Claim Missing Document
Check
Articles

Eksplorasi Mikroalga di Air Terjun Temam Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatera Selatan Harmoko, Harmoko; Lokaria, Eka
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 4, No 2: September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v4i2.6890

Abstract

Sampai saat ini ditemukan penelitian yang membahas tentang berbagai jenis mikroalga di air terjun Temam Lubuklinggau kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi jenis-jenis mikroalga di kota Temam Lubuklinggau air terjun. Metode yang digunakan adalah survei. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan observasi lapangan kerja. Teknik analisis data adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan identifikasi mikroalga di air terjun Teman Lubuklinggau kota ditemukan 17 Genus dari 4 divisi mikroalga. Mikroalga yang terdiri dari divisi Chlorophyta 7 genusyaitu: Spirogyra, ulothrix, Gonium, Microspora, Closterium, Cosmarium,  Desmidium,  Divisi Xanthophyta 1 genus, yaitu: Tribonema, Divisi Crysophyta 1 genus, yaitu: Chromulina dan divisi  Bacillariophyta 8 genus yaitu: Guinardia, Tabellaria, Eunotia, Asterionella, Frustulia, Surirella, Synedra, dan Navicula. Sedangkan data endukung mengamati bahwa pH dan suhu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: mikroalga yang berhasil diidentifikasi di air terjun Temam Lubuklinggau terdiri dari 4 divisi dan 17 genus.
Eksplorasi Jenis Jamur Makroskopis di Kawasan Bukit Gatan Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan Larseh Putri Anggraini; Harmoko; Nopa Nopiyanti
Biotropic : The Journal of Tropical Biology Vol. 5 No. 1 (2021): Biotropic, Volume 5 Nomor 1, 2021
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/biotropic.2021.5.1.21-28

Abstract

This study aims to determine the types of macroscopic fungi in Bukit Gatan, Musi Rawas Regency, and Abiotic Factors found in Bukit Gatan, Musi Rawas Regency. This research is descriptive, direct observation at the location of Bukit Gatan, Musi Rawas Regency by using the method of exploring with one hiking trail. Data were analyzed descriptively qualitatively. The type of fungus in the hiking trail are 2 divisions namely Basidiomycota and Ascomycota. The Basidiomycota Division found 7 orders, 12 families, 15 genera and 19 species, namely Pleurotus ostreatus, Pleurotus pulmonarius, Leptiota brunneoincarnata, Marasmius candidus, Schizophyllum commune, Entoloma procerum, Ganoderma l, Ganoderma lucidum, Leptiota brunneoincarnata, Marasmius candidus, Schizophyllum commune, Entoloma procerum, Ganoderma l, Ganoderma lucidum, Leptiota brunneoincarnata, Marasmius candidus, Schizophyllum commune, Entoloma procerum, Ganoderma l, Ganoderma lucidum, Earliverus gustulus sacraicusus , Clitocybe salmonilamella, Phallus indusiatus, Coltricia cinamomea, and Coltricia perennis. Ascomycota Division produces 2 orders, 2 families, 3 genera and 3 species namely Cookeina sulcipes, Daldinia conentria, and Xylaria longipes. The abiotic factors are the temperature of 29-31 ° C, pH between 6-7, humidity of 30-70%, light intensity of 200 lux and height of 72-241 masl.
Keanekaragaman Mikroalga Divisi Cyanobacteria di Danau Aur Kabupaten Musi Rawas Harmoko Harmoko; Yuni Krisnawati
Jurnal Biodjati Vol 3 No 1 (2018): May
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v3i1.1638

Abstract

Danau Aur memiliki biodiversitas yang kompleks baik jenis maupun manfaatnya. Salah satu yang menarik yaitu mikroalga, khususnya dari divisi Cyanobacteria. Tujuan penelitian ini untuk melihat keanekaragaman mikroalga divisi cyanobacteria di Danau Aur. Penelitian yang dilakukan dengan metode survei. Sampel diambil dari 5 stasiun dengan 3 ulangan. Mikroalga yang diperoleh diamati, diidentifikasi dan dianalisis dengan keragaman. Berdasarkan hasil penelitian, divisi Cyanobacteria di Danau Aur terdiri dari 2 kelas, 3 ordo, 3 famili, 5 genera dan 6 spesies. Mikroalga divisi Cyanobacteria yang ditemukan: Anabaena sp., Anacystis sp., Gelocapsa sp., Lyngbya sp., Oscillatoria sp. dan Oscillatoria limosa. Keanekaragaman tertinggi ditemukan di stasiun 1 (0,11) sedangkan keragaman terendah ditemukan di stasiun 2 (0,01). Hasil ini menunjukkan bahwa keanekaragaman mikroalgadivisi Cyanobacteria di Danau Aur rendah.
Dampak Project-Based Learning terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA: Meta-Analisis dalam Konteks Pembelajaran Biologi di Indonesia Harmoko; Nur Hayati
JIMAD: Jurnal Ilmiah Mutiara Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2026): JIMAD - MEI
Publisher : PT. Penerbit Tiga Mutiara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61404/jimad.v4i2.500

Abstract

This study is motivated by the low level of senior high school students’ critical thinking skills in Biology learning in Indonesia and the urgent need for instructional innovations that effectively foster higher-order thinking skills. The primary research problem lies in the inconsistency of findings from previous studies regarding the effectiveness of Project-Based Learning, thus necessitating a comprehensive analysis to obtain more robust and integrated conclusions. The study aims to examine the effect of Project-Based Learning on students’ critical thinking skills and to identify moderating factors influencing this effect through a meta-analysis of 27 relevant studies. The results indicate that Project-Based Learning has a significant impact, with a cumulative effect size of 0.98, categorized as large and consistent, supported by low heterogeneity (I² = 18.70%) and strong resistance to publication bias. The findings further reveal that critical thinking indicators serve as the most dominant moderating factor, while sample size and additional variables do not show significant influence, and the standalone model demonstrates slightly higher effectiveness than combined approaches. The conclusion affirms that Project-Based Learning is effective in enhancing critical thinking skills through contextual, active, and student-centered learning. The novelty of this study lies in the systematic integration of multiple studies through meta-analysis, producing strong empirical evidence, as well as the comprehensive identification of moderating factors that have been rarely explored, thereby contributing both theoretically and practically to evidence-based Biology education development.
Environmental Monitoring di Indonesia: Tinjauan Literatur Sistematis tentang Tren Penelitian, Fokus Studi, dan Kontribusi Lingkungan Harmoko; Sepriyaningsih
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemantauan lingkungan telah menjadi instrumen penting dalam menghadapi meningkatnya tekanan lingkungan di Indonesia yang dipicu oleh industrialisasi, urbanisasi, perubahan penggunaan lahan, serta eksploitasi sumber daya alam. Studi ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis perkembangan penelitian pemantauan lingkungan di Indonesia dengan menganalisis tren publikasi, fokus penelitian, teknologi pemantauan, dan kontribusi terhadap lingkungan. Pendekatan Systematic Literature Review (SLR) diterapkan pada 15 artikel terpilih yang dipublikasikan antara tahun 2017 hingga 2026. Hasil penelitian menunjukkan tren publikasi yang cenderung meningkat dengan puncak pada tahun 2025, yang mencerminkan meningkatnya perhatian akademik terhadap isu pemantauan lingkungan di Indonesia. Fokus penelitian didominasi oleh pengelolaan sampah, pemantauan kualitas udara, perubahan ekosistem dan penggunaan lahan, serta monitoring lingkungan industri. Dari sisi teknologi, terjadi pergeseran yang jelas dari pendekatan konvensional menuju sistem berbasis digital, termasuk Internet of Things (IoT), remote sensing, dan kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan pemantauan lingkungan secara real-time dan berbasis data. Selain itu, kontribusi pemantauan lingkungan tidak hanya terbatas pada aspek teknis, tetapi juga mencakup peningkatan pengelolaan lingkungan, mitigasi risiko ekologis, perlindungan kesehatan masyarakat, serta dukungan terhadap tata kelola dan kebijakan lingkungan. Secara keseluruhan, penelitian pemantauan lingkungan di Indonesia menunjukkan perkembangan yang bersifat multidisipliner dan berbasis teknologi, meskipun integrasi sistem pemantauan cerdas dan konsolidasi data masih perlu ditingkatkan untuk memperkuat keberlanjutan lingkungan.