Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Nutrix Journal

HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA Ellen Padaunan; Frendy Fernando Pitoy; Lovely Jellita Najoan
NUTRIX Vol 6 No 1 (2022): Volume 6, Issue 1, 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol6.Iss1.784

Abstract

Depresi merupakah salah satu masalah yang sering dialami lansia. Depresi dapat menimbulkan dampak seperti penurunan fungsi tubuh dan bahkan sampai pada bunuh diri. Salah satu penanganan yang dapat dilakukan untuk mengurangi depresi adalah kegiatan agama atau kegiatan religius seperti beribadah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan tingkat depresi pada lansia di Desa Kolongan Atas Kecamatan Sonder. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasi melalui pendekatan cross sectional dengan uji statistik spearmen correlation. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode total sampling, yaitu sebanyak 56 responden. Instrumen yang digunakan adalah Centrality of Religiosity Scale dan Geriatric Depression Scale (GDS-15). Hasil penelitian menujukkan bahwa dari 56 partisipan didapati sebagian besar yaitu 32 orang (57,1%) memiliki tingkat depresi ringan dan terdapat 30 orang (53,6%) dengan tingkat religiusitas tinggi. Lebih lanjut, hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara religiusitas dengan tingkat depresi pada lansia di desa Kolongan Atas Kecamatan Sonder dengan nilai signifikan p= 0,266. Direkomendasikan bagi para lansia yang berada di Desa Kolongan Kecamatan Sonder, untuk dapat melibatkan diri dalam berbagai aktifitas untuk menurunkan perasaan depresi yang dirasakan
TINGKAT KECEMASAN PADA PERAWAT RUANGAN ISOLASI COVID-19 Frendy Fernando Pitoy; Metty Wuisang; Jonathan Limando
NUTRIX Vol 5 No 2 (2021): Volume 5, Issue 2, 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol5.Iss2.570

Abstract

Abstrak Tenaga kesehatan khususnya perawat merupakan komponen yang sangat penting dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan pasien yang dirawat. Namun, dimasa pandemic covid-19 tenaga keperawatan akan merasa berbeda dikarenakan rentannya terpapar dengan virus covid-19 dan lebih mungkin akan mengalami kecemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan perawat ruangan isolasi covid-19 di RSUP Prof. R. D. Kandou Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian descriptive correlation dengan teknik total sampling dengan menggunakan 151 perawat yang bekerja di ruang isolasi covid-19. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa sebagian besar tenaga keperawatan yang bekerja di ruang isolasi covid-19 tidak merasa cemas saat bekerja dengan nilai persentase mencapai 95%. Lebih lanjut data menunjukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan tingkat kecemasan para perawat jika ditinjau dari jenis kelamin dengan nilai p = 0.175 > 0.05, terdapat perbedaan yang signifikan saat ditinjau dari ruang perawatan dengan nilai p = 0.003 < 0.05. Dapat disimpulkan bahwa perawat yang bekerja di ruang perawatan isolasi covid-19 RSUP Prof. R. D. Kandou Manado tidak merasakan kecemasan baik laki-laki maupun perempuan, tapi terdapat perbedaan tingkat kecemasan perawat antara ruang perawatan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat direkomendasikan bagi institusi rumah sakit untuk memperhatikan kariawan yang bekerja di ruangan isolasi covid-19 khususnya diruangan Anggrek 1 dan Irina F. Kata kunci : Covid-19, Tingkat kecemasan, Perawat ruang isolasi Abstrac Health workers, especially nurses, are very important components in improving the health of patients. However, during the COVID-19 pandemic, nursing staff will experience the difference of being exposed to the Covid-19 virus and are more likely to experience anxiety. The purpose of this study was to determine the anxiety level of nurses in the Covid-19 isolation room at Prof. RSUP. R.D. Kandou Manado. A method of descriptive correlation was utilized in this study with 151 nurses working in covid-19 isolation room which are selected using total sampling technique. The results of the study show that most of the nursing staff who work in the COVID-19 isolation room did not feel anxious while working with a percentage value of 95%. Furthermore, the result shows that there is no significant difference in the level of anxiety of the nurses when sex is considered with a p value of 0.175 > 0.05, and there is a significant difference when nursing ward was considered with a p value 0.003 < 0.05. Conclusion that the nurses who work in the Covid-19 isolation room at Prof. R. D. Kandou Manado did not experience any anxiety either male or female, but there is a difference in the level of anxiety of nurses when the nursing word is considered. The recommendation for hospital to pay attention for the employees who work in the Covid-19 isolation room, especially in the Anggrek 1 and Irina F. Keywords: Covid-19, Anxiety Level, Nursing Isolation Room
KUALITAS TIDUR DAN INDEKS MASSA TUBUH PADA REMAJA Frendy Fernando Pitoy; Angelia Friska Tendean; Venisia Cindy Christine Rindengan
NUTRIX Vol 6 No 2 (2022): Volume 6, Issue 2, 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol6.Iss2.836

Abstract

Abstrak Body Mass Index (BMI) is a simple anthropometric index to monitor nutritional status, especially about bodywight. Weight gain is often associated with poor sleep quality due to hormonal regulation in the hypothalamus, which causes an increase in amount of fat tissue which leads to obesity. The purpose of this study was to determine the relationship between quality of sleep and body mass index in Vox-Dei GMIM Zaitun Mahakeret adolescents. Descriptive correlation with a cross-sectional approach was used with purposive sampling on 61 adolescents. The results showed that there was a significant relationship between quality of sleep and body mass index with a p value of 0.003 and r value of 0.273, which is there was a one-way weak relationship, where the worse the quality of sleep of the participants, the greater the body mass index will obtaine. It is recommended for adolescents to be able to meet the good quality of sleep in order to maintain an ideal body weight and avoid the risk of various diseases. Kata kunci : Body Mass index, Quality of Sleep, Adolescent Abstrak Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan salah satu indeks anthropometri yang sederhana untuk memantau status gizi, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan. Kenaikan berat badan sering dikaitkan dengan kurangnya kualitas tidur dikarenakan adanya regulasi hormon di hipotalamus sehingga menyebabkan meningkatnya jumlah jaringan lemak dalam tubuh yang mengarah pada kejadian obesitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kualitas tidur dengan indeks masa tubuh pada remaja Vox-Dei GMIM Zaitun Mahakeret. Metode yang digunakan yaitu descriptive correlation dengan pendekatan cross-sectional. Purposive sampling digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan 61 remaja. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan indeks massa tubuh dengan nilai P= 0.003 dan nilai keeratan r= 0,273 yang memiliki arti terdapat hubungan lemah dan searah, dimana semakin buruk kualitas tidur partisipan maka akan semakin besar indeks masa tubuh yang akan didapat. Direkomendasikan kepada remaja untuk dapat memenuhi kualitas tidur yang baik agar supaya dapat mempertahankan berat badan yang ideal dan terhindar dari resiko berbagai penyakit. Kata kunci : Kualitas Tidur, Indeks Massa Tubuh, Remaja
GAME ONLINE DAN KUALITAS TIDUR SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Meggi Mathilda Luntungan; Frendy Fernando Pitoy; Christa Vike Lotulung
NUTRIX Vol 6 No 2 (2022): Volume 6, Issue 2, 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol6.Iss2.837

Abstract

Abstract A person's need for the internet depends a lot on the interests, interests, and personality of each individual such as interest in online games. Playing online games tends to make players linger in front of gadgets so that they forget basic needs such as sleep. This study aims to determine the relationship between online game addiction and sleep quality in high school students. Quantitative method is used with descriptive correlation design through cross-sectional approach. The research variable data was collected using a questionnaire that was filled out by the selected respondents through a total sampling technique with a sample size of 58 students. Data were analyzed using non-parametric Spearman Rank statistics. The results showed that there was a significant relationship between addiction to playing online games and students' sleep quality (p-value 0.002 <0.05) with moderate strength and positive direction (r = 0.401). The more students are addicted to playing online games, the worse the quality of sleep experienced, therefore it is expected that students can manage their time as well as possible so that the need for good quality sleep is not disturbed, because good sleep quality can support daily activities. Keywords: Addiction, Online Game, Sleep Quality. Abstrak Kebutuhan seseorang terhadap internet banyak bergantung pada kepentingan, minat, dan kepribadian setiap individu seperti ketertarikan pada game online. Bermain game online cenderung membuat pemainnya untuk berlama-lama di depan gadget sehingga melupakan kebutuhan dasar seperti tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecanduan game online dan kualitas tidur pada siswa sekolah menengah atas. Metode kuantitatif digunakan dengan desain deskriptif korelasi melalui pendekatan cross-sectional. Data variabel penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disisi oleh responden terpilih melalui teknik total sampling dengan besar sampel 58 siswa. Data dianalisis menggunakan statistik non-parametrik Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan bermain game online dan kualitas tidur siswa (p-value 0,002<0,05) dengan kekuatan hubungan sedang dan arah yang positif (r=0,401). Semakin siswa kecanduan bermain game online maka semakin buruk kualitas tidur yang dialami, oleh karena itu diharapkan siswa dapat mengatur waktu dengan sebaik mungkin sehingga kebutuhan tidur dengan kualitas yang baik dak terganggu, karena kualitas tidur yang baik dapat mendukung aktifitas sehari-hari. Kata kunci : Game Online, Kecanduan, Kualitas Tidur.
ENTREPRENURSING IN THE EYES OF NURSING STUDENTS: SEBUAH STUDI FENOMENOLOGI HERMENEUTIKA Anthony Stafford Pangemanan; Grace Fresania Kaparang; Frendy Fernando Pitoy; Nova Lina Langingi
NUTRIX Vol 6 No 2 (2022): Volume 6, Issue 2, 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.Vol6.Iss2.857

Abstract

Current and predicted economic perplexities, high unemployment rate, and difficulties of obtaining and extending of licensure should open the eyes of nursing students not to sojourn in the stereotype nurses’ mindset as employees of health care institutions only, but also to look at the option of entreprenursing. This study aims to investigate how nursing students see entreprenursing concept and give meaning to it. The research design used was hermeneutic phenomenology with Heidegger's philosophical underpinning, Van Manen's thematic analysis technique and the trustworthiness of the data ascertained. The results of the thematic analysis of hermeneutics witness the results of data saturation on the response of 9 participants. Two meanings of entreprenursing emerged from nursing students’ perspective. Independent entreprenurses are "nurses who work privately (separated from conventional health institutions) in business relation as a supporting agency to meet the health needs in the community." Secondly, the sideline entreprenurses are "nurses who work as employees of health care institutions but also having sideline jobs that support the fulfillment of the health needs in the community. However, in addition to this, there are also those who stated of not knowing anything regarding this entreprenurse concept. Then, participants also mentioned entreprenurse activities such as providing complementary therapies (juices, healthy foods and massages), opening clinics, homecare, medical device stores and training. It seems that the participants have only understood the entreprenursing concept on what the practitioners are doing and have not yet on the overall concept. Recommendations to nursing teachers to provide entreprenursing experience through on-the-job-training and also the introduction of general business terminology related to entrepreneurship. Keywords: entreprenursing, nursing students Abstrak Kesulitan ekonomi yang terjadi sekarang dan diprediksi akan semakin memburuk, tingginya pengangguran, dan susahnya mendapat dan memperpanjang STR harus membuka mata para mahasiswa keperawatan untuk tidak tinggal pada stereotipe perawat sebagai pegawai institusi layanan kesehatan tetapi juga melirik opsi entreprenursing. Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi bagaimana mahasiswa perawat melihat entreprenursing dan mengartikannya. Desain penelitian yang digunakan adalah fenomenologi hermeneutika dengan filosofi Heidegger, teknik analisa tematik Van Manen dan keabsahan data dipastikan. Hasil analisis tematik hermeneutika diambil peneliti dari hasil saturasi data pada jawaban 9 partisipan. Ditemukan dua arti entreprenursing menurut mahasiswa keperawatan. Entreprenurse Mandiri adalah “perawat-perawat yang bekerja secara pribadi (terpisah institusi kesehatan konvensional) dalam kaitan bisnis sebagai supporting agency untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan di masyarakat.” Kemudian, yang entreprenurse sampingan yaitu “perawat yang bekerja sebagai pegawai institusi layanan kesehatan namun juga memiliki pekerjaan bisnis sampingan yang menjadi pendukung pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat. Namun, selain itu ada juga yang mengatakan bahwa dia belum ada bayangan mengenai entreprenurse ini. Kemudian, partisipan juga menyebutkan kegiatan-kegiatan entreprenurse seperti pemberian terapi komplementer (jus, makanan sehat dan massage), pembukaan klinik mandiri, homecare, toko alat kesehatan dan training. Tampaknya para partisipan baru mengerti entreprenursing dari apa yang dilakukan oleh praktisinya dan belum konsep keseluruhannya. Rekomendasi kepada pengajar keperawatan untuk dapat memberikan pengalaman entreprenursing melalui on-the-job-training dan juga pengenalan terminologi bisnis umum yang berkaitan dengan kewirausahaan. Kata Kunci: entreprenursing, mahasiswa keperawatan
Fungsi Afektif Keluarga dengan Kecerdasan Emosional Dalam Pembelajaran Pada Remaja Deisye Supit; Frendy Fernando Pitoy; Sindi Sahentendi
NUTRIX Vol 7 No 1 (2023): Volume 7, Issue 1, 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v7i1.888

Abstract

Perkembangan emosional merupakan hal yang perlu diperhatikan pada usia remaja, karena pada masa ini remaja sering sekali meluapkan emosinya dengan cara yang salah sehingga berdampak pada prilaku mereka khususnya dalam proses belajar-mengajar. Pada usia remaja mereka memiliki kemandirian yang hadir bersama dengan kebutuhan keintiman, kasih sayang, dan dukungan orang tua yang dapat terwujud dalam fungsi afektif keluarga. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui hubungan fungsi afektif dengan kecerdasan emosional dalam pembelajaran pada remaja di Kelurahan Kombos Barat Lingkungan II Kota Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah metode descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sample sebanyak 40 responden. Hasil penelitian menggunakan uji statistic pearson correlation menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara fungsi afektif keluarga dengan kecerdasan emosional remaja di Kelurahan Kombos Barat Lingkungan II Kota Manado dengan nilai signifikansi p= 0,035 < α=0,05. Direkomendasikan kepada anggota keluarga untuk memperkuat fungsi keluarga khususnya fungsi afektif sehingga para remaja dapat meningkatkan kecerdasan emosional secara optimal.
Kualitas Tidur dan Keterhubungannya dengan Stres Akademik pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Klabat Pangajow, Agnes Lauren; Pitoy, Frendy Fernando
NUTRIX Vol 9 No 2 (2025): Volume 9, Issue 2, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i2.1404

Abstract

One of the common problems faced by university students is academic stress. This condition can affect sleep quality through mechanisms such as increased levels of epinephrine, cortisol, and norepinephrine, which stimulate the cerebral cortex and the reticular activating system (RAS), leading to wakefulness and disrupted sleep quality. This study aimed to determine the relationship between academic stress and sleep quality among final-year students at Universitas Klabat. Using a descriptive correlational design with a cross-sectional approach, a total of 167 students were selected through purposive sampling. The results showed that 111 respondents (66.5%) experienced moderate academic stress, and 150 respondents (89.8%) had poor sleep quality. The Spearman correlation test revealed a significant relationship (p = 0.000 < 0.05) with a weak positive correlation (r = 0.282), indicating that higher academic stress is associated with poorer sleep quality. However, logistic regression analysis (p ≥ 0.05) across nine indicators of academic stress found no significant relationship between specific stress indicators and sleep quality. It is recommended that students manage their study schedules and rest time to reduce academic stress and improve sleep quality. Future researchers are encouraged to explore other variables that may influence poor sleep quality. Salah satu masalah yang sering dialami oleh mahasiswa adalah stres akademik. Kondisi ini dapat memengaruhi kualitas tidur melalui peningkatan hormon epinefrin, kortisol, dan norepinefrin yang menstimulasi korteks serebral serta sistem aktivasi retikular (RAS), sehingga menyebabkan sulit tidur dan menurunkan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Klabat. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 167 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 111 responden (66,5%) mengalami stres akademik sedang dan 150 responden (89,8%) memiliki kualitas tidur yang buruk. Uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (p = 0,000 < 0,05) dengan koefisien korelasi positif yang lemah (r = 0,282), yang berarti semakin tinggi stres akademik maka semakin buruk kualitas tidur. Namun, hasil uji regresi logistik (p ≥ 0,05) pada sembilan indikator stres akademik menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara indikator stres akademik dengan kualitas tidur. Disarankan agar mahasiswa dapat mengatur waktu belajar dan istirahat untuk mengurangi stres akademik dan meningkatkan kualitas tidur, serta bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti faktor lain yang mungkin berpengaruh terhadap kualitas tidur yang buruk.
Perilaku Merokok dan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Melitus Pitoy, Frendy Fernando; Mandias, Reagen Jimmy; Senduk, Angelina Firma Sheryll
NUTRIX Vol 8 No 2 (2024): Volume 8, Issue 2, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i2.1129

Abstract

Abstract The more the incidence of diabetes mellitus (DM) increases, the more varied the factors that can trigger the disease. One of the causative factors is impaired productivity and insulin sensitivity caused by smoking. Cigarettes contain substances that can cause oxidative stress which can damage the pancreas and nicotine which can reduce insulin sensitivity. This study aims to find out the relationship between smoking behavior and blood sugar levels in DM patients. This research is quantitative research using descriptive correlation methods through a cross-sectional approach. Samples used in this research was 84 respondents using purposive sampling techniques. The instruments were an Autocheck brand glucometer and an observation sheet. Data analysis for the correlation test uses chi-square. The results showed that the majority of respondents smoked with 51 (60.7%) respondents and KGD was in the diabetes category with 67 (79.8%) respondents. Furthermore, the results show that there is a value of p=0.023, cc=0.023. It can be concluded that there is a significant relationship between smoking behavior and KGD in DM sufferers with a weak relationship. There is a need for awareness for DM sufferers to adopt a healthy lifestyle, such as stopping smoking and keeping the KGD at a reasonable value so as to avoid complications from existing diseases. For further research, researchers are expected to add more samples so that the statistical power of the research is greater. Keywords: Diabetes, Blood Sugar Levels, Smoking Abstrak Semakin meningkatnya angka kejadian insiden diabetes mellitus (DM), maka semakin bervariasi faktor yang dapat menjadi pemicu terjadinya penyakit tersebut. Salah satu faktor penyebab adalah gangguan produktifitas dan sensitifitas insulin yang diakibatkan oleh aktivitas merokok. Pada rokok terdapat sat yang dapat menyebabkan stres oksidatif yang dapat merusak pankreas dan sat nikotin yang dapat membuat sensitivitas insulin berkurang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ada hubungan antara perilaku merokok dengan kadar gula darah (KGD) pasien DM. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif korelasi melalui pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 84 responden melalui teknik sampling purposive. Instrumen yang digunakan adalah glukometer merek Autocheck dan lembar observasi. Analisis data untuk uji korelasi menggunakan chi-square. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden berperilaku merokok dengan jumlah responden sebanyak 51 (60,7%) responden dan KGD berada pada kategori diabetes dengan responden sebanyak 67 (79,8%). Lebih lanjut hasil menunjukan bahwa terdapat nilai p=0,023, r=0,023. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan KGD pada penderita DM dengan keeratan hubungan yang lemah. Sangat di butuhkan kesadaran bagi penderita DM untuk menjalankan pola hidup yang sehat salah satunya berhenti merokok dan menjaga KGD berada pada nilai yang wajar sehingga terhindar dari komplikasi-komplikasi penyakit yang ada. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan peneliti untuk menambah lebih banyak sampel agar semakin besar kekuatan statistik dari penelitian tersebut. Kata Kunci: Diabetes, Kadar Gula Darah, Merokok
Hubungan Indeks Prestasi dan Pendapatan Keluarga dengan Kecemasan Menghadapi Dunia Pekerjaan Pada Mahasiswa Profesi Ners Koapaha, Hartiny Pop; Pitoy, Frendy Fernando
NUTRIX Vol 9 No 1 (2025): Volume 9, Issue 1, 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v9i1.1279

Abstract

Mahasiswa dalam menghadapi dunia pekerjaan memiliki tingkat kecemasan yang tinggi. Faktor seperti indeks prestasi akademik dan kondisi ekonomi keluarga dapat memperberat tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Untuk mengurangi kecemasan tersebut, mahasiswa harus memiliki pendidikan yang berkualitas dan nilai keagamaan yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa indeks prestasi dan pendapatan keluarga tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kecemasan menghadapi dunia pekerjaan pada mahasiswa Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Klabat. Penelitian ini telah menggunakan desain penelitian descriptive correlation dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 73 mahasiswa Profesi Ners. Hasil analisis menunjukan nilai signifikan p = 0,949; r = -0,008 pada indeks prestasi dan nilai p = 0,438; r = -0,092 pada pendapatan keluarga saat dihubungkan dengan kecemasan menghadapi dunia pekerjaan. Ditemukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara indeks prestasi dan pendapatan keluarga dengan kecemasan menghadapi dunia pekerjaan pada mahasiswa Profesi Ners, Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat. Direkomendasikan bagi para mahasiswa untuk tetap mempertahankan keadaan mental yang baik dalam menghadapi dunia pekerjaan. Dan untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk melakukan penelitian terkait faktor pada bidang pendidikan seperti dukungan tenaga pengajar dan fasilitas penunjang proses belajar dengan masalah kecemasan menghadapi dunia pekerjaan pada mahasiswa Profesi Ners, Fakultas keperawatan, Universitas klabat. Students facing the world of work have a high level of anxiety. Factors such as academic performance index and family economic conditions can aggravate the anxiety level of students in facing the world of work. To reduce this anxiety, students must have a quality education and strong religious values. This study aims to prove that the academic performance index and family income do not have a significant relationship with anxiety in facing the world of work in Profesi Ners students at the Faculty of Nursing, Universitas Klabat. This study has used a descriptive correlation research design with a cross-sectional approach. The research sample was determined using a total sampling technique with 73 participants of Profesi Ners students. The analysis results showed a significant value of p = 0.949; r = -0.008 on the academic performance index and a value of p = 0.438; r = -0.092 on family income when associated with anxiety facing the world of work. It was found that there is no significant relationship between the academic performance index and family income and the level of anxiety in facing the world of work in Profesi Ners students, Faculty of Nursing, Universitas Klabat. It is recommended that students maintain a good mental state when facing the world of work. For future research, it is advisable to conduct research related to factors in the field of education, such as the support of teaching staff and supporting facilities for the learning process with anxiety problems facing the world of work in Ners Professional students, Faculty of Nursing, Klabat University.
Co-Authors Abigael, Tinneke Anthony Stafford Pangemanan Bawoel, Aldi Andreas Bella Elisabeth Sabathama Hadibrata Caroline, Anggryani Cesilia Kolesy Chintiya Zhou Chen Mariam Somba Christa Vike Lotulung Christina Angel Umboh Deisye Supit Denny Maurits Ruku Elisa Anderson Ella, Eunike Ellen Padaunan Gloria Hillary Wongka Gracella Kaparang, Gracella Hartiny Pop Koapaha Herang, Cristoforus Stary Hutagalung, Irene Hana Injilia Desgia Kawalod James Richard Maramis Jennifer Telly Rumuat Jimmy H Moedjahedy Jonathan Limando Karepouwan, Jeswendy Godlife Kathleen Sharon Boling Kawuwung, Christin Virginia Korengkeng, Joshua Harsi Korengkeng, Loura Korengkeng, Loura Caroline Lantemona, Yetslince Naomi Lea Andy Shintya Lontoh, Jessyca Cindy Lovely Jellita Najoan Manawan, Kenny Julisa Maneking, Sthefani Stefrianti Mareyke, Priskila Fientje Matindas, Ernest C. Meggi Mathilda Luntungan Metty Wuisang Monica Valery Paral Mutiara Wahyuni Manoppo Nander, Gabriel Christovel Nova Gerungan Nova Lina Langingi Pangajow, Agnes Lauren Pongoh, Meryon Hevin Reagen Jimmy Mandias Sabathiny Switnes Pratasik Senduk, Angelina Firma Sheryll Seroy, Emanuela Bethania Ester Sigar, Avril Elke Emily Sindi Sahentendi Siwu, Nikita Ribka Maya Stefany Prisilia Kaligis Sumampouw, Meitha Natalia Tampi, Kezia Bianca Tendean, Angelia Friska Thesalonika Margaretha Laluraga Thomas, Vanesa Giselle Venisia Cindy Christine Rindengan Waleleng, Maisy Wanta, Marshenda Vinolia Megavanesha Watopa, James Jonah Windy Jennyfer Longdong