Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : jurnal rupa

Eksplorasi Reka Struktur Pada Pemanfaatan Limbah Kain Twill Gabardine Liandra Khansa Utami Putri; Dian Widiawati
JURNAL RUPA Vol 5 No 2 (2020): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v5i2.2944

Abstract

Starting from the phenomenon of increasing patchwork waste generated from garment factories or the so-called convection industry in DKI Jakarta, according to the Ministry of Industry (2020) in Indonesia there are 1,535 factories which are still actively producing and also have a variety of patchwork waste . During the production period, it will produce a large amount of solid waste due to high sales. According to the survey data one of the research sites is the convection industry / garment factory PT. Farah Textile, located in East Jakarta, where there is a waste waste in the factory which amounts to approximately ± 750 kilo grams per month, waste wastes produce various kinds of pieces. Not all types of waste can be sold. While factory workers are less than optimal in utilizing the remaining patchwork waste, so there is a lot of patchwork waste left over and cannot be treated. The data collection methodology in this study uses a qualitative approach and an experimental method. There will be several stages of research to be carried out, in order to complete the data for research. Qualitative approaches and experimental methods will be applied to this waste research study. From the design process to be achieved in order to be able to reprocess the waste patchwork variant, so that it becomes a material sheet that is made optimally, into a fashion product concept and also produces good economic value. In making a fashion product that is used as a business opportunity, to increase the economic value of a product made (up-cycled). Aim to maintain the environment and create a zero waste product. The results of this exploration study aim to be able to treat the waste waste that is quite a lot in the factory environment, with different sizes and has been classified according to needs. With the aim of creating a new sheet of fabric and can be applied to a fashion product.
Pengaplikasian Mordan sebagai Media Cap pada Pewarna Jelawe (Termiballia berllirica), Tingi (Ceriops tagal), dan Tegeran (Cudrania javanensis) untuk Menghasilkan Visual Motif pada Material Organik Katun Takao, Gina Shobiro; Widiawati, Dian
JURNAL RUPA Vol 8 No 2 (2023): Open Issue
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/rupa.v8i2.6868

Abstract

Dampak penggunaan zat warna sintetis pada bahan tekstil memberikan dampak buruk pada lingkungan, adanya pencemaran serta gangguan kesehatan menjadi sebuah masalah yang harus di solusikan. Salah satu upaya keseimbangan alam seperti penggunaan kembali bahan alami sebagai pewarnaan tekstil, serta sekaligus untuk melestarikan kekayaan sumber daya alam dalam dunia tekstil. Banyaknya sumber daya alam yang berpotensi untuk dijadikan sebagai pewarna alami tekstil, menjadikan banyaknya masyarakat yang sadar akan keunggulan pewarna alami, menghasilkan banyak perkembangan dan inovasi dalam proses penggunaan pewarna alami hingga menyuguhkan tampilan baru untuk menyesuaikan tren saat ini. Dengan adanya fenomena dan isu tersebut dapat menjadi peluang dalam mengolah zat pewarna alami untuk diproses dan memberikan hasil yang lebih mudah diterima masyarakat saat ini. Pewarna alami yang digunakan dalam penelitian ini adalah pewarna Jelawe (Terminalia berllirica), Tegeran (Cudrania javanensis), dan Tingi (Ceriops tagal) yang biasa banyak digunakan para pembatik atau pengrajin yang menggunakan pewarna alami, dikarenakan ketiga zat pewarna alami tersebut merupakan salah satu contoh yang memiliki kepekatan dan kekuatan warna yang baik pada bahan tekstil. Ketiga warna tersebut akan dilakukan eksperimen dalam menghasilkan motif pada kain dengan cara reaksi fiksasi atau mordan dengan teknik cap untuk memberikan inovasi baru penggunaan zat pewarna alam.