Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEGIATAN CERITA KISAH BERHIKMAH DALAM PEMBINAAN AKHLAK ANAK USIA DINI DI TKTQ AL-KHANSA Adwiah, Amalia; Ririn Duwila; Nur Istiana Makarau; Arsyia Fajarrini
EDUCHILD (Journal of Early Childhood Education) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/educhild.v6i1.5893

Abstract

This study aims to describe the implementation of Islamic storytelling in the moral development of early childhood at the TKTQ AL-KHANSA. The background of this study stems from the importance of instilling moral values from an early age as a foundation for developing children's noble character. The research method used was descriptive qualitative, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results indicate that structured and consistent Islamic storytelling activities can foster positive behaviors in children, such as politeness, honesty, responsibility, empathy, and the ability to control emotions. The changes in children's attitudes were not only observed in the school environment but also directly felt by parents at home. This indicates that the Islamic storytelling method is effective in internalizing moral and spiritual values in a fun and developmentally appropriate way. Therefore, this approach is worthy of integration into the learning process at early childhood education institutions more broadly.      
Model Pendidikan Anak Usia Dini Berwawasan Bilingual (Studi Kasus Di TK Tunas Zaitun Banyuwangi) M, Armina; Makarau, Nur Istiana; Salman, Salman; Mukaromah, Luluk
Childhood Education : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alasan penelitian ini adalah globalisasi yang mengharuskan setiap orang untuk bisa berbahasa Inggris.Tujuannya adalah untuk mempelajari lebih lanjut tentang beragamnya budaya masyarakat global. Artinya, anak dapat menerima pembelajaran bilingual sejak dini tanpa melupakan bahasa ibu Indonesianya. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilakukan di TK Tunas Zaitun Banyuwangi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan: (1) Konsep Pendidikan Anak Usia Dini Bilingual di TK Tunas Zaitun Banyuwangi (2) Implementasi Konsep Pendidikan Anak Usia Dini Bilingual di TK Tunas Zaitun, Kabupaten Banyuwangi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil investigasi mengungkapkan bahwa konsep pembelajaran bilingual di TK Tunas Zaitun Banyuwangi adalah pembelajaran menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia sehingga peserta didik dapat berbicara dan memahami dua bahasa. Pemberian materi bilingual bervariasi berdasarkan usia dan tingkat kelas. Dampak dari pembelajaran bilingual adalah siswa berbicara dua bahasa yang mudah dan memperoleh kosakata bahasa Inggris dan Indonesia di lingkungannya.
Improving Early Childhood Language Development Through the Storytelling Method Feiby Margaretha; Shofiyanti Nur Zuama; Nur Istiana Makarau; Andi Agusniatih
TEMATIK: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 11 No. 2 (2025): TEMATIK: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tematik.v11i2.9431

Abstract

The underdevelopment of children's language is associated with limited interaction during questioning, low engagement, and difficulties pronouncing sentences. This study aimed to improve children’s language development in Adhyaksa XXII Kindergarten by implementing a storytelling method. A classroom action research design following the Kemmis–McTaggart model was conducted across two cycles (four actions) to evaluate the effectiveness of a storytelling method in fostering an engaging, interactive, and imaginative learning environment for language acquisition. Data was collected through several methods, including observation, analysis of work results, checklists, and documentation. The results show that there was an increase in all indicators of children's language development after being given action. The improvement shows in the category of developing very well and developing as expected in cycle 1 by 45%, then there is an increase in cycle II to 80%, so that the increase that occurs is 35%, thus it can be concluded that the storytelling method can improve children's language skills in group B of Adhyaksa XXII Kindergarten in Palu. These findings indicate that storytelling proved an engaging and feasible way to enhance language acquisition.
Tradisi dan Transformasi: Studi Perspektif Guru PAUD terhadap Kegiatan Bermain Musik Angklung Anak Usia Dini: Tradition and Transformation: A Study of Early Childhood Education Teachers' Perspectives on Early Childhood Children's Angklung Music Playing Activities Makarau, Nur Istiana; Siti Nurul Aprida; Miftahul Jannah; Nurul Fauziah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v8i1.4136

Abstract

Playing angklung music for early childhood is one of the leading programs in several PAUD units that seek to preserve culture from an early age. However, the development of the era and changes in lifestyle are challenges in maintaining the existence of traditional games such as angklung. Teachers' views have an important role in determining the feasibility and effectiveness of angklung playing activities for early childhood. This study aims to describe teachers' perspectives on angklung playing activities for early childhood. This study is a descriptive qualitative study. The subjects of the study were teachers at ABA Sapen Kindergarten Yogyakarta who were involved in angklung playing activities with children. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that teachers supported angklung playing activities because they were able to stimulate aspects of child development, introduce culture from an early age, and be a medium to foster children's interests and talents. The conclusion of this study is that playing angklung in PAUD received a positive response from teachers and has important implications for developing children's potential holistically.   ABSTRAK Bermain musik angklung pada anak usia dini menjadi salah satu program unggulan di beberapa satuan PAUD yang berupaya melestarikan budaya sejak dini. Namun, perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup menjadi tantangan dalam mempertahankan eksistensi permainan tradisional seperti angklung. Pandangan guru memiliki peran penting dalam menentukan kelayakan dan efektivitas kegiatan bermain angklung bagi anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perspektif guru terhadap kegiatan bermain musik angklung pada anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah guru-guru di TK ABA Sapen Yogyakarta yang terlibat dalam kegiatan bermain angklung bersama anak-anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa para guru mendukung kegiatan bermain musik angklung karena dinilai dapat menstimulasi aspek perkembangan anak, mengenalkan budaya sejak dini, serta menjadi media untuk menumbuhkan minat dan bakat anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kegiatan bermain angklung di PAUD mendapat respons positif dari guru dan memiliki implikasi penting dalam pengembangan potensi anak secara holistik.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN, MANDIRI, TANGGUNGJAWAB DALAM PILAR INDONESIA HERITAGE FOUNDATION (IHF) ANAK USIA DINI Aprida, Siti Nurul; Makarau, Nur Istiana; Nurhasanah, Yanita
Kumara Cendekia Vol 13, No 1 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i1.99867

Abstract

Pendidikan karakter anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan perangai atau perbuatan yang selalu dilakukan anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun melalui pemberian rangsangan. Namun, dalam membentuk sikap anak menjadi pribadi yang baik perlu diperhatikan bahwa anak kecil belum banyak mengetahui bagaimana berperilaku yang dapat diterima secara sosial. Oleh karena itu, pendidikan harus mengembangkan karakter anak melalui pendidikan karakter sejak dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pendidikan karakter anak RA Al-Qudwah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subjek berusia 3-4 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Pendidikan karakter dalam pilar IHF dilakukan menggunakan konsep knowing, feeling, dan acting yang dilakukan melalui pembiasaan sehari-hari dimulai dari anak datang ke sekolah, kegiatan pembuka, kegiatan inti, hingga kegiatan penutup. Karakter yang baik didukung oleh pengetahuan yang baik, keinginan untuk berbuat baik, dan perbuatan yang baik. Selain itu dukungan yang baik dari keluarga, orang tua, masyarakat, dan pemerintah dapat menjadi kunci keberhasilan dalam mendidik karakter anak sejak dini.