Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Terapi Dzikir terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Kala 1 di RSI Banjarnegara Latifah Latifah; Atun Roudotul Marifah; Murniati Murniati
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.519 KB)

Abstract

Nyeri persalinan merupakan fenomena yang terjadi pada individual diawal persalinan hingga pembukaan lengkap sekitar 12-18 jam dengan adanya komponen sensorik dan emosional. Intensitas nyeri kala 1 karena adanya perpaduan nyeri fisik dan kondisi psikologis yaitu kontraksi miometrium disertai regangan segmen bawah rahim dan kondisi ibu selama persalinan yang mengalami kecemasan, kelelahan dan khawatir sehingga meningkatkan nyeri fisik. Dzikir adalah rangkaian untuk mengingat Allah yang secara fisiologis menghasilkan pengaruh secara medis dan psikologis yaitu menyeimbangkan kadar serotonin dan non-epinephrine, sehingga pikiran merasa tenang setelah berdzikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi dzikir terhadap intensitas nyeri persalinan kala I di RSI Banjarnegara. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode pra eksperimen dan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang diperoleh yaitu sebanyak 45 ibu bersalin kala I secara normal di RSI Banjarnegara. Pengambilan data dilakukan dengan mengukur intensitas nyeri sebelum dan setelah pemberian terapi dzikir, kemudian dilakukan analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh pemberian terapi dzikir terhadap intensitas nyeri persalinan kala I dengan p value = 0,000. Oleh karena itu terapi dzikir dapat dijadikan terapi pendamping terapi medis dalam menurunkan intensitas nyeri.
Relaksasi Napas Dalam dan Kompres Hangat Sebagai Bentuk Intervensi Nyeri Akut pada Anak (Studi Kasus pada Anak dengan Demam Thypoid di Ruang Cempaka RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga) Ade Triwinarti; Murniati Murniati; Ema Wahyuningrum
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2021: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2021)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.689 KB)

Abstract

Demam typoid menjadi salah satu penyakit infeksi akut usus halus yang sering terjadi di daerah tropis di Negara berkembang. Demam thypoid mudah menyebar melalui makanan dan minuman yang tercemar melalui lalat, dan serangga. Penularan terjadi melalui air atau makanan yang tercemar kuman Salmonella secara langsung maupun tidak langsung (dari orang yang sakit maupun dari carrier) yang erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan dan perorangan. Demam typoid yang tidak tertangani demam baik akan menyebabkan komplikasi seperti perdarahan dan perforasi usus. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan relaksasi napas dalam dan kompres hangat sebagai bentuk intervensi nyeri akut pada anak (studi kasus pada anak dengan demam typhoid di ruang Cempaka RSUD Dr. R Goeteng Taroenadibrata Purbalingga). Hasil menunjukkan bahwa An M terdiagnosis nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologis. Penulis melakukan tindakan penatalaksanaan dengan kontrol nyeri dengan memberikan terapi farmakologis dan non farmakologis. Setelah mendapatkan relaksasi napas dalam dan kompres hangat selama 3 hari ditemukan ditemukan suhu An M menurun, dan sudah dapat mengontrol nyeri. Hasil menunjukkan masalah nyeri akut teratasi sebagian
Asuhan Keperawatan Hipotermia pada By.Ny.S dengan Berat Badan Lahir Sangat Rendah (BBLSR) di Ruang Melati RSUD Cilacap Vivin Ghozaturohmah; Etika Dewi Cahyaningrum; Murniati Murniati
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.936 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1038

Abstract

Berat badan lahir sangat rendah (BBLSR) yaitu ketika bayi yang baru lahir dengan berat badan kurang dari 1500 gram tanpa memandang masa gestasi, BBLSR dapat terjadi pada bayi dengan usia kurang dari 37 minggu atau pada bayi yang cukup bulan. Berat badan lahir rendah (BBLR) yaitu ketika bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram. Bayi dengan BBLR sering mengalami suhu yang tidak stabil dan dibawah rentang normal yang disebabkan oleh kehilangan panas karena perbandingan luas permukaaan kulit dengan berat badan lebih besar dan kurangnya lemak subkutan sehingga bayi akan lebih berisiko untuk terserang penurunan suhu tubuh (Hipotermia) hingga mencapai dibawah 36,50C. Tujuan dari karya tulis ilmiah ini adalah mampu menggambarkan asuhan keperawatan hipotermia pada By.Ny.S dengan diagnosis BBLSR di ruang Melati RSUD Cilacap. Masalah keperawatan utama yang muncul yaitu hipotermia berhubungan dengan berat badan eksterm. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Asuhan keperawatan BBLSR dengan hipotermia adalah suatu bentuk pelayanan keperawatan untuk mencegah terjadinya kesakitan dan kematian akibat BBLSR.
Pengaruh Terapi Mendongeng Terhadap Tingkat Kecemasan pada Anak Usia Prasekolah Akibat Hospitalisasi di Rumah Sakit Hermina Purwokerto Ameliya Yunita; Murniati Murniati; Ikit Netra Wirakhmi
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.079 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1084

Abstract

Kecemasan merupakan gangguan yang dirasakan oleh seseorang yang tidak mampu mengatasi stressor psikososial dalam menghadapi situasi baru dan berbeda. Anak usia pra sekolah yang mengalami hospitalisasi sangat rentan mengalami kecemasan. Untuk mengurangi dampak kecemasan tersebut maka diperlukan upaya pencegahan atau penanganan, salah satunya dengan terapi mendongeng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi mendongeng terhadap tingkat kecemasan pada anak usia prasekolah akibat hospitalisasi. Metode penelitian ini menggunakan pra eksperimen design dengan one group pretest - posttest, yang mana pengukuran tingkat kecemasan menggunakan kuesioner SCAS (Spence Children Anxiety Scale) yang telah dimodifikasi. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia pra sekolah 3-6 tahun yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Hermina Purwokerto dengan jumlah 16 responden. Dengan uji statistik Wilcoxon ditemukan hubungan bermakna antara terapi mendongeng dengan penurunan tingkat kecemasan anak nilai-P=0,000 (<0,05). Dapat disimpulkan bahwa terapi mendongeng mempunyai hasil yang signifikan terhadap penurunan kecemasan pada anak usia pra sekolah yang mengalami hospitalisasi.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat dengan Penerapan Atraumatic Care di Ruang Sawojajar Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara Yuliana Kristianti; Noor Yunida Triana; Murniati Murniati
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.142 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1112

Abstract

Tingkat pengetahuan perawat tentang atraumatic care merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pemberian asuhan keperawatan untuk mencegah trauma, stress baik fisik dan psikologi pada anak. Penerapan atraumatic care secara optimal berpengaruh kepada perkembangan anak yang dirawat di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat dengan penerapan atraumatic care di ruang Sawojajar Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara tahun 2022. Penelitian ini menggunakan penelitian analitik korelatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 responden dengan teknik total sampling. Penggunaan kuesioner dalam penelitian ini adalah kuesioner pengetahuan perawat dan kuesioner sikap perawat dengan pengolahan data Spearman’s rho. Hasil analisis secara karakteristik didapati responden berusia ≥ 30 tahun (66,7%) berjenis kelamin perempuan (90%) berpendidikan D3 (93,3%) dan memiliki lama kerja ≥ 5 tahun (60%), tingkat pengetahuan perawat cukup sebesar 53,3%, tingkat penerapan cukup sebesar 63,3%, didapat nilai p-value 0,009 (p<α=0,05) dimana nilai correlation coefficient 0,470 sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan tingkat pengetahuan perawat dengan penerapan atraumatic care memiliki hubungan yang sedang. Diharapkan dalam penelitian berikutnya penambahan jumlah sampel serta diadakan pelatihan bagi perawat dan fasilitas yang memadai di ruang perawatan anak.
Gambaran Kejadian Hipotensi pada Pasien saat Intra Operasi Pembedahan Seksio Sesarea dengan Anestesi Spinal di RSUD Tenriawaru Bone Muhammad Subhan; Roro Lintang Suryani; Murniati Murniati
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.178 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1125

Abstract

Seksio sesarea merupakan tindakan pembedahan melalui insisi dinding abdomen dan uterus untuk mengeluarkan janin, plasenta dan ketuban. Teknik anestesi spinal digunakan untuk tindakan seksio sesarea karena pertimbangan resiko dan manfaat. Adapun efek samping dari pemberian anestesi spinal yaitu terjadinya hipotensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden meliputi Usia, IMT(Indeks Massa Tubuh), dan ASA (american society of Anestesiologist), serta mengidentifikasi gambaran kejadian hipotensi pada pasien saat intra operasi pembedahan seksio sesarea dengan anestesi spinal di RSUD Tenriawaru Bone. Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian ini adalah pasien seksio sesarea yang dilakukan tindakan spinal anestesi yang memenuhi kriteria. Tehnik sampling yaitu purposive sampling mendapatkan 52 responden. Serta analisis data menggunakan analisa statistik deskriptif. Hasil Penelitian didapatkan mayoritas umur responden pada rentang Dewasa Awal tahun yaitu 26 orang (50%), IMT berada pada Gemuk (Kelebihan berat badan tingkat Berat) ≥ 27,0 sebanyak 41 orang (78,8 %), ASA II sebanyak 52 orang (100 %), Tekanan darah post anestesi mengalami hipotensi selama 15 menit sebanyak 40 orang (76.9%), dan tidak terjadi Hipotensi sebanyak 12 orang (23.1%). Dari hasil penelitian tersebut, hendaknya dalam memberikan anestesi spinal memperhatikan kejadian hipotensi sehingga dapat mengurangi resiko yang tidak diinginkan.
Gambaran Tingkat Nyeri pada Pasien Post Sectio Caesarea yang Mendapatkan Morphine dan Fentanyle di Ruang Anggrek RSUD Cibinong Tahun 2022 Moh Ripal; Murniati Murniati; Ririn Isma Sundari
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2022: Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2022)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.718 KB) | DOI: 10.35960/snppkm.v2i1.1126

Abstract

Rasa nyeri merupakan stresor yang dapat menimbulkan stres dan ketegangan dimana individu dapat berespon secara biologis dan perilaku yang menimbulkan respon fisik dan psikis. Tujuan skripsi ini untuk melihat gambaran tingkat nyeri pada pasien post section caesarea yang mendapatkan morphine dan fentanyle di Ruang Anggrek RSUD Cibinong Tahun 2022. metode yang digunakan Deskripstif Cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di ruang Anggrek RSUD Cibining. penelitian ini dilakukan pada tgl 7 – 27 Agustus 2022. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 83 responden yang diambil dengan teknik accidental sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuisionner. Hasil penelitian didapatkan lebih dari separuh responden tidak mendapatkan tambahan morphine yang dicampurkan ke Buvipakain pada saat tindakan pembiusan spinal (39,8%), lebih dari separuh responden mendapatkan tambahan fentanyl yang dicampurkan ke Buvipakain pada saat tindakan pembiusan anestesi spinal (60,2%), tingkat nyeri responden yang diberikan tambahan morphin mayoritas berada di tingkat nyeri ringan (41%), sedangkan tingkat nyeri responden yang diberikan tambahan fentanyl mayoritas berada di tingkat nyeri ringan (16,9%). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas pasien yang mendapatkan buvipakain dicampurkan dengan fentanyle berada pada rentan nyeri ringan.
Studi Kasus Penerapan Tepid Water Sponge Untuk Mengatasi Masalah Keperawatan Hipertermia pada Pasien Dengue Hemorraghic Fever (DHF) Alisa Fikhul Fitriyah; Murniati Murniati
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 2 (2024): April 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i2.2139

Abstract

Indonesia salah satu negara tropis di wilayah Asia dengan angka kasus DHF yang cukup tinggi. Tercatat pada tahun 2020 jumlah kasus Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) di Indonesia yaitu 15.819 kasus dengan 121 jumlah kematian. Pasien dengan kondisi demam sesekali terjadi masalah keperawatan hipertermia atau kenaikan suhu tubuh diatas normal. Ditemukan berbagai cara dalam penatalaksanaan demam, baik dengan farmakologi maupun non farmakologi. Salah satu penatalaksanaan demam non farmakologi yaitu penerapan Teknik Tepid Water Sponge guna mengurangi suhu tubuh pasien. Tujuan penelitian ini yaitu pemberian asuhan keperawatan pada anak dengan mengalami hipertermi yang berfokus pada pemberian teknik Tepid Water Sponge terhadap penurunan suhu tubuh pada anak dengan Dengue Hemorrhagic Fever. Desain penelitian ini yaitu studi kasus pada pasien An.D di ruang Wijaya Kusuma Atas RSUD Kardinah Kota Tegal. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa setelah diberikan asuhan keperawatan dengan tindakan pemberian Tepid Water Sponge selama 3x 15 menit ditemukan suhu tubuh pasien terdapat penurunan dari 38,2°C menjadi 37,2°C, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian teknik Tepid Water Sponge dapat menurunkan suhu tubuh pada pasien hipertermia.
Posisi Semi-Fowler Pada Pasien Penurunan Curah Jantung Dengan Congestive Heart Failure (CHF) di RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara Murfiana Murfiana; Suci Khasanah; Murniati Murniati
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 20
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v3i1.1201

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan ketidakmampuan jantung untuk memompa darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi. Salah satu masalah keperawatan yang muncul pada pasien CHF yaitu penurunan curah jantung. Karya tulis ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan penurunan curah jantung pada pasien CHF hari ke-0 di Ruang Mawar RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara. Metode yang digunakan dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini yaitu metode deskriptif dengan satu orang partisipan dengan penurunan curah jantung pada Ny. S berusia 34 tahun dan diberikan asuhan keperawatan selama 3 hari dengan menggunakan proses keperawatan. Diagnosis keperawatan penurunan curah jantung ditandai dengan pasien mengeluh sesak. Rencana intervensi yang ditetapkan perawatan jantung dengan luaran edema cukup menurun, lelah cukup menurun, pucat menurun, palpitasi cukup menurun, dispnea cukup menurun, takikardia cukup menurun, suara jantung S4 cukup menurun, tekanan darah cukup membaik dan capillary refill time cukup membaik. Tindakan keperawatan yang sudah dilakukan perawatan jantung yaitu memposisikan pasien semi-fowler dan kolaborasi pemberian antiaritmia. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam diperoleh hasil penurunan curah jantung belum teratasi. Diharapkan perawat dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terhadap acuan terkini sehingga dapat lebih optimal dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien CHF.
Pencegahan Infeksi Untuk Mengatasi Masalah Resiko Infeksi Pada Anak dengan Diare Husni Prihastari; Murniati Murniati; Madyo Maryoto
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 20
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v3i1.1208

Abstract

Diare adalah pengeluaran feses yang sering, lunak dan tidak berbentuk. Dari data RSI Banjarnegara menunjukan masih tinggiya angka diare dengan masalah penyerta resiko infeksi. Tanda dan gejala anak diare biasanya nafsu makan menurun, sel darah putih menurun, nyeri. Proses inflamasi diare menyebabkan resiko infeksi pada anak. Tujuan studi ini adalah memberikan asuhan keperawatan secara holistik dan komprhensif dengan masalah resiko infeksi. Metode yang digunakan peneliti adalah penelitian kualitatif dengan melakukan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penegakan diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subyek studi kasus karya tulis ilmiah ini adalah An Z, pengkajian didapatkan pasien mual muntah 10 kali, BAB 3 kali dengan kosistensi cair, pernapasan 20 x/menit, spo2 96 %, suhu 36,4 °C, nadi 86 x/menit serta terdapat nyeri diperut. Intervensi yang direncanakan adalah mengajarkan anak untuk melakukan cuci tangan dengan benar dan mengedukasi cara pencegahan penyakit diare dengan masalah resiko infeksi. Hasil studi kasus An Z setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam, dengan mengajarkan melakukan cuci tangan dengan benar dan mengedukasi cara pencegahan penyakit diare, masalah resiko infeksi teratasi sebagian dengan kriteria hasil kebersihan tangan, nyeri, nafsu makan, dan sel darah putih membaik. Kesimpulan: asuhan keperawatan anak resiko infeksi dengan diare dapat teratasi sebagian. Kata kunci: Diare, Resiko Infeksi, Studi Kasus.
Co-Authors Adani, Amalia Winahyu Ade Triwinarti Adiratna Sekar Siwi Adita Silvia Fitriana Alisa Fikhul Fitriyah Aliya Permala Putri Ameliya Yunita Anatria Septama Putri Annisa Hayyu Prastiwi Astriyani, Astriyani Atun Raudatul Ma’rifah Atun Raudotul Ma’rifah Atun Roudotul Marifah Cahyaningrum, Etika Dewi Dafit Santoso Danar Puspitowati Darsiti, Darsiti Dewi C, Etika Doni Febriana Setiawan Dwi Novitasari Ema Wahyu Ningrum Erma Fatimah Nuriyah Erni Erlina Ferlisan Tabanci Feti Kumala Dewi Feti Kumala Dewi Husni Prihastari Husnul Nur Afiah Husnul Nur Afiah Inayah Aris Santy Ita Apriliyani Ita Nur Khasanah Kirana, Lintang Kusumawardhani, Berliana Latifah Latifah Leli Ngatikoh Lutfi Alifatu Zahro Made Suandika Madyo Maryoto Mariah Ulfah Maulida Hasanah Maya Safitri Maya Safitri Moh Ripal Muhammad Firman Saefudin Muhammad Subhan Murfiana Murfiana Nada Salim As Syadza Natalia Jayanti Mandasari Ningrum, Ema Wahyu Nita Khikmatul Aeni Noor Yunida Triana Nur Indah Sarifah Nursyafaah, Firli Peristamaya Himawan, Indira Pitaloka Anjani Putri Lutfiatul Ulum Rahayu, Alfiah Tri Rahmaya Nova Handayani Ria Septiana Riandita Ratna Puspita Ririn Isma Sundari Riska Mey Listiana Roro Lintang Suryani Roro Lintang Suryani Rostanti, Andita Indah Safagiana Ade Marlanti Said Muhammad Yusuf Salasah, Menik Astuti Saputri, Indira Rahma Septian Mixrova Sebayang Setyawati, Martyarini Budi Si Putri Ragil Siti Dara Aulia Siti Haniyah Siwi Tri Guno Respati Suci Khasanah Suci Khasanah suci khasanah Syangadah, Zulfiati Tri Sumarni Triana Safitri, Eva Triana, Noor Yunida Triana, Noor Yunida Vivin Ghozaturohmah Wilujeng Pangesti Wirakhmi, Ikit Netra Yeni Rahmayani Yuliana Kristianti Yuni Hartati