Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Keperawatan Resiko Jatuh Pada An. F dengan Kejang Deman di Ruang Firdauz di RSI Banjarnegara Ita Nur Khasanah; Murniati Murniati; Madyo Maryoto
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 20
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v3i1.1209

Abstract

Kejang demam merupakan kelainan neurologis yang paling sering ditemukan pada anak. Kejang demam dapat dikaitkan dengan faktor usia, tingkatan suhu, dan kecepatan peningkatan suhu. Faktor hereditas juga memiliki peran penting terhadap bangkitan kejang demam, dimana pada anggota keluarga penderita memiliki peluang untuk mengalami kejang lebih banyak dibandingkan dengan anak yang normal. Penderita kejang demam diperkirakan terdapat lebih dari 21,65 juta dan 216 ribu diantaranya meninggal dengan usia antara 1 bulan sampai 11 tahun dengan riwayat kejang demam. Hasil survey pendahuluan di ruang Firdauz RSI Banjarnegara dari tahun 2021 hingga tahun 2023 didapatkan data sebanyak 73% atau sekitar 399 pasien anak yang mengalami kejang demam. Tujuan studi kasus ini yaitu untuk menggambarkan asuhan keperawatan risiko jatuh pada anak dengan kejang demam di ruang Firdauz RSI Banjarnegara. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil pengkajian didapatkan bahwa keadaan umum bayi tampak lemah serta didampingi oleh keluarganya, hand rail dan pengunci roda pada bed anak belum terpasang, selain itu sebelumnya bayi memiliki riwayat jatuh dari tempat tidur ketika dirumah dan skor skala jatuh yaitu 20. Hasil Tindakan keperawatan yang dilakukan selama 3x8 jam di RSI Banjarnegara fokus tindakan diarahkan pada pencegahan jatuh didapatkan pasien beraktivitas di tempat tidur dengan hand rail terpasang dan terpasang setiker resiko jatuh. Asuhan keperawatan ini diharapkan dapat dijadikan acuan untuk dapat memberikan perawatan dan mencegah terjadinya kejang demam pada bayi. Kesimpulan penulisan karya tulis ilmiah ini adalah pengkajian berjalan dengan baik, tidak terdapat kendala ataupun hambatan. Pengkajian dilakukan kepada klien secara langsung dan kepada keluarga klien. Kata kunci: bayi, kejang demam, resiko jatuh
Studi Kasus: Penerapan Water Tepid Sponge untuk Mengatasi Masalah Keperawatan Hipertermi pada Pasien Kejang Demam Erma Fatimah Nuriyah; Murniati Murniati
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 5, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v5i2.11858

Abstract

Angka kasus kejang demam di Indonesia diinformasikan mencapai 14.252 penderita. Komponen pencetus kejang demam bukan pada saat setelah timbul penambahan temperatur yang lama, tetapi pada saat suhu tubuh mengalami peningkatan yang disebut hipertermi. Hpertermi ialah salah satu hal yang sering dialami saat pasien mengalami kejang demam. Salah satu upaya selama menurunkan suhu ialah menggunakan Teknik nonfarmakologis, salah satunya yaitu Teknik water tepid sponge. Tepid Sponge ialah gabunga teknik blok dan seka. Teknik ini memakai kompres blok bukan semata-mata di satu tempat saja, tetapi langsung disejumlah lokasi yang mempunyai pembuluh darah besar. Penelitian ini adalah menerapkan Teknik water tepid sponge untuk menurunkan suhu tubuh pada pasien hipertemi. Metode pada penelitian ini ialah studi kasus (case study) dan subyek yang digunakan adalah pasien Hipertermi berusia 1,6 tahun yang di rawat di ruang rawat inap Aster RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah dilakukan implementasi pemberian tepid sponge selama 20-30 menit/hari selama 3x24 jam pasien mengalami penurunan suhu tubuh dari 38,4oC menjadi 36,5oC. Kesimpulan penelitian ini adalah ada penurunan suhu tubuh pasien Hipertemi dengan dilakukan penenerapan water tepid sponge. Saran untuk pasien diharapkan pasien/keluarga bisa menerapkan Teknik water tepid sponge ini secara mandiri.
Description of Bullying Incidents in Students at Public School 02 Mereng Maulida Hasanah; Noor Yunida Triana; Murniati Murniati
PROMOTOR Vol. 6 No. 5 (2023): OKTOBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v6i5.432

Abstract

The incidence of bullying in elementary school students has become a trend today. The Indonesian Child Protection Commission (KPAI) provided data related to bullying incidents from January to April 2019, there were 25 reported cases of bullying, covering about 67% of all cases reported at the primary/equivalent education level. The purpose of this study was to determine the picture of bullying incidents that often occur at SDN 02 Mereng. This study used quantitative descriptive analysis methodology, with a cross-sectional design through the form of a survey, the instrument in this study used a questionnaire that had been tested for validity with a calculated r-value of >0.325 and a reliability test with a Cronbach's Alpha value of 0.786. Data were tested by univariate analysis. It was found that the majority of respondents were female (64%/), the majority aged 12 years (40.5%), and the incidence of bullying in the High category (58.8%). This shows that bullying incidents at SDN 02 Mereng still occur a lot. The form of bullying that often occurs is physical bullying, although there is also verbal bullying.
Penggunaan Rehidrasi Cairan Untuk Mencegah Terjadinya Dehidrasi Pada Pasien Anak Dengan Gastroenteritis Akut Riska Mey Listiana; Murniati M; Suci Khasanah
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 9 (2023): Oktober
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10014651

Abstract

Acute gastroenteritis is characterized by watery stools that come up abnormally frequently—three or more times per day—and may contain mucus or blood. One of the consequences is the risk of hypovolemia, which, if not treated immediately, can lead to dehydration. In order to describe the danger of hypovolemia when An. K., who has acute gastroenteritis, is being nursed, this study employs a case study research approach. The case study's main patient, An. K., has nursing concerns and runs the danger of developing hypovolemia when dealing with acute gastroenteritis. Data were gathered through interviews, physical examinations, supporting examinations, documentation, and observation, with a focus on liquid fiber bowel movements >3 times per day and vomiting >4 times per day. Fluid rehydration through fluid monitoring and hypovolemia control are the main nursing interventions. Since the outer requirements, namely fluid intake and urine output, have not yet been satisfied, the 3x24-hour rehydration action has not improved the fluid status. But there has been an increase from the first day of therapy to day three. The best technique to stop dehydration and replace body fluids lost due to diarrhea is obviously nursing, along with rehydration.
Asuhan Keperawatan Hipertermi Pada An. A Dengan Demam Typhoid di Ruang Soka RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara Nur Indah Sarifah; Murniati M; Etika Dewi C
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 9 (2023): Oktober
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10014750

Abstract

Salmonella typhi is a bacterium that causes an acute infectious disease known as typhoid fever, which manifests as symptoms in the digestive tract. The endotoxin produced by these bacteria will increase local inflammation, disrupt the thermoregulation center, and cause hyperthermia. Typhoid fever in children usually begins with a fever that lasts for 7 days. Chills, dyspepsia, headaches, and an increase in body temperature to >37°C are other recognizable symptoms and signs of infection. The purpose of this research is to provide an overview of the nursing care given to An.A., who had typhoid fever, at Hj. Anna Lasmanah Hospital, Banjarnegara. The method used is a case study. The subject of this case study is An. A., aged 3 years. The results of the study were: red skin color, pale face, skin feeling warm, body temperature found to be 37.9 oC, and by examining Salmonella typhi O: 1/160 widal test. The intervention that was carried out was hyperthermic management by providing external cooling, namely onion compresses. Results of Case Study An. A  After nursing actions for 3 days, the problem was resolved with redness of the skin improving, not paleness, skin temperature improving, and body temperature decreasing to 36.9 oC. Conclusion: Red onion compresses can reduce body temperature in hyperthermic patients. Suggestion: Families can use onion compresses at home as a substitute for febrifuges.
Asuhan Keperawatan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Pada An. B Dengan Bronkopneumonia di Ruang Firdaus RSI Banjarnegara Yeni Rahmayani; Murniati M; Etika Dewi C
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 9 (2023): Oktober
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10014879

Abstract

The leading cause of illness and mortality in children under five is bronchopneumonia. Child bronchopneumonia is often characterized by tachypnea, cough, decreased appetite, numbness, and nasal breathing. Ineffective breathing is one of clinical signs and issues brought on by inflammatory process of bronchopneumonia, which increases secretion production. Purpose of this study is to provide patients with ineffective respiratory issues with complete nursing care. A case study approach is employed in descriptive research methodology. An.B is subject of case study in this scientific paper. During examination, it was discovered that patient had a cough that was difficult to get rid of, was breathing 26x/minute, ronchi sounds in his left lobe of the lungs, had a blood oxygen saturation 95%, and had pulse rate of 100x/minute. Chest physical therapy and respiratory management are intended interventions. According to case study An.B's outcomes, respiratory issues can be partially resolved following nursing care for three consecutive days by engaging in chest physical therapy. Improvements in effective coughing, sputum production, moderate ronchi voice, frequency of breathing, and anxiety were also noted. Conclusion: Bronchopneumonia in An.B can be partially treated by providing ineffective nursing care that clears breathing channel.
Pemberian Inhalasi Minyak Kayu Putih Untuk Memperbaiki Pola Napas Tidak Efektif Pada Anak Dengan Bronkitis Si Putri Ragil; Murniati M; Etika Dewi Cahyaningrum
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 2, No 7 (2023): Oktober
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10020127

Abstract

There are 1.6 million persons who have bronchitis in Indonesia. Coughing, wheezing, sputum buildup, and shortness of breath are common symptoms. We must be mindful of the efficiency of breathing patterns when considering these symptoms. The goal of this study was to identify inefficient breathing techniques used by nurses to provide bronchitis-stricken An. A with nursing care. An. A is the focus of this case study in a scientific journal, and the study's findings include cough and runny nose, RR 32 beats per minute, additional rhonchi noises, SPO2 92%, body temperature 36.8 oC, and pulse 100 beats per minute. Airway control using eucalyptus oil inhalation was the intervention that was used. The major treatment for An's respiratory pattern issues was a straightforward inhalation of eucalyptus oil, and the findings of the case study were achieved following nursing care for airway management for three consecutive days. Increased inspiratory pressure, moderately decreased dyspnea, moderately decreased use of accessory muscles, decreased orthopnea, moderately decreased nasal breathing, improved respiratory rate, and improved respiratory depth are all signs that A can be substantially resolved. This demonstrates how eucalyptus oil can help bronchitis patients breathe more easily.
GAMBARAN TINGKAT KEMANDIRIAN LANSIA DALAM PEMENUHAN ACTIVITY DAILY LIVING DI ROUJIN HOME SEIFUEN SHIKINA, OKINAWA JEPANG Husnul Nur Afiah; Murniati; Siti Haniyah
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 3 No. 2: Oktober 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Japan is faced with problems related to population growth. As a result As a result, the population structure in Japan shows the condition of an aging society with another name Koreika Shakai This study is intended to understand the description of the level of independence in fulfilling daily activities in the elderly at Roujin Home Shikina Saefuen, Okinawa Japan. The method used in this research is descriptive quantitative. The instrument used in this study was the Barthel index (validity value r > 0.4438 and reliability value 0.884). The results showed that the elderly were more than 90 years old, the elderly were female, and most of them were mildly dependent. It can be concluded that the elderly at Roujin Home Seifuen Shikina are very old, dominated by women, most of whom need partial assistance in fulfilling Activity Daily Living (ADL).
BERSIHAN JALAN NAPAS PADA An.K DENGAN DIAGNOSA MEDIS TUBERCULOSIS PARU DI RUANG ASTER RSUD Prof. dr. MARGONO SOEKARJO Husnul Nur Afiah; Murniati Murniati
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 4 No 6: Nopember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v4i6.2836

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan global yang menjadi salah satu dari 10 penyebab kematian dunia setelah HIV/AIDS. Mycobacteriun tuberculosis adalah kuman penyebab infeksi Tuberkulosis yang ditularkan melalui droplet, interaksi sosial menjadi media penularan ketika seseorang terinfeksi berinteraksi fisik secara dekat sehingga percikan dahak terhirup ke orang yang sehat. Metode: Jenis karya tulis imiah ini ditulis dengan desain studi kasus deskriptif. Penelitian deskriptif dilakukan dengan cara mencari informasi berkaitan dengan gejala yang ada, dijelaskan dengan jelas tujuan yang akan diraih, merencanakan bagaimana melakukan pendekatannya, dan mengumpulkan berbagai macam data sebagai bahan untuk membuat laporan. Hasil: Hasil pengkajian ditemukan bahwa An.K mengeluh sesak napas dan batuk berdahak. Pelaksanaan tindakan keperawatan disesuaikan dengan rencana intervensi tindakan yang telah disusun yaitu manajemen jalan napas, dengan melakukan batuk efektif. Hasil yang didapatkan setelah dilakukan tiga kali kunjungan pada An.K adalah masalah bersihan jalan napas tidak efektif teratasi sebagian. Hal ini terlihat dari adanya sesak napasnya berkurang, batuk berdahak berkurang, RR 25 x/menit, Spo2 98%, dan pasien masih terpasang nasal kanul 3 liter. Kesimpulan: Manajemen jalan napas dalam hal ini pemberian batuk efektif dapat membantu mengeluarkan dahak dan mengurangi sesak napas pada An.K. Evaluasi akhir dari tindakan keperawatan yang dilakukan adalah masalah belum teratasi sebagian sehingga perlu diteruskan untuk melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana intervensi
Studi Kasus : Pemberian Fisioterapi Dada untuk Mengatasi Masalah Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif Pada Anak dengan Pneumonia Inayah Aris Santy; Murniati Murniati; Etika Dewi Cahyaningrum
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 20
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v3i1.1191

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit yang menginfeksi sekitar 450 orang dan terjadi di seluruh dunia. Jumlah ini lebih tinggi pada anak di bawah usia 5 tahun. Pneumonia disebabkan oleh adanya beberapa agen infeksi termasuk virus, bakteri, dan jamur yang menginfeksi saluran pernapasan bagian bawah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan yang tidak efektif terhadap bersihan jalan nafas pada anak pneumonia. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus dengan jumlah responden sebanyak 1 kasus. Metode pengumpulan data pada penelitian ini meliputi wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi pustaka. Hasil penelitian pada An.A menunjukkan pasien mengalami batuk dan sesak napas, mendengar suara kresek, dan bernapas sebanyak 44 kali/menit. Diagnosa awal pada An.A adalah saluran nafas tidak bersih akibat sekret. Hasil penelitian diperoleh setelah melakukan penatalaksanaan jalan nafas selama 3 x 8 jam, dengan kegiatan utama terfokus pada teknik fisioterapi dada. Ditemukan produksi dahak berkurang, laju pernapasan membaik, sianosis menurun, dan pola pernapasan membaik. Dapat disimpulkan bahwa fisioterapi dada dapat digunakan untuk membantu membersihkan dahak pada pasien dengan bersihan jalan nafas tidak efektif.
Co-Authors Adani, Amalia Winahyu Ade Triwinarti Adiratna Sekar Siwi Adita Silvia Fitriana Alisa Fikhul Fitriyah Aliya Permala Putri Ameliya Yunita Anatria Septama Putri Annisa Hayyu Prastiwi Astriyani, Astriyani Atun Raudatul Ma’rifah Atun Raudotul Ma’rifah Atun Roudotul Marifah Cahyaningrum, Etika Dewi Dafit Santoso Danar Puspitowati Darsiti, Darsiti Dewi C, Etika Doni Febriana Setiawan Dwi Novitasari Ema Wahyu Ningrum Erma Fatimah Nuriyah Erni Erlina Ferlisan Tabanci Feti Kumala Dewi Feti Kumala Dewi Husni Prihastari Husnul Nur Afiah Husnul Nur Afiah Inayah Aris Santy Ita Apriliyani Ita Nur Khasanah Kirana, Lintang Kusumawardhani, Berliana Latifah Latifah Leli Ngatikoh Lutfi Alifatu Zahro Made Suandika Madyo Maryoto Mariah Ulfah Maulida Hasanah Maya Safitri Maya Safitri Moh Ripal Muhammad Firman Saefudin Muhammad Subhan Murfiana Murfiana Nada Salim As Syadza Natalia Jayanti Mandasari Ningrum, Ema Wahyu Nita Khikmatul Aeni Noor Yunida Triana Nur Indah Sarifah Nursyafaah, Firli Peristamaya Himawan, Indira Pitaloka Anjani Putri Lutfiatul Ulum Rahayu, Alfiah Tri Rahmaya Nova Handayani Ria Septiana Riandita Ratna Puspita Ririn Isma Sundari Riska Mey Listiana Roro Lintang Suryani Roro Lintang Suryani Rostanti, Andita Indah Safagiana Ade Marlanti Said Muhammad Yusuf Salasah, Menik Astuti Saputri, Indira Rahma Septian Mixrova Sebayang Setyawati, Martyarini Budi Si Putri Ragil Siti Dara Aulia Siti Haniyah Siwi Tri Guno Respati Suci Khasanah Suci Khasanah suci khasanah Syangadah, Zulfiati Tri Sumarni Triana Safitri, Eva Triana, Noor Yunida Triana, Noor Yunida Vivin Ghozaturohmah Wilujeng Pangesti Wirakhmi, Ikit Netra Yeni Rahmayani Yuliana Kristianti Yuni Hartati