Claim Missing Document
Check
Articles

Found 51 Documents
Search
Journal : Industrial Engineering Online Journal

ADOPSI MODEL VALUE CHAIN UNTUK PENGEMBANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA INDUSTRI PARIWISATA (STUDI KASUS: PT TAMAN WISATA CANDI BOROBUDUR PRAMBANAN DAN RATU BOKO) Ngafif, Ahmad; W. P, Susatyo Nugroho; Wicaksono, Purnawan Adi
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.418 KB)

Abstract

Industri Pariwisata merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional maupun global. Pemerintah Indonesia memiliki beberapa target pencapaian kinerja industri pariwisata. Untuk mencapai target kinerja tersebut dilakukan peningkatan terhadap 10 destinasi pariwisata prioritas, salah satunya adalah Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pengukuran kinerja industri pariwisata TWCB secara Mature Manner sebagai dasar evaluasi untuk pencapaian target-target kinerja. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode in-depth interview dan kuesioner terhadap 3 responden ahli. Metode Analytic Network Process (ANP) digunakan untuk menentukan bobot dari masing-masing entitas rantai nilai dan Key Performance Indicators (KPI), sedangkan unruk merumuskan dan validasi entitas serta KPI menggunakan metode Delphi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan framework dan sistem pengukuran kinerja industri pariwisata dengan hasil penelitian sebelumnya dan dengan sistem pengukuran kinerja industri pariwisata TWCB sebelumnya. Perbedaan tersebut terletak pada jumlah entitas dan KPI dari setiap entitas. Terdapat 7 entitas rantai nilai pada TWCB dengan bobot kepentingan yang berbeda-beda, yaitu entitas Win Order (8%), Pre-Delivery (5%), Accommodation (15%), Transportation (9%), Incoming Travel Agent (10%), Tourism Destination (41%), dan Post-Delivery Support (12%). Entitas Tourism Destination menjadi entitas paling penting karena entitas ini adalah pemain inti industri pariwisata TWCB.  Abstract[Adoption of Value Chain Model for Performance Measurement System Development in Tourism Industry, Case Study: PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko]. Tourism industry is one important factor in the growth of national and global economy. The Government of Indonesia has several targets to achieve the performance of the tourism industry. To achieve these performance targets are done to increase the 10 priority Tourism Destinations, one of which is Borobudur Temple Tourism Park (TWCB). This study aims to develop a system of measuring the performance of TWCB tourism industry in a mature manner as the basis of evaluation for the achievement of performance targets. This research is descriptive using qualitative and quantitative approach. Data were collected by in-depth interview and questionnaire on 3 expert respondents. Analytic Network Process Method (ANP) is used to determine the weight of each Value Chain entity and Key Performance Indicators (KPI), while formulating and validating entities and KPI using Delphi method. The result of the research shows that there is difference of framework and measurement system of tourism industry performance with previous research result and with measurement system of TWCB tourism industry performance before. The difference lies in the number of entities and KPIs of each entity. There are 7 Value Chain entities on TWCB with different weight of interest, ie Win Order entities (8%), Pre-Delivery (5%), Accommodation (15%), Transportation (9%), Incoming Travel Agent (10%), Tourism Destination (41%), and Post-Delivery Support (12%). Entities Tourism Destination becomes the most important entity because this entity is a core player of TWCB tourism industry.
Perancangan Model Layanan Instalasi Farmasi Rumah Sakit untuk Mengurangi Waktu Antrian pada Pelayanan Obat di Farmasi (Studi Kasus : RSUD Dr.Adhyatama, MPH Kota Semarang) Krisnanto, Sigit Heru; Wicaksono, Purnawan Adi; Rinawati, Dyah Ika
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 1 (2018): WISUDA PERIODE JANUARI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.567 KB)

Abstract

Lama waktu layanan merupakan salah satu indikator penting yang menentukan kepuasan pasien dan mutu dalam layanan farmasi rumah sakit. Berdasarkan laporan pencapaian mutu Instalasi Farmasi RSUD Dr.Adhyatama, MPH pada bulan April 2017 layanan obat di Instalasi tersebut telah memenuhi standar mutu, namun belum mencapai target indikator mutu yang ada. Setelah dilakukan penelitian lebih lanjut dengan membuat Value Stream Mapping, pada proses layanan obat jadi dan obat racikan instalasi farmasi Dr. Adhyatama, MPH terdapat 2 jenis waste yang terjadi yaitu  delays, dan transportation . Persentase waste terbesar adalah delays sebesar 71 %,  dari keseluruhan waktu layanan obat jadi dan 59 % dari keseluruhan obat racikan. Hasil penelitian untuk mengatasi besarnya waktu tunggu di dalam Sistem Layanan pada instalasi farmasi RSUD Dr.Adhyatama, MPH Kota Semarang tersebut yaitu dengan menambah 1 orang petugas skrining, 1 orang teknisi Obat, dan 1 orang teknisi label dan pengemasan. ABSTRACTDesign of Pharmacy Hospital Installation Service Model to Reduce Queue Time on Drug Service in Pharmacy (Case Study : Dr.Adhyatama,MPH Hospital Semarang City) The time required to complete a service is one of the important indicators that determines patient satisfaction and quality in hospital pharmacy services. Based on the report on the quality achievement of Pharmacy Installation of RSUD Dr.Adhyatama Hospital, MPH in April 2017, the drug service in the Installation has met the quality standard, but has not reached the target of the existing quality indicator. After further research was done by creating Value Stream Mapping, on the process of finished drug service and medicine for pharmaceutical installation RSUD Dr. Adhyatama, MPH there are 2 types of waste that happens are delays and transportation. The largest percentage of waste was delays of 71%, of the total time of taking the drugs that have been available and 59% of the total time to finished the drugs that need to be formulated. The result of the research to resolve the waiting time’s problem in the Service System at the pharmacy installation of RSUD Dr.Adhyatama, MPH Semarang City is by adding 1 person screening officer, 1 drug technician , and 1 labels and packing technician.
ANALISIS RISIKO PROYEK KONSTRUKSI DENGAN IMPORTANCE INDEX DAN BOW TIE ANALYSIS L.Tobing, Yineka Oktaviyanti; Sari, Diana Puspita; Wicaksono, Purnawan Adi
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.997 KB)

Abstract

Industri konstruksi biasanya lebih berisiko dibandingkan dengan kegiatan bisnis lainnya karena rumitnya koordinasi berbagai kegiatan. Unsur inti dari keberhasilan proyek adalah untuk memenuhi waktu, biaya, dan kualitas sesuai target. Manajemen risiko merupakan salah satu bagian penting dalam manajemen proyek. Salah satu proyek konstruksi yang sedang berjalan adalah pembangunan gedung baru Fakultas Psikologi Undip. Selama pelaksanaan proyek pembangunan tersebut, terdapat beberapa kendala yang mengganggu kelancaran proyek seperti terjadinya perubahan desain, keterlambatan pengiriman material, dan desain yang direncanakan tidak dapat diaplikasikan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis risiko dengan metode IMPI (Importance Index) yang menilai risiko dengan mempertimbangakan nilai frequency index dan severity index. Penilaian dilakukan oleh para ahli yang ahli proyek yakni owner, kontraktor, dan pengawas. Selanjutnya mengidentifikasi risiko berdasarkan sebab akibat terjadinya risiko tersebut dengan menggunakan metode bow tie analysis lalu digambarkan ke dalam bow tie diagram terhadap risiko yang tergolong  significant dan high. Indikator penilaian risiko menggunakan indikator pembangunan gedung pemerintah dengan 50 indikator. Dari 50 indikator risiko didapatkan 1 risiko significant dan 3 risiko high untuk dampak terhadap waktu, 2 risiko significant dan 2 risiko high untuk dampak biaya, dan  risiko significant untuk dampak kualitas.ABSTRACT [Construction Project Risk Analysis with Importance Index and Bow Tie Analysis] The construction industry is usually more risky than other business activities because of the complexity of coordination of various activities. The core element of project success is to meet time, cost, and quality on target. Risk management is an important part of project management. One of the ongoing construction projects is the construction of a new building Faculty of Psychology Undip. During the implementation of the development project, there are several obstacles that interfere with the smoothness of the project such as design changes, material delivery delays, and planned designs that can not be applied. Therefore, risk analysis is required by IMPI (Importance Index) method which assesses risk by considering the value of frequency index and severity index. Assessment is done by expert project experts ie owner, contractor, and supervisor. Furthermore identify the risk based on the cause of the occurrence of these risks by using the method of bow tie analysis and then described into the bow tie diagram against the risks of significant and high classified. Risk assessment indicators use government building construction indicators with 50 indicators. Out of 50 risk indicators, there were 1 significant risk and 3 high risk for impact on time, 2 significant risks and 2 high risk for cost impact, and 1 significant risk for quality impact.
PENENTUAN LOKASI GUDANG BENCANA LOGISTIK DI KABUPATEN SLEMAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP), CLUSTER ANALYSI, DAN FUZZY TOPSIS Siahaan, Yessyca Efirani; Sari, Diana Puspita; Wicaksono, Purnawan Adi
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.841 KB)

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan penentuan lokasi gudang logistik dengan menggunakan model multi criteria decision making (MCDM). Objek yang dipakai pada penelitian ini adalah bencana gunung berapi yang terjadi di Sleman. Pada saat bencana terjadi tahun 2010 penanggulangan bencana yang dilakukan masih bersifat responsif dan belum preventif serta penentuan lokasi gudang logistik yang masih berdasarkan jarak terdekat dengan akses jalan raya dan belum mempertimbangkan kriteria lainnya. Sehingga pengiriman logistik terhadap korban tidak optimal. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah dengan AHP dan fuzzy TOPSIS dimana  AHP digunakan untuk pemilihan kriteria dan subkriteria penentuan gudang logistik bencana dan fuzzy TOPSIS untuk mengevaluasi alternatif terbaik dari lokasi potensialnya berdasarkan kriteria dan subkriterianya. Pada penelitian ini juga digunakan metode cluster analysis untuk menentukan lokasi gudang darurat bencana potensial disetiap wilayah operasi berdasarkan jarak dan jumlah pengungsi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 7 kriteria dan 17 subkriteria yang menjadi pertimbangan dalam penentuan lokasi gudang. Kriteria yang memiliki bobot tertinggi adalah kriteria waktu delivery dan subkriteria yang memiliki bobot tertinggi adalah waktu delivery ke daerah pengungsian. Selanjutnya dengan berdasarkan pada bobot dari kriteria dan sub kriteria tersebut dan pendekatan cluster analysis, diperoleh 4 lokasi potensial dengan urutan prioritas lokasi gudang darurat bencana Sukoharjo, Sidokerto, Tamanmartani dan Wedomartani. Abstract [Determination Of Locistic Warehouse Location In District Sleman Using Analytical Hierarchy Process (Ahp), Cluster Analysis And Fuzzy Topsis] In this research, determination of logistic warehouse location using multi criteria decision making model (MCDM). The object used in this study is the volcanic disaster that occurred in Sleman. At the time of the disaster occurred in 2010 disaster management is still responsive and not preventive and determination of logistics warehouse location that is still based on the closest distance to the access road and has not considered other criteria. So that the logistics delivery to the victim is not optimal. In this research, the method used is AHP and TOPSIS fuzzy where AHP is used for selection of criteria and subcriteria for determining the logistics of disaster and fuzzy TOPSIS to evaluate the best alternative of potential location based on criteria and subcriteria. In this study also used cluster analysis method to determine the potential emergency warehouse location in each operation area based on distance and number of refugees. The results showed that there are 7 criteria and 17 subcriteria that are considered in determining the location of the warehouse. The criteria that have the highest weight is the delivery time criteria and the subcriteria that has the highest weight is the delivery time to the evacuation area. Furthermore, based on the weight of the criteria and sub criteria and the cluster analysis approach, there are 4 potential locations with the priority sequence of emergency warehouse location of Sukoharjo, Sidokerto, Tamanmartani and Wedomartani disasters.
ANALISIS KESIAPAN SERTIFIKASI ISO 9001:2015 PADA PT. WIJARA NAGATSUPAZKI DENGAN MENGGUNAKAN METODE GAP ANALYSIS Fernando, Jonathan Michael; Purwanggono, Bambang; Wicaksono, Purnawan Adi
Industrial Engineering Online Journal Vol 6, No 2 (2017): wisuda periode april 2017
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.412 KB)

Abstract

Persaingan ekonomi global dan permintaan pasar mewajibkan perusahaan untuk membangun dan mengembangkan sistem manajemen internal yang sesuai dengan standar internasional. Karena persaingan ekonomi dunia yang semakin ketat, banyak organisasi mengadopsi dan mengimplementasi program peningkatan kualitas secara efektif. Program peningkatan kualitas tersebut terdapat dalam Quality Manajement System (QMS), QMS tersebut dikembangkan dalam sertifikasi standar ISO 9001. ISO 9001 adalahsuatu standar yang berisi persyaratan sistem manajemen mutu yang diterbitkan oleh International Organization for Standarization (IOS). Perusahaan yang menjadi objek penelitian adalah PT. Wijara Nagatsupazki, perusahaan ini bergerak dalam bidang manufaktur. Perusahaan ini mengalami beberapa kerugian berupa penarikan order dari pelanggan, selain itu terjadi pula keluhan dari pelanggan akan produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan standar yang telah disetujui, hal ini merupakan salah satu dampak tidak langsung dari tidak adanya sertifikasi ISO 9001 di PT. Wijara Nagatsupazki. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi PT. Wijara Nagatsupazki saat ini dan seberapa besar kesiapan PT. Wijara Nagatsupazki untuk persiapan sertifikasi ISO 9001:2015 dan memberikan rekomendasi dan menyusun dokumen mutu perusahaan sesuai dengan persyaratan ISO 9001 2015. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Gap Analysis. Gap Analysis digunakan untuk mengevaluasi keadaan PT. Wijara Nagatsupazki dan menilai kesiapan perusahaan untuk persiapan perusahaan melakukan sertifikasi ISO 9001:2015. Perhitungan pada Gap Analysis menggunakan checklist yang dibuat berdasarkan persyaratan yang ada pada ISO 9001:2015. Hasil dari perhitungan menggunakan checklist akan menunjukan seberapa besar kesiapan PT. Wijara Nagatsupazki untuk melakukan sertifikasi ISO 9001:2015. Abstract Analysis of ISO 9001:2015 Certification Readiness in PT. Wijara Nagatsupazki using Gap Analysis, global economic competition and market demand, requires companies to establish and develop the internal management system in accordance with international standards. Due to the world economic competition intensifies, many organizations adopt and implement effective quality improvement programs. The quality improvement program is contained in the Quality Management of System (QMS), which are developed in ISO 9001 standard certification. ISO 9001 is a standard that contains the requirements for quality management systems published by the International Organization for Standardization (IOS). Companies that become the research object is PT. Wijara Nagatsupazki, the company is engaged in manufacturing. The company suffered some losses in the form of withdrawal of orders from customers, on the other hand there were also complaints from customers because the products are not in accordance with the standards that have been approved, this is one of the indirect impact of the absence of the ISO 9001 certification in PT. Wijara Nagatsupazki. his study aimed to evaluate the condition of PT. Wijara Nagatsupazki today and how prepared PT. Wijara Nagatsupazki preparation for ISO 9001: 2015 and providing recommendations and prepare a document for the quality of the company in accordance with the requirements of ISO 9001 2015. Gap Analysis was used to evaluate the state of the PT. Wijara Nagatsupazki and assessing the readiness of companies for preparing the company for ISO 9001:2015 certification. The calculations on the Gap Analysis using the checklist will be made under the existing requirements of ISO 9001: 2015. The results of calculations using the checklist will show how prepared PT. Wijara Nagatsupazki to perform a certification ISO 9001: 2015.
ANALISIS 5S PADA BAGIAN WAREHOUSE PT.EBAKO NUSANTARA Perkasa, Adam; Wicaksono, Purnawan Adi
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.937 KB)

Abstract

ANALISIS 5S PADA BAGIAN WAREHOUSE PT.EBAKO NUSANTARA. Tempat penyimpanan yang tertata dengan baik serta bersih dapat memberikan kemudahan bagi siapa saja yang menggunakannya. Salah satu cara untuk mendapatkan keteraturan seperti itu adalah dengan mengadopsi budaya kerja yang berasal dari Jepang, yaitu 5S. Budaya ini berisikan seiri, seiton, seiso, seiketsu dan shitsuke. Dalam bahasa indonesia budaya ini dikenala dengan nama 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat serta Rajin. Sasaran utama dari 5S adalah untuk menghasilkan lingkungan yang bersih dan tertata dengan baik. Sebuah lingkungan dimana disanalah tempatnya semua barang, dan semua barang pada tempatnya. PT. EBAKO NUSANTARA adalah perusahaan manufaktur furniture ekspor dengan sistem make to order. Produk yang diproduksi adalah Meja, Kursi, Sofa, dan Lemari. Aktifitas ekspor PT. EBAKO NUSANTARA dilakukan ke beberapa negara seperti Singapura, Australia serta Amerika Serikat. tujuan dari penelitian ini adalah Memperoleh aturan penataan support material dan menentukan pengunaan label yang mudah dipahami secara visual berdasar pada  konsep 5S. Melalui identifikasi waste yang telah dilakukan didapatkan waste berupa lama waktu rata-rata pemenuhan request sebesar 1.509 detik. Serta merekomendasikan design label dan menata letak item support material berdasarkan frekuensi item keluar gudang. Abstrak5S ANALYSIS ON THE PART OF PT. EBAKO NUSANTARA WAREHOUSE. A well organized and clean storage place can make it easy for anyone who uses it. One way to get such an order is by adopting a work culture originating from Japan, namely 5S. This culture contains seiri, seiton, seiso, seiketsu and shitsuke. In Indonesian culture this is known as 5R, namely Brief, Neat, Clean, Care and Diligent. The main goal of 5S is to produce a clean and well-ordered environment. An environment where there is all the goods, and all the items in place. PT. EBAKO NUSANTARA is an export furniture manufacturing company with a make to order system. Products manufactured are Tables, Chairs, Couches and Cabinets. PT. EBAKO NUSANTARA is carried out in several countries such as Singapore, Australia and the United States. the purpose of this study is to obtain the rules of material support arrangement and determine the use of labels that are easily understood visually based on the 5S concept. Through the identification of the waste that has been carried out, it is obtained waste in the form of the average time of request fulfillment of 1,509 seconds. As well as recommending label design and arranging material support items based on the frequency of items out of the warehouse.
USING VALUE STREAM MAPPING TO SUPPORT LEAN SUPPLY IMPLEMENTATION : AIRCRAFT ENGINE MAINTENANCE Faisal, Faisal; Wicaksono, Purnawan Adi
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 2 (2018): WISUDA PERIODE APRIL 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.578 KB)

Abstract

PT GMF Aeroasia merupakan anak perusahaan PT Garuda Indonesia yang berfokus dalam Maintenance, Repair, and Operation (MRO) atau perawatan pesawat. Salah satu bagian pesawat yang diperbaiki di PT GMF Aeroasia adalah engine pesawat, tepatnya di unit Engine Maintenance. Unit Engine Maintnance. PT GMF Aeroasia menyediakan jasa  perawatan engine maskapai lain yang ingin menggunakan jasa unit Engine Maintenance PT GMF Aeroasia. Salah satu jenis engine yang bisa dilakukan perawatan di unit Engine Maintenance adalah engine CFM56-7B. Dalam setiap engine CFM56-7B  yang diperbaiki di Engine Maintenance, terdapat waktu penyelesaian perawatan yaitu TAT (Turn Around Time) engine yaitu 75 hari, namun dalam pelaksanaannya, unit Engine Maintenance sering kali melebihi batas waktu TAT yang sudah ditetapkan. Penyebab keterlambatan perawatan engine CFM56-7B bisa disebabkan oleh berbagai hal yang menghambat aliran engine dalam rangkaian perawatan. Sehingga, pada penelitian ini akan digunakan Value Stream Mapping (VSM) untuk mengidentifikasi hambatan rangkaian perawatan dan Root Cause Analysis (RCA) untuk mengidentifikasi penyebab keterlambatan perawatan engine CFM56-7B. Hasil akhir dari analisis tersebut akan menunjukkan penghambat aliran rangkaian perawatan dan penyebabnya, serta rekomendasi perbaikan. ABSTRACTUsing Value Stram to Support Lean Supply Implementation: Aircraft Engine Maintenance. PT GMF AeroAsia is a company in PT Garuda Indonesia group that doing the business of Maintenance, Repair, and Operation (MRO) of aircraft. One of the unit in PT GMF AeroAsia is engine maintenance unit. Engine maintenance unit does not only repair Garuda Indonesia’s and Citilink’s aircraft, but also repairs another airline’s aircraft who want to use their unit’s service. One kind of the engine that can be repaired at engine maintenance unit is engine CFM56-7B. In every engine CFM56-7B which is repaired in engine maintenance unit, there is a 75 days of Turn Around Time. But, the maintenance process often pass the Turn Around time, which is caused by many factors that influence the engine flow in the maintenance process. This research used Value Stream Mapping (VSM) to identify the obstacles of the engine CFM56-7B maintenance process’ flow and used Root Cause Analysis (RCA) to identify the caused of the overdue engine CFM56-7Bmaintenance process.  The result of this research shows the obstacles of the maintenance flow, the obstacle’s causes, and recommendations.
Analisa Pengaruh Human Error Pada Produktivitas dengan Menggunakan Metode SHERPA (Systematical Human Error Reduction and Prediction Approach) Theo Agri Ramaditya; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Volume 1, Nomer 3, Tahun 2012
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cacat produk merupakan suatu masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan yang bergerak di bidang industri. Cacat produk ini biasanya disebabkan oleh banyak hal, dari material, mesin, manusia dan banyak lagi. Operator merupakan suatu bagian essensial yang sangat dibutuhkan dalam suatu sistem, oleh karena itu mereka dianjurkan dapat bekerja dengan baik. Human error yang menyebabkan kegagalan sistem sangat bervariasi dari prosedur yang tidak tepat, kesalahan operasional, kesalahan perawatan dan kesalahan membaca instrument. Untuk menyelesaikan masalah di atas maka dipergunakan beberapa metode yaitu diagram pareto yang dipergunakan untuk mencari jenis cacat yang paling berpengaruh, fish bone diagram untuk mencari faktor human error yang berpengaruh dan untuk menyelesaikan masalah human error dipergunakan metode SHERPA, Dari diagram pareto ditemukan cacat dari dua departemen, yaitu pada departemen cor terdapat cacat kotor, gores, bentuk berubah dan lubang, kemudian pada departemen CNC terdapat cacat kawa, sling, dan gas. Dari diagram pareto kemudian dengan menggunakan fish bone dicari faktor yang mempengaruhi dan didapat dua faktor utama yaitu pada manusia dan mesin. Untuk faktor manusia dipergunakan metode SHERPA yang kemudian diberikan rekomendasi yaitu pengecekan dengan sampel, prosedur yang terperinci dan beberapa pelatihan. Untuk bagian mesin diberikan stabilizer.
PENERAPAN VALUE STREAM MAPPING DAN USULAN WORKSTATION REDESIGN DALAM UPAYA MEMINIMASI WASTE PADA AREA FINAL SANDING PT. EBAKO NUSANTARA Alif Mawaddah Alfiana; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 3 (2018): WISUDA PERIODE JULI 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.091 KB)

Abstract

PT. Ebako Nusantara merupakan perusahaan menufaktur yang memproduksi furniture di Semarang. Produk yang dihasilkan dari PT. Ebako biasanya dikirim ke berbagai negara seperti Amerika, Hongkong, Singapura, dan lain-lain. PT. Ebako Nusantara menerapkan sistem Make To Order. Lead time dari pesanan datang hingga produk siap dikirim sebanyak 60 – 75 hari. Salah satu area produksi yang terdapat di PT. Ebako Nusantara ialah area Sanding. Area sanding terbagi menjadi dua yaitu assembly sanding dan final sanding. Proses sanding merupakan proses yang sangat vital untuk menjamin kualitas produk. Namun, hal ini tidak didukung oleh kinerja area sanding. Pada bulan November 2016, produktivitas area  final sanding hanya 1,37 unit/mandays dan sebesar 51,97% defect dihasilkan oleh area final sanding. Optimalisasi dapat dilakukan dengan mengidentifikasi waste menggunakan pendekatan Lean Manufacturing dan Value Stream Analysis Tools (VALSAT). Melalui pengamatn langsung, didapatkan waste yang paling dominan ialah unnecessary motion sebesar 90,44%.
DESAIN PERBAIKAN PROSES DISTRIBUSI DENGAN PRINSIP SUSTAINABLE MANUFACTURING (STUDI KASUS : CV. MUGIHARJO INDONESIA) Muhammad Syarifudin Zain; Purnawan Adi Wicaksono
Industrial Engineering Online Journal Vol 7, No 4 (2018): WISUDA PERIODE OKTOBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.724 KB)

Abstract

Industri manufaktur saat ini dituntut untuk dapat fokus terhadap sustainble manufacturing. Fokus tersebut harus mencakup keseluruhan proses di dalam perusahaan, tidak hanya ada pada proses produksi saja. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah proses distribusi karena distribusi merupakan salah satu kegiatan pemasaran yang langsung berhubungan dengan konsumen dan mempunyai peranan yang cukup besar dalam menciptakan faedah suatu barang. Pemetaan proses untuk mengetahui kesesuaian proses yang dilakukan perusahaan terhadap prinsip sustainable manfacturing perlu dilakukan guna mengetahui titik mana yang perlu diperbaiki. Pemetaan tersebut dapat menggunakan Sustainable Value Stream Mapping. Pemetaan pada CV Mugiharjo yang merupakan perusahaan furnitur memberikan hasil yaitu terdapat beberapa masalah pada proses packaging dan stuffing. Fokus penelitian memilih stuffing karena memiliki masalah terbanyak yaitu dimulai dari performa ekonomi: efisiensi biaya buruk (28,1%), efisiensi waktu buruk (28,1%), kepuasaan pekerja buruk (46,47%), tingkat training buruk (0%), dan tingkat keselamatan buruk (36,84%). Permasalahan tersebut akan direduksi dengan investasi material handling. Stacker menjadi alternatif  karena memiliki ongkos material handling yang lebih rendah dari ongkos saat ini. Analisis investasi stacker dengan Net Present Value menghasilkan penghematan sebesar Rp 23.846.757,00 sedangkan dari performa perusahaan pada prinsip sustainable manufacturing, proses stuffing menghasilkan indikator ekonomi: efisiensi waktu yang baik (80%), efisiensi biaya yang baik (90%), efisinsi inventori yang baik (82%). Indikator lingkungan: efisiensi energi yang baik (80%). Indikator sosial: tingkat keselamatan baik (100%) dan tingkat training tetap buruk (25%).   ABSTRACTThe manufacturing industry is currently required to focus on sustainble manufacturing. The focus must cover the entire process within the company, not only in the production process. One important aspect that needs to be considered is the distribution process because distribution is one of the marketing activities that directly relate to consumers and has a large enough role in creating the benefits of an item. Mapping the process to find out the process suitability of the company towards the principle of sustainable manfacturing needs to be done in order to find out which points need to be improved. The mapping can use Sustainable Value Stream Mapping. Mapping on CV Mugiharjo which is a furniture company gives results that there are several problems in packaging and stuffing processes. The focus of the research chose stuffing because it has the most problems, starting from economic performance: poor cost efficiency (28.1%), bad time efficiency (28.1%), bad worker satisfaction (46.47%), bad training level (0% ), and poor safety level (36.84%). These problems will be reduced by material handling investments. Stacker is an alternative because it has material handling costs that are lower than the current cost. Stacker investment analysis with Net Present Value resulted in savings of Rp 23,846,757.00 while from the company's performance on the principle of sustainable manufacturing, the stuffing process produced economic indicators: good time efficiency (80%), good cost efficiency (90%), good efficiency inventory (82%). Environmental indicators: good energy efficiency (80%). Social indicators: good safety level (100%) and training level remains poor (25%).
Co-Authors Adeka Sangtraga Afryan Eki Tanoga Al Ayyubi, Muhammad Falakhudin Alif Mawaddah Alfiana Andina Pratiwi Anik Dwi Harini Ari Wibawa Budi Santoso Arief Budhiman Asyifa, Luthfiah Sungkar Nur Bambang Purwanggono Bayu Adi Taufan Budi Santoso, Ari Wibowo Caesar Hergi Prasetyo Darminto Pujotomo Diana Puspita Sari Dimas Yulian Ananda Dyah Ika Rinawati Eko Sunarto Eliakim Rispol Sinaga Erwinda, Affan Faisal Faisal Faurizka, Namira Febriansyah, Muhammad Wafi Fernando, Jonathan Michael Frands Christoper Simanjuntak Ghabyanza Diah Pitaloka Gunawan, Salma Ladira Hapsari, Chaterine Alvina Prima Hara Nawawi Hasniar Tristianti Hayyina, Hilma Heru Prastawa Hery Suliantoro Hilda Winandita Inggit Ramadhani Kartikasari, Nur Aini Eka Krisnanto, Sigit Heru Kurnia Sari L.Tobing, Yineka Oktaviyanti Laila Izzatunnisa Lailany, Rosida Salsa M. Genta Pertiby Kaban Martua Ade Putra G Muhammad Beta Haedar Sasono Muhammad Syarifudin Zain Naniek Utami Handayani Ngafif, Ahmad Paramestha, Dominico Laksma Perkasa, Adam Pratiwi, Icha Putri Primandha Eka Arjuna Rahma, Atheea Annisa Rahmawati, Hervina Rani Rumita Ratna Purwaningsih Renaldi, Stellya V. Risma Danisya WP RR. MAHAYU KARTIKA HANDAYANI Salsabilah, Atifah Jasmine Siahaan, Yessyca Efirani SOFIE HARNADINI Solikhin Solikhin Solikhin Solikhin Susatyo Nugroho W. P, Susatyo Nugroho Theo Agri Ramaditya Ulyvia Trisnawati Umaindra, Maulana Arif Urfantiyo, Galih Ashfaan Viola Dianti Wari Noviawardani Wiwik Budiawan Wiya Eki Dwiguna Yaturrohmah, Aini Rizki Zahra, Lutfia