Cileles adalah petani dan buruh tani. Permasalahan pertanian yang ada di desa Cileles adalah petani hanya membudidayakan tanaman yang tidak memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu solusi untuk memecahkan masalah ketiadaan produk bernilai ekonomi tinggi namun masih bisa dikonsumsi sehari-hari adalah dengan mengenalkan budidaya padi/beras hitam. Padi hitam merupakan padi lokal yang mengandung pigmen antosianin yang paling baik sehingga termasuk ke dalam pangan fungsional. Beras hitam juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Pengenalan tanaman padi hitam dan teknologi budidayanya di Desa Cileles memiliki tujuan mensosialisasikan tanaman padi hitam di masyarakat agar masyarakat tertarik mengembangkannya. Sosialisasi ini menggunakan metode penyuluhan dan pembuatan demplot partisipatif pada para petani. Keberhasilan metode Pengabdian kepada Masyarakat yang dijalankan dapat diketahui dari kuesioner yang dibagikan pada peserta penyuluhan. Penyuluhan budidaya dan pascapanen padi hitam yang baik disertai pembuatan petak demonstrasi menimbulkan respons yang baik dari petani. Hal ini dapat dilihat dari pengetahuan petani terhadap padi hitam yang meningkat, keinginan masyarakat yang tinggi untuk membudidayakan padi hitam, serta masyarakat antusias untuk memasarkan sendiri produk padi hitam.Kata kunci: Jatinangor, Padi hitam, Pangan fungsional
RESPONS MASYARAKAT TERHADAP PENGENALAN TANAMAN GANDUM DAN PRODUK-PRODUKNYA DI DESA ARJASARI KECAMATAN ARJASARI KABUPATEN BANDUNG Fiky Yulianto Wicaksono; Yudithia Maxiselly; Tati Nurmala; Putri Utami Suherman; Alfika Fauzan; Andala Muhamad Nurdin
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.638 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.14740

Abstract

Desa Arjasari adalah sebuah desa yang berada di pegunungan yang terletak di kaki gunung Malabar, Kabupaten Bandung. Sebagian besar wilayah terdiri dari dari lahan pertanian. Sebagian besar mata pencaharian warga adalah buruh tani dan petani. Salah satu masalah usaha tani di desa Arjasari adalah diversifikasi tanaman yang diusahakan dan ketidakmampuan petani untuk menanam tanaman selama musim kemarau. Gandum dapat dijadikan salah satu komoditas untuk diversifikasi dan relatif tahan terhadap kekeringan di daerah dengan kelembaban tinggi sehingga dapat ditanam di musim kemarau. Pengenalan tanaman gandum dan produk-produknya di Desa Arjasari memiliki tujuan mensosialisasikan tanaman gandum di masyarakat sehingga masyarakat tertarik mengembangkannya, diantaranya dengan cara meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kegunaan tanaman gandum, teknik budidayanya, serta produk-produknya. Kegiatan ini menggunakan metode penyuluhan tanaman gandum, produk gandum, serta teknik budidayanya, dan pembuatan demplot partisipatif. Kuesioner dibagikan pada peserta penyuluhan sebelum dan sesudah penyuluhan. Data yang diperoleh dari kuesioner kemudian dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif. Waktu pelaksanaan dari bulan Juli hingga November 2017. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK dan wanita tani. Respons masyarakat terhadap pengenalan tanaman gandum dan produk-produknya di Desa Arjasari sangat baik. Hal ini terlihat setelah penyuluhan bahwa masyarakat tertarik menanam gandum dan membuat produk-produk dari gandum. Variabel yang berhubungan dengan ketertarikan masyarakat mengembangkan gandum adalah umur, pengenalan produk sebelumnya, pernah tanam sebelumnya, dan minat menambah penghasilan. Kata kunci: gandum, arjasari, lahan kering
Perbandingan Model Regresi untuk Pengukuran Luas Daun Gandum di Daerah Tropis Fiky Yulianto Wicaksono; Muhamad Kadapi
Paspalum: Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/paspalum.v9i2.302

Abstract

The growth of wheat plants can be determined by measuring leaf area index and net assimilation rate. Both measurements require leaf area data. Measurement of leaf area of wheat in Indonesia requires a method that is not only accurate, but also easier and cheaper. One of them is the regression method. The purpose of this study was to determine an accurate regression equation model in predicting wheat leaf area. This research was conducted from March to June 2021 at the Experimental Station and Plant Production Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, UNPAD, Jatinangor, Sumedang. The materials used in this study were various leaf area printing papers from wheat plants aged 14 days after planting (DAP), 28 DAP, and 42 DAP. The regression equation was assembled from the relationship between leaf area with leaf width and length, then compared with the actual leaf area that measured by scanning. The results showed that the linear, quadratic, cubic, and logarithmic regression equations had a coefficient of determination of more than 90% to predict leaf area, at the age of 14, 28, and 42 DAP, as well as all plant ages. Quadratic regression had a limit of data that can be entered, so it needed circumspection in using the formula. Cubic regression tended to have better accuracy in predicting leaf area at 14, 28, and 42 DAP, but the accuracy was the same as other regression equations at all plant ages.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Pola Tanam Tumpangsari denganUbi Jalar (Ipomoea batatas (L.) Lam) di Arjasari Kabupaten Bandung Andhita Zata Dini Dini; Yuyun Yuwariah; Fiky Yulianto Wicaksono; Dedi Ruswandi
Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech) Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Agrotek Indonesia (Indonesian Journal of Agrotech)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.238 KB) | DOI: 10.33661/jai.v3i2.1375

Abstract

Produktivitas tanaman jagung dan ubi jalar sebagai tanaman pangan di Indonesia dapat ditingkatkan melalui cara tanam tumpangsari. Percobaan ini untuk mengetahui genotip jagung terbaik jika ditumpangsarikan dengan tanaman ubi jalar. Percobaan ini telah dilakukan pada bulan Februari 2017 sampai bulan Juli 2017 di Arjasari, dengan ketinggian 960 mdi atas permukaan laut. Percobaan menggunakan rancangan petak terpisah dengan sistim pertanaman sebagai petak utama dan genotip jagung sebagai anak petak.  Petak utama adalah jagung tunggal dan jagung/ ubi jalar; sedangkan anak petak adalah 17 genotip jagung DR. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tumpangsari jagung dengan ubi jalar berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman jagung DR 13 dan DR 17.  Genotipjagung DR 8, DR 13, DR 16, dan DR 17 yang ditumpangsarikan dengan ubi jalar mampu meningkatkan bobot biji pipilan kering per petak sebesar 3,50 kg/m2– 5,01kg/m2 atau 3,89 ton/ha - 4,25 ton/ha. Nisbah Kesetaraan Lahan (NKL) tertinggi adalah jagung DR 15 sebesar 1,43 sehingga sesuai untuk ditumpangsarikan dengan ubi jalar. Kata kunci : Jagung, ubi jalar, tumpangsari
Karakter agronomi beberapa jagung hibrida Padjadjaran dan hubungannya dengan hasil di dataran medium Yuyun Yuwariah; Desri Nursyahbani Putri; Dedi Ruswandi; Fiky Yulianto Wicaksono; Dhany Esperanza
Kultivasi Vol 21, No 2 (2022): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v21i2.34955

Abstract

AbstrakBudidaya tanaman jagung dengan menggunakan varietas unggul baru dapat memenuhi kebutuhan jagung, baik sebagai pangan maupun pakan dan industri. Karakter agronomi yang dimiliki oleh varietas unggul menjadi kebutuhan evaluasi perakitan kualitas benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter agronomi pada jagung hibrida Padjadjaran secara umum maupun masing-masing Jagung Hibrida Padjadjaran yang menentukan hasil. Penelitian ini dilakukan di Sanggar Penelitian, Latihan dan Pengembangan Pertanian (SPLPP) Universitas Padjadjaran di Desa Arjasari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung yang dilakukan  sejak  20 Februari hingga  20 Juli 2020. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dan analisis regresi linear berganda dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari 12 genotipe jagung hibrida dengan latar belakang genotipe yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 12 jagung hibrida Padjadjaran memiliki karakter tinggi tanaman, bobot tongkol dengan kelobot, serta panjang tongkol yang berbeda. Analisis jagung hibrida Padjadjaran secara umum menunjukkan bobot tongkol tanpa kelobot yang menentukan hasil dengan capaian koefisien determinasi 95% sedangkan bobot tongkol tanpa kelobot dan jumlah biji per baris pada beberapa hibrida sebagai penentu hasil.  Kata Kunci: jagung hibrida, karakter agronomi, hasil, regresi AbstractCultivation of maize by using new superior varieties can fulfill the need of maize both for food and feed as well as industry. Agronomic character possessed by superior varieties is important to evaluate during the program of seed quality assembly. This research aimed to determine which agronomic character corresponded to yield for hybrid maize in general and for each hybrid maize. This research was conducted at Sanggar Penelitian, Latihan dan Pengembangan Pertanian (SPLPP) Universitas Padjadjaran, Arjasari, Bandung Regency from February 20 to July 20, 2020. The experiment used Randomize Experimental Design and Multiple Linear Regression Analysis with 12 treatments and 3 replications. Treatments consistsed of 12 genotypes of hybrid maize with different genetic background. The results showed that there was different in character of plant height, cob weight with husk and cob length. In general, Padjadjaran hybrid maizes yield were greatly affected by cob weight without husk (coefficient of determination was 95%), while cob weight without husk and number of grain on some hybrids determined the yield. Keywords: hybrid maize, agronomic character, yield, regression   
Pengaruh Pupuk Hayati Dengan Bahan Pembawa dan NPK Tunggal Terhadap Tinggi Tanaman Dan Berat Gabah Bernas Padi Gogo Inceptisols Jatinangor Fera Siti Meilani; Reginawanti Hindersah; Mieke Rochimi Setiawati; Fiky Yulianto Wicaksono; Pujawati Suryatmana
Soilrens Vol 21, No 1 (2023)
Publisher : Dept Ilmu Tanah & Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/soilrens.v21i1.49316

Abstract

Biofertilizers contain bacteria that can offset the use of inorganic fertilizers. However, using bacteria as biofertilizers also requires carrier materials such as bran, compost, and Azolla flour to maintain the viability of the bacteria before being transferred to the soil. This study aimed to determine the effect of consortium biofertilizer with different carriers and doses of NPK (nitrogen, phosphorus, potassium) fertilizer on the growth and yield of upland rice on Inceptisols from Jatinangor. This study used a randomized block design with two factors: the carrier of consortium biofertilizer (compost, rice bran, and Azolla) and the dose of NPK fertilizer (0%, 50%, and 100%). The experimental results showed no interaction between the consortium's biofertilizers with carrier and NPK fertilizer doses on plant height, number of tillers, weight of rice grain, and weight of 100 grains of upland rice plants. The independent factor of biological fertilizer with carrier material significantly affected plant height, and the independent factor of single NPK fertilizer significantly affected plant height, number of tillers, and rice grain weight.
Hasil dan Kualitas Rumput Gandum akibat Priming dan Pengaturan Suhu Penyimpanan Benih Wicaksono, Fiky Yulianto; Sausan, Nida Hanun; Kadapi, Muhamad
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.41683

Abstract

Rumput gandum atau wheatgrass (Triticum aestivum L.) merupakan tanaman gandum muda yang berasal dari benih gandum. Konsumen seringkali tidak dapat menghabiskan langsung benih gandum untuk dijadikan rumput gandum, sehingga benih gandum sisa harus disimpan yang akhirnya menyebabkan kemunduran kualitas rumput gandum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu  penyimpanan benih dan konsentrasi nutrisi terhadap hasil dan kualitas wheatgrass secara hidroponik yang diperoleh dari benih pada dua kondisi suhu  penyimpanan selama empat bulan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang diberi enam perlakuan kombinasi suhu penyimpanan dengan konsentrasi nutrisi yang diulang lima kali. Perlakuan suhu penyimpanan terdiri dari suhu ruang (23-28°C) dan suhu rendah (5-6°C), sementara konsentrasi nutrisi AB mix yang digunakan sebagai perlakuan yaitu 0 ppm, 500 ppm, dan 1000 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suhu penyimpanan dan penambahan nutrisi memberikan pengaruh terhadap  persentase daya kecambah, tinggi bibit, bobot segar pupus, bobot kering pupus, dan kandungan klorofil, namun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun. Penyimpanan benih pada suhu rendah dan penambahan AB mix 500 ppm menunjukkan peningkatan daya kecambah, tinggi bibit, bobot segar pupus, dan bobot kering pupus, serta kandungan klorofil wheatgrass dari benih dibandingkan perlakuan lainnya.
Perbandingan karakter fisiologi, pertumbuhan dan hasil varietas padi hitam lokal asal malang pada dua agroekosistem Fiky Yulianto Wicaksono; Putri Utami Suherman; Muhamad Kadapi
Jurnal AGRO Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/30045

Abstract

Black rice (Oryza sativaL.) is a health-beneficial food crop. No studies have investigated the ideal agroecosystem for achieving black rice's highest growth and yield. This study aimed to contrast the physiological characteristics, growth, and yield of black rice plants within two distinct agroecosystems: wetland and dryland. The study was conducted in a controlled screen house situated at an elevation of 750 meters above sea level, with a C3 agroclimatological zone according to the Oldeman classification. The research was conducted in April – November 2020. The research used quantitative methods without an experimental design. Two populations of black rice were planted in two agroecosystem treatments, conditioned as wetland and dryland. Observations were made on physiological characters (chlorophyll content index and stomatal conductance), growth components (plant height, number of tillers, shoot root ratio, dry weight, and leaf area index), and yield components (number of productive tillers, panicle length, number of grains per panicle, percentage of filled grain, and weight of 1000 grains). The results revealed that black rice plants in dry land had better growth, but had worse in physiological characteristics, yield components, and yields than in wet land.ABSTRAKPadi hitam (Oryza sativa L.) merupakan satu dari banyak tanaman pangan yang memiliki manfaat untuk kesehatan. Penelitian mengenai agroekosistem yang optimal bagi pertumbuhan dan hasil tanaman padi hitam belum dilakukan hingga saat ini. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbandingan fisiologi, pertumbuhan, dan hasil tanaman padi hitam pada dua agroekosistem, yaitu lahan basah dan lahan kering. Penelitian dilaksanakan dalam screen house pada ketinggian 750 m di atas permukaan laut dan merupakan zona agroklimatologi C3 berdasarkan klasifikasi Oldeman. Penelitian dilakukan pada bulan April – November 2020. Penelitian menggunakan metode kuantitatif tanpa rancangan percobaan. Dua populasi padi hitam ditanam pada dua perlakuan agroekosistem, dikondisikan sebagai lahan basah dan lahan kering. Pengamatan dilakukan pada karakter fisiologi (indeks kandungan klorofil dan konduktansi stomata), komponen pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah anakan, nisbah pupus akar, bobot kering tanaman, dan indeks luas daun), dan komponen hasil (jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah per malai, persentase gabah isi, dan bobot 1000 butir gabah). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tanaman padi hitam di lahan kering menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik, namun memiliki karakter fisiologi, komponen hasil, dan hasil yang lebih buruk daripada di lahan basah.
Analysis of vulnerability and risk of maize (Zea mays L.) production decrease on rainfed land in Garut Regency due to climate change and its strategic adaptation options Ruminta, Ruminta; Sabilla, Yassa; Wicaksono, Fiky Yulianto; Wahyudin, Agus
Kultivasi Vol 22, No 3 (2023): Jurnal Kultivasi
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kultivasi.v22i3.43740

Abstract

Climate change, especially air temperature and rainfall, impacts the agricultural sector, one of which is the reduction of maize production. As an anticipatory effort to reduce maize production due to climate change, a study is needed to identify the possible hazard, vulnerability, and risk of maize yield reduction at the sub-district level in the largest maize-producing center in West Java, Garut Regency. After identifying areas with high or very high levels of potential yield reduction risk, a strategic adaptation that can be applied to deal with climate change can be identified. The method used in this research is descriptive quantitative. The data used include temperature, rainfall, planting area, harvest area, production, productivity, and socio-economic data of farmers obtained from LAPAN, BPS, Garut Regency Agriculture Office, and other related sources. The results of the study stated that the areas with a potential risk of production decrease at a very high level (IR ˃0.81) are in Wanaraja and Malangbong sub-districts; high level (IR: 0.61-0.80) are in Cisewu, Pakenjeng, Banyuresmi, and Limbangan. Meanwhile, the potential risk level of maize productivity decrease is very high (IR ˃0.81) in Cisewu, Pamulihan, Banyuresmi, Malangbong, and Limbangan; high (0.61-0.80) in Bungbulang, Singajaya, Cilawu, Bayongbong, Leles, Leuwigoong, Cibiuk, Cibatu, and Selaawi. Adaptation strategy to minimize the potential risk of reduced maize yields can be done by using superior hybrid varieties, managing planting time, water management, minimum tillage, and mixed cropping.
Co-Authors Abdulah Hafiz Adawiah, Aliya Zahrah Aep Wawan Irwan Agus Wahyudin Alfika Fauzan Amelia Ratnasari Anas Zubair, Anas Andala Muhamad Nurdin Andala Muhamad Nurdin Andhita Zata Dini Dini Anni Yuniarti Annisa Sarah Utami Putri Annisa Sarah Utami Putri, Annisa Sarah Utami Asyifa Fiani Putri Asyifa Fiani Putri, Asyifa Fiani Bajri, Reza Aed Galib Benny Joy Betty Natalie Fitriatin Buswar, Adine Syabina Cucu Suherman D. F. Sari D. F. Sari, D. F. Dedi Ruswandi Dedi Widayat Desri Nursyahbani Putri Dhany Esperanza Efrida Ariani Emma Trinurani Sofyan Fadhillah, Farhan Falih Ijlal Septian Farida Damayanti Fauzan, Alfika Fera Siti Meilani Giyarto, Gunes Grace Ananda, Napitupulu Gumelar, Fajar Akbar Gunawan, Gia Putra Haysa, Qinthara Nail Hesty Nurul Utami Irfan Maolana Joko Wiratmo Khairunnisa, Salma Kusumiyati Linda Wahyu Setianingrum Linda Wahyu Setianingrum, Linda Wahyu Lumbantobing, Maysix M. I. Janitra M. I. Janitra, M. I. Maolana, Adrian Maolana, Irfan Marenda Ishak Sonjaya Sule Meddy Rachmadi Mieke Rochimi Setiawati Muhamad Aristiyo Muhamad Aristiyo, Muhamad Muhamad Kadapi Muhammad Irfan Janitra Muhammad Irfan Janitra, Muhammad Irfan Muhammad Rizki Muhammad, Damara Bakti Narmadhia, Salsabila Ningtias, Utarie Ayu Nisa, Kahirun Nurdin, Andala Muhamad Nurinnida, Annisa Oviyanti Mulyani Pujawati Suryatmana Putri Utami Suherman Putri Utami Suherman Putri, Dina Qinthara Nail Haysa Rahmat Budiarto Rasyiqa Hasna Shabira Reginawanti Hindersah Reza Aed Galib Bajri Rhezaleta Eka Sutrisna Rizka Fitriani Rizka Fitriani Ruminta Ruminta Ruminta Sabilla, Yassa Salsabila, Dita Nur Sausan, Nida Hanun Soendajana, Audi Razaqa Solihah, Linda Puspa Suherman, Putri Utami Sulistyodewi Nur Wiyono Suseno Amien Syariful Mubarok Tati Nurmala Tati Nurmala Tati Nurmala Tati Nurmala Triyani Dewi Uum Umiyati Varinto, Irvan Wahyudin, Agus Warid Ali Qosim Wibawa, Rangga Yudithia Maxiselly Yuwariah, Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuyun Yuwariah Yuwariah