Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Penguatan Infrastruktur Dan Lingkungan Dalam Pendidikan Perencanaan Wilayah Dan Kota Universitas Muhammadiyah Makassar Firdaus, Firdaus; Rumata, Nini Apriani; Hakim, Didiet Haryadi
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i2.8574

Abstract

Pembangunan perkotaan dan wilayah Indonesia merupakan bagian dari tujuan pembangunan berkelanjutan dengan meningkatkan proyek infrastruktur di tingkat lokal, nasional, regional, dan internasional serta membuka peluang pasar kerja global sebagai kota yang cerdas, hijau, dan berkelanjutan. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan arah penguatan kurikulum pendidikan perencanaan wilayah dan kota di Universitas Muhammadiyah Makassar dalam aspek infrastruktur dan lingkungan. Jenis tulisan adalah deskriptif-eksploratif. Data disajikan secara eksploratif dan dikumpulkan dari beberapa sumber kepustakaan, tulisan dan penelitian. Tulisan ini menyimpulkan bahwa dalam menyongsong pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada tahun 2030, diharapkan mampu merencanakan, merancang, dan menciptakan wilayah dan kota masa depan yang hijau dan cerdas. Mahasiswa perlu dibekali kompetensi dalam membuat perencanaan wilayah, desain kota, kawasan, infrastruktur, permukiman, mitigasi dan adaptasi bencana, serta pengelolaan lingkungan yang kompeten untuk menciptakan masa depan yang cerdas dan ekologis.
KAJIAN EVALUASI PENGGUNAAN PARKIR ONLINE DI KOTA MAKASSAR Rumata, Nini Apriani; M. Nurhidayat, M. Nurhidayat; Fani Aulia Putri; Nurul Hudaya; Muh. Berkah Ibnu
JURNAL REKAYASA Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Smart city merupakan visi pengembangan perkotaan yang mengintegrasikan teknologi, informasi dan komunikasi. Kota Makassar merupakan pintu gerbang dari Indonesia timur sehingga kota ini memiliki perkembangan yang sangat cepat. Hal ini kemudian mendorong kota makassar untuk terus berbenah pada berbagai sektor. Penerapan konsep smart city di makassar merupakan salah satu bentukan yang mencirikan kemajuan dari kota ini. Parkir Online yang berada di Jalan Somba Opu dan Jalan Penghibur, menjadi ciri dari konsep smart city yang diterapkan di kota makassar. Parkir online ini merupakan pelayanan berkualitas yang menggunakan teknologi. Namun, sistem dan kecanggihan teknologi yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan parkir dan kemacetan justru tidak dapat berjalan secara optimal dan cenderung berhenti operasionalnya. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui tingkat kepuasan pengguna terhadap keberadaan parkir online, 2) Mengetahui faktor yang menjadi penyebab tidak optimal penggunaan parkir online. Hasil dari tingkat kepuasan pengguna parkir online adalah pengguna merasa puas dengan keberadaan parkir online. Namun, fakta lapangan menyatakan parkir ini telah berhenti operasionalnya maka faktor yang menjadi prioritas utama dalam pengembangannya adalah munculnya polusi akibat parkir ini dan faktor yang perlu dipertahankan kinerjanya adalah Aksesbilitas, Kenyamanan, Keteraturan dan Keselamatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan kausal komparatif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis customer satisfiction indeks (CSI) untuk menganalisis kepuasan pengguna parkir online dan Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kinerja dari parkir online
Analisis Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh di Kecamatan Mariso Kota Makassar Hidyatullah, Andi Muhammad Taufiq; Firdaus, Firdaus; Rumata, Nini Apriani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permukiman kumuh di Kecamatan Mariso, Kota Makassar, merupakan tantangan serius dalam pembangunan wilayah perkotaan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kekumuhan dan merumuskan strategi pencegahan serta peningkatan kualitas permukiman berdasarkan pendekatan Analisis Skoring dan Standar Pelayanan Minimum (SPM). Metode Analisis Skoring digunakan untuk mengukur tingkat kekumuhan berdasarkan indikator fisik, sosial, dan lingkungan, sedangkan SPM dijadikan acuan untuk menilai kesesuaian kondisi aktual dengan standar pelayanan dasar yang wajib dipenuhi oleh pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah di Kecamatan Mariso berada pada kategori kumuh ringan hingga sedang, dengan permasalahan dominan berupa keterbatasan akses air bersih, sanitasi, dan pengelolaan sampah. Strategi penanganan yang diusulkan meliputi peningkatan infrastruktur dasar, penguatan kapasitas masyarakat, serta integrasi program lintas sektor berbasis partisipatif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mewujudkan permukiman layak huni sesuai dengan standar pelayanan minimum.
Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Dalam Observasi Lapangan Oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar dengan Mahasiswa Universitas Lakidende Syamsuri, Andi Makbul; Rumata, Nini Apriani; Nurhidayat, M.; Haerul, Muh. Farhan
Jurnal BALIRESO Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/balireso.v8i1.186

Abstract

In a plan requires an accurate analysis. Accurate analysis results are determined by the accuracy of the data obtained during field observations. At this time the development of technology is developing very rapidly. This is in line with the technology that can be used when conducting field observations in an area. The problem that often arises is the procurement of field observations in data collection is still done manually so that the results of these observations tend to be inaccurate and take a very long time to complete. The purpose of this service is to increase knowledge in the use of technology for field observations or surveys between the Regional and City Planning Study Program at Muhammadiyah Makassar University and the Urban and Regional Planning Study Program at Lakidende University. The method of this service is training in the use of appsheet applications and the use of drones to take satellite images of areas that already have coordinates. The results of the use of these two technologies are then expected to provide benefits in field observations, especially identifying areas and the availability of facilities and infrastructure accurately. The implementation is in the form of assistance for training, practical assistance and evaluation of the success of activities.
SOSIALISASI PENATAAN RUANG UNTUK PENGURANGAN RISIKO BENCANA DI DESA TAMASAJU KECAMATAN GALESONG UTARA KABUPATEN TAKALAR Firdaus, Firdaus; Rumata, Nini Apriani; Hakim, Didiet Haryadi
Jurnal BALIRESO Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/balireso.v7i1.180

Abstract

Tamasaju Village, North Galesong District, Takalar Regency continues to experience an increase in population and economic development every year. Population growth triggers the expansion of new residential areas. One of the strategic areas for the area is the coastal area. This can be seen from the stretching of the construction of fishermen's settlements that continue to jut out into the sea. Based on its existence, the area has the potential to directly receive the impacts of climate change. Seeing the high potential threat of coastal abrasion and flooding as well as the rapid development and population growth in the coastal area of Tamasaju Village, efforts to overcome coastal abrasion and flood disasters are needed based on aspects of spatial planning based on the characteristics of the disasters that have occurred. To reduce the impact and post-disaster losses, mitigation is needed by raising awareness and increasing the community's ability to face disaster threats through socialization of spatial planning so that people can anticipate losses and damage caused in the event of a disaster in their area. So that the expected target from this service activity is to disseminate information to residents about the importance of spatial planning for disaster risk reduction, especially coastal abrasion and flood disasters in their area by cooperating with the village government to help the service team carry out outreach activities in Tamasaju Village
PENDAMPINGAN KELOMPOK TANI BACARI DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN SALURAN IRIGASI TERSIER DI DESA PALAMBARAE KECAMATAN GANTARANG KABUPATEN BULUKUMBA Praja, Soemitro Emin; Margie Dayana, Lucke Ayurindra; Burhanuddin, Fathurrahman; Agusalim, M.; Rumata, Nini Apriani; Nurhidayat, M.
Jurnal BALIRESO Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/balireso.v9i2.306

Abstract

Perubahan Luas Area Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Antang Kota Makassar Menggunakan Teknologi Penginderaan Jauh Burhanuddin, Fathurrahman; Rumata, Nini Apriani; nengsih, agustia
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/4eyaj761

Abstract

ABSTRAKPerkembangan penduduk dan meningkatnya aktivitas perkotaan di Kota Makassar berkontribusi terhadap peningkatan timbulan sampah yang berdampak pada keterbatasan daya tampung Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Antang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan luas area TPA Antang pada tahun 2015, 2020, dan 2024 serta memproyeksikan timbulan sampah, kebutuhan lahan, dan masa pakai TPA untuk 20 tahun ke depan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial melalui pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis spasial dilakukan menggunakan teknik overlay citra satelit untuk mengidentifikasi perubahan luas area TPA, sedangkan proyeksi timbulan sampah dihitung berdasarkan pertumbuhan penduduk, faktor kompaksi, dan penutupan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas TPA Antang meningkat dari 16,8 hektar pada tahun 2015 menjadi 19,1 hektar pada tahun 2024. Proyeksi menunjukkan peningkatan timbulan sampah yang signifikan, dengan kebutuhan lahan kumulatif hingga tahun 2044 mencapai 38,11 hektar. Kondisi ini menunjukkan bahwa TPA Antang berada pada tahap kritis sehingga diperlukan strategi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kata Kunci: TPA Antang, timbulan sampah, penginderaan jauh, SIG, kebutuhan lahan. ABSTRACTPopulation growth and increasing urban activities in Makassar City have directly contributed to a rise in municipal solid waste generation, resulting in limited capacity at the Antang Final Disposal Site (TPA Antang). This study aims to identify changes in the area of TPA Antang in 2015, 2020, and 2024, as well as to predict waste generation, land requirements, and the remaining service life of the landfill over the next 20 years. The research employs a descriptive quantitative method with a spatial approach through the use of remote sensing technology and Geographic Information Systems (GIS). Spatial analysis was conducted using satellite image overlay techniques to assess changes in the landfill area, while waste generation projections were calculated based on population growth projections, compaction factors, and soil cover. The results indicate that the area of TPA Antang increased from 16.8 hectares in 2015 to 19.1 hectares in 2024. Waste generation projections show a significant upward trend, suggesting that the landfill capacity will become insufficient in the coming years. The cumulative land requirement up to 2044 is estimated at 38.11 hectares. This study concludes that TPA Antang is currently in a critical condition, highlighting the need for sustainable waste management strategies through source reduction, optimization of landfill operations, and the use of spatial technology as a basis for policymaking. Keyworsds: TPA Antang, waste generation, remote sensing, GIS, area change, land requirement.
Tingkat Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Banjir di Desa Baloli Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara Pasuloi, Muh Fachmy; Rumata, Nini Apriani; Firdaus
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/8xf2zr69

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di Desa Baloli, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, yang merupakan salah satu wilayah rawan banjir di Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei kuesioner tertutup yang diberikan kepada masyarakat di Dusun Baloli dan Dusun Bonde. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden serta analisis bivariat dengan uji chi-square guna mengetahui hubungan antarparameter kesiapsiagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada usia produktif (20–29 tahun), didominasi oleh perempuan, dan memiliki tingkat pendidikan menengah hingga tinggi. Tingkat kesiapsiagaan masyarakat secara umum berada pada kategori sedang, dengan persentase 89,3% di Dusun Baloli dan 92,7% di Dusun Bonde. Parameter Rencana Tanggap Darurat (R) memiliki hubungan signifikan terhadap kesiapsiagaan, sedangkan Pengetahuan (P), Sistem Peringatan Dini (S), dan Mobilisasi Sumber Daya (M) tidak signifikan. Oleh karena itu, peningkatan edukasi, pelatihan, simulasi, dan penguatan kelembagaan masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan secara menyeluruh.KATA KUNCIBencana Banjir, Desa Baloli, Kesiapsiagaan, Masyarakat, Rencana Tanggap Darurat ABSTRACT: This study aims to analyze the level of community preparedness in facing flood disasters in Baloli Village, Masamba District, North Luwu Regency, which is one of the flood-prone areas in South Sulawesi. The research employed a quantitative approach using a closed-ended questionnaire survey distributed to residents of Baloli Hamlet and Bonde Hamlet. The data were analyzed using descriptive analysis to describe respondents’ characteristics and bivariate analysis with the chi-square test to determine relationships among preparedness parameters. The results show that the majority of respondents were in the productive age group (20–29 years), predominantly female, and had a medium to high level of education. Overall, the level of community preparedness was categorized as moderate, with percentages of 89.3% in Baloli Hamlet and 92.7% in Bonde Hamlet. The Emergency Response Plan (R) parameter showed a significant relationship with preparedness, while Knowledge of Floods (P), Early Warning Systems (S), and Resource Mobilization (M) were not significant. Therefore, improving education, training, simulations, and strengthening community-based institutions is necessary to enhance overall disaster preparedness.KEYWORSDSBaloli Village, Community, Emergency Response Plan, Flood Disaster, Preparedness
Analisis Kesesuaian Lahan Kawasan Permukiman Terhadap Daerah Rawan Bencana Banjir di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Dewi, Karmila; Rumata, Nini Apriani; Praja, Soemitro Emin; Dewi, Kar Mila
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ace4ez68

Abstract

ABSTRAK: Lahan permukiman merupakan kebutuhan dasar manusia yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan mendukung kehidupan masyarakat. Dengan meningkatnya jumlah penduduk, kebutuhan akan lahan permukiman juga meningkat, sementara ketersediaan lahan yang sesuai terbatas. Kondisi ini menjadi tantangan dalam perencanaan tata ruang yang aman dan berkelanjutan, terutama di kawasan rawan bencana seperti banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian lahan permukiman terhadap daerah rawan bencana banjir di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah Mix Method, dengan pendekatan spasial melalui teknik overlay untuk menganalisis data keruangan, serta metode deskriptif untuk menjelaskan hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian lahan permukiman di Kecamatan Biringkanaya terbagi ke dalam empat kategori: kategori Cukup Sesuai paling luas seluas 2.026,85 Ha (54,30%), diikuti Sesuai Marginal seluas 1.324,45 Ha (35,48%), Tidak Sesuai seluas 305,10 Ha (8,17%), dan Sangat Sesuai seluas 76,27 Ha (2,04%). KATA KUNCI Kesesuaian Lahan, Permukiman, Banjir, Mix Method, Overlay, ArcGIS.   ABSTRACT: Residential land is a basic human need that serves as a place to live and supports community life. With the increasing population, the need for residential land is also increasing, while the availability of suitable land is limited. This condition poses a challenge in planning safe and sustainable spatial planning, especially in disaster-prone areas such as floods. This study aims to analyze the suitability of residential land in flood-prone areas in Biringkanaya District, Makassar City. The method used is a mixed method, with a spatial approach using overlay techniques to analyze spatial data, as well as a descriptive method to explain the analysis results. The results of the study show that the suitability of residential land in Biringkanaya District is divided into four categories: the Most Suitable category covers the largest area of 2,026.85 Ha (54.30%), followed by Marginally Suitable covering 1,324.45 Ha (35.48%), Unsuitable covering an area of 305.10 Ha (8.17%), and Very Suitable covering an area of 76.27 Ha (2.04%). Keywords: Land Suitability, Settlements, Floods, Mix Method, Overlay, ArcGIS.
Pengaruh Konfigurasi Ruang Terhadap Bangkitan Pergerakan di Kelurahan Butung, Kota Makassar dengan Metode Pendekatan Space Syntax  janna, nurmiftahul; Janna. B, Nur Miftahul; Rumata, Nini Apriani; Nurhidayat, M.
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/g79rvm28

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konfigurasi ruang terhadap bangkitan pergerakan di Kelurahan Butung, Kota Makassar, dengan menggunakan pendekatan Space Syntax. Kawasan ini memiliki intensitas mobilitas yang tinggi karena keberadaan Pelabuhan Soekarno-Hatta dan Pasar Butung yang berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi regional serta menarik arus pergerakan lokal maupun antarwilayah. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis spasial, disertai pemetaan konfigurasi jaringan jalan berdasarkan parameter connectivity, integration, dan intelligibility untuk mengetahui tingkat keterhubungan, aksesibilitas, serta keterbacaan ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruas jalan dengan tingkat konektivitas dan integrasi yang tinggi, seperti Jalan Nusantara dan Jalan Tentara Pelajar, berperan sebagai koridor utama dan pusat bangkitan pergerakan. Sebaliknya, jalan lokal dengan nilai konektivitas rendah cenderung memiliki akses terbatas, aktivitas yang lebih rendah, serta tingkat keterbacaan ruang yang kurang baik. Secara keseluruhan, semakin tinggi tingkat keterhubungan dan integrasi ruang, semakin besar pula potensi bangkitan pergerakan yang terjadi. Temuan ini menegaskan pentingnya perencanaan struktur ruang yang terintegrasi untuk mendukung sistem mobilitas perkotaan yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.   KATA KUNCI Kawasan industri, penggunaan lahan, perubahan sosial ekonomi, PT. IPIP, Pomalaa.   ABSTRACT: This study aims to analyze the influence of spatial configuration on trip generation in Kelurahan Butung, Makassar City, using the Space Syntax approach. The area experiences high mobility intensity due to the presence of Soekarno-Hatta Port and Butung Market, which function as regional economic activity centers and attract both local and interregional movement. The research methods include descriptive and spatial analysis, supported by mapping the road network configuration based on the parameters of connectivity, integration, and intelligibility to determine the level of spatial linkage, accessibility, and legibility. The results show that road segments with high connectivity and integration, such as Jalan Nusantara and Jalan Tentara Pelajar, act as main corridors and centers of trip generation. In contrast, local roads with low connectivity values tend to have limited access, lower activity levels, and poor spatial legibility. Overall, the higher the level of spatial connectivity and integration, the greater the potential for trip generation. These findings emphasize the importance of integrated spatial planning to support an effective, efficient, and sustainable urban mobility system. Keywords: Spatial configuration, trip generation, space syntax, Kelurahan Butung