Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI JENIS MAKRO FAUNA TANAH DI BAWAH TEGAKAN AREN (Arenga pinnata Merr.) DI KECAMATAN SUNGAI RAYA HULU SUNGAI SELATAN Nurhida Anggi Nirmala; Dina Naemah; Susilawati Susilawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Sylva Scientea Vol 7 No 2 Edisi April 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i2.12312

Abstract

This study aims to identify the type of soil macrofauna under the palm stand, Calculate the relative density value, relative frequency and important value index of soil macrofauna under the palm stand. The data collected on each observation plot by taking samples of soil macrofauna contained in the soil in the macrofauna research and analysis plots include density, relatif density, frequency, relative frequency, and diversity index. The results of the identification and calculation of soil macrofauna are arranged in several tables that will be calculated for the density of the fauna. Based on observations, 16 types of macrofauna were obtained that belonged to 11 families. Analysis of macrofauna calculations that have been carried out at the site found as many as 16 types of macrofauna dominated by termite types (Coptotermes curvignatus) with a total of 155 types contained in 10 number of measurement plots. Based on the results of the shannon wiener index of 1.220, soil macrofauna under the palm stand are included in the medium category.Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis makrofauna tanah yang terdapat di bawah tegakan aren,menghitung nilai kerapatan relatif, frekuensi relatif, dan Indeks Nilai Penting (INP) makrofauna tanah di bawah tegakan aren. Data dikumpulkan di setiap plot pengamatan dengan mengambil sampel makrofauna tanah yang terkandung dalam tanah dalam plot penelitian dan analisis makrofauna meliputi densitas, frekuensi, frekuensi relatif, dan indeks keanekaragaman. Hasil identifikasi dan perhitungan makrofauna tanah disusun dalam beberapa tabel yang akan dihitung untuk kepadatan fauna. Berdasarkan pengamatan, diperoleh 16 jenis makrofauna (11 famili ditemukan). Ditemukan 16 jenis makrofauna yang didominasi oleh jenis rayap (Coptotermes curvignatus) dengan total 155 jenis pada 10 jumlah plot pengukuran. Indeks Shannon wiener sebesar 1,220, makrofauna tanah di bawah tegakan aren masuk dalam kategori medium.
UJI EFEKTIVITAS PENGENDALIAN GULMA SECARA KIMIAWI PADA AREAL TANAMAN SENGON (Paraserianthes falcataria) DI TAMAN HUTAN HUJAN TROPIS INDONESIA KALIMANTAN SELATAN Tri Wibowo; Normela Rachmawati; Dina Naemah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 4 Edisi Agustus 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i4.9251

Abstract

A city forest is a biotic and abiotic environment composed of a series of ecosystems from biological, physical, economic, and cultural components that are related to one another. We encounter many weeds around the house area and also on managed land such as the Indonesian Tropical Rain Forest Park. Weeds themselves always cause competition between plants, this competition causes a detrimental impact on plants. The purpose of this study was to identify the types of weeds in the sengon area and to analyze the effectiveness of 2 types of herbicides on weeds in the sengon area. Point determination was carried out by purposive sampling and identification of all types of weeds and the level of poisoning due to herbicide application was carried out by visual scoring. The results obtained in this study were the types of weeds in the Indonesian Tropical Rain Forest Park area, there were 6 types of weeds, papikatan, segments, bandotan, karamunting, juragi, and laladingan where the effectiveness level of herbicides on weeds in the sengon area was 98.6% for Glyphosate herbicide type and 98.2% for Paraquat herbicide type.Lingkungan yang terdiri dari biotik maupun abiotik dan disusun dari rangkaian ekosistem yang berkomponen fisik, biologi, budaya, dan ekonomi yang saling keterkaitan merupakan hutan kota. Gulma banyak kita jumpai di sekitar area rumah dan juga pada lahan yang dikelola seperti Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia. Gulma sendiri selalu menimbulkan persaingan antar tanaman, persaingan tersebut yang menyebabkan dampak kerugian bagi tanaman. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi jenis gulma pada areal sengon dan menganalisis efektivitas 2 jenis herbisida pada gulma di areal tanaman sengon. Penentuan titik dilakukan secara purposive sampling serta dilakukan identifikasi seluruh jenis gulma yang ada dan tingkat keracunan akibat pemberian herbisida secara scoring visual. Hasil yang didapat dalam penelitian ini yaitu jenis gulma yang berada di areal Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia ada 6 jenis gulma, papikatan, ruas-ruas, bandotan, karamunting, juragi dan laladingan dimana tingkat efektivitas herbisida pada gulma di areal sengon 98,6% untuk jenis herbisida Glifosat dan 98,2% untuk jenis herbisida Paraquat
Sosialisasi Program Perhutanan Sosial bagi Masyarakat Sekitar Hutan Lindung Gunung Lintang Kabupaten Tanah Laut Adistina Fitriani; Trisnu Satriadi; Mahrus Aryadi; Dina Naemah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8692

Abstract

Perhutanan sosial sebagai sebuah sistem pengelolaan hutan secara lestari yang dilaksanakan oleh masyarakat setempat untuk meningkatkan kesejahteraannya. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani hutan tentang program perhutanan sosial. Sasaran kegiatan adalah kelompok masyarakat sekitar kawasan hutan lindung gunung lintang.  Kegiatan pengabdian meliputi penyampaian materi, diskusi, dan evaluasi.  Masyarakat sangat antusias dan bersedia terlibat dalam program perhutanan sosial.  Berbagai syarat usulan program akan dilengkapi oleh masyarakat.   Rencana awal untuk kegiatan fisik di lapangan adalah rehabilitasi hutan dengan pola agroforestri.  Solusi untuk kendala permodalan adalah dengan bekerjasama sama dengan berbagai lembaga seperti pemerintah dan perusahaan swasta