Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Indonesian Journal of Geospatial

Remote Sensing Analysis In RUSLE Erosion Estimation Saptari, Asep Yusup; A, Supriadi; Wikantika, Ketut; S, Darmawan
Indonesian Journal of Geospatial Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Geospatial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.408 KB)

Abstract

ABTRACT. Soil erosion is a major issue in various hemispheres. It is because erosion affects the survival of ecosystem. Diverse human actions, e.g., bushes burning and illegal logging, play a role in accelerating erosion. Climate factor such as rain intensity has also an influence in the release of soil particles. Therefore, a regular identification of those factors that affect erosion processes is highly needed in order to keep an environmental sustainable. Different areas in Indonesia have different erosion variable characteristics. One of the characteristics is indicated by the varieties of vegetation cover, where a loose vegetation cover causes soil surfaces open for a long time period.  Till now, researches dealing with the modeling of erosions with wide area coverage are few, since erosion observations have always been conducted by direct observations in the field, hence time consuming. Therefore, an erosion mapping model that is applied in a wide coverage area and the up to date of data is needed. Spatially, erosions can be depicted in a form of spatial information system model describing their potential class levels. There are several erosion models that can be used to find out the erosion occurring on a land, among others Universal Soil Loss Equation (USLE) model or its modification Revised Universal Soil Loss Equation (RUSLE). RUSLE erosion model consists of rainfall, soil erodibility, vegetation cover, slope gradient and length, and support practice factors. Recent technology in remote sensing allowed vegetation cover to be analysed from satellite imagery, make the possibility of erosion analysis in large area in shorter time. KEY WORD:  Erosion, Vegetation, Models, Remote Sensing, RUSLE
PEMBUATAN PETA ZONASI RISIKO TSUNAMI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI WILAYAH PESISIR PANGANDARAN Fahmi, Muhammad Nurul; Wikantika, Ketut; Harto, Agung Budi
Indonesian Journal of Geospatial Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Geospatial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pada tahun 2007 telah terjadi tsunami berskala kecil yang menerjang wilayah pesisir Kabupaten Pangandaran. Meskipun begitu setidaknya tsunami tersebut mengakibatkan 500 korban jiwa. Banyaknya korban jiwa disebabkan kekurangsiapan masyarakat terhadap bencana tsunami. Kekurangsiapan ini dipengaruhi oleh belum meratanya tindakan mitigasi bencana tsunami. Salah satu upaya mitigasi yang diperlukan berupa peta zonasi risiko tsunami. Peta risiko tsunami pada penelitian ini disusun dengan mengacu pada Peraturan Kepala BNPB No. 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana dengan beberapa modifikasi. Berdasarkan peraturan tersebut ditentukan beberapa parameter seperti tingkat ancaman, kerentanan, kapasitas, dan risiko bencana tsunami. Untuk memperoleh peta kerentanan pada penelitian ini dilakukan penghitungan kepadatan penduduk menggunakan metode land use density. Metode ini menggunakan data citra Quickbird sebagai sumber data utama. Selain itu pada penelitian ini juga digunakan data Digital Elevation Model (DEM). Kemudian ditambahkan data jarak dari garis pantai sebagai modifikasi untuk mengetahui zonasi ancaman tsunami. Peta risiko tsunami yang dihasilkan menunjukkan bahwa wilayah pesisir Pangandaran menjadi wilayah yang berisiko terkena tsunami. Untuk menentukan zona kapasitas digunakan data kapasitas bencana tsunami di wilayah penelitian. Dari peta zonasi risiko tsunami diperoleh bahwa Desa Pananjung merupakan desa yang memiliki tingkat risiko paling tinggi yang 81,20% wilayahnya memiliki tingkat risiko tinggi. Sedangkan Desa Cintakarya merupakan desa yang memiliki tingkat risiko paling rendah dengan 96,85% wilayahnya memiliki tingkat risiko rendah.
ANALISIS PERUBAHAN TOPOGRAFI GUNUNG SINABUNG DAN GUNUNG SIBAYAK MENGGUNAKAN CITRA SATELIT ALOS PALSAR Trianaputri, Mila Olivia; Saepuloh, Asep; Wikantika, Ketut
Indonesian Journal of Geospatial Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Geospatial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Ring of fire merupakan julukan yang diberikan kepada Indonesia, atas keberadaan deretan gunung api  diwilayahnya. Posisi tersebut membuat Indonesia wajib memiliki informasi dan pengetahuan yang luas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan gunung api, termasuk mengenai kebencanaan yang mungkin terjadi sebagai akibat dari kondisi wilayah tersebut. Gunung api Sinabung yang terdapat di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, merupakan salah satu contoh gunung api di Indonesia yang terus mengalami peningkatan aktivitas vulkanik semenjak tahun 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan grafik perubahan topografi yang terjadi di puncak Gunung Sinabung dan Sibayak, serta mengetahui waktu mulai terjadinya perubahan topografi yang akan mengindikasikan adanya precursor behavior sebelum letusan terjadi. Teknologi penginderaan jauh membuat keseluruhan proses pengamatan topografi tersebut menjadi lebih cepat dan dapat menghemat biaya survei geologi. Metode yang dilakukan adalah dengan mengekstraksi nilai intensitas hamburan balik yang direkam dalam setiap piksel citra SAR Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak, kemudian menghitung nilai normalised radar cross section dari hasil ekstraksi tersebut. Selanjutnya untuk validasi data, dibuat citra rasio yang merupakan perbandingan antara citra sebelum terjadinya letusan dan citra sesudah terjadinya letusan untuk identifikasi arah penyebaran volcanic product Gunung Sinabung. Dengan metode tersebut maka akan dihasilkan informasi mengenai perubahan topografi dan precursor behavior yang ditunjukkan oleh Gunung Sinabung.
Remote Sensing Analysis In RUSLE Erosion Estimation Asep Yusup Saptari; Supriadi A; Ketut Wikantika; Darmawan S
Indonesian Journal of Geospatial Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Geospatial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABTRACT. Soil erosion is a major issue in various hemispheres. It is because erosion affects the survival of ecosystem. Diverse human actions, e.g., bushes burning and illegal logging, play a role in accelerating erosion. Climate factor such as rain intensity has also an influence in the release of soil particles. Therefore, a regular identification of those factors that affect erosion processes is highly needed in order to keep an environmental sustainable. Different areas in Indonesia have different erosion variable characteristics. One of the characteristics is indicated by the varieties of vegetation cover, where a loose vegetation cover causes soil surfaces open for a long time period.  Till now, researches dealing with the modeling of erosions with wide area coverage are few, since erosion observations have always been conducted by direct observations in the field, hence time consuming. Therefore, an erosion mapping model that is applied in a wide coverage area and the up to date of data is needed. Spatially, erosions can be depicted in a form of spatial information system model describing their potential class levels. There are several erosion models that can be used to find out the erosion occurring on a land, among others Universal Soil Loss Equation (USLE) model or its modification Revised Universal Soil Loss Equation (RUSLE). RUSLE erosion model consists of rainfall, soil erodibility, vegetation cover, slope gradient and length, and support practice factors. Recent technology in remote sensing allowed vegetation cover to be analysed from satellite imagery, make the possibility of erosion analysis in large area in shorter time. KEY WORD:  Erosion, Vegetation, Models, Remote Sensing, RUSLE
Pembuatan Peta Zonasi Risiko Tsunami Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Wilayah Pesisir Pangandaran Muhammad Nurul Fahmi; Ketut Wikantika; Agung Budi Harto
Indonesian Journal of Geospatial Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Geospatial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pada tahun 2007 telah terjadi tsunami berskala kecil yang menerjang wilayah pesisir Kabupaten Pangandaran. Meskipun begitu setidaknya tsunami tersebut mengakibatkan 500 korban jiwa. Banyaknya korban jiwa disebabkan kekurangsiapan masyarakat terhadap bencana tsunami. Kekurangsiapan ini dipengaruhi oleh belum meratanya tindakan mitigasi bencana tsunami. Salah satu upaya mitigasi yang diperlukan berupa peta zonasi risiko tsunami. Peta risiko tsunami pada penelitian ini disusun dengan mengacu pada Peraturan Kepala BNPB No. 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana dengan beberapa modifikasi. Berdasarkan peraturan tersebut ditentukan beberapa parameter seperti tingkat ancaman, kerentanan, kapasitas, dan risiko bencana tsunami. Untuk memperoleh peta kerentanan pada penelitian ini dilakukan penghitungan kepadatan penduduk menggunakan metode land use density. Metode ini menggunakan data citra Quickbird sebagai sumber data utama. Selain itu pada penelitian ini juga digunakan data Digital Elevation Model (DEM). Kemudian ditambahkan data jarak dari garis pantai sebagai modifikasi untuk mengetahui zonasi ancaman tsunami. Peta risiko tsunami yang dihasilkan menunjukkan bahwa wilayah pesisir Pangandaran menjadi wilayah yang berisiko terkena tsunami. Untuk menentukan zona kapasitas digunakan data kapasitas bencana tsunami di wilayah penelitian. Dari peta zonasi risiko tsunami diperoleh bahwa Desa Pananjung merupakan desa yang memiliki tingkat risiko paling tinggi yang 81,20% wilayahnya memiliki tingkat risiko tinggi. Sedangkan Desa Cintakarya merupakan desa yang memiliki tingkat risiko paling rendah dengan 96,85% wilayahnya memiliki tingkat risiko rendah.
Analisis Perubahan Topografi Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak Menggunakan Citra Satelit ALOS PALSAR Mila Olivia Trianaputri; Asep Saepuloh; Ketut Wikantika
Indonesian Journal of Geospatial Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Geospatial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Ring of fire merupakan julukan yang diberikan kepada Indonesia, atas keberadaan deretan gunung api  diwilayahnya. Posisi tersebut membuat Indonesia wajib memiliki informasi dan pengetahuan yang luas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan gunung api, termasuk mengenai kebencanaan yang mungkin terjadi sebagai akibat dari kondisi wilayah tersebut. Gunung api Sinabung yang terdapat di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, merupakan salah satu contoh gunung api di Indonesia yang terus mengalami peningkatan aktivitas vulkanik semenjak tahun 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan grafik perubahan topografi yang terjadi di puncak Gunung Sinabung dan Sibayak, serta mengetahui waktu mulai terjadinya perubahan topografi yang akan mengindikasikan adanya precursor behavior sebelum letusan terjadi. Teknologi penginderaan jauh membuat keseluruhan proses pengamatan topografi tersebut menjadi lebih cepat dan dapat menghemat biaya survei geologi. Metode yang dilakukan adalah dengan mengekstraksi nilai intensitas hamburan balik yang direkam dalam setiap piksel citra SAR Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak, kemudian menghitung nilai normalised radar cross section dari hasil ekstraksi tersebut. Selanjutnya untuk validasi data, dibuat citra rasio yang merupakan perbandingan antara citra sebelum terjadinya letusan dan citra sesudah terjadinya letusan untuk identifikasi arah penyebaran volcanic product Gunung Sinabung. Dengan metode tersebut maka akan dihasilkan informasi mengenai perubahan topografi dan precursor behavior yang ditunjukkan oleh Gunung Sinabung.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Adhi Wibowo Adriana Hiariej, Adriana Agung B. Harto Agung Budi Harto Agung Budi Harto Agung Budi Harto Agung Budi Harto Agung Budi Harto Agung Budi Harto Agung Budi Harto Agung Budi Harto Agung Budi Harto Agung Budi Harto Agus Handoyo Harsolumakso Agus Handoyo Harsolumakso, Agus Handoyo Agus Sutanto Agus Sutanto Ahmad Luthfi Hadiyanto Akihiko Kondoh Aldyansyah, Muhammad Aminah Kastuari Anesta, Aqilla Fitdhea Anggun Tridawati Aqilla Fitdhea Anesta Armi Susandi Armi Susandi Ary Setijadi Prihatmanto Asep Saepuloh Asep Saepuloh Asep Yusup Saptari Asep Yusup Saptari, Asep Yusup Asmi M. Napitu Asmi M. Napitu Aswin Rahadian Bambang Widarsono Bobby S. Dipokusumo Dandy A. Novresiandi Darmawan S Darmawan S, Darmawan Dedi Irawadi Deni Suwardi Desti Ayunda Dudung M Hakim Dudung Muhally Hakim Dudung Muhally Hakim Fahmi, Muhammad Nurul Farah Nafisa Ariadji Fauziah, Afi Fenny M. Dwivany FENNY MARTHA DWIVANY Ghazali, Mochamad Firman Ghozali, M. Firman Giasintha Stefani Golok Jaya, La Ode Muhammad Hary Nugroho Herru Lastiadi Setiawan Himasari Hanan Husna Nugrahapraja I Nyoman Dibia I NYOMAN RAI I Wayan Nuarsa Imam A. Sadisun Intan Fatmawati Irland Fardani Ishak H. Ismullah Jevon A. Telaumbanua Karlia Meitha Katmoko Ari Sambodo Katmoko Ari Sambodo, Katmoko Ari LILIK BUDIPRASETYO Lissa F. Yayusman Luky Adrianto Lumbantobing, Marlonroi Mamad Sugandi Marlonroi Lumbantobing Mila Olivia Trianaputri Mirelva, Prima Rizky Mochamad Firman Ghazali Mochamad Firman Ghazali Nengah Widiadnyana Nengah Widiadnyana Nisrina Sukriandi Nurjanna Joko Trilaksono Prihanggo, Maundri Prila Ayu Dwi Prastiwi Purnama, Yustika Retno Dammayatri Rian Nurtyawan Riantini Virtriana S. Suliantara Satria Bijaksana Shafarina Wahyu Trisyanti Sigit Nur Pratama Simarmata, nirmawana Soni Darmawan Sony Darmawan, Sony Sugandi, Mamad Sukristiyanti Sukristiyanti Supriadi A Supriadi A, Supriadi Susantoro, Tri Muji Suwardhi, Deni Tahjudil Witra Tan, Alex Tohir, Rizki Kurnia Tombayu A. Hidayat Topik Hidayat Tri Muji Susantoro Tri Muji Susantoro Tri Muji Susantoro Tri Muji Susantoro Tri Muji Susantoro Tri Muji Susantoro, Tri Muji Trianaputri, Mila Olivia Tridawati, Anggun Trika Agnestasia Tarigan Yayusman, Lissa Fajri Yudi Setiawan