Honey Iskandar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TERKAIT CARA PENGGUNAAN OBAT BEBAS DAN BEBAS TERBATAS DI KELURAHAN DUREN SAWIT Dessy Adelia Pramesty; Honey Iskandar; Niko Prasetya; Felix Maloni Sitanggang
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

abuse. Whether it’s medicine that has been prescribed by a doctor because of illness, or medicine that people get on their own initiative. Mistakes in drug use can certainly have a fatal impact on consumers, especially when using over-the-counter and limited over-the counter drugs. The aim of this activity is to increase the knowledge of the people of the Duren Sawit Village area regarding the use of over-the-counter and limited over-the counter drugs. The method used is through counseling and administering pretest and posttest questionnaires. The results obtained were an increase in the average community knowledge score. The conclusion that can be drawn is that the outreach carried out is able to increase public knowledge.
EDUKASI CARA PENYIMPANAN SUPLEMEN DI WILAYAH KELURAHAN PENGGILINGAN Niko Prasetya; Honey Iskandar; Fitri Savitri; Farizan Adriawan Zainal
Jurnal Pengabdian IKIFA Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There have been changes in people’s behavior since Covid-19 to prevent the spread of Covid-19. People are starting to realize the importance of consuming health supplements as a way to prevent the spread of Covid-19. However, this is still not in line with increasing public awareness of supplement storage. Storage of supplements that do not meet the standards can reduce their stability. This is the background for Community Service (PkM) activities in the Penggilingan Village area. Community Service activities were carried out through presentation of material to 74 residents from several RW. The results of data processing show an increase in community knowledge after the outreach was held, which was measured using pre-test and post-test scores. Keywords: knowledge, supplement, pre-test, post-test
GAMBARAN POTENSI INTERAKSI OBAT HIPERTENSI DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT METROPOLITAN MEDICAL CENTRE PERIODE OKTOBER – DESEMBER 2018 Honey Iskandar; Dessy Adelia; Anissa Muharomah
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Farmasi IKIFA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to the American Heart Association (AHA), Americans over the age of 20 suffer from hypertension, reaching up to 74.5 million. Based on data from the Health Research (RISKEDAS) 2013, the prevalence of hypertension in Indonesia is 25.8%. Hypertension is a silent killer where symptoms can vary in each individual. Hypertension is one of the main risk factors for heart disease, stroke, visual impairment and kidney disease. So in the treatment of hypertension the possibility of polypharmacy so that the occurrence of drug interactions increases. Drug interaction is a modification of the effect of a drug due to other drugs given initially or given together so that the effectiveness or toxicity of one drug or more changes. Based on data obtained from the medical record of Metropolitan Medical Center Hospital for primary hypertension in outpatient Metropolitan Medical Center Hospital in the period July to December 2018 there were 441 visits and ranked number 3. This study aims to determine the potential for drug interactions and determine the percentage of potential drug interactions based on the severity of drug interactions at the Metropolitan Medical Center Hospital Outpatient Pharmacy Installation from October to December 2018 using drugs.com software. This research is a descriptive study and is included in a retrospective type of evaluative research. The number of samples taken was 322 prescription sheets with the taking technique used, namely the purposive sampling method. The results showed that there were 216 prescription sheets (67.08%) that had drug interactions with interaction severity ie minor (12.67%), moderate (78.73%), and major (8.60%).
KEPUASAN PASIEN TENTANG PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK PENGGILINGAN BARU JAKARTA TIMUR PERIODE MARET – APRIL 2024 Honey Iskandar; Niko Prasetya
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.2 No.3 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Kepuasan pasien merupakan kunci penting meningkatkan quality care dalam pelayanan kesehatan, health care provider perlu menyadari bahwa keuntungan utama sistem pelayanan kesehatan adalah pasien. Pasien yang puas akan selalu nyaman di Apotek, selalu kembali dan merekomendasikan kepada orang lain. Apotek Penggilingan Baru merupakan apotek yang baru berdiri dan belum pernah dilakukan evaluasi tentang kepuasan serta adanya keluhan yang disampaikan secara lisan terkait ketersediaan obat yang sering kosong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien tentang pelayanan kefarmasian di Apotek Penggilingan Baru Jakarta Timur. Metode penelitian ini merupan metode deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling, jumlah sampel sebanyak 313 responden. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien Apotek Penggilingan Baru. Kriteria responden dalam penelitian ini adalah responden yang berusia 17-65 tahun dan pasien Apotek Penggilingan Baru yang bersedia mengisi kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer berupa kuesioner. Hasil persentase keseluruhan kepuasan pasien terhadap lima dimensi bahwa dari 313 yang mengisi kuesioner di Apotek Penggilingan Baru di dapatkan hasil puas 70,93% (222 responden), sangat puas 29,07% ( 91 responden), cukup puas 0% (0 responden), tidak puas 0% (0 responden), sangat tidak puas 0% (0 responden). Dapat disimpulkan bahwa tingkat kepuasan pasien Apotek Penggilingan Baru adalah kategori puas dengan nilai persentase 70,93%.
STUDI DESKRIPTIF POLA KEPATUHAN PASIEN MENGGUNAKAN OBAT ANTIHIPERTENSI DI KLINIK PRATAMA BAHAGIA Doni Iswandani; Fachdiana Fidia; Niko Prasetya; Honey Iskandar; Siti Aisyah; Reno Nurcholipah
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol.3 No.2 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik, melebihi ambang batas 140/90 mmHg. Kondisi ini disebabkan oleh pembuluh darah yang memompa darah dengan kekuatan berlebih. Kepatuhan dalam mengkonsumsi obat antihipertensi merupakan faktor kunci untuk mencapai hasil pengobatan yang optimal pada pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pola kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat antihipertensi pada pasien Prolanis hipertensi di Klinik Pratama Bahagia selama periode Maret-April 2022. Desain penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia lebih dari 60 tahun (65%), diikuti oleh kelompok usia 51-60 tahun (20%) dan 40-50 tahun (15%). Sebagian besar responden tidak bekerja (70%), sementara 30% bekerja. Dalam hal pendidikan, sebagian besar responden berpendidikan SMA (50%), diikuti oleh SLTA (20%), SMP (17,5%), SD (10%), dan D3 (2,5%). Mengenai kepatuhan pengobatan, hasil penelitian menunjukkan 2,5% responden memiliki kepatuhan tinggi, 25% kepatuhan sedang, dan 72,5% responden termasuk dalam kategori kepatuhan rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar pasien hipertensi menunjukkan tingkat kepatuhan rendah terhadap pengobatan antihipertensi. Hal ini menekankan pentingnya upaya untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan pada pasien hipertensi, terutama pada pasien usia lebih tua dan yang tidak bekerja.
Profil Pasien dan Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pneumonia Rawat Inap di Rumah Sakit X Bekasi Periode Oktober - Desember 2024 Honey Iskandar; Siti Aisyah; Choirunisa Nurul Huda
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di berbagai kelompok usia, termasuk di Indonesia, dan terus menjadi tantangan serius dalam sistem pelayanan kesehatan. Tingginya prevalensi pneumonia, khususnya pada pasien usia lanjut, memerlukan penatalaksanaan yang tepat, terutama dalam penggunaan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional berkontribusi terhadap meningkatnya resistensi antimikroba, yang mengancam efektivitas pengobatan infeksi di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Profil Pasien dan Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pneumonia Rawat Inap di Rumah Sakit X Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Data sekunder diambil dari rekam medis dan lembar resep pasien selama bulan Oktober-Desember 2024. Berdasarkan hasil penelitian profil pasien dan penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia rawat inap di Rumah Sakit X Bekasi yang telah di lakukan dapat disimpulkan bahwa pasien pneumonia yang paling banyak pasien laki-laki (55,29%), dengan kelompok usia terbanyak berada pada rentang 19–59 tahun (44,71%), Antibiotik tunggal yang paling banyak digunakan adalah Levofloxacin dari golongan Fluorokuinolon (53,59%). Kombinasi antibiotik yang paling sering digunakan adalah Levofloxacin + Cefoperazone (31,58%) dari golongan Fluorokuinolon dan Sefalosporin generasi ketiga. Durasi pemberian antibiotik paling banyak adalah <3 hari (52,77%). Dapat disimpulkan bahwa mayoritas pasien pneumonia rawat inap di RS X Bekasi adalah laki-laki usia 19–59 tahun. Levofloxacin merupakan antibiotik tunggal yang paling sering digunakan, dan kombinasi Levofloxacin + Cefoperazone paling banyak dipakai dalam terapi kombinasi. Durasi pemberian antibiotik terbanyak adalah kurang dari 3 hari.
Gambaran Pola Penggunaan Obat pada Pasien Jantung Koroner di Poliklinik Jantung RSPAD Gatot Soebroto Periode Tahun 2024 Honey Iskandar; Vony Nofrika; Siti Aisyah; Aries Meryta; Rika Astuti
Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmu Farmasi Terapan dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit jantung koroner yang disebut juga penyakit arteri koroner (Coronary Arteri Disease) merupakan penyakit yang disebabkan karena adanya penyumbatan oleh penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah. Pengobatan penyakit jantung koroner dimaksudkan tidak sekedar mengurangi atau bahkan menghilangkan keluhan, yang paling penting adalah memelihara fungsi jantung sehingga harapan hidup akan meningkat. Banyaknya Pola yang ada dalam terapi pengobatan jantung koroner dapat memungkinkan timbulnya beberapa masalah seperti ketidaktepatan, munculnya efek samping, interaksi obat dan adanya polifarmasi. Tujuan Penelitian ini memberikan gambaran pola penggunaan obat jantung koroner meliputi kelas terapi dan golongan obat yang digunakan di poliklinik jantung RSPAD Gatot Soebroto pada tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bersifat retrospektif dilakukan di RSPAD Gatot Soebroto pada tahun 2024, menggunakan teknik random sampling. Sampel yang pada penelitian ini sebanyak 386 lembar resep. Hasil penelitian ini di peroleh adanya 8 pola penggunaan obat jantung koroner yakni Double Antiplatelet + ACE Inhibitor + Beta Blocker + CCB + Nitrat + Statin (4,92%), Double Antiplatelet + ARB + Beta Blocker + Diuretik + Statin (7,25%), Double Antiplatelet + ARB + CCB + Nitrat + Proton Pump Inhibitor + Statin (7,7%), Double Antiplatelet + ACE Inhibitor + Beta Blocker + Nitrat + Statin (9,84%), Double Antiplatelet + ARB + Beta Blocker + CCB + Statin (11,92%), Double Antiplatelet + ARB + Beta Blocker + Nitrat + Statin (16,32), Double Antiplatelet + ACE Inhibitor + Beta Blocker + Statin (17,88%), dan Double Antiplatelet + ARB + Beta Blocker + Statin (24,09%). Penelitian Gambaran pola penggunaan obat jantung koroner, dapat disimpulkan bahwa pola penggobatan yang paling banyak digunakan di poliklinik jantung RSPAD adalah Double Antiplatelet + ARB + Beta Blocker + Statin, sebanyak 93 lembar resep (24,09%).
GAMBARAN POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN RAWAT JALAN DIABETES MELITUS DI RUMAH SAKIT X BEKASI PERIODE OKTOBER – DESEMBER 2024 Honey Iskandar; Siti Aisyah; Titan Febriyanti; Leonov Rianto; Aripin
Jurnal Farmasi IKIFA Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL FARMASI IKIFA VOL. 5 NO. 2 JULI TAHUN 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus (DM) saat ini menjadi salah satu ancaman kesehatan global. Data Riset Kesehatan Daerah 2018 menjelaskan prevalensi DM nasional sebesar 8,5% orang Indonesia terdiagnosis DM. Berdasarkan data hasil Survei Kesehatan Indonesia 2023, prevalensi diabetes di Indonesia meningkat menjadi 11,7%. Penggunaan obat yang tidak rasional telah diidentifikasi sebagai permasalahan utama dalam perawatan kesehatan. Sekitar 50% dari semua obat digunakan secara tidak rasional. Faktor yang menyebabkan terjadi ketidakrasionalan dalam penggunaan obat meliputi ketidaktepatan dalam peresepan, proses penyiapan, dan distribusi obatnya, serta faktor dari kegagalan pasien dalam meminum obat. Interaksi obat secara umum dapat terjadi karena penyalahgunaan yang disengaja atau karena kurangnya pengetahuan tentang bahan-bahan aktif yang terdapat dalam obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya potensi interaksi obat pada pasien rawat jalan diabetes melitus di Rumah Sakit X Bekasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Data sekunder diambil dari rekam medis dan lembar resep pasien selama bulan Oktober-Desember 2024 yang berjumlah 167 sampel. Metode pengambilan data menggunakan Total Sampling. Hasil penelitian menunjukkan potensi kejadian interaksi obat yang terjadi sebanyak 145 lembar resep (86,83%) berpotensi mengalami interaksi obat dan 22 lembar resep  (13,17%) tidak berpotensi mengalami interaksi obat. Berdasarkan tingkat keparahan interaksi obat, didapatkan hasil tingkat keparahan Major sebanyak 4,26%, tingkat keparahan Moderate sebanyak 77,50% dan tingkat keparahan Minor sebanyak 18,24%. Kesimpulan pada penelitian ini adalah potensi kejadian interaksi obat yang terjadi sebanyak 145 lembar resep (86,83%) berpotensi mengalami interaksi obat dengan tingkat keparahan yang terbanyak adalah Moderate sebesar 527 (77.50 %) kejadian.