Anita Widjajanti
Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, Universitas Jember

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Lingua Skolastika

INTERFERENSI MORFOLOGIS BAHASA JAWA KE DALAM BAHASA INDONESIA PADA TUTURAN GURU DAN SISWA DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XI MA AL MISRI CURAHMALANG RAMBIPUJI JEMBER Azizah, Nuril; Parto, Parto; Widjajanti, Anita
Lingua Skolastika Vol 1 No 1 (2022): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v1i1.21790

Abstract

Morphological interference is the inclusion of elements of the formation of a language into another language. Morphological interference can occur in spoken or written language. One of them is in the speech of teachers and students in Indonesian language learning activities in 11th grade of MA Al Misri Curahmalang Rambipuji Jember. The purpose of this study was to describe the forms and factors of the occurrence of morphological interference from Javanese into Indonesian in the speech of teachers and students in Indonesian language learning activities in class XI MA Al Misri Curahmalang Rambipuji Jember. The design and type of research are descriptive qualitative. The data in this study were word indicated morphological interference, answers from interviews, and questionnaire answers. The data sources in the study include teacher and student speech in learning activities, transcripts of interviews, and questionnaire. The data-gathering techniques of this study use observation, questionnaire, and interview techniques. Data analysis in this study includes data reduction, data presentation, and writing conclusion. Based on the results and discussion, there are two forms of morphological interference, namely affixation interference, and reduplication interference. There are two factors that cause morphological interference in teacher speech and there are five factors that cause morphological interference in student speech. Keyword: Morphological interference, affixation interference, interference reduplication, factors causing the interference morphological
Penggunaan Register Kepolisian dalam Acara Jatanras NET TV Iswari, Diah Ayu; Widjajanti, Anita; Syukron, Ahmad
Lingua Skolastika Vol 2 No 2 (2023): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v2i2.41670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penggunaan, perubahan makna dan fungsi penggunaan register kepolisian dalam acara Jatanras NET TV. Dari hasil dan pembahasan diatas dapat diketahui bahwa penggunaan register kepolisian berupa istilah dilakukan untuk menyesuaikan dengan tema acara, istilah yang digunakan relatif sama agar lebih informatif. Rancangan penelitian yakni berupa kualitatif yang mendeskripsikan data dari perspektif sosiolinguistik (tuturan) dengan jenis penelitian deksriptif. Data penelitian berupa tuturan dari presenter, narator dan anggota kepolisian beserta konteks penuturannya yang mengindikasi penggunaan register kepolisian dalam acara jatanras NET TV. Sumber data penelitian ini berasal dari tuturan presenter, narator dan anggota kepolisian dalam beberapa video yang diunduh melalui akun YouTube pada channel “Jatanras Net Tv”. Teknik pengumpulan data adalah Teknik dokumentasi (Simak-catat). Teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) bentuk penggunaan register kepolisian ditemukan: a) bentuk dasar, b) bentuk berafiks, c) bentuk abreviasi, d) bentuk akronim, e) bentuk akronim dan f) bentuk majemuk. (2) perubahan makna ditemukan: a) penyempitan dan b) ameliorasi. (3) fungsi register ditemukan: a) instrumental, b) heuristik dan c) kebudayaan atau penamaan This study aims to describe the form of use, changes in meaning and function of using police registers in the Jtanras NET TV program. From the results and discussion above, it can be seen that the use of police registers in the form of terms is done to suit the theme of the event, the terms used are relatively the same so that they are more informative. The research design is in the form of qualitative which describes data from a sociolinguistic (speech) perspective with a descriptive type of research. The research data is in the form of speeches from presenters, narrators and members of the police along with the context of their narrative which indicates the use of police registers in NET TV's janras program. The data source for this research comes from the speeches of presenters, narrators and members of the police in several videos downloaded via a YouTube account on the "Jatanras Net Tv" channel. The data collection technique is a documentation technique (see notes). Data analysis techniques in the form of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that (1) the forms used in the police register were: a) basic forms, b) affixed forms, c) abbreviated forms, d) acronym forms, e) acronym forms and f) compound forms. (2) changes in meaning were found: a) narrowing and b) amelioration. (3) register function found: a) instrumental, b) heuristic and c) culture or naming.
MAKNA KONTEKSTUAL LEKSIKON DALAM RUBRIK POLITIK BLOG MOJOK.CO EDISI FEBRUARI 2022 Widyani, Lisa; Rijadi, Arief; Widjajanti, Anita
Lingua Skolastika Vol 1 No 1 (2022): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v1i1.35345

Abstract

Semantik adalah cabang ilmu linguistik yang mempelajari tentang arti atau makna berupa perubahan dan perkembangan. Makna memiliki tiga aspek yakni meliputi makna leksikal, makna gramatikal, dan makna kontekstual. Makna kontekstual sederhananya yakni makna yang bergantung pada situasi kata atau ujaran tersebut digunakan. Permasalahan yang dikaji pada penelitian ini adalah Bentuk makna kontekstual leksikon dalam rubrik Politik pada blog Mojok.co edisi Februari 2022 dan Bentuk perubahan makna kontekstual leksikon dalam rubrik Politik pada blog Mojok.co edisi Februari 2022. Rancangan penelitian yang digunakan yakni naturalistic langkah-langkah umum. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah Kualitatif., sedangkan Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada rubrik Politik Blog Mojok.co Edisi Februari 2022 terdapat lima bentuk satuan leksikon yang ditemukan yakni yaitu (1) Perbedaan bidang pemakaian (2) adanya asosiasi, (3) tanggapan indera (sinestesia), (4) perbedaan tanggapan, (5) pengembangan istilah. Bentuk perubahan makna kontekstual yang ditemukan dalam rubrik Politik Blog Mojok.co Edisi Februari 2022 yakni (1) Ditemukannya data perbedaan bidang pemakaian leksikon yang penggunaannya berbeda dengan makna sebenarnya (2) Adanya bentuk pengembangan istilah baik itu berupa meluas, dan pengasaran.
Wacana Humor Pada Akun Youtube Stand Up Kompas TV Dan Pemanfaatannya Sebagai Alternatif Materi Ajar Teks Anekdot Di Kelas X SMA Siahaan, Stella Renita; Widjajanti, Anita; Syukron, Ahmad
Lingua Skolastika Vol 3 No 1 (2024): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v3i1.45870

Abstract

Melalui sebuah video stand up comedy yang diunggah ke dalam kanal Youtube, kritik dikemas dengan gaya humor yang menarik perhatian penonton. Umumnya, kritik memuat keresahan, isu-isu, fenomena aktual yang ada di masyarakat. Kritik yang disampaikan melalui stand up comedy dikemas dengan permainan kata yang membuat penonton dapat menerima pesan secara ringan namun tetap bermakna. Hasil dari penelitian ini kemudian dimanfaatkan sebagai alternatif materi ajar menganalisis kaidah kebahasaan teks anekdot dan menciptakan kembali teks anekdot dengan memperhatikan struktur dan kebahasaan teks anekdot. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan topik, struktur, prinsip humor, dan pemanfaatan prinsip humor sebagai alternatif materi ajar teks anekdot. Rancangan penelitian yakni kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah analisis wacana dan pragmatik. Data dalam penelitian ini berupa tuturan stand up comedy yang ada dalam video akun Youtube Stand Up Kompas TV dengan viewers/penonton di atas 100 ribu pada tahun 2020-2023 yang dipilih sesuai dengan kebutuhan rumusan masalah. Sumber data adalah video yang terdapat dalam akun Youtube stand up kompas TV. Teknik pengumpulan data adalah Teknik dokumentasi (Simak-catat) dan teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Pidato Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia Ke-X: Kajian Wacana Kritis Norman Fairclough Kurniawan, Vendi; Sukatman, Sukatman; Widjajanti, Anita
Lingua Skolastika Vol 3 No 2 (2024): LINGUA SKOLASTIKA: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya (LINS
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/linsko.v3i2.51158

Abstract

Penelitian ini menganalisis pidato pelatikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia ke-X menggunakan kajian analisis wacana kritis Norman Fairclough. Analisis wacana kritis memandang muatan wacana tidak pernah netral, melainkan digunakan sebagai sarana untuk memproduksi dan mereproduksi makna oleh subjek untuk kepentingan tertentu. Pada pidato Presiden Joko Widodo terdapat ideologi-ideologi yang tersusun rapi dalam bahasa yang berguna untuk melegitimasi kekuasaannya dan mengendalikan perilaku seseorang atau kelompok. Teori analisis wacana kritis Norman Fairclough digunakan untuk memahami wacana, yang membagi analisis wacana menjadi tiga dimensi: teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) Apa saja dimensi teks dalam Pidato Pengukuhan Joko Widodo sebagai Presiden ke-X Republik Indonesia; (2) Bagaimana praktik diskursif dalam Pidato Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia ke-X; (3) Bagaimana praktik sosiokultural dalam Pidato Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia ke-X. Desain penelitian ini adalah kualitatif. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Hasil penelitian ini mendeskripsikan: (1) Dimensi teks dalam wacana Pidato Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden ke-X Republik Indonesia; (2) Praktik diskursif dalam wacana Pidato Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia ke-X; (3) Praktik sosial budaya dalam wacana Pidato Pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia ke-X.