Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Plank Sampah, Goro, dan Tanaman TOGA Aksi Nyata dalam Menjaga Kebersihan dan KelestarianLingkungan M. Gilang Mulya Putra; Malta Nelisa; Imratul Husna; Hamila Zakiyatu Sholeha; Muhammad Hidayat
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 6 (2025): Desember 2025 - Januari 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The community service program titled "Educational Signage, CommunalWork (Gotong Royong), and TOGA Plants" was conducted as part of theCommunity Service Program (KKN) to foster public awareness regardingenvironmental cleanliness and sustainability. This program was motivatedby issues regarding suboptimal waste management and the lack ofproductive land utilization in the area. The implementation methodemployed a participatory approach, actively involving village residents as partners in three main activities: (1) installing educational signage; (2) conducting communal work (Gotong Royong) for cleaning and socialstrengthening; and (3) planting Family Medicinal Plants (TOGA). The results demonstrated a positive community response, evidenced bybehavioral changes such as increased discipline in waste disposal, activeparticipation in communal activities, and enthusiasm for cultivatingmedicinal plants. This program concludes that an educational andapplicative approach is effective in shaping environmental awareness andencouraging sustainable family health independence.
Peran Sistem Peringatan Dini Berbasis Masyarakat terhadap Perubahan Sosial dalam Kesiapsiagaan Bencana: Studi Kasus di Nagari Malalak Selatan Kabupaten Agam Lirra Dwinaya Rachma; Exelly Ananda Rinzzy; Hanifa Yulia Putri; Alycia Safana Milanda; M. Arkhan Rodhiah; Delmira Syafrini; Muhammad Hidayat
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sistem peringatan dini berbasis masyarakat terhadap perubahan sosial dalam kesiapsiagaan bencana di Nagari Malalak Selatan, Kabupaten Agam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya risiko bencana longsor dan galodo di wilayah tersebut serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan bencana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem peringatan dini berbasis masyarakat memiliki peran penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui penyebaran informasi yang cepat menggunakan pengeras suara masjid, grup WhatsApp, telepon, dan komunikasi langsung antarwarga. Selain itu, keberadaan sistem peringatan dini juga memengaruhi perubahan sosial masyarakat, seperti meningkatnya solidaritas sosial, pola komunikasi yang lebih aktif, kepedulian antarwarga, serta meningkatnya kesadaran kolektif terhadap pentingnya kesiapsiagaan bencana. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, seperti masih adanya masyarakat yang kurang peduli terhadap informasi bencana dan keterbatasan jaringan komunikasi saat cuaca buruk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem peringatan dini berbasis masyarakat tidak hanya berfungsi sebagai sarana mitigasi bencana, tetapi juga berperan dalam membentuk perubahan sosial dan memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Perubahan Persepsi Risiko Bencana Masyarakat Pascagalodo di Batu Busuk Kota Padang Dyanatul Arsyi; Delmira Syafrini; Muhammad Hidayat; Aulia Uzzaki; Difa Afriani Salsabila; Muhammad Yahya; Zola Fernando
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan persepsi risiko bencana masyarakat pascagalodo di Batu Busuk, Kota Padang. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung dan observasi lapangan. Informan dalam penelitian merupakan masyarakat yang terdampak langsung oleh bencana galodo, baik yang mengalami kerusakan rumah, kehilangan mata pencaharian, maupun perubahan kondisi sosial dan psikologis setelah bencana terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galodo memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, terutama pada aspek ekonomi, sosial, dan psikologis. Kerusakan rumah, hilangnya lahan pertanian, serta terganggunya aktivitas ekonomi menjadi dampak utama yang dirasakan masyarakat. Selain itu, pengalaman menghadapi galodo menyebabkan perubahan persepsi masyarakat terhadap risiko bencana. Masyarakat menjadi lebih waspada terhadap cuaca ekstrem, lebih memperhatikan kondisi lingkungan, dan mulai menyadari pentingnya kesiapsiagaan bencana. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman bencana dapat membentuk kesadaran baru masyarakat dalam memahami risiko bencana serta pentingnya mitigasi untuk mengurangi dampak bencana di masa mendatang secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Ketimpangan Pengetahuan Lingkungan antara Masyarakat Kota dan Desa Dian Aulia Purnama; Alifia Izmi Azzahra; Ani Agustina; Aliya Syaputry; Farhan Alhu Linadri; Delmira Syafrini; Muhammad Hidayat
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan dekonstruksi sosiologis terhadap fenomena ketimpangan pengetahuan lingkungan yang terjadi antara masyarakat perkotaan dan pedesaan di Indonesia. Secara mendalam, kajian ini hendak memetakan sejauh mana disparitas posisi sosial dan aksesibilitas wilayah mempengaruhi derajat penguasaan informasi krisis ekologi serta kesiapsiagaan bencana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang berlandaskan paradigma interpretatif, dengan menerapkan studi perbandingan antara karakteristik wilayah urban dan rural. Data dikumpulkan melalui teknik triangulasi yang meliputi wawancara mendalam terhadap informan lintas generasi, observasi partisipatif pada fasilitas publik, serta studi dokumentasi literatur sekunder terkini. Hasil penelitian mengungkap bahwa masyarakat perkotaan memiliki keunggulan akses informasi berbasis teknologi digital serta literasi lingkungan teoretis-global. Sebaliknya, masyarakat pedesaan mengalami kendala infrastruktur digital dan "kemiskinan informasi", tetapi memiliki keunggulan dalam pengetahuan praktis yang berakar kuat pada kearifan lokal, norma adat, dan sensitivitas ekologis langsung. Kesenjangan pengetahuan ini diperburuk oleh pola komunikasi kebijakan pemerintah yang terlalu elitis dan bersifat dari atas ke bawah (top-down), sehingga istilah ilmiah sulit dipahami masyarakat bawah. Studi ini menyimpulkan pentingnya peran mahasiswa sebagai jembatan informasi untuk merumuskan model komunikasi kebijakan yang inklusif, partisipatif, dan transformatif guna mengintegrasikan pengetahuan saintifik modern dengan kearifan lokal demi mewujudkan keadilan ekologis serta pembangunan yang berkelanjutan.