Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH Rahayu Khairiah; Ita Herawati; Nova Anggraini
Jurnal Antara Abdimas Kebidanan Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Antara Abdimas Kebidanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37063/abdimaskeb.v6i1.896

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan masalah kekurangan gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang tidak mencukupi dalam waktu yang lama karena pemberian pakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan nutrisi. Anak stunting adalah indikasi kurangnya asupan gizi, baik secara kuantitas maupun kualitas yang tidak terpenuhi. Ketidaktahuan tentang manfaat daun kelor bagi kesehatan, karena kurangnya informasi tentang pengolahan kelor daun menjadi puding bagi guru dan orang tua di TK Aisyiyah 6 Padang Metode: Metode yang digunakan yaitu presentasi, pengenalan daun kelor, peragaan tentang pengolahan daun kelor sebagai pudding, dan pembagian pudding Hasil: Berdasarkan riset dihasilkan bahwa nutrisi daun kelor dapat menambah tinggi badan sebesar 0,342 cm. Selain itu, kandungan vitamin, karbohidrat, zat besi, kalium, kalsium, folat dan protein yang cukup tinggi dapat dijadikan sebagai alternatif makanan tambahan bagi anak Kesimpulan: Hasil yang didapatkan setelah dilakukan penyuluhan adalah terjadi peningkatan pengetahuan guru TK ‘Aisyiyah 6 Padang tentang konsep stunting dan pemanfaatan daun kelor untuk mencegah kejadian stunting dengan pengolahan daun kelor
Pengaruh Penerapan Praktik Interprofesional Education terhadap Tingkat Kepuasan Ibu yang Mengikuti Kelas Ibu Hamil Lilis Sopiah; Rahayu Khairiah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 1 (2024): Februari 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i1.2072

Abstract

Keberhasilan layanan kesehatan ditentukan dari ketercapaian outcome kesehatan. Kriteria outcome yang lazim digunakan adalah kepuasan pasien. World Health Organization (WHO) (2010) merekomendasikan kolaborasi interprofesi dalam pelayanan kesehatan. Pemanfaatan interprofessional collaboration dalam pelayanan kesehatan ternyata memberi dampak positif dalam penyelesaian berbagai masalah kesehatan terutama kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penerapan praktik interprofessional education terhadap tingkat kepuasan ibu yang mengikuti kelas ibu hamil. Penelitian ini merupakan jenis penelitian intervensi dengan desain quasy eksperimental a one group pre-post test. Lokasi yang digunakan penelitian ini adalah di wilayah kerja Puskesmas Petir, Kota Serang-Banten pada Mei hingga Juni tahun 2023. Sampel sebanyak 30 ibu hamil bidan. Instrumen penilaian kepusan menggunakan kuesioner yang telah diadaptasi sehingga telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis yang digunakan adalah uji paired t test. Uji beda Paired T Test terjadi perbedaan yang signifikan antara rata-rata kepuasan pasien yang mengikuti kelas ibu hamil pada sebelum dan setelah diterapkannya praktik interprofessional. Hasil analisis menyatakan bahwa penerapan praktik interprofessional dapat meningkatkan kepuasan ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil hingga 3.75 kali lipat dibandingkan kelas ibu hamil tanpa penerapan praktik interprofessional dan secara statistic signifikan (OR: 3.75; 95% CI: 1.24 – 11.38; p value 0.000).
Pengaruh Promosi Kesehatan dengan Poster terhadap Motivasi Ibu Hamil dalam Mengkonsumsi Tablet Fe Amelia Amelia; Rahayu Khairiah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 1 (2024): Februari 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i1.2073

Abstract

Kekurangan zat besi selama kehamilan dapat berkontribusi pada gangguan perkembangan kognitif pada anak usia dini karena zat besi adalah makro elemen esensial bagi tubuh yang sangat di perlukan dalam proses sintesa hemoglobin, maka konsumsi zat besi yang rutin dan beanr harus ditekankan dan terus di promosikan kepada para ibu hamil dan masyarakat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk melakukan analisis mengenai pengaruh promosi kesehatan dengan poster terhadap motivasi ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe. Penelitian ini merupakan jenis penelitian intervensi dengan desain quasy eksperimental. Lokasi yang digunakan penelitian di Klinik Enok Julaeha, Bogor pada bulan Mei – Juni 2023. Intervensi yang dilakukan adalah pemberian poster. Variable dependen adalah motivasi ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe. Sampel penelitian ini adalah 63 ibu hamil yang dipilih dengan total sampling. Analisa bivariat yang digunakan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua variable (variable independent dan dependent) yaitu dengan uji Mann-Whitney. Hasil uji Mann-Whitney dimana pada pair Pretest intervensi dan posttest intervensi diperoleh nilai Sig.2-tailed sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan ada perbedaan motivasi ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet tambah darah (Fe) pada pretest dan posttest intervensi pemberian poster
Penerimaan Ibu Hamil Terhadap Mitos Kehamilan Di Lingkungan Desa Pancawati Bayu Laksamana Jati; Budi Ermanto; Yusniar; Rahayu Khairiah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3769

Abstract

Desa Pancawati kabupaten Karawang telah mengalami perubahan secara fisik, karena sudah mulai banyaknya developer perumahan yang membangun dan mengembangkan perumahan di sekitar wilayah desa tersebut, sehingga diperlukan kajian mengenai penerimaan oleh ibu hamil terhadap mitos yang berkembang di lingkungan tersebut, apakah dengan karakteristik ibu hamil yang berbeda-beda, dengan pergeseran nilai budaya di desa sebagai pengaruh dari perubahan fisik desa menjadi desa yang modern berdampak pada persepsi dan interpretasi ibu hamil mengenai mitos tersebut. Tujuan: untuk mengeksplorasi hubungan kepercayaan terhadap mitos kehamilan dan interpretasinya oleh ibu hamil di lingkungan desa pancawati Karawang , apa yang menjadi penyebab adanya hubungan tersebut dan faktor-faktor pendukung lainnya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, melalui pendekatan indepth interview, dengan informan berjumlah 5 orang. Data hasil wawancara dianalisis dengan analisis kualitatif. Hasil; penelitian ini menunjukkan bahwa ibu hamil yang tinggal dilingkungan desa pancawati, masih mengikuti kebiasaan yang harus dilakukan ibu pada saat hamil dan juga pantangan/larangan yang harus dihidari oleh ibu hamil, dengan keyakinan jika pantangan itu dilanggar akan mengakibatkan hal buruk pada ibu dan bayi yang dikandugnya. Masyarakat desa pancawati juga masih mempertahankankan adat istiadat yang berkaitan dengan mitos kehamilan, sehingga lingkungan domisili tempat tinggal cukup berpengaruh untuk mempertahankan eksistensi mitos kehamilan tersebut. Selain lingkungan ada beberapa faktor lain yang cukup memiliki hubungan dalam penerimaan ibu hamil terhadap mitos, antara lain; karakteristik informan, pengetahuan seputar mitos kehamilan, peran pengaruh orangtua, minimnya pengetahuan tentang konsep kehamilan yang sehat, latar belakang budaya dan pengalaman.
Hubungan Program Persiapan Asi Prenatal Di Kih Pada Ibu Hamil Trimester 3 dengan Breastfeeding Self Efficacy Ibu di PMB Risma Sitepu Kota Bekasi Tahun 2025 Rahayu Khairiah; Delima Samosir
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44574

Abstract

Exclusive breastfeeding can save the life of a baby until he/she becomes an adult. Proper breastfeeding has many benefits for both mother and baby. Exclusive breastfeeding preparation or lactation management is an effort made by mothers and families to support successful breastfeeding. The success of mothers in providing exclusive breastfeeding is supported by a factor of self-confidence (breastfeeding self-efficacy). Breastfeeding self-efficacy is a basic thing that mothers have to breastfeed which includes the efforts and ways of mothers to overcome problems found during breastfeeding. To find out the Relationship between the Prenatal Breastfeeding Preparation Program at KIH for pregnant women in the 3rd trimester with the Breastfeeding self-efficacy of mothers at PMB Risma Sitepu, Bekasi City in 2025. This study uses a quantitative research design using an analytical survey method with a cross-sectional approach. Based on the results of the study, there is a relationship between Prenatal Breastfeeding preparation regarding mothers' knowledge of breast anatomy and breast care at KIH for pregnant women in the 3rd trimester with the Breastfeeding self-efficacy of mothers with a p-value of 0.000 (<0.05). relationship between Prenatal Breastfeeding preparation and maternal knowledge about Nutrition during breastfeeding at KIH in pregnant women in the third trimester with Breastfeeding self-efficacy of mothers with a p-value of 0.003 (<0.05) and There is a relationship between the economic status of pregnant women in the third trimester with Breastfeeding self-efficacy of mothers with a p-value of 0.001 (<0.05). There is a Relationship between the Prenatal Breastfeeding preparation program at KIH in pregnant women in the third trimester with Breastfeeding self-efficacy of mothers at PMB Risma Sitepu, Bekasi City in 2025
The Effect of Prenatal Exercise and Effleurage Massage Techniques on the Perception of Back Pain in Third Trimester Pregnant Women Rahayu Khairiah; Intan Maulida; Nisrina; Nana Nurdiana; Suminah; Sri Romdoningsih; Syifa Nurul S
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 12 (2024): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i12.8893

Abstract

The perception of back pain is a common discomfort experienced by women in the third trimester of pregnancy. This pain occurs due to the release of the hormones progesterone and relaxin, which loosen the pelvic ligaments, and due to changes in body posture adapting to fetal development. The aim of this study is to analyze the effect of reducing pain before and after implementing prenatal exercises and effleurage massage in third-trimester pregnant women. This research used a quasi-experimental design with only one experimental group and no control group. The study population consisted of all third-trimester pregnant women experiencing back pain, with sampling conducted using accidental sampling. Data was collected using questionnaires and analyzed with the SPSS program, employing both univariate and bivariate tests. The results of the Paired Sample T-Test showed a significant difference between the pre-test and post-test values, with a significance value (2-tailed) of p = 0.000, < 0.05. The null hypothesis (H0) was rejected, and the alternative hypothesis (Ha) was accepted, indicating a notable difference between the effects of prenatal exercise and effleurage massage before and after treatment in 180 third-trimester pregnant. There is a significant impact of prenatal exercise and effleurage massage on reducing back pain.
Pengaruh Senam Dismenore Terhadap Penurunan Nyeri Haid Pada Remaja Putri di Desa Cikeas Udik Kecamatan Cikeas Bogor Rumondang Panjaitan; Rahayu Khairiah
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 6 (2024): Volume 6 Nomor 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i6.10982

Abstract

ABSTRACT WHO in 2017 stated that the incidence of dysmenorrhea in the world reached 1,769,425 people (90%). In the United States, the incidence of dysmenorrhea is around 60%, and in Sweden, it is 72%. Dysmenorrhea impacts the economic loss in the United States every year which is estimated at 600 million hours worked and two billion dollars. While in Indonesia the prevalence rate of dysmenorrhea reached 64.52% consisting of 54.89% primary dysmenorrhea and 9.36 secondary dysmenorrhea, while the incidence rate of dysmenorrhea in West Java was 54.9% consisting of 24.5% experiencing mild dysmenorrhea. 21.28% had moderate dysmenorrhea and 9.36% had severe dysmenorrhea. One of the non-pharmacological therapies to treat menstrual pain is by doing dysmenorrhea exercises. Determine the effect of dysmenorrhea exercise on reducing menstrual pain in young women. Quasi experimental with one group pretest-posttest design. The sample in this study were all young women who live in RT. 03 RW. 07 Village of Cikeas Udik in June 2023 as many as 30 people. The sampling technique uses total sampling. The frequency distribution of the intensity of menstrual pain before doing dysmenorrhea exercises was mostly with mild-moderate pain (66.7%) and afterward mild-moderate pain (90.0%). There is an effect of dysmenorrhea exercise on reducing menstrual pain in young women (p. value 0.000). There is an effect of dysmenorrhea exercise on reducing menstrual pain in young women. It is hoped that young women will be more active in activities, especially holding dysmenorrhea gymnastics every month so that problems with dysmenorrhea pain can be resolved. Keywords: Dysmenorrhea Gymnastics, Menstrual Pain, Young Women  ABSTRAK WHO thun 2017 menyebutkan angka kejadian dysminorrhea didunia mencapai 1.769.425 jiwa (90%). Di Amerika Serikat presentase kejadian dysmenorrhea sekitar 60%, dan Swedia 72%. Dysmenorrhea berdampak pada kerugian ekonomi di Amerika Serikat setiap tahun yang diperkirakan mencapai 600 juta jam kerja dan dua miliar dolar. Sementara di Indonesia angka prevalensi dysmenorrhea mencapai 64,52 % yang terdiri dari 54,89% dysmenorrhea primer dan 9,36 dysmenorrhea sekunder, sedangkan angka kejadian dysmenorrhea di jawa barat sebanyak 54,9% yang terdiri dari 24,5% mengalami dysmenorrhea ringan, 21,28% mengalami dysmenorrhea sedang dan 9,36% mengalami dysmenorrhea berat. Salah satu terapi nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri haid yaitu dengan melakukan senam dismenorea. Mengetahui pengaruh senam dismenore terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri. Quasi eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini seluruh remaja putri yang berdomisili di RT. 03 RW. 07 Desa Cikeas Udik pada bulan Juni 2023 sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total  sampling. Distribusi frekuensi intensitas nyeri haid sebelum melakukan senam dismenore sebagian besar dengan nyeri ringan-sedang (66,7%) dan sesudahnya  nyeri ringan-sedang (90,0%). Ada pengaruh senam dismenore terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri (p. value 0,000). Ada pengaruh senam dismenore terhadap penurunan nyeri haid pada remaja putri. Diharapkan remaja putri lebih aktif dalam kegiatan, terutama mengadakan senam dismenore setiap bulannya agar masalah dalam nyeri dismenore dapat teratasi. Kata Kunci: Senam Disminore, Nyeri Haid, Remaja Putri
Peran Keluarga, Lintas Sektor Serta Kader Terhadap Kunjungan Balita ke Posyandu di Puskesmas Cicinde Kabupaten Karawang Sri Juwitaningsih; Rahayu Khairiah
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i2.10787

Abstract

ABSTRACT By weighing toddlers regularly at the posyandu, cases of malnutrition and malnutrition can be detected early, because the growth of toddlers can be monitored intensively. The earlier it is detected, the faster cases of malnutrition or malnutrition can be handled. Meanwhile, the average level of community participation in weighing their toddlers at the posyandu at the Cicinde Health Center in 2022 is 69.7%. One of the factors causing the low number of visits to the toddler posyandu at the Cicinde Health Center is due to the lack of public knowledge about the importance of the toddler posyandu, as well as the lack of support from cadres and community leaders (cross-sectors), causing people to be reluctant to visit the toddler posyandu. The general objective of this research is to know the role of the family, cross-sectoral and cadres for toddler visits to posyandu at the Cicinde Health Center, Karawang Regency in 2023. The research design used is a quantitative type, in this study an analytic method was used with a cross sectional approach. The population in this study were toddlers who came to posyandu at the Cicinde Health Center, Karawang Regency in February 2023, totaling 196 people. The number of samples used in the study were 76 respondents. The results of the Chi Square bivariate show that there is a relationship between the role of the family and the visit of toddlers to posyandu with a p-value of 0.000 0.05. There is a cross-sectoral role relationship to toddler visits to posyandu with a p-value of 0.014 0.05. There is a relationship between the role of cadres on toddler visits to posyandu with a p-value of 0.045 0.011. Toddler visits to posyandu need to involve cross-sectors, cadre empowerment, family participation. Community Health Centers and Cross Sector work together to develop a strategy to increase visits by toddlers to posyandu. Keywords: The Role of the Family, Cross Sector, The Role of Posyandu Cadres, Toddler Visits  ABSTRAK Dengan menimbang balita rutin di posyandu dapat segera terdeteksi secara dini kasus gizi kurang dan gizi buruk, dikarenakan pertumbuhan balita dapat dipantau secara intensif. Semakin dini terdeteksi, maka kasus gizi kurang atau gizi buruk dapat semakin cepat ditangani. Sedangkan rerata tingkat partisipasi masyarakat untuk menimbang balitanya di posyandu di Puskesmas Cicinde tahun 2022 sebesar 69,7%. Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya kunjungan posyandu balita di Puskesmas Cicinde adalah dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya posyandu balita, serta dukungan dari kader beserta tokoh masyarakat (lintas sektor) yang kurang sehingga menyebabkan masyarakat menjadi enggan mendatangi posyandu balita. Tujuan umum penelitian ini adalah diketahuinya Peran Keluarga, lintas sektor Dan Kader Terhadap kunjungan balita ke posyandu Di Puskesmas Cicinde Kabupaten Karawang Tahun 2023. Desain Penelitian yang digunakan jenis kuantatif, dalam penelitian ini adalah menggunakan metode analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah balita yang datang ke posyandu di Puskesmas Cicinde Kabupaten Karawang pada bulan Februari tahun 2023 yang berjumlah 196 orang. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian adalah 76 responden. Hasil Bivariat Chi Square menunjukkan ada hubungan peran keluarga terhadap kunjungan balita ke posyandu dengan p-value 0,000 0,05. Ada hubungan peran lintas sektor terhadap kunjungan balita ke posyandu dengan p-value 0,014 0,05. Ada hubungan peran kader terhadap kunjungan balita ke posyandu dengan p-value 0,045 0,011. Kunjungan balita ke posyandu perlu melibatkan lintas sektor, pemberdayaan kader, partisipasi keluarga. Puskesmas dan Lintas Sektor bekerjasama menyusun strategi peningkatan kunjungan balita ke posyandu. Kata Kunci: Peran Keluarga, Lintas Sektor, Peran Kader Posyandu, Kunjungan Balita 
Efektifitas Pelaksanaan Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) Pada Ibu Hamil Terhadap Proses Persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Parakannyasag Kota Tasikmalaya Tina Siti Maryam; Rahayu Khairiah
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 2 (2024): Volume 6 Nomor 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i2.10831

Abstract

ABSTRACT MMR in West Java in 2018 was 700 people (84.78/100,000 KH). Parakansag Health Center in Tasikmalaya City which shows that the number of high-risk pregnant women is quite a lot, amounting to 117 people and 2 maternal deaths. One of the efforts to reduce morbidity and mortality due to pregnancy complications is by preparing for the implementation of P4K for pregnant women. Knowing the effectiveness of the implementation of delivery planning and prevention of complications (P4K) in pregnant women for the delivery process in the Working Area of the Parakansag Health Center, Tasikmalaya City in 2023. This type of research is a type of analytical research. The research design used in this study was a case control (case control). The population of this study were all mothers giving birth in the Working Area of the Parakansag Health Center, Tasikmalaya City, totaling 30 people. The sample in this study were all mothers giving birth in the Working Area of the Parakansag Health Center in Tasikmalaya City using a total sampling technique. The research instruments used in this study consisted of 2 questionnaires and conservation sheets. Data is processed through editing, coding, data entry, and tabulating activities. The data were then analyzed using univariate analysis of the frequency distribution and the mean value and bivariate analysis of the chi square test. Most of the preparations for the implementation of the Delivery Planning and Complication Prevention Program (P4K) by pregnant women in the Working Area of the Parakansag Health Center in Tasikmalaya City were mostly in the preparing category of 56.7%. The results showed that of the 30 respondents who gave birth, most of them experienced a smooth delivery process of 66.7%. The implementation of delivery planning and prevention of complications (P4K) by pregnant women is effective for the delivery process in the Working Area of the Parakansag Health Center in Tasikmalaya City with a p value of 0.037. The implementation of delivery planning and prevention of complications (P4K) by pregnant women is effective for the delivery process in the Working Area of the Parakansag Health Center, Tasikmalaya City. Pregnant women are expected to be able to increase the understanding or knowledge of pregnant women and their families in preparing for P4K and understand matters relating to the level of risk of pregnancy through increasing the active role of families and communities in planning safe deliveries and preparing for complications. Keywords: Implementation of Delivery Planning and Prevention of Complications (P4K), Delivery Process, Pregnant Women  ABSTRAK AKI di Jawa Barat pada tahun 2018 sebanyak 700 orang (84,78/100.000 KH). Puskesmas Parakannyasag Kota Tasikmalaya yang menunjukkan bahwa jumlah ibu hamil resiko tinggi cukup banyak sejumlah 117 orang dan kematian ibu 2 orang. Salah satu upaya untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat komplikasi kehamilan yaitu dengan persiapan pelaksanaan P4K ibu hamil. Mengetahui efektifitas pelaksanaan perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) pada ibu hamil terhadap proses persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Parakannyasag Kota Tasikmalaya tahun 2023. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kasus kontrol (case control). Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Parakannyasag Kota Tasikmalaya yang berjumlah 30 orang. Sampel dalam penelitian adalah seluruh ibu bersalin di Wilayah Kerja Puskesmas Parakannyasag Kota Tasikmalaya menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 2 yaitu lembar kuisioner dan lembar onservasi. Data diolah melalui kegiatan editing, coding, entry data, dan tabulating. Data kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat distribusi frekuensi serta nilai mean dan analisis bivariat uji chi square. Persiapan pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) oleh ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Parakannyasag Kota Tasikmalaya sebagian besar ada pada kategori mempersiapkan sebesar 56,7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden ibu bersalin sebagian besar mengalami kelancaran proses persalinan sebesar 66,7%. Pelaksanaan perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) oleh ibu hamil efektif terhadap proses persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Parakannyasag Kota Tasikmalaya di dapat hasil p value 0,037. Pelaksanaan perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) oleh ibu hamil efektif terhadap proses persalinan di Wilayah Kerja Puskesmas Parakannyasag Kota Tasikmalaya. Ibu hamil diharapkan dapat meningkatkan pemahaman ataau pengetahuan ibu hamil dan keluarga dalam mempersiapkan P4K dan memahami hal hal yang berkenaan dengan tingkat risiko kehamilan melalui peningkatan peran aktif keluarga dan masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman dan persiapan menghadapi komplikasi. Kata Kunci: Pelaksanaan Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), Proses Persalinan, Ibu Hamil 
Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Terhadap Waktu Tunggu di Klinik Umum Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta Arliyanti Arliyanti; Rahayu Khairiah
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 10 (2024): Volume 6 Nomor 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i10.13834

Abstract

ABSTRACT According to WHO data, across the United States and Europe, consumer satisfaction is playing an increasingly important role in the quality of care and health reform. The queuing system in health services, especially in hospitals, is a complicated problem. This is because the patient's waiting time from registering to entering the examination room is longer than the service received. The length of waiting time can affect patient satisfaction scores with health services. The results of a preliminary study through interviews with 10 outpatients at the General Clinic found that 90% said the waiting time from registration to doctor's service took 60 minutes, and only 10% said the waiting time for service was ≤ 60 minutes. Knowing the level of outpatient satisfaction with waiting time. Analytical with cross sectional design. The samples in this study were some patients who sought outpatient treatment at the General Hospital Clinic. Port in December 2023 as many as 112 people. The research instrument is a questionnaire. The sampling technique uses random sampling. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the chi square test. Frequency distribution of patient satisfaction, most respondents said they were satisfied (69.6%), and the waiting time was 60 minutes (77.7%). There is a relationship between waiting time and outpatient satisfaction level (p. value 0.003). There is a relationship between waiting time and the level of satisfaction of outpatients at the Jakarta Harbor Hospital General Clinic. It is hoped that health workers can provide services more quickly so as to increase patient satisfaction. Keywords: Patient Satisfaction, Waiting Time  ABSTRAK Menurut data WHO, di seluruh Amerika Serikat dan Eropa, kepuasan konsumen memainkan peran yang semakin penting dalam kualitas reformasi perawatan dan kesehatan. Sistem antrian di pelayanan kesehatan khususnya di rumah sakit menjadi permasalahan yang pelik. Hal ini dikarenakan waktu tunggu pasien mulai dari mendaftar sampai masuk ke ruang pemeriksaan lebih lama dari pada tindakan pelayanan yang diterima. Lamanya waktu tunggu dapat mempengaruhi nilai kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan. Hasil studi pendahuluan melalui wawancara terhadap 10 pasien rawat jalan di Klinik Umum didapatkan 90% mengatakan waktu tunggu mulai dari pendaftaran sampai dengan pelayanan dokter memakan waktu 60 menit, dan hanya 10% yang mengatakan waktu tunggu pelayanan ≤ 60 menit. Mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap waktu tunggu. Analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian pasien yang berobat jalan di Klinik Umum RS. Pelabuhan pada bulan Desember 2023 sebanyak 112 orang. Instrument penelitiannya adalah kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan randoom sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Distribusi frekuensi kepuasan pasien sebagian besar responden mengatakan puas (69,6%), dan waktu tunggu 60 menit (77,7%). Ada hubungan waktu tunggu terhadap tingkat kepuasan pasien rawat jalan (p. value 0,003). Ada hubungan waktu tunggu terhadap tingkat kepuasan pasien rawat jalan di Klinik Umum RS Pelabuhan Jakarta. Diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan pelayanan lebih cepat lagi sehingga dapat meningkatkan kepuasan bagi pasien. Kata Kunci: Kepuasan Pasien, Waktu Tunggu, Rumah Sakit