Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Design of a Low Cost Remotly Operated Vehicle with 3 Dof Navigation Romi Wiryadinata; Annisa Sucianti Nurliany; Imamul Muttakin; Teguh Firmansyah
Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Vol 6, No 1: March 2017
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.053 KB) | DOI: 10.11591/eei.v6i1.596

Abstract

One type of underwater robot is the ROV (Remotely Operated Vehicle) whose movements are controlled directly by humans from the water surface. In this paper, ROV prototype has been designed and tested with three DoF (Degrees of Freedom) and controlled by a joystick which is connected with UTP (Unshielded Twisted Pair) cables as data transmission between joystick with a microcontroller embedded in the robot. This prototype has 3 thrusters with 3 degrees of freedom, 1 rotational motion (heave) and 2 translational motion (yaw and surge), with direction of movement up, down, forward, backward, turn right, and turn left. Speed mode setting when forward movement on PWM (Pulse Width Modulation) 75% = 0,037 m/s, 90% = 0.053 m/s and 100% = 0,071 m/s, while the reverse speed by 75% = 0,034 m/s, 90% = 0.045 m/s and 100% = 0.059 m/s, when the ROV moves up is 0,042 m/s, down 0.032 m/s, turn right 9 o/s and turn left 15 o/s set with fixed PWM value, is 100%.
Error Correction Of Rate-Gyroscope Calibration For Inertial Navigation System Algorithm Romi Wiryadinata; Wahyu Widada
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2008
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebelum memasuki tahap pengembangan algoritma INS, sensor-sensor yang digunakan pada IMU(Inertial Measurement Unit) perlu dilakukan kalibrasi, dari hasil kalibrasi akan diketahui adanya selisihbesaran yang disebabkan beberapa faktor. Tulisan ini membahas tentang hasil penelitian untuk koreksi errordari rate-gyroscope pasca kalibrasi menggunakan bandul. Pengujian berbasis acuan gaya gravitasi bumiseperti menggunakan bandul selain lebih mudah dilakukan juga karena cocok untuk pengujian pada kecepatanrotasi yang rendah. Diperoleh bahwa adanya faktor scaling dan bias pada sensor menyebabkan hasil secarahardware dan simulasi software menjadi sangat jauh dari yang diharapkan. Dari peneltian ini juga perludilakukan lanjutan untuk mencari parameter lainnya sehingga nilai output dari sensor akan sama dengan nilaisesungguhnya. Hasil penelitian memperoleh nilai selisih antara data referensi dengan data hasil koreksi dengannilai selisih terkecil yaitu 0.62o dan nilai terbesar 1.87o.Kata kunci: Koreksi kesalahan, kalibrasi rate-gyroscope, System Navigasi Inersia
Simulasi Jaringan Syaraf Tiruan Berbasis Metode Backpropagation Sebagai Pengendali Kecepatan Motor DC Romi Wiryadinata; Dwi Ana Ratnawati
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor DC dan komputer banyak digunakan dalam kehidupan sehari-sehari, baik di rumah tangga,industri maupun lingkungan pendidikan yang sangat membutuhkan ketelitian dan penggunan yang serbaotomatis. Jaringan Syaraf Tiruan merupakan salah satu kendali motor DC yang dapat disimulasikanmenggunakan neural network toolbox pada software Matlab 6.5. Dengan menggunakan metode Backpropagationdan fungsi Gradient Descent Momentum diperoleh struktur jaringan yang terbaik, terdiri dari 5 sel neuronlapisan input, 3 sel neuron lapisan tersembunyi dan 1 sel neuron lapisan output. Fungsi aktivasi pada setiaplapisan menggunakan fungsi identitas, dengan learning rate 0.1 dan momentum coefisient 0.9 menghasilkanMean Square Error (MSE) 0.0070382. Persentase MSE pengujian adalah 1.645 %. Banyaknya jumlah datamasukan berpengaruh terhadap banyaknya iterasi dan MSE yang dihasilkan. Penelitian ini juga membuktikanbahwa dasar teori pengaturan kecepatan motor DC metode Ward Leonard tentang penggunaan 2 motor dapatlebih efisien dengan Artificial Intellegence menggunakan Neural Network (Jaringan Syaraf Tiruan).Kata kunci: Jaringan Syaraf Tiruan, Motor DC, MATLAB 6.5
Pemanfaatan Metode Heuristik dalam Pencarian Jalur Terpendek dengan Algoritma Semut dan Algoritma Genetika Iing Mutakhiroh; Fajar Saptono; Nur Hasanah; Romi Wiryadinata
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanpa program komputer hanyalah menjadi sebuah kotak yang tak berguna. Secara umum, pencarianjalur terpendek dapat dibagi menjadi dua metode yaitu metode konvensional dan heuristik. Pemanfaatan metodeheuristik yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah pencarian jalur terpendek dengan hasil yang lebihvariatif dan dengan waktu perhitungan yang lebih singkat.Pada metode konvensional logika yang dipakai hanya dengan membandingkan jarak masing-masingnode dan kemudian mencari jarak yang terpendek. Namun, kelemahan metode konvesional pada keakuratanhasil yang didapatkan serta tingkat kesalahan yang dihasilkan pada perhitungan. Hal tersebut tidak akanmenjadi masalah jika data yang dibutuhkan hanya sedikit, sebaliknya maka akan menyebabkan peningkatantingkat kesalahan perhitungan dan penurunan keakuratan.Pemanfaatan teknologi informasi pada pencarian jalur terpendek menghasilkan suatu hasil ataukeluaran yang akurat dan tepat, untuk pilihan perjalanan seseorang dengan mempertimbangkan beberapaparameter yang lain. Untuk kasus yang berbeda algoritma akan memberikan hasil yang berbeda, tidak dapatdipastikan bahwa algoritma semut atau genetik yang terbaik. Secara konsep algoritma, metode konvesionallebih mudah untuk dipahami tetapi, hasil yang diperoleh dari metode heuristik lebih variatif. Dengan metodeheuristik, waktu perhitungan yang diperlukan lebih cepat 30% dibandingkan dengan menggunakan metodekonvensional.Kata kunci: Pencarian jalur terpendek, Heuristik, Algoritma Semut, Algoritma Genetika
Perancangan Roket Terkendali Penembak Pesawat Dilengkapi Chip yang Terintegrasi Algoritma Cerdas Romi Wiryadinata
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai negara maritim dengan daerah yang luas, selain perlu mempertahankan diri dengan militer jugaperlu mempertahankan diri dengan teknologi kedirgantaraan yang dapat dikendalikan dari jarak jauh.Perancangan bertujuan mensimulisasikan studi agar dapat diterapkan langsung pada rudal sesungguhnya danmensejajarkan diri dengan negara maju atau berkembang yang memiliki teknologi kedirgantaraan yang tinggi.Sensor yang digunakan adalah kamera dengan algoritma Neural Network metode backpropagtaionLevenberg-Marquardt sebagai pengenalan pola citra, jenis dan informasi sasaran yang berupa pesawat. Rudaldilengkapi dengan lock system agar rudal dapat mengikuti sasaran dan mengendalikan posisi, arah, gerakan,dan roket pendorong. Pengendali menggunakan tapis Kalman. Hardware yang digunakan adalah chip yangterintegrasi dengan algoritma-algoritma cerdas dan dipilih FPGA sebagai perancangan chip-nya. Untukpengaturan roket menggunakan motor servo agar proses lebih cepat dengan tingkat keakuratan yang tinggi.Perancangan masih merupakan langkah awal penelitan dan masih sebagai konsep dasar inovasi baru,belum mencapai tahap simulasi bahkan implementasi. Kecepatan gerak pesawat sasaran dapat mudah diketahuidan diikuti oleh rudal karena melalui lock sistem. Sampling data image bergantung dari resolusi yangdihasilkan kamera, semakin tinggi resolusi maka data masukan NN akan lebih cepat. Kecepatan pemrosesandata tiap bagian diperhitungkan menggunakan algoritma cepat yang handal dan menggunakan chip yangterintegrasi dengan motor penggerak yang memiliki tingkat akurasi dan proses yang cepat. Pemrosesan databerdampak terhadap pergerakan rudal menjadi sangat cepat dan memiliki ketelitian terhadap setiap perubahanposisi, gerak dan kecepatannya.Kata kunci: Rudal penembak pesawat, Backpropagation Neural Network, Levenberg-Marquardt, FieldProgrammable Gate Array, Tapis Kalman
Rancang Bangun Alat Meteran Air Digital Menggunakan Sensor Aliran Air SEN-HZ21WA Romi Wiryadinata; Boby Fisher Butar-butar
VOLT : Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro Vol 3, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Department of Electrical Engineering Education, Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.135 KB) | DOI: 10.30870/volt.v3i1.3585

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah merancang meter air menggunakan sensor aliran air SEN-HZ21WA, kemudian diuji dengan cara membandingkan antara meter air analog PDAM dengan meter air Z3002. Meter air digital dapat menampilkan keluaran data berupa debit air, tekanan air, dan volume air yang mengalir pada LCD (Liquid Crystal Display). Meter air yang dikalibrasi memiliki batas pengukuran debit air yaitu 0,8-28,1 liter/menit, rata-rata kesalahan pengukuran volume air pada gelas ukur sebesar 4,5 %, dan rata-rata kesalahan debit air pada meter air Z3002 yaitu 0,063 %. Meter air yang dirancang dan meter air milik PDAM memiliki selisih rata-rata kesalahan pembacaan debit air 0,0181 liter/detik, tekanan air 0,1365 Bar, dan volume air 0,743 liter.
Klasifikasi 12 Motif Batik Banten Menggunakan Support Vector Machine Romi Wiryadinata; Muhammad Rofiki Adli; Rian Fahrizal; Rocky Alfanz
Jurnal EECCIS Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik adalah kain bergambar yang ditulis atau dicap dengan canting yang terbuat dari tembaga atau plat seng, agar dapat menghasilkan seni keindahan yang artistik dan klasik. Hingga saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui dengan baik nama-nama aneka ragam motif batik yang menjadi kekayaan intelektual yang telah diakui oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization) pada 2 Oktober 2009 sebagai salah satu warisan kebudayaan dunia yang berasal dari Indonesia. SVM (support vector machine) adalah metode learning machine yang bekerja dengan tujuan menemukan hyperlane terbaik yang memisahkan dua buah kelas atau lebih pada input space. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengklasifikasi 12 motif batik Banten menggunakan metode SVM. Penelitian dilakukan secara beberapa tahap yaitu resize untuk menyamakan dimensi citra, grayscale untuk menyederhanakan citra dengan mengubah menjadi citra aras keabuan, median filter untuk menghilangkan noise pada batik, dan ekstraksi ciri sebagai masukan untuk klasifikasi menggunakan SVM. Hasil klasifikasi menggunakan SVM orde 1 yaitu sebesar 85%, dan untuk orde 2 sebesar 87,2%.
Laboratory prediction energy control system based on artificial intelligence network Desmira Desmira; Norazhar Abu Bakar; Mohd Ruzaini Hashim; Romi Wiryadinata; Mustofa Abi Hamid
Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Vol 11, No 3: June 2022
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/eei.v11i3.1821

Abstract

The use of electrical energy increases globally every year. The laboratory prediction energy control system (LPECS) predicted energy demand. This research was conducted in the Electrical Engineering Vocational Education laboratory by comparing the artificial neural fuzzy system (ANFIS) with the fuzzy logic. The comparison of methods aimed to determine their reliability in the energy demand prediction systems. The results showed that the minimum value of the target data using the conventional method (actual data) was 44.42%. Meanwhile, the prediction data using the ANFIS method was 44.33%, and the prediction data using the fuzzy method was 59.31%. The maximum value of the conventional ways (actual data) of ANFIS and fuzzy was similar by 77.59%. The RMSE ANFIS value was 0.1355%, the mean absolute percentage error (MAPE) was 0.2791%, and the fuzzy logic was 0.1986%. Thus, the ANFIS is applicable to determine the minimum and maximum values. Meanwhile, fuzzy can only show the maximum value but cannot reach the minimum value properly.
Design of a Low Cost Remotly Operated Vehicle with 3 Dof Navigation Romi Wiryadinata; Annisa Sucianti Nurliany; Imamul Muttakin; Teguh Firmansyah
Bulletin of Electrical Engineering and Informatics Vol 6, No 1: March 2017
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.053 KB) | DOI: 10.11591/eei.v6i1.596

Abstract

One type of underwater robot is the ROV (Remotely Operated Vehicle) whose movements are controlled directly by humans from the water surface. In this paper, ROV prototype has been designed and tested with three DoF (Degrees of Freedom) and controlled by a joystick which is connected with UTP (Unshielded Twisted Pair) cables as data transmission between joystick with a microcontroller embedded in the robot. This prototype has 3 thrusters with 3 degrees of freedom, 1 rotational motion (heave) and 2 translational motion (yaw and surge), with direction of movement up, down, forward, backward, turn right, and turn left. Speed mode setting when forward movement on PWM (Pulse Width Modulation) 75% = 0,037 m/s, 90% = 0.053 m/s and 100% = 0,071 m/s, while the reverse speed by 75% = 0,034 m/s, 90% = 0.045 m/s and 100% = 0.059 m/s, when the ROV moves up is 0,042 m/s, down 0.032 m/s, turn right 9 o/s and turn left 15 o/s set with fixed PWM value, is 100%.
Position Tracking for Static Target using Burst Signals with Time Difference of Arrival Method Romi Wiryadinata; Alia Shaliha Amany; Imamul Muttakin
Proceeding of the Electrical Engineering Computer Science and Informatics Vol 4: EECSI 2017
Publisher : IAES Indonesia Section

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.543 KB) | DOI: 10.11591/eecsi.v4.1104

Abstract

Time difference of arrival (TDOA) is one of transmitter tracking method to find location or position based on the difference of arrival signals from transmitter to receiver in time domain. This work aims to find the position of a transmitter using TDOA method. Operating frequency used is amateur radio 144.100 MHz for sending and receiving burst signal. Time difference is calculated by using cross correlation function. Output parameters are distance and coordinate of Tx toward Rx. The transmitter position is calculated by hyperbolic and trigonometry equations, giving distance error of 30.49%. Further improvement would require two or more tracking position methods in order to obtain more accurate value.