Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN NOMOPHOBIA (NO MOBILE PHONE PHOBIA) PADA ANAK PENGGUNA SMARTPHONE DI SD NEGERI 1 DUKUHWALUH Annisa Hayyu Prastiwi; Ita Apriliyani; Murniati Murniati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.20643

Abstract

Nomophobia merupakan perasaan cemas dan takut saat terpisah dari smartphone yang terjadi karena penggunaan smartphone yang berlebihan. Nomophobia dapat menyebabkan beberapa efek diantaranya stres, kurang fokus, antisosial, serta insomnia. Nomophobia dapat terjadi pada semua kalangan tak terkecuali pada anak-anak ditingkat sekolah dasar dimana pada usia ini merupakan tahap penting dalam perkembangan kognitif, motorik, dan sosial pada kehidupan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran nomophobia pada anak pengguna smartphone di SD Negeri 1 Dukuhwaluh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Responden pada penelitian ini adalah 64 orang tua siswa kelas 4 dan 5 yang anaknya memiliki smartphone yang diambil dengan teknik total sampling. Pengambilan data dilakukan dengan membagikan kuesioner Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian didapatkan bahwa nomophobia pada anak pengguna smartphone di SD Negeri 1 Dukuhwaluh mayoritas berada pada kategori sedang (57,8 %), didominasi oleh responden dengan usia 11 tahun (40,6%), mayoritas berjenis kelamin laki-laki (56,2%), mayoritas memiliki smartphone selama 1-2 tahun (50%), dan mayoritas menggunakan smartphone selama >2 jam (42,2%). Dengan demikian, mayoritas siswa SD Negeri 1 Dukuhwaluh pengguna smartphone mengalami kecenderungan nomophobia pada kategori sedang. Disarankan agar orang tua dapat mengontrol anaknya dalam menggunakan smartphone dan anak-anak dapat mengatur waktu pemakaian smartphone sehingga tidak mengalami kecenderungan nomophobia.
Edukasi Pemberian Kompres Daun Dadap Serep Sebagai Penurun Demam Balita Pada Kader dan Ibu Di Posyandu Delima Desa Pliken Astriyani, Astriyani; Murniati, Murniati; Cahyaningrum, Etika Dewi
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2024): Juli 2024 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v4i4.568

Abstract

Demam merupakan kenaikan suhu tubuh di atas normal, dikatakan normal apabila suhu tubuh berada pada kisaran 36,5?C - 37,5?C. Salah satu perawatan nonfarmakologis untuk menurunkan suhu tubuh penderita demam yaitu dengan kompres daun dadap serep yang memiliki kandungan etanol yang berefek mendinginkan. Sasaran pengabdian kepada masyarakat ini adalah kader (5 orang) dan ibu balita (50 orang) di Posyandu Delima Desa Pliken. Pemilihan Posyandu Delima sebagai lokasi sasaran pengabdian kepada masyarakat ini dikarenakan jumlah ibu balita yang hadir di posyandu tersebut lebih banyak jika dibandingkan dengan posyandu lain, dan berdasarkan informasi yang diperoleh dari kader setempat menyebutkan bahwa kader maupun ibu balita di Posyandu Delima belum mengetahui secara pasti terkait penanganan alternatif pada balita demam. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menambah tingkat pengetahuan kader dan ibu di Posyandu Delima Desa Pliken. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari dua tahap. Pertemuan pertama dilaksanakan pada 5 Februari 2024 yang dihadiri oleh 5 kader dan 41 ibu, pertemuan ini berupa identifikasi tingkat pengetahuan dengan pengisian kuesioner pre test dilanjutkan pendidikan kesehatan dengan metode ceramah, sedangkan pertemuan kedua dilaksanakan pada 5 Maret 2024 yang dihadiri oleh 5 kader dan 39 ibu, dengan kegiatan berupa evaluasi tingkat pengetahuan dengan pengisian kuesioner post test. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diperoleh nilai rata-rata pengetahuan sebelum pendidikan kesehatan yaitu 63,2 dan setelah pendidikan kesehatan yaitu 83,8. Hal ini menunjukan adanya peningkatan nilai rata-rata sejumlah 20,6. Mayoritas peserta mengalami peningkatan pengetahuan, yaitu 42 orang (95%), walaupun demikian masih ada 2 orang (5%) yang pengetahuannya tetap, dan tidak ada yang mengalami penurunan pengetahuan. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dapat meningkatan pengetahuan kader dan ibu tentang edukasi pemberian kompres daun dadap serep sebagai penurun demam balita. Luaran dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah publikasi ilmiah dalam jurnal pengabdian masyarakat.
Edukasi Terapi Pijat Bayi Dengan Minyak Aromaterapi Untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Balita di Posyandu Melati 6 Desa Karang Duren Rahayu, Alfiah Tri; Murniati, Murniati; Triana, Noor Yunida
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2024): September 2024 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v4i5.588

Abstract

Pijat bayi merupakan salah satu teknik relaksasi yang dapat memberikan manfaat pada bayi dan anak kecil, antara lain membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, relaksasi, membuat bayi tidur lebih nyenyak, dan bayi tetap sehat dan hangat. Namun masih banyak orang tua khususnya ibu yang belum mengetahui tentang terapi pijat bayi. Oleh karena itu, kurangnya pemahaman ibu terhadap pijat bayi mandiri akan mempengaruhi pemahaman ibu terhadap pijat bayi. Ibu masih takut untuk memijat bayinya sendiri sehingga lebih memilih dukun yang memijat bayinya. Selain itu, sebagian orang berpendapat bahwa pijat bayi hanya untuk bayi yang sakit. Salah satu aspek pijat bayi yang masih kontroversial adalah penggunaan minyak pijat. Banyak responden yang berpendapat bahwa informasi mengenai pijat bayi dan tradisi budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi saja tidak cukup. Hanya dukun yang bisa melakukan pijat bayi, sehingga para ibu selalu percaya bahwa bayinya dipijat oleh dukun bayi. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk meningkatkan kesadaran para ibu terhadap terapi pijat bayi dengan minyak aromaterapi. Manfaat PkM diharapkan dapat menambah bahan referensi dan memberikan informasi mengenai terapi pijat bayi dan aromaterapi untuk menambah pengetahuan ibu-ibu yang memiliki anak usia dini. Total ada 2 kali pertemuan yang dilaksanakan pada acara ini dan diikuti oleh total 20 ibu-ibu yang memiliki balita. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan ceramah dan diskusi. Media yang digunakan berupa video terapi pijat bayi, LCD dan proyektor, laptop. Hasil dari kegiatan ini didapatkan tingkat pengetahuan dari nilai rata-rata skor 66,3 meningkat menjadi 80. Kesimpulan dari kegiatan ini terdapat adanya peningkatan pengetahuan ibu balita melalui edukasi terapi pijat bayi dengan minyak aromaterapi. Luaran pengabdian ini meliputi publikasi jurnal pengabdian masyarakat.
Pemberian Edukasi tentang Penggunaan Jahe dan Madu sebagai Upaya Nonfarmakologis untuk Anak dengan ISPA Pada Kader Posyandu di Desa Karangaren Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga Kirana, Lintang; Cahyaningrum, Etika Dewi; Murniati, Murniati
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2024): September 2024 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v4i5.610

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) saat ini masih menjadi permasalahan yang sering ditemukan pada anak. Data hasil pra survei yang didapatkan penulis melalui wawancara dengan bidan desa di Desa Karangaren Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga terdapat sejumlah 81 kasus ISPA pada anak. Penulis juga melakukan wawancara dengan salah satu kader posyandu sekaligus seorang ibu yang mengatakan bahwa masih belum paham mengenai penggunaan jahe dan madu yang dapat digunakan untuk penanganan ISPA pada anak dan balita. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu mengenai penanganan ISPA melalui penggunaan jahe dan madu sebagai upaya nonfarmakologis dan untuk menyampaikan kembali informasi penanganan ISPA kepada orang tua anak. Metode PkM yang digunakan yaitu menggunakan lembar kuesioner pre test, pemberian pendidikan kesehatan melalui ceramah serta diskusi dengan media powerpoint dan leaflet yang dibagikan diakhir kegiatan, pengisian kuesioner post test serta evaluasi kegiatan. Pertemuan pertama tahap pre test didapatkan hasil identifikasi karakteristik usia kader antara usia 34-53 tahun, dan karakteristik pendidikan mulai dari tingkat SMP/SLTP, SMA/SLTA, dan D2, serta mayoritas karakteristik pekerjaan kader tidak bekerja sebagai ibu rumah tangga. PkM dilaksanakan selama 2 kali pertemuan bertempat di Balai Desa Karangaren dan diikuti oleh 10 kader posyandu yang terevaluasi. Hasil PkM didapatkan adanya peningkatan pengetahuan dari nilai rata-rata skor pre test 63,6 meningkat menjadi 82,9 pada post test dengan selisih nilai 19,3. Kesimpulan kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan kader melalui kegiatan pendidikan kesehatan dan bertambahnya pemahaman kader posyandu di Desa Karangaren. Bagi kader posyandu diharapkan dapat menyampaikan kembali informasi penanganan ISPA menggunakan jahe dan madu pada orang tua anak. Luaran dari kegiatan PkM ini yaitu Pubikasi Jurnal Pengabdian Masyarakat mengenai pemberian edukasi tentang kegunaan jahe dan madu sebagai upaya nonfarmakologis untuk anak dengan ISPA.
Peningkatan Pengetahuan Kader tentang Chest Therapy pada Balita ISPA di Desa Karangaren Syangadah, Zulfiati; Murniati, Murniati; Cahyaningrum, Etika Dewi
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.3869

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yaitu penyakit yang sering menyerang anak usia dibawah lima tahun (balita) terutama di negara-negara berkembang. Munculnya produksi sputum yang berlebihan pada ISPA dapat menghambat jalan pernafasan dan mengurangi efesiensi ventilasi yang diperlukan. Penatalaksanaan non farmakologis chest therapy dapat digunakan sebagai alternatif untuk membantu mengeluarkan dahak sehingga dapat mengurangi masalah pernapasan pada balita. Tujuan pengabdian iniuntuk meningkatkan pengetahuan kader tentang chest therapy yang diharapkan dapat menyampaikan kepada masyarakat khususnya ibu balita. Kader merupakan salah satu individu yang terpilih oleh posyandu sebagai sukarela terkait pelayanan kesehatan. Metode yang dilakukan dengan ceramah dan demonstrasi menggunakan media power point dan leaflet. Evaluasi pengetahuan menggunakan pre test dan post test, sedangkan evalusi minat dengan kuesioner intensi. Kegiatan ini dilakukan sebanyak dua kali pertemuan dan diikuti 15 kader posyandu balita di Desa Karangaren. Total kader yang mampu dievaluasi sebanyak 10 (71,4%) kader dari 14 kader, dengan hasil dari kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan sebanyak 10,5 dari nilai rata-rata 82,5 menjadi 93. Dari seluruh kader 10 (100%) yang terlibat memiliki minat yang sangat baik dalam menginformasikan yang didapatkan tentang chest therapy. Kesimpulan kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan kader serta adanya minat kader dalam menginformasikan kembali.
Edukasi Pemberian Kompres Bawang Merah untuk Menurunkan Demam Balita pada Kader dan Ibu di Posyandu Melati 6 Desa Karang Duren Nursyafaah, Firli; Cahyaningrum, Etika Dewi; Murniati, Murniati
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.3870

Abstract

Penyakit dimana suhu tubuh naik diatas normal mencapai suhu di atas 37,5°C disebut demam. Berdasarkan hasil rapat yang dilakukan pada Senin, 16 Oktober 2023 bersama salah satu kader Posyandu Melati 6 di Desa Karang Duren, Wilayah Sokaraja, terdapat 20 kasus demam pada anak usia enam hingga dua tahun di September 2023. Mayoritas kasus ini disebabkan oleh cuaca yang sangat panas, namun ada juga yang disebabkan oleh gejala suatu penyakit. Kader juga menyatakan bahwa 100% ibu memperkirakan tingkat panas dalam tubuh mereka menggunakan tangan. Kegiatan PkM dirancang dengan memadukan metode ceramah dan diskusi guna meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat, khususnya ibu balita, dalam memanfaatkan kompres bawang merah sebagai pengobatan tradisional agar dapat meredakan demam pada anak. Media yang digunakan adalah buku saku, power point, dan leaflet. Kegiatan ini diikuti oleh lima orang kader dan 23 orang ibu dalam dua pertemuan. Pengetahuan kader meningkat dari rata-rata 78,3 menjadi 88,0 pada kegiatan ini, sedangkan pengetahuan ibu meningkat dari rata-rata 58,3 menjadi 87,8. Selain itu, keterampilan tiga kader mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 100 dibandingkan rata-rata sebelumnya 66,7. Melalui kegiatan edukasi kesehatan seperti edukasi dan simulasi penggunaan kompres bawang merah untuk mengatasi demam pada balita, kegiatan ini menghasilkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan.
The Relationship of Online Game Addiction with Aggressive Behavior for Teenagers at SMP Negeri 3 Banyumas Adani, Amalia Winahyu; Triana, Noor Yunida; Murniati, Murniati
PROMOTOR Vol. 7 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v7i1.468

Abstract

There is a lot of verbal and physical aggression in online games today. Playing games with a high level of violence can lead to an increase in hostile attitudes and actions. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between online game addiction and the aggressive behavior of grade VIII students at SMP Negeri 3 Banyumas. This study is a correlational study using a cross-sectional approach. The population in this study consisted of 92 grade VIII students of SMP Negeri 3 Banyumas who played online games. A sample of 75 respondents was taken using a simple random sampling technique. The questionnaire was used as a data collector and analyzed with the Spearman rank correlation test. The results showed that most online game addicts were in the mild category (80%), most showed moderate aggressive behavior (62.7%), and there was a strong relationship between online game addiction and aggressive behavior class VIII SMP Negeri 3 Banyumas with a p-value of 0.000 (p-value <0.05; r =  0.579). This indicates that online game addiction can affect a person's aggressive behavior, the higher the level of online game addiction, the more aggressive behavior it leads. This research is expected to be a reference for pediatric nursing.
Penyuluhan Kesehatan Tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan Bagi Ibu Hamil di Puskesmas Jeruklegi 1 Rostanti, Andita Indah; Dewi C, Etika; M, Murniati
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 2 (2024): Madani, Vol. 2, No. 2 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10720292

Abstract

Masa balita adalah masa yang paling penting dalam siklus kehidupan, karena pada usia 0 sampai 5 tahun balita mengalami perkembangan fisik, mental dan perilaku. Oleh karena itu di usia tersebut balita perlu mendapat perhatian khusus dalam hal gizi mereka. Tumbuh kembang anak di masa mendatang sangat dipengaruhi oleh perhatian orang tua dalam hal pemberian gizi di usia balita. Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan terdiri dari 270 hari selama kehamilan dan 730 hari kehidupan pertama sejak bayi dilahirkan merupakan periode emas (golden period) karena pada periode ini, awal kehidupan pertumbuhan dan perkembangan secara cepat. Periode ini juga merupakan masa yang menjadi perhatian dalam program Gerakan Nasional Sadar Gizi dalam Rangka Percepatan Perbaikan Gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) (Coello, 2012). Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan pengetahuan kepada ibu hamil mengenai 1000 Hari Pertama Kehidupan dan diharapkan status kesehatan gizi anak meningkatMetode yang digunakan dalam mengatasi permasalahan mitra ialah dengan ceramah, dan diskusi. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan Leaflet. Teknik evaluasi yang digunakan yaitu pre-test dan post-test Kegiatan Pelaksanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat terbagi menjadi Tahap persiapan, pertemuan pertama, pertemuan keduaHasil kegiatan PkM yang dilakukan dengan pengukuran tingkat pengetahuan pre-test dan post test, dengan hasil rata-rata pre-test yaitu 84,5%, hasil rata-rata post-test yaitu 89,5% dan mengalami kenaikan sebesar 5%. Kesimpulan pada kegiatan ini yaitu ibu mengalami peningkatan pengetahuan setelah diberi edukasi tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan di Puskesmas Jeruklegi 1 Cilacap. 
Pemberian Terapi Bermain Puzzle Untuk Menurunkan Kecemasan Hospitalisasi Pada An. M Di RST Wijayakusuma Purwokerto Triana Safitri, Eva; Murniati, Murniati; Dewi Cahyaningrum, Etika
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Maret 2025 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v5i2.676

Abstract

Masa kanak-kanak merupakan suatu fase perkembangan yang dikenal dengan istilah anak usia dini, yang meliputi usia 3 sampai 6 tahun. Hospitalisasi adalah pengobatan yang dilakukan di rumah sakit karena keadaan darurat yang mengharuskan anak menginap di rumah sakit. Berdasarkan data yang diperoleh dari RST Wijayakusuma Purwokerto pada bulan Juli 2024 terdapat 17 dari 20 anak yang dirawat di rumah sakit, sehingga diperlukan suatu media yang dapat mengekspresikan kecemasannya, salah satunya adalah terapi bermain. Hasil observasi di RST Wijayakusuma Purwokerto, terapi bermain sudah dilaksanakan, namun pelaksanaannya masih terbatas dan belum terstandar secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan asuhan keperawatan kecemasan pada anak dengan hospitalisasi di rumah sakit, dengan penekanan pada penggunaan terapi bermain puzzle yang dilakukan dua kali sehari selama 15 sampai 30 menit setiap kalinya. Metode yang digunakan berupa studi kasus yang dimulai dari pengkajian, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi keperawatan. Hasil evaluasi dari penelitian ini yaitu diperoleh masalah teratasi dari skala kecemasan yang awalnya 5 (sangat tidak senang) menjadi poin 2 (senang).  
OPTIMALISASI LITERASI NUTRISI 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI BERBASIS KELUARGA BAGI IBU HAMIL DI DESA PURBAYASA Kusumawardhani, Berliana; Murniati, Murniati; Ningrum, Ema Wahyu
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 04 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya prevalensi stunting di Indonesia, khususnya di Kabupaten Purbalingga, menjadi perhatian serius dalam dunia kesehatan masyarakat. Salah satu penyebab utamanya adalah rendahnya literasi gizi ibu hamil selama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil terkait nutrisi pada masa HPK melalui edukasi berbasis keluarga. Kegiatan dilakukan di Desa Purbayasa pada 19 April 2025 dengan melibatkan 13 ibu hamil beserta anggota keluarganya. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, pembagian buku saku, serta evaluasi dengan pre-test, post-test, dan kuesioner sikap. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 87,6 menjadi 93,8, serta seluruh peserta menunjukkan sikap positif (100%). Hal ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis keluarga efektif meningkatkan kesadaran nutrisi ibu hamil dan direkomendasikan untuk dilakukan secara berkala di tingkat desa.
Co-Authors Adani, Amalia Winahyu Ade Triwinarti Adiratna Sekar Siwi Adita Silvia Fitriana Alisa Fikhul Fitriyah Aliya Permala Putri Ameliya Yunita Anatria Septama Putri Annisa Hayyu Prastiwi Astriyani, Astriyani Atun Raudatul Ma’rifah Atun Raudotul Ma’rifah Atun Roudotul Marifah Cahyaningrum, Etika Dewi Dafit Santoso Danar Puspitowati Darsiti, Darsiti Dewi C, Etika Doni Febriana Setiawan Dwi Novitasari Ema Wahyu Ningrum Erma Fatimah Nuriyah Erni Erlina Ferlisan Tabanci Feti Kumala Dewi Feti Kumala Dewi Husni Prihastari Husnul Nur Afiah Husnul Nur Afiah Inayah Aris Santy Ita Apriliyani Ita Nur Khasanah Kirana, Lintang Kusumawardhani, Berliana Latifah Latifah Leli Ngatikoh Lutfi Alifatu Zahro Made Suandika Madyo Maryoto Mariah Ulfah Maulida Hasanah Maya Safitri Maya Safitri Moh Ripal Muhammad Firman Saefudin Muhammad Subhan Murfiana Murfiana Nada Salim As Syadza Natalia Jayanti Mandasari Ningrum, Ema Wahyu Nita Khikmatul Aeni Noor Yunida Triana Nur Indah Sarifah Nursyafaah, Firli Peristamaya Himawan, Indira Pitaloka Anjani Putri Lutfiatul Ulum Rahayu, Alfiah Tri Rahmaya Nova Handayani Ria Septiana Riandita Ratna Puspita Ririn Isma Sundari Riska Mey Listiana Roro Lintang Suryani Roro Lintang Suryani Rostanti, Andita Indah Safagiana Ade Marlanti Said Muhammad Yusuf Salasah, Menik Astuti Saputri, Indira Rahma Septian Mixrova Sebayang Setyawati, Martyarini Budi Si Putri Ragil Siti Dara Aulia Siti Haniyah Siwi Tri Guno Respati suci khasanah Suci Khasanah Suci Khasanah Syangadah, Zulfiati Tri Sumarni Triana Safitri, Eva Triana, Noor Yunida Triana, Noor Yunida Vivin Ghozaturohmah Wilujeng Pangesti Wirakhmi, Ikit Netra Yeni Rahmayani Yuliana Kristianti Yuni Hartati