Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT DEPRESI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS Abdul Wakhid; Kamsidi Kamsidi; Gipta Galih Widodo
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 6, No 1 (2018): Mei 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.292 KB) | DOI: 10.26714/jkj.6.1.2018.25-28

Abstract

Pasien yang menjalani hemodialisis sebagian besar ketergantungan terhadap mesin hemodialisis yang mengakibatkan terjadinya perubahan seperti masalah finansial, kesulitan dalam mempertahankan pekerjaan, dorongan seksual yang menghilang, impotensi, dan berisikomengalami depresi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat depresi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Kabupaten Semarang. Desain penelitian yaitu deskriptif korelatif dengan pendekatansurvei. Populasi penelitian 85 pasien yang menderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.Teknik sampling menggunakan quota sampling sehingga jumlah sampel penelitian yaitu 85 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tingkat depresi. Analisis data menggunakananalisisunivariat. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisisdepresi ringan sejumlah 41 orang (48,2%). Saran bagi RSUD Kabupaten Semarang untuk memberikan pelayanan keperawatan yang holistik pada pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisis. Kata kunci: Tingkat depresi, gagal ginjal kronik, hemodialisis DESCRIBE DEPRESSION LEVEL OF CHRONIC KIDNEY FAILURE UNDERGOING HEMODIALYSIS ABSTRACTThis research is motivated patients under going hemodialysis are largely dependent on hemodialysis machines resulting in changes such as financial problems, difficulty in keeping jobs, disappearing exualurges, impotence, and patient softenex perience self – conceptual disturbances as well as body image disturb ancesdue to the difficulty of accepting changes that result from failure kidney that  experienced resulting in depressed patients. The research aim is to describe depression level of chronic kidney failure under going hemodialysis ar Semarang Regency hospital. This research used descriptive correlative method with cross sectional approach. Population in this research were 85% of patients with chronic renal failure who under went hemodialysis at RSUD Semarang Regency. Sampling technique used sample quota. Data collection questionnaires used depressi on level sand self concept questionnaires. Analysis univariat was used in this analysis. The results of the study show that most patients with chronic renal failure under going hemodialysis experience mild depression as many as 41 people (48.2%). Suggestions to the hospital toteach patients to always optimistic to try new things, courageous, confident, enthusiastic, feeling self worth, dareto set a goal to live, behave and positively, and can be a reliable leader. Keyword: Depression level, chronic kidney disease, hemodialysis 
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI PERNAPASAN DIAFRAGMA DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI PRIMER [THE EFFECTS OF DIAPHRAGMATIC BREATHING RELAXATION TECHNIQUE ON REDUCING BLOOD PRESSURE IN ELDERLY WITH PRIMARY HYPERTENSION] Bima Adi Saputra; Galih Gipta Widodo
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol 8, No 1 (2020): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v8i1.2718

Abstract

Blood pressure most likely increases with age. If the elderly’s systolic pressure is more than 140 mmHg and their diastolic pressure is 90 mmHg, serious attention is definitely needed to decrease the risk of getting cardiovascular disease in the future. This study aims to determine the effect of diaphragmatic breathing relaxation techniques on reducing blood pressure in the elderly with primary hypertension. This study uses a Quasi Experiment study with a non-equivalent control group design. The population in this study is the elderly who suffer from primary hypertension and live in a Social Rehabilitation Unit on the Western Indonesia. The sampling technique used in this study was proportionate stratified random sampling, with 15 elderly in the intervention groups and 15 elderly in the control groups. The intervention group was given diaphragmatic breathing relaxation exercises once a day for five days straight, and each exercise lasted for 10-15 minutes. The measurement of blood pressure using a mercury spygmomanometer and a stethoscope was done on the first day before implementing diaphragmatic breathing relaxation techniques and on the fifth day after breathing diaphragm breathing techniques was given. Based on the Mann Whitney test, the Z-score for cystolic blood pressure was -3,932 with a p-value of 0.001, while the Z-score for diastolic blood pressure was -4.019 with a p-value of 0.001. Given that these two p-values are smaller than a (0,05), it can be concluded that there is an influence of diaphragmatic breathing relaxation techniques on blood pressure in the elderly with primary hypertension. Thus, diaphragmatic breathing relaxation technique can be used to improve the elderly’s health, particularly as an alternative intervention to reduce blood pressure.BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Seiring pertambahan usia tekanan darah mengalami peningkatan. Jika tekanan sistolik pada lansia mencapai lebih dari 140 mmHg dan diastolik 90 mmHg, maka diperlukan perhatian serius untuk menanganinya karena kondisi ini dapat meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Teknik Relaksasi Pernafasan Diafragma Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Lansia dengan Hipertensi Primer. Penelitian ini menggunakan penelitian Quasi Eksperiment dengan rancangan non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang menderita hipertensi primer yang tinggal di satu Unit Rehabilitasi Sosial Indonesia Bagian Barat. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah proportionate stratified random sampling berjumlah 15 lansia kelompok intervensi dan 15 lansia kelompok control. Pada kelompok intervensi diberikan latihan teknik relaksasi pernapasan diafragma satu kali dalam sehari selama lima hari berturut-turut, setiap latihan dilakukan selama 10-15 menit. Pengukuran tekanan darah menggunakan spygmomanometer air raksa dan stetoskop pada hari pertama sebelum dilakukan teknik relaksasi pernafasan diafragma dan pada hari ke lima setelah dilakukan teknik relaksasi pernapasan diafragma. Berdasarkan uji Mann Whitney, diperoleh Z hitung untuk tekanan darah sistole sebesar -3,932 dengan p-value sebesar 0,001, sedangkan Z hitung untuk tekanan darah diastole sebesar -4,019 dengan p-value 0,001. Oleh karena kedua p-value ini lebih kecil dari a (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh teknik relaksasi pernafasan diafragma terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi primer. Upaya untuk meningkatkan kesehatan, teknik relaksasi pernafasan diafragma dapat digunakan sebagai alternatif intervensi untuk menurunkan tekanan darah terutama  pada lansia.
Hubungan Mobilisasi Dini dengan Tingkat Kemandirian Pasien Post Sectio Caecarea di Bangsal Mawar RSUD Temanggung Sumaryati Sumaryati; Gipta Galih Widodo; Heni Purwaningsih
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.32 KB) | DOI: 10.35473/ijnr.v1i1.8

Abstract

Mobilisasi dini merupakan suatu aspek yang terpenting dalam pemulihan post SC untuk mempertahankan kemandirian ibu post SC. Kenyataan di lapangan pada pasien  post SC sudah melakukan mobilisasi dini walaupun kurang maximal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan mobilisasi dini terhadap tingkat   kemandirian pasien post sectio caesarea (SC).Metode penelitian dengan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah semua pasien sectio caesarea dengan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel yaitu 40 responden. Alat ukur penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji Kolmogorov-smirnov. Hasil penelitian menunjukkan  26  pasien  (65%)  post    sectio  caesarea  (SC)  melaksanakan  mobilisasi dengan baik dan 33 pasien (82%) post   sectio caesarea (SC) tingkat kemandiriannya tinggi ,sehingga berdasarkan uji analisa data menunjukkan ada hubungan mobilisasi dini dengan tingkat kemandirian pasien post  sectio caesarea (SC) di Bangsal Mawar RSUD Temanggung (p value = 0,021; α=0,05). Mobilisasi dini berhubungan dengan tingkat kemandirian pasien post  sectio caesarea (SC). Rumah Sakit  perlu mempertimbangkan penambahan     media promosi   cetakan seperti leaflet dan gambar langkah-langkah mobilisasi dini yang sesuai dengan SPO mobilisasi dini di kamar pasien   di Bangsal Mawar RSUD Temanggung untuk mendukung pelaksanaan mobilisasi dini.
KONSEP DIRI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS Abdul Wakhid; Gipta Galih Widodo
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 1 (2019): Januari
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.677 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.1.2019.7-11

Abstract

Pasien yang menjalani hemodialisis sebagian besar ketergantungan terhadap mesin hemodialisis yang mengakibatkan terjadinya perubahan seperti masalah finansial, kesulitan dalam mempertahankan pekerjaan, dorongan seksual yang menghilang, impotensi, dan pasien sering kali mengalami gangguan konsep diri serta gangguan citra tubuh karena kesulitan menerima perubahan yang terjadi akibat gagal ginjal yang dialaminya sehinggamengakibatkan pasien mengalami depresi. Desain penelitian yaitu deskriptif dengan pendekatansurvei. Populasi penelitian 85 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.Teknik sampling menggunakan quota samplingsehinggajumlah sampel penelitian yaitu 85 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.Pengumpulan data menggunakan kuesioner tingkat depresi dan kuesioner konsep diri. Hasil penelitian diperoleh sebagian besar pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisismemiliki konsep diri yang negatifsejumlah 52 orang (61,2%), sebagian besar pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis mengalami depresi ringan sejumlah 41 orang (48,2%). Ada hubungan secara signifikan antara konsep diri terhadap tingkat depresi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dengan nilai p-value 0,000 < α (0,05). Saran bagi rumah sakit, untuk memberikan pelayanan keperawatan yang holistik pada pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisis. Kata kunci : Konsep diri, gagal ginjal kronik, hemodialisis SELF-CONCEPT OF PATIENTS WITH CHRONIC RENAL FAILURE WHO UNDERWENT HEMODIALYSIS ABSTRACT Patients under going hemodialysis are mostly dependent on hemodialysis machines which result in changes such as financial problems, difficulty maintaining work, sex drive that disappears, impotence, and patients often experience self-concept disorder sand body image disturbances dueto difficulties receiving changes that occur dueto failure the kidneys they experiences that the patient experiences depression. The research design is descriptive with a survey approach. The study population was 85 patients with chronic renal failure who under went hemodialysis. The sampling techniqueuse squota sampling so that the number of study samples is 85 patients with chronic renal failur eunder going hemodialysis. Data collection using depression level questionnaire sand self-concept questionnaires. The results showed that most patients with chronic kidney failure who under went hemodialysis had a negative self-conceptof 52 people (61.2%), the majority of patients with chronic renal failure who under went mild depression experienced 41 people (48.2%). There is a significant relationship between self-concept and depression level of patients with chronic renal failure under going hemodialysis with a p-value of 0,000 <α (0,05). Advice for hospitals, to provide holistic nursing services for patients with chronic kidney failure who are under going hemodialysis. Keywords: Self-concept, chronic kidney failure, hemodialysis
Pengaruh Rehabilitasi Jantung Terhadap Tekanan Darah, Kadar Lipid dan Gula Darah: Analisis Statemen Gipta Galih Widodo; Dewi Irawati; Bambang Budi Siswanto; Djunaiti Sahar
Malahayati Nursing Journal Vol 4, No 9 (2022): Volume 4 Nomor 9 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v4i9.7119

Abstract

ABSTRACT Cardiac rehabilitation can provide broad benefits and prevent recurrence of heart disease. Cardiac rehabilitation can help patients to return to their ability to carry out normal activities. Indicators that can be used to measure the success of cardiac rehabilitation are blood pressure, lipid profile and blood sugar levels.The purpose of this study was to classify statements and to examine the relationship between the concept of cardiac rehabilitation on blood pressure, lipid levels and blood sugar. Statement analysis stages include selecting statements to be analyzed, simplifying statements, classifying statements, testing concepts in statements for definition and validity, specifying relationships between concepts, testing logic, and determining testability. The relationship between the concept of cardiac rehabilitation with blood pressure, lipid levels and blood sugar was found to be a causal relationship type and with a symmetrical positive direction. The type of relationship between the concepts of blood pressure, lipid levels and blood sugar is conditional and with asymmetric positive direction. Cardiac rehabilitation affects blood pressure, lipid levels and blood sugar. Keywords: Cardiac Rehabilitation, Blood Pressure, Lipid Levels, Blood Sugar, Statement Analysis ABSTRAK Rehabilitasi jantung dapat memberikan manfaat yang luas dan mencegah kejadian berulang penyakit jantung. Rehabilitasi jantung dapat membantu pasien untuk kembali memiliki kemampuan dalam beraktifitas secara normal. Indikator yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan rehabilitasi jantung adalah tekanan darah, profil lipid dan kadar gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengklasifikasikan statement dan untuk menguji hubungan diantara konsep rehabilitasi jantung terhadap tekanan darah, kadar lipid dan gula darah. Tahapan analisis statement meliputi memilih statemen untuk dianalisis, menyederhanakan statement, mengklasifikasikan statement, menguji konsep dalam statement untuk definisi dan validitas, menspesifikan hubungan diantara konsep, menguji logika, dan menentukan kemampuan uji. Hubungan konsep rehabilitasi jantung dengan tekanan darah, kadar lipid dan gula darah didapatkan tipe hubungan kausal dan dengan arah positif yang simetris. Tipe hubungan antar konsep tekanan darah, kadar lipid dan gula darah adalah kondisional dan dengan arah positif yang asimetris. Rehabilitasi jantung berpengaruh terhadap tekanan darah, kadar lipid dan gula darah. Kata Kunci: Rehabilitas Jantung, Tekanan Darah, Kadar Lipid, Gula Darah, Analisis Statemen
Hubungan Mobilisasi Dini dengan Tingkat Kemandirian Pasien Post Sectio Caecarea di Bangsal Mawar RSUD Temanggung Sumaryati Sumaryati; Gipta Galih Widodo; Heni Purwaningsih
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v1i1.8

Abstract

Mobilisasi dini merupakan suatu aspek yang terpenting dalam pemulihan post SC untuk mempertahankan kemandirian ibu post SC. Kenyataan di lapangan pada pasien  post SC sudah melakukan mobilisasi dini walaupun kurang maximal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan mobilisasi dini terhadap tingkat   kemandirian pasien post sectio caesarea (SC).Metode penelitian dengan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah semua pasien sectio caesarea dengan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel yaitu 40 responden. Alat ukur penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji Kolmogorov-smirnov. Hasil penelitian menunjukkan  26  pasien  (65%)  post    sectio  caesarea  (SC)  melaksanakan  mobilisasi dengan baik dan 33 pasien (82%) post   sectio caesarea (SC) tingkat kemandiriannya tinggi ,sehingga berdasarkan uji analisa data menunjukkan ada hubungan mobilisasi dini dengan tingkat kemandirian pasien post  sectio caesarea (SC) di Bangsal Mawar RSUD Temanggung (p value = 0,021; α=0,05). Mobilisasi dini berhubungan dengan tingkat kemandirian pasien post  sectio caesarea (SC). Rumah Sakit  perlu mempertimbangkan penambahan     media promosi   cetakan seperti leaflet dan gambar langkah-langkah mobilisasi dini yang sesuai dengan SPO mobilisasi dini di kamar pasien   di Bangsal Mawar RSUD Temanggung untuk mendukung pelaksanaan mobilisasi dini.
Kecemasan Anak Usia Sekolah Sebelum dan Sesudah Mendapatkan Informasi Saat Pemberian Obat Injeksi Sutrisno, S; Widodo, Gipta Galih; Susanto, Herry
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2017): December
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.027 KB) | DOI: 10.30604/jika.v2i2.42

Abstract

Abstrak: Anak yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit seringkali mengalami masalah dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Kondisi bagi seorang anak menjadi suatu keadaan krisis yang terjadi karena anak berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan dirumah sakit, sehingga kondisi tersebut menimbulkan perasaan cemas bagi anak baik terhadap anak sendiri maupun keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan anak usia sekolah sebelum dan sesudah mendapatkan informasi tentang pemberian injeksi pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan sampel 17 responden kelompok kontrol dan 17 responden kelompok intervensi. Pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi tentang kecemasan anak. Analisis data menggunakan uji beda 2 mean. Hasil penelitian didapatkan Terdapat perbedaan kecemasan sesudah diberikan intervensi pada kedua kelompok di RSUD Ambarawa dengan nilai p sebesar 0,010. Saran kepada petugas kesehatan setempat agar terus menerus memberikan penyuluhan dan informasi yang benar tentang pemberian obat. Sehingga dapat menurunkan kecemasan anak usia sekolah pada saat menerima tindakan pemberian injeksi.Abstract: Children who are undergoing hospital treatment often have problems interacting with the surrounding environment. This condition for a child becomes a state of crisis that occurs because the child is trying to adapt to the environment in the hospital, so that the condition raises anxiety for the child both against their own children and family. The purpose of this study was to determine differences in the anxiety level of school-aged children before and after obtaining information about injection administration in the control group and intervention group. This research method used quasi experiment design with sample of 17 respondent of control group and 17 respondent of intervention group. Sampling using purposive sampling technique. Data collection uses an observation sheet on child anxiety. Data analysis using difference test 2 mean. The results obtained There are differences in anxiety after being given intervention in both groups in hospitals Ambarawa with p value of 0.010. Suggestions to local health officials to continuously provide counseling and correct information about drug delivery. So as to reduce the anxiety of school-age children when receiving an injection treatment.
TELAAH KEBIJAKAN KESEHATAN DAN KEPERAWATAN DALAM LINGKUP PENDIDIKAN DI INDONESIA Dikha Ayu Kurnia; Dwi Cahya Rahmadiyah; Gipta Galih Widodo; Imelda Imelda; Jesica Pasaribu; Laode Saltar; Pius A. L. Berek; Priyanto Priyanto; Retno Yuli Hastuti; Ria Andriani; Rizky Hidayat; Susanti Niman; Utari Christya Wardhani; Vetty Priscilla
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 3 No 02 (2021): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v3i02.1381

Abstract

Latar Belakang: Kondisi keperawatan di Indonesia masih memiliki tantangan untuk memperbaiki diri dalam menjawab tantangan jaman saat ini. Dengan demikian pendidikan tinggi keperawatan memiliki peran penting dalam kualitas asuhan keperawatan di Indonesia. Oleh karena itu insan yang tergabung didalam pendidikan tinggi keperawatan sangat diperlukan melakukan kajian kritis untuk mendukung kualitas kesehatan di Indonesia melalui kebijakan-kebijakan yang diperlukan. Tujuan: menelaah dan mengembangkan kebijakan keperawatan dalam lingkup pendidikan di Indonesia. Simpulan: Faktor determinan kesehatan pada pendidikan tinggi yaitu individu, organisasi, lingkungan dan kebijakan monitoring evaluasi kementerian pendidikan tinggi yang belum mengoptimalkan kualitas lulusan perguruan tinggi. Saran: Pendidikan tinggi keperawatan di Indonesia masih memerlukan berbagai upaya kebijakan untuk meningkatkan mutu lulusan dan menyejahterakan lulusan keperawatan sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan stake holder sehingga perawat profesional semakin berperan dalam memberikan solusi yang berbasis keperawatan dan memiliki nilai moral bagi masalah kesehatan di Indonesia
THEORY DEVELOPMENT: PATIENT’S LIFE CAPACITY THEORY THROUGH SELF- EMPOWERMENT MODEL IN CARDIAC REHABILITATION Widodo, Gipta Galih; Irawati, Dewi; Hamid, Achir Yani S.; Siswanto, Bambang Budi; Purwaningsih, Puji
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 8, No 2 (2023): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24990/injec.v8i2.549

Abstract

Introduction: Cardiac rehabilitation can provide extensive benefits and prevent recurrent heart disease, however participation in cardiac rehabilitation rates is still low. Health promotion strategies witheducation can improve the ability and independence to carry out cardiac rehabilitation at home. The purpose of this study is to describe, explore, predict, and control phenomena to create a theoretical construction of a self-empowerment model in cardiac rehabilitation programs at home.Methods: Theory construction uses procedures that include establishing the central concept, establishing the source of the theory, determining the meaning of the theory, identifying concepts, examining concept definitions, identifying statements, establishing relationships between concepts, analyzing the logical adequacy of the theory, determining the usefulness of the theory, and explaining the level of generalizability and parsimony of the theory.Results: The self-empowerment model can be used to provide nursing care to patients with cardiac rehabilitation, especially cardiac rehabilitation at home. This model can optimize the achievement of patient capacity by increasing patient ability and independence. Patients are responsible, confident, and disciplined to change their behavior toward optimal health.Conclusions: This model is specific to the cardiac rehabilitation environment (home-based cardiac rehabilitation) to increase the participation of patients after cardiovascular interventions in cardiacrehabilitation programs to improve patient capacity which includes physical health, functional capacity,and quality of life.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Rawat Inap Ulang pada Pasien CHF di RSUD Dr. Gunawan Mangunkusumo Devanda Ivo Teresia; Widodo, Gipta Galih; Ummu Muntamah; Zumrotul Chaerijah
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v7i1.3328

Abstract

CHF patients are often re-hospitalized due to recurrence causing despair and fear of death. Several factors that influence re-hospitalization are family support, adherence to medication therapy and adherence to a low-salt diet Objective: To determine the factors associated with the incidence of re-hospitalization in congestive heart failure patients. The design of this research uses descriptive correlational with a cross sectional approach. The population studied was CHF patients at RSUD Dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa with a sample size of 34 people was taken using accidental sampling technique. Data analysis used chi square which was processed using the SPSS data processing program. Results: Family support was mostly in the good category (55.9%), medication therapy compliance was mostly in the low category (52.9%), low salt diet compliance was mostly in the low category (52.9%), the incidence of re-hospitalization was mostly in the high category. (64.7%). There was a significant relationship between family support (p-value = 0.006), adherence to medication therapy (p-value = 0.040) and low-salt diet adherence (p-value = 0.006) with the incidence of re-hospitalization. Family support, adherence to medication therapy and adherence to a low salt diet are associated with the incidence of re-hospitalization. Suggestion: CHF patients must comply with drug therapy and a low-salt diet that has been determined by showing an observation sheet at each check-up to avoid re-hospitalization   Abstrak Pasien-pasien CHF sering rawat inap ulang akibat adanya kekambuhan menyebabkan putus asa dan takut kematian. Beberapa faktor yang mempengaruhi rawat inap ulang adalah dukungan keluarga, kepatuhan terapi pengobatan dan kepatuhan diet rendah garam. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian rawat inap ulang pada pasien gagal jantung kongestif. Desain pada penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang diteliti pasien CHF yang pernah menjalani rawat inap ulang di RSUD Dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa dengan jumlah sampel 34 orang diambil dengan teknik accidental sampling. Analisis data yang digunakan chi square yang diolah dengan SPSS. Dukungan keluarga sebagian besar kategori baik (55,9%), kepatuhan terapi pengobatan sebagian besar kategori rendah (52,9%), kepatuhan diet rendah garam sebagian besar kategori rendah (52,9%), kejadian rawat inap ulang sebagian besar kategori tinggi (64,7%). Ada hubungan yang bermakna dukungan keluarga (p-value = 0,006), kepatuhan terapi pengobatan (p-value = 0,040) dan kepatuhan diet rendah garam (p-value = 0,006) dengan kejadian rawat inap ulang. dukungan keluarga, kepatuhan terapi pengobatan dan kepatuhan diet rendah garam berhubungan dengan kejadian rawat inap ulang. Pasien CHF harus mematuhi terapi obat dan diet rendah garam yang telah ditentukan dengan menunjukkan lembar observasi setiap kali kontrol agar tidak terjadi rawat inap ulang.