Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Internalisasi etika komunikasi islam dalam layanan bimbingan dan konseling di pesantren: studi literatur konseptual Adiansyah Adiansyah; Randi Saputra; M. Fadhil Yarda Gafallo; Pipit Widiatmaka; Taufik Akbar; Hepni Putra
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 9 No. 1 (2026): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan layanan bimbingan dan konseling (BK) menegaskan pentingnya komunikasi sebagai inti proses bantuan, namun kajian sebelumnya masih dominan membahas aspek komunikasi umum dan belum secara spesifik mengintegrasikan etika komunikasi Islam dalam kerangka konseptual BK di pesantren. Penelitian ini bertujuan merumuskan model konseptual internalisasi etika komunikasi Islam dalam layanan BK berbasis nilai-nilai Qur’ani. Metode yang digunakan adalah studi literatur konseptual dengan teknik analisis isi dan pendekatan interpretatif terhadap sumber non-empiris (buku, jurnal, dan teks keislaman). Proses analisis dilakukan melalui identifikasi kata kunci, pemetaan literatur, kategorisasi tema, serta sintesis konseptual secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi etika komunikasi Islam dapat diformulasikan dalam model tiga tahap (transformasi, transaksi, dan transinternalisasi nilai) yang dioperasionalkan melalui enam prinsip “qaulan” (sadidan, balighan, ma’rufan, kariman, layyinan, dan maysuran) sebagai basis komunikasi edukatif-terapeutik. Model ini tidak hanya meningkatkan efektivitas komunikasi, tetapi juga membentuk relasi konseling yang humanis, spiritual, dan berorientasi pada pembinaan akhlak. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa integrasi etika komunikasi Islam menjadi kerangka normatif-aplikatif yang memperkaya teori BK sekaligus menawarkan pendekatan transformatif dalam praktik layanan BK di pesantren.
Integrative Model of Guidance and Counseling Services in Islamic Boarding Schools Based on Religious and Applied Psychology: Conceptual Analysis Agus Handini; Adiansyah
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol. 9 No. 1 (2026): Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/np8t7d90

Abstract

Guidance and counseling services in Islamic boarding schools (pesantren) face challenges in responding to the complexity of students' psychological problems because religious approaches and applied psychology are generally still being developed in a partial manner so that there is no conceptual model that integrates the two systematically. This study aims to formulate an integrative model of pesantren guidance and counseling services based on religious approaches and applied psychology through conceptual analysis. The research uses a literature study method with an integrative conceptual analysis approach to 16 research articles published in the 2020–2025 period and systematically selected based on the PRISMA 2020 guidelines. The results of the research produced an integrative model that combines Islamic philosophical foundations, evidence-based psychological principles, service components, implementing actors, pesantren cultural context, change mechanisms, and service outputs in one complete conceptual framework. This model places religious values as a philosophical foundation, while applied psychology serves as a scientific foundation in assessment, intervention, and service evaluation so as to support the spiritual, psychological, social, academic, and character development of students holistically. Thus, the resulting model makes a theoretical contribution to the scientific development of Islamic guidance and counseling as well as a conceptual reference for the development of pesantren guidance and counseling services that are professional, contextual, scientifically tested, and still rooted in Islamic values.