Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search
Journal : Logistik

ANALISIS PENERAPAN TARIF PROGRESIF DALAM UPAYA MENEKAN DWELLING TIME IMPOR DI PT. JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL Winoto Hadi; Dyah Puspitasari
LOGISTIK Vol 12 No 1 (2019): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v12i1.13710

Abstract

Tingginya dwelling time di pelabuhan menjadikan fungsi pelabuhan tidak sesuai. Dwelling time terdiri dari tiga komponen yaitu pre clearance, custom clearance, dan post clearance. Salah satu faktor tingginya dwelling time impor yaitu terdapat pada importir. Dwelling Time cenderung diatur oleh pengirim barang dan pada akhirnya memiliki kecenderungan untuk mengalami peningkatan. Sehingga kualitas layanan menjadi bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi dwellingi time, tetapi biaya penyimpanan di pelabuhan juga berkontribusi. Penerapan tarif progresif ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi pelabuhan sebagai gerbang lalu lintas barang, bukan sebagai tempat menyimpan peti kemas. Penerapan tarif tersebut dapat dinilai konsekuensi dari barang yang ditumpuk lama di pelabuhan dan berharap agar dapat memberikan efek jera bagi pemilik barang impor untuk tidak berlama-lama menimbun peti kemas di kawasan lini satu pelabuhan
PERBANDINGAN PEMANFAATAN LOKET, WEBSITE DAN E-BILLING DI PT. MUSTIKA ALAM LESTARI TAHUN 2016 – 2017 Winoto Hadi; Farah Faridah Robbaniyah
LOGISTIK Vol 12 No 1 (2019): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v12i1.13713

Abstract

Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hasil perbandingan dari pemanfaatan loket, website dan E-Billing di PT. Mustika Alam Lestari di tahun 2016 dan tahun 2017, sekaligus sebagai persyaratan kelulusan program studi Manajemen Pelabuhan Universitas Negeri Jakarta. Untuk dapat menyusun tugas akhir ini, penulis mengumpulkan data dalam bentuk primer yaitu berupa hasil kuisioner yang dibagikan kepada para pelanggan PT. Mustika Alam Lestari mengenai sistem loket, terutama website dan E-Billing yang baru berjalan 2 tahun. Proses tersebut dilakukan penulis selama melakukan kegiatan praktik kerja lapangan. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dan di jadikan bahan perbandingan dengan data yang sudah ada di tahun 2016. Perkembangan yang ada pada sistem akan berdampak kepada kepuasan pelanggan dan juga kemajuan dari PT. Mustika Alam Lestari. semakin baik sistem berbasis online berjalan, semakin banyak pula pelanggan akan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh perusahaan. Tetapi itu semua tidak terlepas dari berbagai kendala. Setelah penulis menganalisis permasalahan ini lebih jauh, penulis akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk memecahkan masalah tersebut.
PERBANDINGAN BIAYA BONGKAR MUAT MENGGUNAKAN CONTAINER CRANE DAN HARBOUR MOBILE CRANE DI PT.IPC CABANG TO II Winoto Hadi; Melli Teri Wita
LOGISTIK Vol 8 No 2 (2015): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT.IPC Cabang TO II yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa bongkar muat cargo antar pulau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan biaya bongkar muat menggunakan alat Container Cranedengan biaya bongkar muat menggunakan Harbour Mobile Crane. Di dalam proses bongkar muat yang di lakukan di PT.IPC cabang TO II yang menggunakan CC dan HMC ada perbedaan sewa alat dan BCH nya. Yang dmna CC lebih mahal daripada HMC dalam sewa alat akan tetapi CC lebih cepat dalam melakukan kegiatan bongkar muat. Karena BCH CC adalah 24 cycle sedangkan HMC 17 cycle. Oleh karena itu jika perusahaan pelayaran menginginkan proses bongkar muat lebih cepat, maka perusahaan pelayaran bisa menggunakan CC. Tapi jika suatu perusahaan pelayaran melihat dari segi biaya bongkar muat yang lebih murah maka perusahaan pelayaran dapat menggunakan HMC
Pengaruh Shifting Terhadap Penumpukan Petikemas Di TPK Koja Winoto Hadi; Rendy Saputra
LOGISTIK Vol 8 No 2 (2015): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sasaran utama dalam pelayanan jasa adalah dapat memenuhi keinginan pengguna jasa, baik dari segi waktu pada jenis kegiatan dalam bentuk kinerja untuk memberikan pelayanan yang dapat memuaskan pengguna jasa. Aspek perencanaan sangat berperan aktif dalam peningkatan kinerja operasional pelayanan kapal dan barang. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi hambatan-hambatan yang terjadi pada saat proses pelayanan berlangsung. Akan tetapi hal ini tidak terlepas dari permasalahan-permasalahan yang masih sering terjadi di lingkungan kerja pelabuhan yang disebabkan kurangnya kesinambungan antara pihak yang satu dengan pihak yang lainnya. Keterlambatan penyelesaian kegiatan bongkar muat barang merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi yang berdampak pada terjadinya keterlambatan penyelesaian kegiatan bongkar muat dan kinerja operasional tidak sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat seperti faktor keterlambatan muatbarang yang lambat yang di sebabkan oleh shifting. Selain menyebabkan keterlambatan, shifting juga berpengaruh terhadap penumpukan petikemas di lapangan penumpukan petikemas impor diantaranya perpindahan peti kemas dari posisi yang di tetapkan oleh yard planer, serta menurunya kinerja operator RTG. Oleh karena itu berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, penulis menguraikan solusi yaitu membuat sistem baru untuk pemilik petikemas mengambil petikemas di lapangan penumpukan dan mengontrol dari pada kinerja operator RTG dalam menumpuk petikemas
PENINGKATAN KOMPETENSI TKBM PELABUHAN TANJUNG PRIOK OLEH KOPERASI KARYA SEJAHTERA Winoto Hadi; Diana Renta Putri
LOGISTIK Vol 9 No 1 (2016): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor Otoritas Pelabuhan dan dilanjutkan di Koperasi Karya Sejahtera yang merupakan wadah pembinaan Tenaga Kerja Bongkar Muat di Pelabuhan Tanjung Priok. Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman TKBM dalam mengikuti pelatihan menangani kegiatan bongkar muat sistem konvensional maupun sistem petikemas. Dan menemukan cara untuk meningkatkan keahlian TKBM dalam mengikuti perkembangan teknologi bongkar muat.
PROSES KETEPATAN WAKTU OPERASI BONGKAR MUAT PETIKEMAS EKSPOR DI PT. MUSTIKA ALAM LESTARI Winoto Hadi; Lissa Yulianni
LOGISTIK Vol 9 No 1 (2016): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sesuai dengan UU Pelayaran No.17 tahun 2008 dan PP No. 61 tahun 2009 Pelabuhan adalah wilayah yang terdiri atas daratan dan perairan dengan batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintah dan kegiatan ekonomi yang di pergunakan sebagai tempat bersandar, berlabuh, naik-turunnya penumpang atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan faktor-faktor apa saja yang dapat mempengruhi keterlambatan proses bongkar muat petikemas ekspor di PT. MAL salah satunya adalah ketersediaan head truck yang terbatas, realisasi kedatangan kapal yang tidak esuai jadwal dan biasanya disebabkan karena factor cuaca. Oleh karena itu, pihak perusahaan harus lebih memperhatikan hal-hal tersebut agar dapat mengurangi keterlambatan proses bongkar muat petikemas ekspor. Dengan cara perawatan rutin alat-alat bongkar muat juga mampu mengurangi keterlamabatan. Selain itu perusahaan harus berinterkasi dengan crew kapal dan berinteraksi dengan instansi pemerintah (syahbandar, imigrasi, karantina, dan sebagainya) secara baik, agar seluruh kegiatan operasional selama kapal sandar di pelabuhan dapat berjalan dengan lancer dan tepat waktu sehingga tidak menimbulkan denda yang tidak perlu. Dukungan dari instansi lain tersebut sangat diperlukan guna menciptakan pelayanan jasa kapal yang terpadu
PELATIHAN KOMPETENSI OPERATOR RUBBER TYRED GANTRY CRANE UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS ALAT DI PT. JAKARTA INTERNATIONAL CONTAINER TERMINAL Winoto Hadi; Sungkono Ali; Imam Ghozalih
LOGISTIK Vol 9 No 1 (2016): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Jakarta International Container Terminal (JICT) yang merupakan salah satu perusahaan pelayanan jasa untuk melakukan kegiatan bongkar muat Container. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh surat izin operator terhadap efektivitas alat di PT. JICT. Untuk dapat memecahkan persoalan dalam tugas akhir, data yang digunakan berupa data sekunder, yaitu data pelatihan di PT. Pelabuhan Indonesia tahun 2011 - 2013. Fokus data efektivitas alat pada tahun 2011 - 2013 di PT. Pelabuhan Indonesia II. Data sekunder diolah menggunakan metode observasi terhadap perusahaan jasa, serta ditampilkan dalam bentuk tabel dan diagram. Data sekunder yang sudah diolah ditemukan beberapa faktor yang menyebabkan kurang atau tidak bertambahnya efektivitas alat di PT. JICT. Berdasarkan hasil analisis data sekunder yang menunjukan peningkatan rata-rata produktivitas alat di PT. Pelabuhan Indonesia dari tahun 2011 - 2013 mencapai 0,86 %, setelah mengikuti pelatihan. Sehingga dapat diambil solusinya yaitu perlunya adanya pelatihan terhadap para operator RTGC yang tidak memiliki Surat Izin Operator agar produktivitas alat terus meningkat.
Peranan Lapangan Penumpukan 101-101U Terhadap Kinerja Bongkar Muat PT. Daisy Mutiara Samudra Winoto Hadi; Sadewo Jiwanggo
LOGISTIK Vol 9 No 2 (2016): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Daisy Mutiara Samudra pada bulan januari- februari 2015, yang merupakan perusahaan bongkar muat. pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lapangan penumpukan (YOR) terhadap kinerja bongkar muat. Lapangan penumpukan berperan penting terhadap kinerja suatu perusahaan bongkar muat dalam melaksanakan kegiatan bongkar muat. Tingkat kepadatan lapangan penumpukan dapat mempengaruhi kinerja bongkar muat (B/M). Lapangan penumpukan yang penuh membuat kegiatan cargodoring menjadi lama sehingga kegiatan stevedoring mengalami penurunan.
Proses Gudang 007 Pada Terminal Operasi I PT. Pelabuhan Indonesia II Dengan Menggunakan Metode First In – First Out Winoto Hadi; Tjetjep Karsafman
LOGISTIK Vol 9 No 2 (2016): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Pelabuhan Indonesia II yang merupakan salah satu perusahaan pelayanan jasa untuk melakukan kegiatan penumpukan di gudang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode yang baik untuk kelancaran proses delivery di Gudang, Terminal Operasi I, PT. Pelabuhan Indonesia II. Untuk dapat memecahkan persoalan dalam tugas akhir, data yang digunakan berupa data sekunder, yaitu fasilitas yang ada. Data sekunder diolah menggunakan metode First in – First out, serta ditampilkan dalam bentuk tabel dan diagram. Data sekunder yang sudah diolah ditemukan beberapa faktor yang menyebabkan kurang atau tidak bertambahnya kelancaran delivery di Gudang, Terminal Operasi I, PT. Pelabuhan Indonesia II. Berdasarkan hasil analisis data sekunder yang menunjukan proses clearance yang lambat. Sehingga dapat diambil solusinya yaitu perlunya metode First in – First out agar penumpukan tidak menumpuk melebihi batas waktu yang ditentukan untuk segera mengeluarkan kargo.
Analisis Perbandingan Biaya Truck Lossing (TL) Dengan Biaya Penumpukan Di PT. Daisy Mutiara Samudra Winoto Hadi; Andini Kartikasari
LOGISTIK Vol 8 No 1 (2015): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses bongkar muat terdapat 3 (tiga) tahapan yaitu, stevedoring, cargodoring dan receiving & delivery. Dalam proses bongkar muat melibatkan beberapa instansi seperti: Pelayaran, PBM, EMKL dan Bea Cukai. Dalam proses bongkar muat ada 2 jenis yaitu bongkar muat langsung ataum yang sering disebut truck lossing(TL)/ship side delivery dan bongkar muat tidak langsung (dari lapangan maupun gudang) atau penumpukan. Kedua jenis bongkar muat tersebut membutuhkan kerja sama yang baik antar pihak, namun untuk bongkar muat langsung (TL) membutuhkan kerja sama yang lebih agar tercapainya kelancaran proses TL tersebut.Dalam proses TL terdapat beberapa permasalahan yaitu antrian truck yang tidak beraturan di dalam lapangan sehingga menghambat kelancaran keluarnya barang, truck tidak tepat waktu dan juga jumlah truck yang tidak memadai. Hasil analisis serta pembahasan menunjukkan bahwa ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk meminimalisir permasalahan TL dan juga hasil analisis menunjukan biaya TL lebih rendah jika dibandingkan dengan biaya lapangan.