Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan Media Big Book Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas Awal MINU Ngingas Waru Sidoarjo Solchan Ghazali; M. Amin; Wulan Suci Nur Rahmawati; Grisa Anecy

Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/mu'allim.v4i2.3141

Abstract

The purpose of this study was to develop big book media to improve the reading skills of early grade students at Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Ngingas Waru Sidoarjo. The research method used is development research developed by Borg and Gall. There are four stages of development carried out in this study, namely: initial data collection, planning, development, and validation and testing. The results showed that the students' reading skills were very good. In the initial data of 39% reading skills and when intervened using big book media in the third trial stage, data obtained 85 percent of the average reading skills of students. So it can be concluded that the effectiveness of using big books is very good with a 46 percent increase in the level of reading skills of early grade students who have reading difficulties.
Analisis Penggunaan Big Book Terhadap Literasi Membaca Peserta Didik Berkecerdasan Visual di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama Waru 1 Sidoarjo M. Amin; Choirotun Nisa’; Bachtiar Hariyadi

Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.003 KB) | DOI: 10.35891/amb.v7i1.3096

Abstract

This study aims to find out if there are differences in the use of big books on reading literacy between visually educated students and non-visual students at MINU Waru 1. This study uses a quantitative approach with a type of comparison. The study population was 84 students in grade 1, with a sample of 64 students divided into grades 1A, 1B, and 1C. Through observation, students are classified their intelligence levels and with tests to measure reading literacy levels. The results were analyzed using independent sample t-test that was previously done prerequisite test, namely normality test and homogeneity test, using SPSS application version 22. Independent sample t-test results showed a significance value of < 0.05 is (0.000 < 0.05) for the pretest, and a significance value of < 0.05 is (0.008 < 0.05) for posttest. From these results, Ho was rejected and Ha received which means there is a difference in the use of big book media to read literacy between grade I students who have visual intelligence and non-visual students at MINU Waru 1 Sidoarjo
Studi Komparasi Kompetensi Guru Matematika SD di Indonesia dan Inggris Febriarsita Eka Sasmita; M. Amin; Masfufah Masfufah
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i2.5228

Abstract

Teachers are a very important element and cannot be ignored just like that in the teaching and learning process, because teachers can determine the success or failure of a teaching and learning process. All teachers in any field including Mathematics need to have competencies to maximize teaching and learning activities. These standards and competencies are believed to be encouraged by each country to each teacher, considering how the role of teachers can implicitly impact the progress of each country. Developed countries that are known to have good quality in the field of Education Based on this, researchers wrote a comparative study related to the competence of mathematics teachers, especially elementary schools in Indonesia and in the UK. Researchers use the method of literature study. Both countries have many good competencies that need to be mastered. The form of quality assurance from the UK can be an example for the Indonesian state to prepare students in Indonesia to face the 21st century.
Kecerdasan Emosional Sebagai Variabel Moderasi Pengaruh Lingkungan Belajar Terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas 5 Minu Waru I Sidoarjo M. Amin; Alfi Nadiroh NF; M. Miftahul Roziq Al Muzakki; Sufi Zakiya Khoirun Nisa; Tri Endang Irawati
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah kecerdasan emosional mampu memoderasi (memperkuat atau memperlemah) pengaruh lingkungan belajar terhadap kedisiplinan belajar siswa kelas 5 di MINU Waru I Sidoarjo. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert kepada seluruh siswa kelas 5. Analisis data menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan belajar berpengaruh positif terhadap kedisiplinan, dan kecerdasan emosional secara signifikan bertindak sebagai variabel moderasi yang memperkuat hubungan tersebut.
MODEL PENDAMPINGAN BERBASIS COACHING DALAM PENYUSUNAN MODUL AJAR: STRATEGI EFEKTIF MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU MADRASAH M. Amin; Febriarsita Eka Sasmita; She Fira Azka Arifin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.57542

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi pendampingan dalam penyusunan modul ajar guna meningkatkan profesionalisme guru madrasah. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif dengan dukungan data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta angket terhadap 64 guru di MAN 1 Pasuruan. Strategi pendampingan dilaksanakan secara sistematis melalui lima tahapan, yaitu diagnostik, workshop, praktik terbimbing, coaching, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan guru dalam menyusun modul ajar, yang ditandai dengan kenaikan skor pemahaman dari rata-rata 56,3 menjadi 78,9 pada tahap workshop, serta peningkatan kualitas modul dari 72,4 menjadi 85,7 pada tahap coaching. Selain itu, sebanyak 87,5% guru mampu menghasilkan modul ajar dengan kategori sangat baik, dan 90,6% menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam menyusun perangkat pembelajaran. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendampingan yang bersifat kolaboratif, kontekstual, dan berkelanjutan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis guru, tetapi juga memperkuat aspek reflektif dan komitmen profesional secara menyeluruh. Dengan demikian, strategi pendampingan ini terbukti efektif sebagai model pengembangan kapasitas guru madrasah yang adaptif terhadap tuntutan kurikulum dan dinamika pembelajaran modern.
Pengembangan Kompetensi Profesional Guru MI Toriqussalam Melalui Integrasi 4c Dalam Perencanaan Pembelajaran M. Amin; Febriarsita Eka Sasmita; Hanik Yuni Alfiyah
AlMurtado Journal of Social Innovation and Community Service Vol 1 No 03 (2023): regenerate of islamic education
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pendampingan ini bertujuan untuk mentransformasi kapasitas profesional guru melalui integrasi kompetensi abad 21 atau 4C (critical thinking, creativity, collaboration, communication) dalam perencanaan pembelajaran di MI Toriqussalam Spande, Sidoarjo. Dengan melibatkan 33 guru, program ini dilaksanakan sebagai respons atas kebutuhan mendesak untuk mengubah pola pembelajaran konvensional menjadi model yang lebih responsif, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan bakat siswa. Metode evaluasi menggunakan pendekatan pre-test dan post-test melalui analisis rubrik perangkat pembelajaran, didukung dengan pendampingan berbasis komunitas. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata total skor kompetensi perencanaan guru dari 56,2 menjadi 87,5. Selain itu, 94% guru berhasil mengadopsi model Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) sebagai basis operasionalisasi elemen 4C. Temuan ini mengonfirmasi bahwa pemberian otonomi instruksional yang dibarengi dengan pendampingan sistematis mampu meningkatkan efikasi kolektif guru secara substansial.
Pendampingan Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Merancang Pembelajaran Diferensiasi pada Implementasi Kurikulum Merdeka di MINU Ngingas Sidoarjo M. Amin; Budi Purwanti; Febriarsita Eka Sasmita
AlMurtado Journal of Social Innovation and Community Service Vol 1 No 01 (2024): Sinergi Ilmu dan Nilai: Pengembangan Komprehensif untuk Masyarakat Berdaya
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut guru memiliki kompetensi dalam merancang pembelajaran diferensiasi yang mampu mengakomodasi keragaman kebutuhan peserta didik. Namun, kemampuan guru dalam melakukan analisis kebutuhan belajar, menyusun strategi diferensiasi, dan merancang asesmen pembelajaran masih memerlukan penguatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran diferensiasi melalui pendampingan berkelanjutan di MINU Ngingas Sidoarjo. Metode pengabdian dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu workshop, praktik, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru pada seluruh dimensi yang diukur. Dimensi assessment readiness meningkat dari 46 menjadi 85 (84,78%), differentiated planning dari 52 menjadi 86 (65,38%), instructional strategy dari 65 menjadi 88 (35,38%), dan assessment and follow-up dari 60 menjadi 76 (26,67%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendampingan berkelanjutan efektif meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran diferensiasi serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah.
Penguatan Iklim Madrasah Unggulan melalui Pendampingan Implementasi Strategi Disiplin Positif M. Amin; Hanun Asrohah; Febriarsita Eka Sasmita
AlMurtado Journal of Social Innovation and Community Service Vol 1 No 01 (2024): Sinergi Ilmu dan Nilai: Pengembangan Komprehensif untuk Masyarakat Berdaya
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Iklim madrasah merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan madrasah unggulan melalui penguatan budaya organisasi dan pembentukan karakter peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat iklim madrasah unggulan melalui implementasi strategi disiplin positif di MI Ma'arif NU Bebekan Sidoarjo. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning (PAL) yang meliputi identifikasi kebutuhan, penguatan kapasitas, pendampingan implementasi, serta monitoring dan evaluasi. Sasaran kegiatan adalah kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pendampingan meningkatkan pemahaman peserta mengenai strategi disiplin positif serta menghasilkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai pedoman implementasi program. Implementasi RTL mendorong terbentuknya berbagai pembiasaan positif, seperti penyambutan peserta didik, komunikasi positif, penguatan budaya religius, layanan konseling, pelibatan orang tua, dan pengembangan program karakter. Program tersebut berkontribusi terhadap penguatan budaya positif, peningkatan kolaborasi warga madrasah, dan terciptanya lingkungan belajar yang lebih kondusif. Dengan demikian, strategi disiplin positif dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam memperkuat iklim madrasah unggulan melalui keterlibatan aktif seluruh warga madrasah dan pelaksanaan program yang berkelanjutan.
Pendampingan Implementasi Program Transformasi Digital untuk Mewujudkan Madrasah Unggul di MA Unggulan KH. Abd. Wahab Hasbulloh Jombang M. Amin; Hanun Asrohah; Febriarsita Eka Sasmita
AlMurtado Journal of Social Innovation and Community Service Vol 1 No 02 (2024): Transformasi Pendidikan Keagamaan di Era Society 5.0
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital merupakan agenda strategis bagi madrasah untuk meningkatkan daya saing dan kualitas layanan pendidikan di era disrupsi. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendampingan program transformasi digital untuk mewujudkan madrasah unggul di MA Unggulan KH. Abd. Wahab Hasbulloh Jombang. Menggunakan pendekatan Participatory Action Learning (PAL), kegiatan ini melibatkan kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik dalam serangkaian proses mulai dari identifikasi kebutuhan, penyusunan peta jalan (roadmap) strategis, hingga implementasi program. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pendampingan berhasil mengintegrasikan berbagai inovasi digital, seperti digitalisasi pembelajaran, penguatan tata kelola administrasi berbasis data, optimalisasi digital branding melalui media sosial, serta peningkatan kompetensi digital guru dan peserta didik. Pendekatan pendampingan yang partisipatif terbukti efektif mendorong perubahan budaya kerja yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan. Model ini memberikan kontribusi praktis sebagai strategi implementasi transformasi digital yang sistematis bagi madrasah lain, sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi kelembagaan bergantung pada sinergi antara kepemimpinan visioner, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengembangan ekosistem digital yang terpadu.
Efektivitas Diskusi Kelompok Buzz Group dalam Pembelajaran Inquiry untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA Siswa MI Noor Mushola Surabaya: Penelitian Wedar Putri Solehati; M. Amin; Hanik Yuni Alfiyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4958

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the Buzz Group discussion method in inquiry-based learning to improve students' understanding of science concepts at Madrasah Ibtidaiyah Noor Mushola Surabaya. A quantitative methodology with a quasi-experimental design was employed, involving 56 students from classes IV A and B, with results indicating a significant difference in concept understanding between the experimental and control groups. Analysis results showed that the average post-test score for the experimental class reached 78.93, while the control class scored only 54.29. The implementation of Buzz Group enhanced concept understanding with an N-Gain value of 61.41%, compared to 27.60% in the control class, indicating that the integration of this method is effective in building better understanding among students. This research highlights the importance of active and collaborative teaching methods to address the challenges of low science comprehension at the elementary level.