Alma Feriyanti
Peminatan Promosi Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Mental Health Determinants And Risk Behaviors of High School Students Agustini, Rina Tri; Nurrachmawati, Annisa; Rohmah, Nur; Permana, Lies; Feriyanti, Alma; Rahayu, Agustin Putri; Fikri, Mohammad
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educatio
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V14.I1.2026.1-7

Abstract

Background: According to the Basic Health Research Survey (Riskesdas), the prevalence of depression in the population aged 15–24 years is 6.2%. Adolescents are prone to a variety of risky behaviors, such as drug abuse, unsafe sexual behaviors, and unhealthy diets. Objective: The purpose of this study was to analyze risky behaviors related to mental health determinants in high school students. Methods: This cross-sectional study was conducted in North Balikpapan, Samboja, and Sepaku Districts, which serve as buffer zones of the National Capital, particularly at SMAN 9 Balikpapan (n=248), SMAN 2 Samboja (n=110), and SMAN 3 Penajam Paser Utara (n=28), during October–November 2024. The dependent variables measured were health risk behaviors, and the independent variables were determinants of mental health. A multivariate analysis was performed using a binary logistic regression test. Results: Family mental health status was found to increase the likelihood of smoking behavior by 2.282 times (p=0.005). Meanwhile, psychological pressure on students increased the likelihood of excessive time spent staring at a gadget screen by 2.126 times (p=0.018). Additionally, family mental health status had a protective effect against low physical activity in students (p=0.010, OR=0.198). Conclusion: Psychological distress and family mental health significantly influence adolescent risk behaviors. Further research is needed to explore the physiological aspects of stress and the impact of family mental health on risky behaviors in adolescents.
Adverse effects of short-term regimens in multidrug-resistant tuberculosis patients with treatment failure in Central Java, Indonesia Muhamad Zakki Saefurrohim; Intan Henda Ardiani; Alma Feriyanti; Intan Zainafree; Fildza Huwaina Fathnin
Sains Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 17, No 1 (2026): June 2026
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/sainsmed.v17i1.45038

Abstract

Recent evidence shows high rates of treatment failure among multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) patients on short-course regimens. This clinic-based case–control study used Tuberculosis Information System (SITB) data from Central Java, Indonesia (2021–2023) to examine associations between employment status, HIV status, baseline sputum examination, and body mass index (BMI) with specific categories of treatment failure (treatment failure, diagnostic change, regimen modification, loss to follow-up, and death). Overall treatment failure was 70.59%, including 15.3% deaths. Employment status was significantly associated with failure category (p=0.022), with unemployed patients disproportionately experiencing loss to follow-up (82.5%) and death (59.6%). HIV-reactive patients were more likely to undergo regimen modification (p=0.009; 1.8%). Baseline sputum results showed the strongest association (p<0.001): negative sputum was linked to diagnostic change (49.1%) and unknown sputum status to loss to follow-up (66.7%). Low BMI (<18.5 kg/m2) was also associated with failure category (p=0.037), particularly loss to follow-up (75.4%) and death (33.3%). These findings implicate socioeconomic vulnerability, HIV co-infection, absent or negative baseline sputum results, and undernutrition as important determinants of distinct short-course MDR-TB treatment failures and support integrated, patient-centred interventions to improve outcomes.
Penyadaran Masalah dan Perencanaan Program dalam Peningkatan Layanan Operasional Posyandu Lansia Seroja Samarinda Hazizah Tausia Abdania; Putri Fauziah Wulandari; Rangga Aditya Pratama; Yerita Adellia; Anisatia Saputri; Syifa’ul Alif Mutawakkiliin; Lies Permana; Annisa Nurrachmawati; Mohammad Fikri; Nur Rohmah; Agustin Putri Rahayu; Alma Feriyanti
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3238

Abstract

Pelayanan Posyandu Lansia Seroja di Loa Bakung menghadapi permasalahan utama berupa rendahnya kemampuan komunikasi efektif kader dalam memberikan edukasi kesehatan kepada lansia. Temuan social mapping menunjukkan bahwa para lansia tinggal di lingkungan permukiman yang padat dengan tingkat pemahaman kesehatan yang masih terbatas, serta memiliki kebiasaan makan yang dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol, dan asam urat. Kondisi ini menuntut penyampaian informasi kesehatan yang jelas dan menenangkan, namun kemampuan komunikasi kader yang belum optimal sering menimbulkan kekhawatiran pada lansia sehingga pemahaman mereka tidak berkembang dengan baik. Stakeholder mapping juga menggambarkan belum tersusunnya alur koordinasi yang menyeluruh antara kader, Puskesmas Loa Bakung, Klinik Bunga Bakung, Kelurahan Loa Bakung, dan Kecamatan Sungai Kunjang. Ketidakterhubungan struktur ini membuat kegiatan penyuluhan berjalan tanpa dukungan teknis yang memadai. Melalui analisis situasi, pemetaan masalah, dan penentuan prioritas menggunakan metode USG, kemampuan komunikasi kader teridentifikasi sebagai masalah yang paling mendesak untuk ditangani. Perencanaan program kemudian difokuskan pada upaya pemberdayaan kader agar mampu berkomunikasi secara empatik, jelas, dan sesuai konteks sosial masyarakat. Perencanaan ini memberikan dasar strategis untuk meningkatkan kualitas layanan Posyandu Lansia melalui penguatan kapasitas kader dalam menyampaikan informasi kesehatan secara lebih efektif dan mudah dipahami.
Edugame Interaktif Pencegahan Merokok untuk Pelajar SMP 40 di Samarinda melalui Pendekatan Participatory Action Research (PAR) Nur Rohmah; Annisa Nurachmawati; Agustin Putri Rahayu; Alma Feriyanti; Mohammad Fikri
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1743

Abstract

revalensi merokok remaja di Indonesia terus meningkat, termasuk di Kalimantan Timur yang lebih tinggi dari rata-rata nasional. Di SMP Negeri 40 Samarinda, fenomena merokok masih marak dipengaruhi oleh tekanan teman sebaya, kurangnya pengawasan orang tua, dan pandangan permisif masyarakat terhadap rokok. Kondisi ini menuntut inovasi media edukasi yang sesuai dengan karakteristik remaja, sehingga pendekatan gamifikasi dipilih sebagai alternatif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan edugame papan “Lingkaran Prestasi” sebagai media interaktif pencegahan merokok sekaligus meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswa terkait bahaya rokok serta memperkuat kemitraan akademisi dengan sekolah. Metode kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan guru dan siswa melalui lima tahapan: pengkajian kebutuhan, desain media, pelaksanaan edukasi, evaluasi, dan tindak lanjut program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa lebih aktif dan antusias selama permainan, pengetahuan mengenai bahaya rokok meningkat, serta keterampilan menolak ajakan merokok semakin terasah. Guru menilai media ini lebih efektif dibandingkan penyuluhan konvensional, mudah dipahami, dan mampu memicu diskusi kelompok. Evaluasi dengan FGD memperlihatkan respon positif baik dari siswa maupun guru, serta komitmen bersama untuk menjadikan sekolah sebagai kawasan bebas asap rokok. Program ini juga menghasilkan rencana tindak lanjut berupa integrasi ke dalam program UKS dan upaya replikasi ke sekolah lain melalui dukungan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Dengan demikian, edugame “Lingkaran Prestasi” terbukti efektif sebagai media inovatif dalam pencegahan merokok pada remaja.
Pendampingan Kader Posyandu dalam Analisis Kebutuhan dan Penyusunan Perencanaan Program Pelita Kemuning di Posyandu Kemuning, Kota Samarinda Dea Aurela Herawan; Alyssa Putri Anwar; Theresa Rebecca Papu; Siti Fadilah Harun; Alfina Dwi Anggraini; Fazira Shinaia Ramadhantya; Mohammad Fikri; Agustin Putri Rahayu; Alma Feriyanti; Nur Rohmah; Lies Permana; Annisa Nurrachmawati
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3299

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu Kemuning, Kota Samarinda. Permasalahan yang dihadapi kader selama ini adalah rendahnya keterampilan dalam melakukan pengukuran, pencatatan, serta interpretasi hasil antropometri, sehingga diperlukan pendampingan teknis yang lebih terstruktur. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam penggunaan media edukasi gizi melalui penyusunan dan pemanfaatan buku saku panduan antropometri. Mitra dalam kegiatan ini adalah 15 kader posyandu aktif dengan total sasaran sekitar 30 balita binaan yang rutin memanfaatkan layanan posyandu. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) dengan pendekatan USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk mengidentifikasi prioritas masalah, dilanjutkan dengan pelatihan serta pendampingan intensif terkait penggunaan buku saku. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kader mampu memahami dan menggunakan buku saku sebagai panduan edukasi gizi maupun sebagai acuan standar dalam pelaksanaan kegiatan posyandu. Selain itu, masyarakat memberikan respons positif karena buku saku dinilai membantu penyampaian informasi yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Rencana tindak lanjut yang disusun meliputi revisi dan pencetakan ulang buku saku oleh kader, pelatihan lanjutan bagi kader baru maupun yang membutuhkan penguatan kompetensi, serta evaluasi dampak program setelah enam bulan bekerja sama dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan setempat.