Siska Dhewi
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Hubungan Kepemilikan Jamban Sehat, Sumber Air Bersih dan Personal Hygiene dengan Kejadian Diare di Kelurahan Kelayan Selatan Kota Banjarmasin Tahun 2025 Nisrina Aulia; Siska Dhewi; Edy Ariyanto; Ahmad Fauzan
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 1 (2025): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i1.845

Abstract

Pendahuluan: Diare menjadi satu dari sebagian masalah kesehatan masyarakat yang tergolong tinggi di Indonesia, termasuk di Kota Banjarmasin, khususnya di Kelurahan Kelayan Selatan. Kondisi ini berkaitan dengan sanitasi lingkungan, kepemilikan jamban yang belum memenuhi syarat, serta perilaku personal hygiene masyarakat yang masih rendah. Tujuan: Dilangsungkannya penelitian ini guna menganalisis hubungan antar kepemilikan jamban sehat, sumber air bersih, disertai personal hygiene dengan kejadian diare pada lingkup Kelurahan Kelayan Selatan Kota Banjarmasin Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian 3.661 Kepala Keluarga dengan sampelnya terhitung sejumlah 98 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen penelitiannya mencakup kuesioner serta observasi lapangan, dengan analisis datanya dimanfaatkan uji Chi-Square. Hasil: Temuan dari penelitian ini mengungkap adanya hubungan antara kepemilikan jamban sehat (p=0,039), sumber air bersih (p=0,021), beserta personal hygiene (p=0,022) dengan kejadian diare. Simpulan: Disimpulkan bahwa sanitasi lingkungan dan perilaku hidup bersih yang baik dapat menurunkan risiko diare. Disarankan agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, memperhatikan penggunaan jamban sehat, serta meningkatkan perilaku hidup bersih sera sehat bersama dukungan edukasi dari puskesmas dan pemerintah setempat.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kubur Jawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah : Factors Affecting the Event of Hypertension in the ElderlyIn the Working Area of Health Center Kubur Jawa District Hulu Sungai Tengah Melda Azizah; Siska Dhewi; Ahmad Zacky Anwary
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i2.2920

Abstract

Latar Belakang: Kejadian Hipertensi Puskesmas Kubur Jawa tertinggi nomor satu di Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebesar 91,3%. Faktor risiko merupakan suatu penyebab terjadinya hipetensi, terdapat 2 kelompok faktor risiko yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah (usia, jenis kelamin, genetika dan suku) dan yang dapat diubah (obesitas, merokok,aktivitas fisik, pola makan dan konsumsi alkohol). Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipertensi dan faktor paling dominan mempengaruhi kejadian hipertensi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Hasil: Hasil analisis menunjukkan ada pengaruh jenis kelamin terhadap kejadian hipertensi (p=0,004) OR=3,182. Tidak adanya pengaruh obesitas terhadap kejadiian hipertensi (p=0,131). Adanya pengaruh pola makan terhadap kejadian Hipertensi (p=0,001) OR= 5,146. Kesimpulan: Faktor yang paling mempengaruhi terhadap kejadian hipertensi pada lansia adalah pola makan.
Hubungan Non Modifiable Dan Modifiable Risk Factors Dengan Hipertensi Pada Usia Produktif Di Puskemas Pelambuan Kota Banjarmasin Tahun 2025 Gina Rikhlatasyita Febrifani; Septi Anggraeni; Siska Dhewi; Ahmad Fauzan
An-Nadaa : Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12 No 2 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i2.21216

Abstract

Hipertensi sering disebut sebagai the silent killer. Prevalensi hipertensi di Kalimantan Selatan dalam tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan, tidak hanya pada lansia tetapi juga pada usia produktif, khususnya di Puskemas Pelambuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara non modifiable dan modifiable risk factors dengan hipertensi pada usia produktif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 598 dengan jumlah sampel sebanyak 86 reponden usia produktif dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner dengan teknik pengumpulan data wawancara. Analisis statistik menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa non modifiable risk factors yaitu riwayat genetik (p-value 0,027) dan usia (p-value 0,024) memiliki hubungan yang signifikan dengan hipertensi namun tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin (p-value 0,888) dengan hipertensi sedangkan dari modifiable risk factors meliputi aktivitas fisik (p-value 0,026), pola makan (p-value 0,008) dan status gizi (p-value 0,017) menunjukan hubungan yang signifikan dengan hipertensi di Puskemas Pelambuan. Masyarakat disarankan rutin dalam memeriksakan kesehatannya dan menerapkan gaya hidup sehat. Bagi Puskemas Pelambuan diharapkan melakukan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kesehatan serta dapat memperluas informasi dengan pemasangan spanduk atau poster kesehatan.Kata Kunci: Hipertensi , Non-Modifiable Risk Factors (genetik, usia, jenis kelamin), Modifiable Risk Factors (aktivitas fisik, pola makan, status gizi) 
EVALUASI PROGRAM HOME CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANJARBARU SELATAN KOTA BANJARBARU Ayudiya Meisya Putri; Ahmad Zacky Anwary; Asrinawaty Asrinawaty; Siska Dhewi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57291

Abstract

Program home care di Puskesmas Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, merupakan inovasi pelayanan kesehatan yang dilatarbelakangi oleh keterbatasan akses masyarakat, khususnya lansia dan pasien kronis, dalam menjangkau fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program tersebut menggunakan pendekatan CIPP (context, input, process, product) guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kesesuaian pelaksanaan, kesiapan sumber daya, proses, serta hasil program. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam. Informan terdiri atas penanggung jawab program home care tingkat kota (informan kunci), pemegang program home care Puskesmas Banjarbaru Selatan dan petugas kesehatan pelaksana (informan utama), serta pasien atau keluarga pasien (informan pendukung). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara dan dokumentasi, dengan peneliti sebagai instrumen utama. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini relevan dengan kebutuhan masyarakat dan didukung oleh Peraturan Wali Kota Nomor 11 Tahun 2022. Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) sudah memadai, namun terdapat kendala pada pelatihan yang belum merata serta ketersediaan obat-obatan. Proses pelaksanaan telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), tetapi monitoring dan evaluasi dari dinas terkait belum konsisten. Program ini memberikan manfaat nyata berupa peningkatan akses dan kepuasan pasien, meskipun sosialisasi program kepada masyarakat belum optimal dan keberlanjutan program masih bergantung pada dukungan kebijakan.
Abortion According to Herbal Consume and Parity in the Private Practice Midwife Clinic of Hajjah Gunarti Banjar Baru Siska Dhewi; Ahmad Zacky Anwary Anwary
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2020.11.2.160-170

Abstract

Abortion is a world problem that greatly affects the health, illness and death of pregnant women. The data of the Hj. Gunarti Clinic there were 27 cases of mothers who experienced abortion in 2018, while in 2019, there were an increase of 38 cases. The purpose of this study was to determine the correlation between maternal habits in consuming herbs during pregnancy and maternal parity with the spontaneous abortion prevalence. The research design used is case control, with a ratio of 1:1. There were 38 samples as a cases group and 38 control group samples. The study was conducted at the Private Practice Midwife Clinic of Hj. Gunarti Banjarbaru city, South Kalimantan Province in April to June 2020. The results of the study showed a significant correlation between the habit of consuming herbal medicine with the abortion cases, that mothers with the habit of consuming herbal during pregnancy had a 3.58 times greater risk of having abortion compared to women who did not consume herbal during pregnancy (OR = 3.58, 95% CI: 1.267-10.143, p value = 0.026), and there is a significant correlation between parity and the abortion cases, mothers with high-risk parity (parity> 3) have a risk of 2.95 times greater abortion than mothers with low-risk parity levels ( OR = 2.95, 95% CI: 1.159-7.503, p value = 0.039). It is recommended for health workers to be more active in socializing to the pregnant women not to consume any herbal medicine carelessly, especially those who do not have permit from the drug and food regulatory agencies, so as to avoid the occurrence of unwanted abortion. In addition to that it also further improves the achievements of the family planning program to be able to limit the number of maternal pregnancies in the community.