Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT PENGUASAAN JENIS TUMBUHAN BAWAH PADA TEGAKAN AREN (Arenga pinnata Merr) DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Abdurrahman Sidik; Dina Naemah; Normela Rachmawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 5 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 5 Edisi Oktober 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i5.6696

Abstract

Indonesia has a very large and very large forest area to be used for the benefit of living things, both in the form of wood and not wood, such as palm plants. Palm plants have high economic potential because almost all of their parts can provide financial benefits. One of the ecosystem members that plays an important role in the growth of palm tree stands and ecosystem balance is the lower plants. The diversity of lower plants is one that is very eye-catching around the palm stand because it is very diverse and provides a different community structure, so it is very interesting to study further. This study aims to look at the diversity of plant species below around the palm stand (Arenga pinnata Merr) in Hulu Sungai Selatan Regency. Data capture uses a circle measuring tile with a radius of 1 meter and a distance between measuring plots of 10 meters as much as 20 measuring plots with purposive sampling starting point determination. The inventory results showed that found as many as 21 types of lower plants with the greatest level of mastery in this study were the Type of Lyrics (Phrynium pubinerve) with an important value of 63.64%, ground orchids (Curculigo latifolia dryand) with an important value of 48.82%, Cambai (Piper baccatum Blume) with an important value of 38.90%.Indonesia memiliki kawasan hutan yang sangat luas dan sangat banyak manfaatnya bagi kepentingan makhluk hidup, baik berupa kayu maupun bukan kayu, seperti tanaman aren. Nilai ekonomi tanaman aren dianggap tinggi karena hampir semua bagiannya dari tanaman tersebut dapat dimanfaatkan sehingga memberikan keuntungan finansial. Salah satu anggota ekosistem yang berperan penting terhadap pertumbuhan tegakan pohon aren serta keseimbangan ekosistem adalah tumbuhan bawah. Keanekaragaman tumbuhan bawah merupakan salah satu yang sangat menarik perhatian di sekitar tegakan aren karena sangat beragam dan memberikan struktur komunitas yang berbeda, sehingga sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keanekaragaman jenis tumbuhan bawah di sekitar tegakan aren (Arenga pinnata Merr) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Pengambilan data menggunakan petak ukur lingkaran dengan jari-jari 1 meter dan jarak antar petak ukur 10 meter sebanyak 20 petak ukur dengan penentuan titik awal secara purposive sampling. Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 21 jenis tumbuhan bawah dengan tingkat penguasaan jenis terbesar pada penelitian ini adalah jenis Lirik (Phrynium pubinerve) dengan nilai penting 63,64%, Anggrek tanah (Curculigo latifolia dryand) dengan nilai penting 48,82%, Cambai (Piper baccatum Blume) dengan nilai penting 38,90%
ANALISIS VEGETASI TUMBUHAN BAWAH DI HUTAN RAWA GAMBUT KABUPATEN BANJAR Kardiannor Kardiannor; Dina Naemah; Normela Rachmawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 5, No 4 (2022): Jurnal Sylva Scienteae Vol 5 No 4 Edisi Agustus 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v5i4.6137

Abstract

Undergrowth has an important function for soil fertility because it is a source of litter. The undergrowth plants on peatlands that have various types can be used by the surrounding community for both medicinal plants and food sources. Peatlands have an important ecological function as a life support ecosystem. The composition and structure of plants can be used to see the dominance of a plant species in the area. This study aims to identify understorey species, analyze the level of control of understorey species found in the Peat Swamp Forest, Gambut District, Banjar Regency. This peat swamp area has a characteristic that it is always flooded and acidic, therefore only certain plants can live. Collecting data from the field using the checkered path method. Data analysis used the calculation of Significant Value (INP), Species Diversity Index the Shanon-Wiener (H') and Summed Dominance Ratio (SDR). The types of understorey found in this study were 25 species of understorey from 19 families. The three understorey species that have the highest importance are Chrysopogon aciculatus: 48.83% (Poaceae: Fam), Ludwigia adscendens: 31.40% (Poaceae: Fam), Lepironia articulate: 24.01% (Cyperaceae: Fam), Rhodomyrtus tomentosa: 19.21% (Myrtaceae: Fam), and Cyperus esculentus: 19.17% (Cyperaceae: Fam)Tumbuhan bawah memiliki fungsi penting untuk kesuburan tanah karena merupakan salah satu sumber serasah. Tumbuhan bawah di lahan gambut yang memiliki bervariasi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar baik untuk tumbuhan obat maupun sumber pangan. Lahan gambut memiliki fungsi ekologis penting sebagai ekosistem penyangga kehidupan. Komposisi dan struktur tumbuhan dapat digunakan untuk melihat dominansi suatu jenis tumbuhan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan bawah, menganalisa tingkat penguasaan jenis tumbuhan bawah yang terdapat di Hutan Rawa Gambut Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar. Wilayah rawa gambut ini memiliki ciri khas selalu tergenang dan bersifat masam oleh karena itu hanya tumbuhan tertentu saja yang dapat hidup. Pengambilan data dari lapangan menggunakan metode jalur berpetak. Analisis data menggunakan perhitungan Nilai Penting (INP), Indeks Keanekaragaman jenis Shanon-Wiener (H’), dan Summed Dominance Ratio (SDR) dan. Jenis tumbuhan bawah yang ditemukan pada penelitian ini adalah 25 jenis tumbuhan bawah dari 19 famili. Tiga jenis tumbuhan bawah yang memiliki nilai penting tertinggi ialah jenis Chrysopogon aciculatus: 48,83% (Poaceae: Fam), jenis Ludwigia adscendens: 31,40% (Poaceae: Fam), jenis Lepironia articulate: 24,01% (Cyperaceae: Fam), Rhodomyrtus tomentosa: 19,21% (Myrtaceae: Fam), dan jenis Cyperus esculentus: 19,17% (Cyperaceae: Fam).
SIKAP MASYARAKAT DESA PULAU BURUNG KEPADA PENGELOLAAN TAMAN WISATA ALAM Putri Festu Sutanti; Setia Budi Peran; Dina Naemah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 1 Edisi Februari 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i1.8207

Abstract

Pulau Burung Nature Tourism Park which is currently managed is a type of mangrove forest which was previously a Nature Reserve which has changed its function in accordance with the wishes of the Tanah Bumbu Regency government and the village community who live in the area, because this area has economic and natural tourism potential and can be developed for the socio-economic interests of the people in and around it, but how the attitude of the community towards the changing functions and management of this area needs to be studied through this research. The purpose of this study is to study the attitude of the village community who live in the tourist park by changing the function of the Nature Reserve where they live into a nature tourism park, and to assess their attitude towards several factors (things) that have been determined in the management of the relevant natural tourism park. Interviews were conducted using a questionnaire to respondents determined by Simple Random Sampling by taking random samples based on the number of houses in the research village. Samples were taken as many as 30 respondents. Attitude analysis was carried out using the Bakhdal and Sinaga scoring and formula. The results showed that the community had a positive attitude towards changing the function of the Nature Reserve into a natural tourism park and also towards the management of the natural tourism park in Pulau Burung VillageTaman Wisata Alam Pulau Burung yang dikelola saat ini merupakan tipe hutan mangrove yang sebelumnya merupakan Cagar Alam yang berubah fungsinya sesuai dengan keinginan pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dan masyarakat Desa yang bermukim di areal kawasan tersebut, karena wilayah ini memilikki potensi ekonomis dan wisata alam dan dapat  dikembangkan bagi kepentingan sosial-ekonomi masyarakat di dalam dan di sekitarnya, namun bagaimana sikap masyarakat terhadap  berubahnya fungsi dan pengelolaan kawasan ini perlu dikaji melalui penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sikap masyarakat desa yang bermukim di dalam taman wisata tersebut  dengan berubahnya fungsi Cagar Alam  tempat mereka bermukim menjadi taman wisata alam, dan menilai sikap mereka terhadap beberapa faktor (hal) yang telah ditetapkan dalam pengelolaan taman wisata alam yang bersangkutan. Wawancara dilakukan dengan menggunakan kuesioner kepada responden yang ditetapkan secara Simple Random Sampling dengan melakukan pengambilan sampel secara acak berdasarkan nomor rumah di desa penelitian. Sampel yang diambil sebanyak 30 responden. Analisis sikap dilakukan menggunakan skoring dan rumus Bakhdal dan Sinaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat berisikap positif terhadap perubahan fungsi Cagar Alam menjadi taman wisata alam dan juga terhadap pengelolaan taman wisata alam di Desa Pulau Burung tersebut.
Peningkatan Iptek Pengolahan Minyak Kelapa di Desa Pingaran Ilir Ahmad Jauhari; Ahmad Yamani; Yuniarti Yuniarti; Badaruddin Badaruddin; Dina Naemah; Kurdiansyah Kurdiansyah
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2023): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v2i1.7422

Abstract

Pengolahan jengkol di Desa Pingaran Ilir menghasilkan produk minyak berupa minyak kelapa dari pengolahan bumbu lalaan dari santan kelapa. Minyak dikemas warga dengan plastik seadanya atau dengan botol bekas kemasan air mineral. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan Iptek warga Desa Pingaran Ilir dalam mengolah minyak kelapa. Metode yang dilakukan yaitu persiapan, penyuluhan dan pelatihan serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa warga Desa Pingaran Ilir telah meningkat pengetahuannya mengenai pengolahan minyak kelapa tradisional sebesar 80%, peningkatan teknik pengemasan foodgrade dan menarik sebesar 85%, dan peningkatan teknik pemasaran sebesar 80%.
EVALUASI PENYEBAB KERUSAKAN ANAKAN AREN (Arenga pinnata Merr.) Di KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Erlina Hidayati; Dina Naemah; Susilawati Susilawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 3 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 3 Edisi Juni 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i3.9230

Abstract

Aren plantations in Sungai Raya Sub-District are among the largest in Hulu Sungai Selatan Regency, which is 40.57 ha. The growth of Aren is a problem that is considered necessary to be done. This study aims to identify the damage in Aren saplings and calculate the percentage of Aren saplings' health. The research location was carried out in Sungai Raya sub-district, Batang Kulur Kanan village. Collecting data by purposive sampling, making seedling-level plots with a distance of 10 meters between plots, documenting the health condition of plants in each research plot, identifying pests found in Aren and taking field condition data including: pH, air temperature and humidity. The data is then processed based on the Environmental monitoring and assessment program (EMAP) classification book. Based on the results of the study, it was obtained from 118 saplings 33.89% (disease), 37.28% (broken leaf part of the sapling), 35.59% (damaged leaf), 16.10% (severity level 20-29%). Percentage of health 56 seeds (47%) sick and 62 seeds (52.54%) healthy.Perkebunan aren di Kecamatan Sungai Raya termasuk perkebunan terbesar di Kabupaten Hulu Sungai Selatan yaitu 40,57 ha. Pertumbuhan tingkat anakan aren merupakan permasalahan yang dianggap perlu untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kerusakan yang terdapat pada anakan aren dan menghitung persentase kesehatan anakan aren. Penelitian dilakukan di Desa Batang Kulur Kanan Kecamatan Sungai Raya. Pengambilan data secara purposive sampling, jarak petak tingkat semai 10 meter, mendokumentasikan kondisi kesehatan tanaman tiap petak penelitian, mengidentifikasi hama yang terdapat pada anakan aren dan pengambilan data kondisi lapangan meliputi pH, suhu udara dan kelembaban udara. Data kemudian diolah berdasarkan buku klasifikasi Enviromental monitoring and assessment program (EMAP). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dari 118 anakan 33,89% (penyakit), 37,28% (bagian bibit yang rusak daun), 35,59% (daun rusak), 16,10% (tingkat keparahan 20 – 29%). Persentase kesehatan  56 anakan (47%) sakit dan 62 anakan (52,54%) sehat
IDENTIFIKASI KERUSAKAN DAUN KAYU MANIS (Cinnamomun burmanii) DI TAMAN HUTAN HUJAN TROPIS INDONEISA (TH2TI) BANJARBARU Susilawati Susilawati; Dina Naemah; Fadlan Heriannor
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 2 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 2 Edisi Juni 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i2.16776

Abstract

Kesehatan tegakan hutan buatan seperti TH2TI dipengaruhi oleh kejadian serangan hama dari berbagai tingkatan pertumbuhan, sehingga perlu dilakukan sebuah penelitian untuk mengidentifikasikan jenis hama pada salah satu tanaman yang ada di TH2TI seperti kayu manis yang memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan bentuk kerusakan daun dan mengetahui frekuensi kerusakan disebabkan oleh hama pada kayu manis (Cinnamomun burmanii). Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi akademisi, peneliti, pihak-pihak terkait maupun informasi kekayaan hasil hutan bukan kayu (HHBK) terkhusus kayu manis agar dapat dimanfaatkan dan dilestarikan sebagai salah satu hasil bukan kayu. Pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel diambil pada petak tanaman kayu manis (C. burmanii) sebanyak 30 tanaman dalam luasan 1 hektar di TH2TI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kerusakan daun kayu manis yang ditemukan di lapangan sebanyak 3 kerusakan, yaitu berlubang, menguning, serta berlubang dan menguning, sedangkan nilai frekuensi serangan hama daun kayu manis termasuk kategori ringan dengan nilai rata-ratanya sebesar 34%.
KESEHATAN BIBIT TANAMAN PULAI (Alstonia scholaris) DI BALAI PERBENIHAN TANAMAN HUTAN (BPTH) DINAS KEHUTANAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Devi Satiti; Susilawati Susilawati; Dina Naemah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 4 Edisi Agustus 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i4.10007

Abstract

The purpoose of the study was to analyze te health condition of pulai (Alstonia scholaris) seedlings based on the damage caused by pests and diseases through the appearance of damage to the stems, shoots, leaves and branches and calculate the percentage of damage to pulai (Alstonia shcolaris) seedlings through the Environmental Monitoring and Assessment Program method. EMAP). This research was carried outt at the Forest Plant Seed Center (BPTH) of the Province of South Kalimantan. This researrch was carried out for ± 2 months starting from April to June which includes the stages of research preparation, data collection, data processing and analysis, to writing research reports. The implementation in this research has several stages, namely: Observation or Location Observation, Preparation of Tools and Materials and Data Collection. The selection of the type of seed that wil be the object of reesearch is 50% for the sample. Sampling used a random method or Systematic random sampling, namely the sampling technique was carried out with a sample frame arranged randomly in beds of 1,445 seeds which were numbered and extracted up to 700 numbers and the sample taken was a random meethod. Observing 1 by 1 sample based on the provisions contained in the EMAP classification. The resullts of the research, namely the analysis showeed that the causes of damage consisted of 5, namely due to death, insects, disease, human activities, and plant competition with the damaged parts of the seeds found in the shoots and leaves. The types of damage consisted of dead shoots, damaged leaves, and changes in leaf color and the highest severity is in the range of 30-39%. The ranking of the biggest damage was caused by insects on the leavess and the percentage of damage to stems of pulai (Alstonia Scholaris) was 41.43%.Tujuan penelitian untuk menganalisis kondisi kesehatan bibit pulai (Alstonia scholaris) berdasarrkan kerusakan yang disebaabkan oleh hama dan penyakit melalui kenampakan kerusakan pada bagian batang, pucuk, daun dan cabang dan menghitung persentase kerusakan bibit pulai (Alstonia shcolaris) melalui metode Enviromental Monitoring And Assesment Program (EMAP). Pelaksanaan dallam penelitian ini terdapat beberapa tahapan, yaitu: Observasi atau Pengamatan Lokasi, Persiapan Alat dan Bahan dan Pengambilan Data. Jenis bibit yang dipilih sebesar 50% untuk dijadikan sampel. Pengambilan sampel menggunakan cara acak atau Systematic random sampling dengan kerangka sampel (sample frame) yang disusun secara acak dalam bedengan sebanyak 1.445 bibit yang diberi nomor dan diekstraksi hingga 700 nomor dan sampel yang diambil adalah metode acak. Mengamati 1 per 1 sampel berdasarkan ketentuan yang terdapat pada klasifikasi EMAP. Hasil penelitian yaitu analisis menunjukkan bahwa penyebab kerusakan terdiri dari 5 yaitu  karena mati, serangga, penyakit, kegiatan manusia, dan persaingan tumbuhan dengan bagian bibit yang rusak terdapat pada pucuk dan daun.Tipe kerusakan terdiri atas pucuk mati,daun rusak,dan perubahan warna daun dan tingkat keparahan terbanyak berada dikisaran 30-39%. Ranking kerusakan terbesar adalah karena serangga di bagian daun dan persentase kerusakan batang pulai (Alstonia Scholaris) adalah 41,43%.
IDENTIFIKASI HAMA PADA TUMBUHAN KAYU MANIS (Cinnamomum burmanii) DI TAMAN HUTAN HUJAN TROPIS INDONESIA (TH2TI) BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN Fadlan Heriannor; Susilawati Susilawati; Dina Naemah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 1 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 1 Edisi Februari 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i1.11988

Abstract

The health of artificial forest stands such as TH2TI is influenced by the incidence of pest attacks from various levels of growth, so it is necessary to conduct a study to identify the type of pest in one of the plants in TH2TI such as cinnamon which has many benefits and economic value. The purpose of this study to identify the type of pest on cinnamon leaves (Cinnamomum burmanii). The benefits of this research are expected to provide information for academics, researchers, related parties and information on the wealth of non-timber forest products (HHBK), especially cinnamon, so that it can be used and preserved as one of the non-timber products. This study used seek applications and google photos to identify pests, while pest observations were carried out during the day and night with net aids to catch pests and emergency lights to attract pest attention at night. Sampling was taken on a plot of cinnamon plants (C. burmanii) of 30 plants in an area of 1 hectare in TH2TI. The results showed that there were 8 types of pests attacking cinnamon leaves found in the field.Tegakan hutan buatan pada TH2TI harus dijaga kesehatannya, dimana kondisi ini dipengaruhi serangan hama dari berbagai tingkatan pertumbuhan, sehingga perlu dilakukan sebuah penelitian untuk mengidentifikasikan jenis hama pada salah satu tanaman yang ada di TH2TI seperti kayu manis yang memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomi. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi jenis hama pada daun kayu manis (Cinnamomum burmanii). Manfaat penelitian diharapkan bisa menyampaikan penjelasan bagi akademisi, peneliti, berbagai pihak terkait maupun informasi kekayaan hasil hutan bukan kayu (HHBK) terkhusus kayu manis agar dapat dimanfaatkan dan dilestarikan sebagai salah satu hasil bukan kayu. Penelitian ini menggunakan aplikasi seek dan google foto untuk mengidentifikasi hama, sedangkan pengamatan hama dilakukan pada siang dan malam hari dengan alat bantu jaring untuk menangkap hama dan lampu emergency untuk menarik perhatian hama pada malam hari. Pengambilan sampel diambil pada petak tanaman kayu manis (C. burmanii) sebanyak 30 tanaman dalam luasan 1 hektar di TH2TI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis hama menyerang daun kayu manis yang ditemukan di lapangan sebanyak 8 jenis
ANALISIS PERKEMBANGAN TUMBUH TANAMAN KALIANDRA MERAH (Calliandra calothyrsus) DI AREAL PASCA TAMBANG TARJUN KOTABARU Nurmala Siti Fatimah; Yudi Firmanul Arifin; Dina Naemah
Jurnal Sylva Scienteae Vol 6, No 6 (2023): Jurnal Sylva Scienteae Vol 6 No 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v6i6.11038

Abstract

The purpose of this research is to analyse the physical and chemical properties of soil in clay and laterite areas, and to analyse the average growth of diameter and height of red calliandra plants each year. The parameters used are red calliandra consisting of diameter and height, soil chemistry such as N, P, K, Mg, Fe, CEC, pH, and soil physical properties namely bulk density and sand, dust, clay. The results of soil physical properties of the volume weight of the clay area have a large bulk denstity so that the soil is denser than the laterite area. The soil texture of the clay area is dominated by clay according to the soil texture class, namely dusty clay while the laterite area is dominated by dust. Soil chemical parameters of N elements have very low criteria, P is very low-medium, K and Fe are moderate, Mg is very low and pH is slightly alkalis. The average growth of diameter and height of red calliandra in the clay area is 0.32 cm/year and 1.06 m/year which has a greater value than the laterite area.Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis sifat fisik dan kimia tanah pada areal clay dan laterit, menganalisis rata-rata pertumbuhan diameter dan tinggi tanaman kaliandra merah setiap tahunnya. Parameter yang digunakan yaitu kaliandra merah terdiri dari diameter dan tinggi, kimia tanah seperti N, P, K, Mg, Fe, KTK, pH, serta fisik tanah yaitu bulk density dan pasir, debu, liat. Hasil sifat fisik tanah berat volume areal clay memiliki bulk denstity  besar sehingga tanah lebih padat dibandingkan areal laterit. Tekstur tanah areal clay  didominasi oleh liat sesuai kelas tekstur tanah yaitu liat berdebu sedangkan areal laterit didominasi debu. Parameter kimia tanah unsur N memiliki kriteria sangat rendah, P sangat rendah-sedang, K dan Fe sedang, Mg sangat rendah dan pH bersifat agak alkalis. Pertumbuhan rata-rata diameter dan tinggi kaliandra merah areal clay yaitu 0,32 cm/tahun dan 1,06 m/tahun memiliki nilai lebih besar dibandingkan areal laterit.
ANALISIS KERUSAKAN DAUN TANAMAN ANGLAI (Intsia palembanica) DI TAMAN HUTAN HUJAN TROPIS INDONESIA (TH2TI) BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Muhammad Iqbal Anshori; Dina Naemah; Normela Rachmawati
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 3 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 3 Edisi Juni 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i3.12778

Abstract

The Indonesian tropical rainforest park TH2TI is a research and reclamation site for the community in which there are several types of plants developed, one of which is the Anglai plant (Intsia palebanica). Anglai in the TH2TI area is about 1 year old with a height of approximately 1 m and is still susceptible to attack by pests and plant diseases, especially on the leaves. The aims of the research were to analyze the type of leaf damage on Anglai plants, and calculate the percentage of leaf damage on Anglai plants. Data collection was carried out by identifying the condition of damage to Anglai plants, especially on the leaves through a direct survey. The results obtained during the study were that there were 5 types of damage to Anglai leaves in the form of damage due to leaf caterpillars, bagworms, putul beetles, yellowing leaves, and black spotting leaves where the intensity of damage to Anglai leaves the greatest 40.67% in Anglai plants, while the intensity the smallest damage was 13.28% and the percentage of damage to the leaves of the Anglai plant with a percentage of 100% in the damaged leaves.Taman hutan hujan tropis Indonesia TH2TI merupakan salah satu tempat penelitian maupun reklamasi untuk masyarakat yang di dalamnya terdapat beberapa jenis tanaman yang dikembangkan salah satunya jenis tanaman yang Anglai (Intsia palembanica). Anglai di kawasan TH2TI berumur sekitar 1 tahun dengan tinggi kurang lebih 1 m dan masih rentan terkena serangan hama dan penyakit tanaman terutama pada bagian daun. Tujuan dari penelitian yang dilakukan yaitu menganalisis tipe kerusakan daun pada tanaman Anglai, dan menghitung persentase kerusakan daun pada tanaman Anglai. Pengambilan data yang dilakukan dengan cara identifikasi kondisi kerusakan tanaman Anglai khususnya pada bagian daun dengan cara survey secara langsung. Hasil yang didapat selama penelitian yaitu terdapat 5 tipe kerusakan pada daun Anglai berupa kerusakan karena ulat daun, ulat kantong, kumbang puthul, daun menguning, dan daun bercak hitam dimana intensitas kerusakan daun Anglai yang paling besar 40,67% pada tanaman Anglai, sedangkan intensitas kerusakan yang paling kecil terdapat 13,28% serta presentase kerusakan daun tanaman Anglai dengan presentase 100% pada bagian daun rusak.