Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Analisis Sirkulasi Penumpang Kapal Laut (TPKL) Tanjung Mas Semarang Prasyetyo, Adi Widi; Widiastuti, Kurnia
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 5, No 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v5i1.19656

Abstract

The Passengership Terminal is the main part of the sub Port system which serves to accommodate the activities of passenger transport processes from  one sea transportation system to another. As a result of its function as the activity-area of the passenger transferal process, making the passenger  terminal have many high circulation needs facilities. The activities what’s happen inside the terminal is mainly affected by people and stuff. The Passengership Terminal Port of Tanjung Mas Semarang were among the international terminals in central Java worked well service and accommodate various passenger activities.  Discomport in activities, and uncertainly of the flow of grooves often arises as a result of unitended circulation pattern in Passengership Terminal. Planning a proper circulation in the Passenger Terminal requires studies of the element of circulation such as attainment, circulation pattern, circulation ways, and the circulation of space. Therefore, we have raised the topic for further consideration of the circulation of the Passengership Terminal Port of Tanjung Mas Semarang for margin
Analisis Kebutuhan Ruang Pedangang di Pasar Bulu Semarang Tsalatsia, Dhurra Ayu; Widiastuti, Kurnia; Nindita, Velma
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 2, No 2 (2019): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v2i2.15857

Abstract

Pasar Bulu Semarang menjadi buah bibir masyarakat Kota Semarang. Suasana pasar yang harusnya ramai pembeli, tetapi didapati tidak saat berada di Pasar Bulu. Suasana Sepi sampai banyak Kios dan Los yang kosong membuat peneliti ingin mencari titik permasalahan dari peristiwa tersebut. Banyak Kios dan Los yang tidak disewa oleh pedagang. Hal tersebut menjadi pertanyaan bagi peneliti untuk menganalisis kebutuhan ruang pedagang di Pasar Bulu Semarang. Analisis kebutuhan ruang merupakan salah satu tahap perancangan suatu bangunan. Kebutuhan ruang juga menjadi Indikator kelayakan suatu bangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan ruang pedagang berdasarkan Regulasi Peraturan Menteri Perdagangan.dan menganalisis Kondisi Pasar Bulu Semarang. Dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi atau masukan bagi perkembangan ilmu Arsitektur tentang pentingnya kebutuhan ruang Pasar yang berpengaruh pada aktifitas pedagang dan pembeli. Metode yang dilakukan peneliti yaitu menggunakan metode penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, observasi, dan wawancara. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Berdasarkan Kondisi Pasar Bulu Semarang, Pedagang membutuhkan ukuran kios yang lebih lebar dengan spesifikasi jenis dagangan dan ukuran Kios yang jelas. Selain Ukuran Kios dan Los, Ditinjau dari Ketersediaan Akses masuk bangunan di pasar Bulu, Baik Pedagang maupun Pembeli membutuhkan Kemudahan Akses seperti mmperlebar pintu masuk, memperbanyak pintu alternatif, dan memperlebar lorong masuk bangunan
Analisis Karakteristik Arsitektur pada Fasad Rumah Tinggal Pecinan Semarang: Studi Kasus Gang Gambiran, Kranggan Azzahro, Aisyah; Tsurina, Rana; Widiastuti, Kurnia
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 6, No 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v6i1.18814

Abstract

Pengelompokan yang dilakukan Hindia - Belanda menghasilkan beberapa Kawasan yang berisikan masyarakat berdasar RAS, yang mana salah satunya terbentuk menjadi Kawasan yang dinamakan Kampung Cina atau Pecinan. Fasad pada bangunan Kawasan Pecinan dapat dilihat dari contok rumah tinggalnya yang memiliki ciri khas tertentu dan dapat langsung dikenali. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fasad rumah tinggal pada area pecinan di Gang Gambiran, Kranggan, Semarang Tengah. Hasil survey data kemudian dianalisis dan dirumuskan dengan mengunakan metode deskriptif kualitatif yang disajikan dalam bentuk tabel gambar.Kata Kunci: Rumah Tinggal Pecinan, Fasad Pecinan,  Pecinana Semarang.AbstractThe grouping carried out by the Dutch East Indies resulted in several areas containing communities based on, one of which was formed into an area called Kampung Cina or Chinatown.The facade of the Chinatown area building can be seen from the examples of the houses which have certain characteristics and can be recognized immediately. This study aims to identify the facades of residential houses in the Chinatown area in Gang Gambiran, Kranggan, Central Semarang. The results of the survey data were then analyzed and formulated using a qualitative descriptive method presented in the form of a picture table.Keywords: Chinatown residences, Chinatown facades Semarang Chinatown
Analisis Tata Letak Ruang Perpustakaan Kabupaten Pekalongan Berdasarkan Prinsip Penataan Ruang Perpustakaan Rifandy, Shocky; Widiastuti, Kurnia
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 4, No 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v4i2.19625

Abstract

Perpustakaan merupakan sumber ilmu dan pusat informasi yang sangat penting bagi perkembangan dunia pendidikan. Perpustakaan Umum Kabupaten Pekalongan adalah perpustakaan umum satu-satunya yang ada di daerah Kabupaten Pekalongan. Ruang perpustakaan hendaklah memperhatikan unsur-unsur tata ruang, desain, ukuran perabot, lokasi yang strategis, struktur ruangan, pengamanan ruangan, dan pengembangan perpustakaan ke masa yang akan datang sesuai dengan prinsip penataan ruang perpustakaan. Pada tata letak dalam ruang baca perpustakaan Umum Kabupaten Pekalongan masih terdapat kendala seperti ruang yang terbatas dan tercampur untuk aktivitas baca. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan tujuan untuk menganalisis tata letak Perpustakaan Umum Kabupaten Pekalongan berdasarkan prinsip penataan ruang perpustakaan menurut Anugrah and Ardoni, 2013. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat empat kategori zonasi berupa area buku koleksi, area pelayanan, area baca, dan area pendukung lain dengan tata letak ruang pada perpustakaan umum Kabupaten Pekalongan yang belum memenuhi prinsip dan aturan penataan ruang perpustakaan, salah satu diantaranya yaitu penataan jarak antar perabot seperti rak buku, meja baca masih sangat berdekatan (sempit) yang akan sangat berpengaruh terhadap sirkulasi dan juga akan memepengaruhi suasana ruangan.Kata Kunci: Tata Letak, Prinsip Penataan, Perpustakaan AbstractLibrary is a source of knowledge and a very important information center for the development of the world of education. Pekalongan Regency Public Library is the only one public library. The library room should pay attention to the elements of spatial planning, design, furniture size, strategic location, room structure, room security, and future development of the library in accordance with the principles of library space planning. In the layout in the reading room of the Pekalongan Regency Public library, there are still obstacles such as limited and mixed space for reading activities. This study uses a descriptive method with the aim of analyzing the layout of the Pekalongan Public Library based on the principles of library space management according to Anugrah and Ardoni, 2013. The results of the study state that there are four zoning categories in the form of book collection areas, service areas, reading areas, and other supporting areas. with the layout of the space in the public library of Pekalongan Regency that does not meet the principles and rules of library space planning, one of which is the arrangement of the distance between furniture such as bookshelves, reading tables are still very close together (narrow) which will greatly affect circulation and will also affect the atmosphere room.Keywords: Layout, Structuring Principles, Libraries
Analysis of CO2 and CH4 Emission from Domestic Waste in Open Space Bendan Dhuwur Campus UPGRIS Semarang Nindita, Velma; Widiastuti, Kurnia; Supriyadi, Slamet
International Journal of Sustainable Building, Infrastructure and Environment (IJOSBIE) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Science and Technology Research Centre, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijosbie.v3i1.9785

Abstract

Various activities especially in fulfillment daily needs, generate a lot of waste. One of the negative effects of waste generation is the contribution of greenhouse gas emissions to the atmosphere which causes global warming. Every location has waste, both organic and non-organic, or other types. The open space in Bendan Dhuwur campus area is dominated by organic waste due to leaf fall from many trees around. This is a concern because there is no proper waste management and it is immediately burned. This study focuses on analyzing the composition of waste and calculating the contribution of CO2 emissions from domestic waste generation at Bendan dhuwur campus of UPGRIS Semarang. The method used is random sampling accompanied by quantitative descriptive measurements and analysis. The result of the research shows that the calculation of waste composition for leaf waste is 3.58 x 10-3 Gg/year; twig waste 3.6 x 10-4 Gg/year; paper waste 3.57 x 10-4 Gg/year; plastic waste 2.02 x 10-4 Gg/year and CO2 emissions = 2.12 x 10-3 Gg/year; CH4= 2.57 x 10-5 Gg/year (leaves), CO2 = 2.18 x 10-4 Gg/year; CH4=2.58 x 10-6 Gg/year (twig), CO2 = 1.53 x 10-4 Gg/year; CH4= 2.56 x 10-6 Gg/year (paper), CO2 = 0.02 Gg/year; CH4= 1.45 x 10-6 Gg/year (plastic) Keywords: waste, CO2, CH4
Universal Design Analysis At Roemani Hospital, Semarang City Munana, Mifta Nila; Widiastuti, Kurnia
International Journal of Sustainable Building, Infrastructure and Environment (IJOSBIE) Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Science and Technology Research Centre, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijosbie.v7i1.26959

Abstract

Abstract. Hospitals are always developing their services in every sector, including support facilities for patients and hospital users. One of hospital in Semarang that is undergoing development is Roemani Hospital. Many visitors come to this hospital because of its good service and adequate facilities. The research was conducted by observing the emergency unit in the Adam Building. The results of the identification will be analyzed based on regulations and principles of universal design. The results of the analysis of the implementation of universal design in the Adam Building will serve as a reference for the hospital to become one of the hospitals that implements universal design well and also for improvements if the analysis results are not satisfactory. The application of universal design aims to be accessible to all users regardless of age, physical limitations, and other factors.Keywords: Universal Desain, Disability, Public Area, Hospital
ANALYSIS OF CIRCULATION IN KENTUCKY FRIED CHICKEN RESTAURANT ON PANDANARAN SEMARANG Widiastuti, Kurnia; Wandira P, Ayu; Nindita, Velma; Wahyudi, M. Agung
International Journal of Sustainable Building, Infrastructure and Environment (IJOSBIE) Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Science and Technology Research Centre, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijosbie.v3i2.13708

Abstract

KFC Pandanaran is a fast food restaurant located on Pandanaran Street, Semarang, which has a variety of activities and behavior, including eating, hanging out, doing work, or just drinking coffee. These behaviors require a comfortable dining room as needed. on the integration relationship between space (spatial physical environment) with all activities of individuals/groups of individuals within a certain period. convenient and appropriate spatial planning is one of the advantages of a restaurant. circulation patterns and the characteristics of various restaurant users are things that should be considered to provide user comfort. therefore analysis of circulation patterns with the study of place-centered mapping behavior is needed to determine circulation patterns and user attributes for the convenience of users with a variety of characters. It is intended that the circulation patterns and attributes of restaurant users can be identified at the point of the problem.Keywords: layout, behavior study, attributes
EKSPLORASI MAKNA SIMBOLIS ELEMEN ARSITEKTUR PADA BANGUNAN GEREJA KATOLIK SANTO YUSUP GEDANGAN SEMARANG Pratama, Yoshua Christian Budi; Widiastuti, Kurnia
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 8, No 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v8i2.23661

Abstract

Bangunan gereja katolik bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga terdapat elemen arsitektur yang mengandung akan nilai simbolis dan makna spiritual bagi umat. Gereja katolik Gereja Katolik Santo Yusuf Gedangan di Semarang, sebagai salah satu gereja tertua di Indonesia, menyimpan warisan arsitektur bergaya Neo Gotik dengan elemen-elemen religius yang menarik untuk dikaji lebih lanjut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya kajian yang secara khusus membahas makna simbolis dari elemen-elemen arsitektur gereja tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis-jenis elemen arsitektur dalam Gereja Katolik Santo Yusuf Gedangan Semarang, dan (2) mengungkap makna simbolis yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, studi literatur, dan dokumentasi visual.Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen-elemen arsitektur seperti struktur atap, dinding bata krinker, dan pola lantai tidak hanya memiliki fungsi struktural, tetapi juga menyampaikan makna simbolis yang relevan dengan konteks lokal dan iklim tropis. Elemen dekoratif seperti kaca patri, patung orang kudus, triforium, dan relief Jalan Salib menyampaikan nilai-nilai iman Katolik, sedangkan elemen pengisi ruang seperti tabernakel dan kursi umat mencerminkan hubungan antara ajaran teologis dan pengalaman spiritual. Simbolisme yang tertanam dalam arsitektur gereja membentuk narasi visual yang memperkuat identitas religius umat. Penelitian ini berkontribusi terhadap pelestarian bangunan bersejarah dan memperluas pemahaman mengenai simbolisme arsitektur gereja Katolik. The Catholic Church is not only a place of worship but also contains architectural elements rich in symbolic and spiritual meaning. The Church of Saint Joseph Gedangan in Semarang, as one of the oldest churches in Indonesia, built in Neo Gothic style, features religious elements that are of significant interest for further study. This research aims to: (1) identify the architectural elements present in the church, and (2) reveal the symbolic meanings embedded within them. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques including field observation, literature review, and visual documentation. The research findings show that the roof structure, clinker brick walls, floor patterns, stained glass, statues of saints, triforium, Stations of the Cross reliefs, tabernacle, and congregation pews not only serve aesthetic and structural purposes but also represent spiritual values and Catholic teachings. These symbols reinforce the religious identity of the congregation and contribute to the preservation of the church’s cultural heritage.