Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agrikultura

Hasil dan Kualitas Rumput Gandum akibat Priming dan Pengaturan Suhu Penyimpanan Benih Wicaksono, Fiky Yulianto; Sausan, Nida Hanun; Kadapi, Muhamad
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.41683

Abstract

Rumput gandum atau wheatgrass (Triticum aestivum L.) merupakan tanaman gandum muda yang berasal dari benih gandum. Konsumen seringkali tidak dapat menghabiskan langsung benih gandum untuk dijadikan rumput gandum, sehingga benih gandum sisa harus disimpan yang akhirnya menyebabkan kemunduran kualitas rumput gandum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu  penyimpanan benih dan konsentrasi nutrisi terhadap hasil dan kualitas wheatgrass secara hidroponik yang diperoleh dari benih pada dua kondisi suhu  penyimpanan selama empat bulan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang diberi enam perlakuan kombinasi suhu penyimpanan dengan konsentrasi nutrisi yang diulang lima kali. Perlakuan suhu penyimpanan terdiri dari suhu ruang (23-28°C) dan suhu rendah (5-6°C), sementara konsentrasi nutrisi AB mix yang digunakan sebagai perlakuan yaitu 0 ppm, 500 ppm, dan 1000 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suhu penyimpanan dan penambahan nutrisi memberikan pengaruh terhadap  persentase daya kecambah, tinggi bibit, bobot segar pupus, bobot kering pupus, dan kandungan klorofil, namun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun. Penyimpanan benih pada suhu rendah dan penambahan AB mix 500 ppm menunjukkan peningkatan daya kecambah, tinggi bibit, bobot segar pupus, dan bobot kering pupus, serta kandungan klorofil wheatgrass dari benih dibandingkan perlakuan lainnya.
Identifikasi Perubahan Suhu dan Curah Hujan serta Korelasinya dengan Produksi Padi di Kabupaten Garut Jawa Barat Ruminta, Ruminta; Wicaksono, Fiky Yulianto; Narmadhia, Salsabila
Agrikultura Vol 35, No 3 (2024): Desember, 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v35i3.59136

Abstract

Perubahan iklim merupakan ancaman bagi kegiatan budidaya pertanian termasuk budidaya tanaman padi Indonesia. Padi merupakan tanaman serelia yang sangat peka terhadap indikator perubahan iklim sehingga dapat menyebabkan perubahan hasil. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya perubahan curah hujan dan suhu serta korelasinya dengan produktivitas dan produksi padi di Kabupaten Garut. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif menggunakan analisis regresi, korelasi, dan klimogram yang masing-masing untuk mengetahui pola trend dari perubahan curah hujan dan suhu udara, pengaruh peruhaban curah hujan dan suhu udara terhadap produksi dan produkstivitas tanaman padi, serta kombinasi perubahan curah hujan terhadap suhu udara. Analisis korelasi dilakukan secara temporal selama periode 1982 hingga 2018 dan secara spasial untuk 42 kecamatan di kabupaten Garut. Data yang digunakan meliputi data iklim dan data budidaya tanaman padi yang diperoleh dari Dinas Pertanian, LAPAN, BPS, dan BMKG Kabupaten Garut pada tahun 1982 hingga 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Garut terjadi trend peningkatan curah hujan sebesar 485 mm dan peningkatan suhu udara sebesar 0,2 oC serta pergeseran klimogram dari kiri ke arah kanan yang mengindikasikan perubahan curah hujan yang lebih besar dan perubahan suhu yang relatif kecil. Korelasi secara temporal antara curah hujan dengan luas panen dan produksi padi adalah signifikan dengan koefisien korelasi masing-masing sebesar 0,470 dan 0,385. Korelasi temporal antara suhu udara dengan luas panen, produktivitas, dan produksi padi adalah sigfinikan dengan koefisien korelasi masing-masing sebesar 0,424, 0,420 dan 0,423. Koefisien korelasi secara spasial antara curah hujan dengan produktivitas dan produksi padi di 42 Kecamatan Kabupaten Garut masing-masing berkisar antara 0,350–0,590 dan 0,390–0,794. Koefisien korelasi secara spasial antara suhu udara dengan produktivitas dan produksi padi masing-masing berkisar antara 0,572–0,648 dan antara 0,400–0,790. Fakta ini menunjukkan bahwa perubahan curah hujan dan suhu udara berpengaruh signifikan terhadap produktivitas dan produksi padi di Kabupaten Garut.