Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN ALAT UKUR KETINGGIAN CURAH HUJAN OTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER Agus Muliantara; Ngurah Agus Sanjaya ER; I Made Widiartha
Jurnal Ilmu Komputer Vol 8 No 2: September 2015
Publisher : Informatics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.449 KB)

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari hujan memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi karena hujan dapat memenuhi kebutuhan air. Namun kadang kala hujan yang turun ternyata melebihi daya tampung alam sehingga dapat mengakibatkan banjir. Berbagai cara digunakan untuk mengatasi bencana banjir yang diakibatkan oleh tingginya intensitas curah hujan. Diantaranya adalah memperbaiki irigasi, m enambah titik-titik serapan air. Namun kadang kala cara yang digunakan untuk mengatasibanjir belum cukup untuk meminimalkan kerusakan  yang diakibatkan oleh hujan. Meskipun saluran irigasi dandaerah resapan sudah luas, banjir masih saja terjadi. Untuk itu perlu dilakukan upaya evakuasi sebelum terjadinyabanjir tersebut. Untuk itu diperlukan sebuah alat yang mampu memberikan informasi ketinggian curah hujan yang terjadi. Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya umumnya masih memiliki kelemahan yaitu memerlukanperangkat komputer dan pelindung permanen untuk menjaga keamanan dan kehandalan alat Untuk itudibangunlah suatu sistem pengukuran curah hujan yang praktis, otomatis, dan memiliki metode penyimpanandata. Pada beberapa kali percobaan, didapatkan informasi bahwa sensor mampu memantau ketinggian air pada alat pengukur curah hujan, dan data yang dikirim oleh modul GSM mampu diterima pada server. Data yang ditampilkan sudah mampu mewakili kondisi ketinggian air pada alat pengukur curah hujan. Data ini dapat pula digunakan sebagai peringatan dini terhadap ketinggian air yang melewati ambang batas normal 
STUDI KOMPARASI METODE KLASTERISASI DATA K-MEANS DAN K-HARMONIC MEANS I Made Widiartha
Jurnal Ilmu Komputer Vol 4 No 1: April 2011
Publisher : Informatics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.677 KB)

Abstract

Salah satu metode partitional clustering yang sangat popular adalah K-Means Clustering (KM). Metode ini banyak digunakan karena implementasinya yang sederhana, dapat menangani data dalam jumlah besar dan proses yang relatif singkat. Meskipun demikian jika diperhatikan dari tahapan KM untuk mendapatkan klaster akhir masih terdapat kelemahan. Titik awal pusat klaster pada KM yang ditentukan secara random dan proses pembaharuan titik pusatnya sangat memungkinkan hasil klaster konvergen pada lokal optimal.K-Harmonic Means Clustering (KHM) merupakan algoritma yang diciptakan untuk menyempurnakan KM. Dalam KHM titik pusat diperbaharui dengan memanfaatkan rata-rata harmonik dari seluruh titik data ke seluruh pusat klaster yang ada. Rata-rata harmonik dalam metode KHM digunakan untuk mengurangi permasalahan yang ada pada KM. Pada penelitian ini dilakukan studi komparasi terhadap dua metode klasterisasi yaitu KM dan KHM. Penelitian ini ditujukan untuk melihat bagaimana performa metode KHM dalam menyempurnakan metode KM. Studi komparasi ini menggunakan lima buah data set.
PENERAPAN METODE FORGY PADA PERILAKU LEBAH PENJELAJAH DALAM ARTIFICIAL BEE COLONY I Made Widiartha
Jurnal Ilmu Komputer Vol 6 No 1: April 2013
Publisher : Informatics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.976 KB)

Abstract

Metode Artificial Bee Colony (ABC) merupakan salah satu metode swarm yang mengadopsikarakteristik dari koloni lebah madu dalam proses pencarian sumber makanan/solusi. Yang dimaksudsuatu sumber makanan dalam metode ABC merupakan suatu solusi yang dihasilkan oleh kelompoklebah. Dalam metode ABC koloni lebah tiruan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu lebah penjelajah(scout), lebah pekerja (employed bee), dan lebah penunggu sarang (onlooker bee).Lebah penjelajah memiliki peranan penting dalam menentukan sumber makanan awal darikoloni lebah pekerja. Disamping berperan dalam fase awal pada metode ABC, kelompok lebah ini jugaberperan penting dalam menentukan sumber makanan baru ketika performa dari sumber makanan tidakmengalami peningkatan dalam jumlah fase tertentu. Dalam metode ABC perilaku lebah penjelajahdalam penentuan sumber makanan dilakukan dengan cara randomisasi solusi pada ruang pencariansehingga hal ini seringkali menyebabkan hasil dari pencarian lebah penjelajah jauh dari posisi. Metodeforgy merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dalam penentuan titik solusi awal yang telahterbukti lebih baik jika dibandingkan dengan randomisasi.Dalam penelitian ini dilakukan penerapan metode forgy untuk merubah karakteristik lebahpenjelajah dalam melakukan pencarian sumber makanan baru. Uji coba penelitian ini dilakukan padapermasalahan klasterisasi data dengan memanfaatkan lima buah dataset. Kinerja metode ABC denganpenerapan metode forgy ini telah dibandingkan dengan metode ABC. Dari hasil penelitian didapatkanhasil dimana metode ABC dengan penerapan metode forgy ini telah berhasil mengoptimalkan posisititik pusat klaster ABC. Nilai fungsi tujuan yang dihasilkan dari penerapan metode forgy ini juga relatifstabil. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai standar deviasi yang relatif kecil.
PELATIHAN PEMBUATAN BAHAN AJAR BERBASIS ANIMASI BAGI GURU-GURU, SEBAGAI PENUNJANG PROSES PENGGUNAAN E-LEARNING DI SEKOLAH Agus Muliantara; I Made Widiartha; I Putu Gede Hendra Suputra
Jurnal Ilmu Komputer Vol 9 No 2: September 2016
Publisher : Informatics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (40.245 KB)

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sedang berkembang di Indonesia. Banyak sekali penelitian mengenai TIK dilaksanakan seperti misalnya multi objective optimization untuk optimalisasi pakan lele, Algoritma Artificial Bee Collony dan K-Harmonic Means untuk proses klusterisasi data, Particle Swarm Optimization untuk penentuan kluster optimal. Banyak hasil-hasil penelitian yang sudah dipublikasikan, namun hal tersebut masih di lingkup pendidikan tinggi. Berbeda dengan di pendidikan menengah yang penggunaan TIK belum maksimal. Proses pembelajaran berbasis komputer seperti penggunaan slide power point sebagai media presentasi sedang gencar diadakan di sekolah-sekolah, baik itu SMA maupun SMP. Namun penggunaan power point tersebut belum cukup membuat siswa makin tertarik pada mata pelajaran yang diajarkan. Karena sejatinya penggunaan media TIK tidak hanya sekedar menggunakan Komputer, Power point dan proyektor. Materi pelajaran yang digunakan masih bersifat statis, yang masih dominan terdiri atas gambar dan teks. Meskipun e-learning sangat populer, namun berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh media riset di Amerika menunjukkan bahwa (i)68% karyawan menolak mengikuti pelatihan menggunakan e-learning. 50%-80% peserta e-learning tidak mengikuti kursus hingga tuntas. (ii) Setelah 10 menit, peserta e-learning kehilangan konsentrasi sebesar 35% (iii)Setelah 25 menit, peserta e-learning kehilangan konsenstrasi sebesar 75%. Berdasarkan hasil riset tersebut, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana mendesain pembelajaan e-learning yang menarik? Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah (a) E-learnning tidak menjadikan proses pembelajaran bersifat pasif, (b) E-learning justru memberikan ruang untuk interatifitas (c)Pemahaman e-learning yang baik adalah e-learning dengan konten multimedia yang kompleks perlu ditinjau ulang Dari model pembelajaran menggunakan metode Training of Trainer software Articulate Storyline, didapatkan hasil yang cukup baik yaitu ditandai dengan antusiasme dari peserta meskipun masih perlu ditingkatkan terutama bagi guru-guru senior karena keterbatasan guru dalam hal mengoperasikan komputer.
IMPLEMENTASI ALGORITMA KRIPTOGRAFI AES 256 DAN METODE STEGANOGRAFI LSB PADA GAMBAR BITMAP Gede Wisnu Bhaudhayana; I Made Widiartha
Jurnal Ilmu Komputer Vol 8 No 2: September 2015
Publisher : Informatics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.947 KB)

Abstract

Dalam penggunaan teknologi sehari-hari, manusia tidak terlepas dari yang namanya internet sebagai kebutuhan untuk saling bertukar informasi. Orang-orang pada saat ini lebih banyak menghabiskan waktunya di depan layar komputer, laptop, bahkan smartphone untuk mengetahui informasi, mengirim data ke beberapa teman-teman mereka. Salah satu informasi yang sering dicari ataupun dikirim adalah file. Terlepas dari itu file gambar merupakan file yang banyak dicari dan dikirim dan banyak juga mengandung informasi-informasi penting di dalamnya. Keamanan file gambar tentu menjadi sangat penting agar tidak adanya pihak-pihak yang tidak berwenang meretas atau memanipulasi informasi dari gambar tersebut. Ada cara untuk mengamankan suatu informasi agar informasi itu tidak bocor kepada pihak yang tidak berwenang, yaitu dengan menggunakan kriptografi dan steganografi.Kriptografi digunakan untuk mengubah pesan rahasia yang dapat dimengerti menjadi sebuah pesan yang tidak dapat dimengerti lagi. Sedangkan steganografi digunakan untuk menyisipkan sebuah pesan rahasia ke dalam media penampung sehingga seseorang tidak akan menyadari letak pesan rahasia tersebut. Dengan menggabungkan kedua cara ini, dapat menjaga kerahasiaan dan keamanan terhadap sebuah file terutama file gambar. Dalam penelitian ini algoritma dan metode yang digunakan adalah algoritma kriptografi AES (Advanced Encryption Standard ) 256 dan metode steganografi LSB (Least Significant Bit ). Integritas data perlu diuji untuk memastikan bahwa proses enkripsi dan dekripsi telah berjalan baik. Pengujian integritas data menggunakan metode SHA-1. Begitu pula kualitas gambar setelah penyisipan akan mengalami penurunan kualitas. Untuk mengevaluasi hal itu perlu dilakukan pengujian dengan menggunakan metode PSNR.Dari hasil pengujian integritas data dengan membandingkan nilai hash file gambar hasil dekripsi dengan file gambar asli tidak ada perbedaan. Sehingga ini menunjukkan bahwa proses enkripsi dan dekripsi berhasil. Sedangkan pada pengujian menggunakan metode PSNR, rata-rata nilai PSNR adalah 44,14086 dB dan dengan nilai error rata-rata adalah 2,830403 dB yang berarti mengalami penurunan kualitas yang kecil. Dari hasil implementasi dan pengujian didapat kesimpulan bahwa algoritma kriptografi AES 256 dan metode steganografi LSB dapat diimplementasikan dalam menjaga kerahasiaan dan keamanan pesan rahasia.
FOREIGN TOURIST ARRIVAL FORECASTING TO BALI USING CASCADE FORWARD BACKPROPAGATION Ayu Nikki Asvikarani; I Made Widiartha; Made Agung Raharja
Jurnal Ilmiah Kursor Vol 10 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/kursor.v10i4.252

Abstract

Bali has a recognized tourism potential in the world arena. In order to improve the quality and development of the tourism sector in the midst of global competition, it is necessary to formulate appropriate strategies by decision makers such as private parties and government. In support of more accurate decision making, the authors make a system of forecasting the number of foreign tourist visits to Bali Province using Cascade Forward Backpropagation (CFB) method with coverage of Australia, Japan, and United Kingdom which are the top 3 countries with the highest foreign tourist arrival to Bali in that years. Factors used as input in forecasting include the number of visits of foreign tourists the previous year, the population of countries of origin of foreign tourists, Gross Domestic Product at current prices of countries of origin of foreign tourists, and Relative Consumer Price Index Origin of foreign tourists. In this study, optimization of activation function parameters, hidden neurons, and learning rate to obtain forecasting results with the lowest error rate. Forecasting results using the CFB method produces a fairly good accuracy with MAPE range of 6 - 30% where the activation function tanh work better than sigmoid activation function.
RINDIK VOICE SYNTHESIS USING MODIFIED FREQUENCY MODULATION AS BALI CULTURAL PRESERVATION EFFORTS I Made Widiartha; Agus Muliantara
Jurnal Ilmiah Kursor Vol 8 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28961/kursor.v8i3.90

Abstract

Gamelan bali is one aspect of the art highly favored by both domestik and foreign tourists. One type of popular typical Balinese gamelan is Rindik. Rindik is one of Balinese traditional musical instrument made of bamboo. Now days, the number of foreign culture and today’s lifestyle give some impacts on the declining interest of Balinese to interact with this type of conventional gamelan. The younger generation is now more inclined to like devices which are played through electronics/software component. To increase public interest towards traditional gamelan bali especially rindik we need a breakthrough to digitize gamelan rindik and presenting it in the form of rindik software application. Today's advanced technology has made a way to digitize a wide range of instruments including rindik into computerized form. For example we can use frequency modulation as a voice synthesis technique. This method was developed by researchers in the field of sound synthesis. In this research, we have done the sound synthesis process of rindik instrument into digital form using frequency modulation. The best results were obtained through the synthesis comparison of carrier signal frequency and modulator is 1:7. Outcomes of this research is a digitizing result which is presented in the form of a gamelan rindik package on desktop based software application.
ADAPTIVE DATA CLUSTERING METHOD BASED ON ARTIFICIAL BEE COLONY AND K-HARMONIC MEANS I Made Widiartha; Agus Zainal Arifin; Anny Yuniarti
Jurnal Ilmiah Kursor Vol 6 No 3 (2012)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ADAPTIVE DATA CLUSTERING METHOD BASED ON ARTIFICIAL BEE COLONY AND K-HARMONIC MEANS a I Made Widiartha, b Agus Zainal Arifin, c Anny Yuniarti a Jurusan Ilmu Komputer, FMIPA, Universitas Udayana Kampus Bukit, Gedung BJ Lt.I, Jimbaran Bali, b,c Informatics Department, Faculty of Information Technology Institute of Technology Sepuluh Nopember E-Mail: a imdewidiartha@cs.unud.ac.id Abstrak Berbagai metode telah dibuat untuk dapat melakukan klasterisasi data. Salah satu metode tersebut adalah K-Harmonic Means Clustering (KHM). KHM merupakan metode klasterisasi data yang menyempurnakan K-Means Clustering (KM). Metode KHM telah mampu mengurangi permasalahan KM dalam hal sensitifitas pada inisialisasi titik pusat awal, meskipun demikian dalam KHM masih terdapat kemungkinan solusi yang dihasilkan merupakan suatu lokal optimal. Permasalahan lokal optimal ini dapat diatasi dengan memanfaatkan suatu metode yang memiliki karakteristik pencarian solusi global ke dalam metode KHM. Artificial Bee Colony (ABC) merupakan suatu metode swarm yang berbasis pada perilaku mencari makan dari koloni lebah madu yang memiliki karakteristik untuk menghindari kemungkinan konvergensi terhadap lokal optimal. Dalam penelitian ini diusulkan sebuah metode baru untuk klasterisasi data yang berbasis pada metode ABC dan KHM (ABC-KHM). Kinerja metode ABC-KHM ini telah dibandingkan dengan metode KHM dan ABC dengan memanfaatkan lima dataset. Dari hasil penelitian didapatkan hasil dimana metode ABC-KHM ini telah berhasil mengoptimalkan posisi titik pusat klaster KHM yang mengarahkan hasil klaster menuju suatu solusi global. Kata kunci: K-Means Clustering, K-Harmonic Means Clustering, Artificial Bee Colony, ABC-KHM. Abstract Various methods have been made to cluster the data. One such method is K-Harmonic Means Clustering (KHM). KHM is a clustering method that improves K-Means Clustering (KM). KHM method was able to reduce the problem of KM in terms of sensitivity to the initialization of the initial center point nevertheless there is still a possibility that the result of KHM is a local optimum. The local optimal problem can be solved by utilizing a method that has characteristic of a global search into KHM method. Artificial Bee Colony (ABC) is a swarm method based on foraging behavior of honey bee colony that has characteristics to avoid the possibility of local optimum convergence. In this research, a new method for data clustering based on ABC and KHM (ABC-KHM) is proposed. The performance ABC-KHM method has been compared with ABC and KHM by using five datasets. The results show that ABCKHM method is able to optimize the position of the cluster center and directs the center to a global solution. Key words: K-Means Clustering, K-Harmonic Means Clustering, Artificial Bee Colony, ABC-KHM.
REDESAIN UI/UX APLIKASI SIMDA BMD BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN LOMBOK TENGAH I Made Eko Satria Wiguna; I Made Widiartha; Luh Gede Astuti
Jurnal Pengabdian Informatika Vol. 1 No. 1 (2022): JUPITA Volume 1 Nomor 1, November 2022
Publisher : Jurusan Informatika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.468 KB) | DOI: 10.24843/JUPITA.2022.v01.i01.p10

Abstract

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kab. Lombok Tengah, merupakan lembaga pemerintah daerah yang bertugas mengelola bidang aset-aset daerah. Dalam menjalankan tugasnya, BPKAD menggunakan aplikasi dalam mengelola data aset daerah. Aplikasi tersebut bernama aplikasi SIMDA BMD. Aplikasi desktop ini menjadi aplikasi utama dalam pengelolaan data aset daerah. Namun, aplikasi ini memiliki beberapa kekurangan yang di keluhkan oleh pegawai instansi. Salah satu kekurangannya terletak pada UI yang dimiliki. UI pada aplikasi SIMDA BMD kurang tertata sehingga perlu perbaikan agar tampilan UI aplikasi menjadi lebih bersih, simpel dan minimalis. Perancangan redesain ini berupa prototipe dengan menggunakan tools Figma. Rancangan redesain ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukkan kepada developer untuk perbaikan UI aplikasi SIMDA BMD.
SISTEM PEMBANTU KEPUTUSAN PEMILIHAN TANAMAN ADOPSI WEBSITE ADOPTPLANT.COM Pijar Candra Mahatagandha; Ngurah Agus Sanjaya ER; I Made Widiartha
Jurnal Pengabdian Informatika Vol. 1 No. 1 (2022): JUPITA Volume 1 Nomor 1, November 2022
Publisher : Jurusan Informatika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.837 KB) | DOI: 10.24843/JUPITA.2022.v01.i01.p19

Abstract

PT. Trikaya Cipta Uthama ingin mengatasi masalah ketersediaan lahan untuk bercocok tanam dan reboisasi dengan membuat sebuah aplikasi yang disebut dengan Adoptplant.com. Sistem yang dibuat membagi user menjadi empat peran berbeda yakni adopter, pengelola atau manager, administrator, dan petani. Pada aplikasi ini tanaman yang siap diadopsi sepenuhnya ditentukan oleh pengelola. Tanaman yang dimasukan kedalam sistem harus memperhitungkan beberapa faktor salah satunya adalah kepopuleran tanaman yang akan diadopsi untuk meningkatkan angka penjualan. Saat ini belum ada aplikasi maupun model machine learning yang dapat membantu pengelola dalam memilih tanaman yang sesuai untuk menjadi tanaman adopsi, sehingga sistem ini sangat diperlukan untuk mempermudah pengelola untuk memilih tanaman untuk diadopsi adopter. Maka untuk mempermudah pengelola memilih tanaman, dirancang sebuah model LDA (Latent Dirichlet Allocation) yang akan memodelkan topik pembicaraan user twitter tentang tanaman. Hasil dari pemodelan topik LDA mendapatkan respon positif dari pihak pengelola yang dibuktikan dengan sudah dioperasikannya website adoptplant pada domain adoptplant.com yang mana data tanaman yang dimasukan merupakan tanaman yang dipilih berdasarkan perimbangan dari hasil pemodelan topik LDA.
Co-Authors A A I N Karyawati Agus Muliantara Agus Zainal Arifin Alit Indrawan, I Gusti Ngurah Alvin Wiraprathama Anak Agung Gde Agung Pranandita Anak Agung Istri Ngurah Eka Karyawati Anggotra, Puspadevi Anny Yuniarti Apsari, Made Sri Ayu Ari Mogi, I Komang Arsa, Dewa Made Sri Astawa, Ni Wayan Amanda Putri Atmojo, Firman Ali Eka Ayu Nikki Asvikarani bratha, dede khausa bayu Darlis Herumurti Dewa Made Wiharta Firman Ali Eka Atmojo Gede Agung Aji Andar Sakti Gede Wisnu Bhaudhayana Gilang Indrawan, Muhammad Caesar Giri, I Nyoman Yusha Tresnatama Gst. Ayu Vida Mastrika Giri Humaira, Fitrah Maharani Humaira, Fitrah Maharani I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan, I Dewa Made Bayu I Gede Arta Wibawa I Gede Santi Astawa I Gusti Agung Gede Arya Kadyanan I Gusti Ngurah Anom Cahyadi Putra I Kadek Aldy Oka Ardita I Ketut Gede Suhartana I Made Eko Satria Wiguna I Made Nusa Yudiskara I Made Satria Bimantara I Putu Bayu Eka Pratama I Putu Gede Hendra Suputra I Putu Satwika I WAYAN SANTIYASA I Wayan Sugiana I Wayan Supriana Ida Bagus Gede Dwidasmara Ida Bagus Gede Dwidasmara Ida Bagus Made Mahendra Julianti, Syelvia Kadek Nanda Banyu Permana Ketut Ardha Chandra Kusuma, Putu Agus Dharma Luh Arida Ayu Rahning Putri Luh Gede Astuti Luh Gede Astuti Nathanael Richie Thomas Ngurah Agus Sanjaya ER Ni Made Elvina Aryadhika Putri Nyoman Putra Sastra Octavia, Hana Christine Panji Palguna, I Gusti Agung Ngurah Pijar Candra Mahatagandha Pramana, I Gst Bgs Bayu Adi PRATIWI, NI MADE DINDA Priandana, Bhisma Satwika Ari Purba, Kevin Joel Putra, I Gusti Ngurah Agung Widiaksa Raharja, Made Agung Ramadhan, Zhaqy Hikkammi Gullam Rukmi Sari Hartati Ryan, Ida Bagus Putu Saiful Bahri Musa Satria Wiguna, I Made Eko Satya, I Dewa Gede Rama Sitinjak, Anugrah Ignatius Tegar Palyus Fiqar Tristan Bey Kusuma Widnyana, I Kadek Agus Candra Wijaya, Partha Wikardiyan, Aditya Wiraprathama, Alvin Yande Pramana Yustika Pradeva