Alma Feriyanti
Peminatan Promosi Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Edugame Interaktif Pencegahan Merokok untuk Pelajar SMP 40 di Samarinda melalui Pendekatan Participatory Action Research (PAR) Rohmah, Nur; Nurachmawati, Annisa; Rahayu, Agustin Putri; Feriyanti, Alma; Fikri, Mohammad
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1743

Abstract

revalensi merokok remaja di Indonesia terus meningkat, termasuk di Kalimantan Timur yang lebih tinggi dari rata-rata nasional. Di SMP Negeri 40 Samarinda, fenomena merokok masih marak dipengaruhi oleh tekanan teman sebaya, kurangnya pengawasan orang tua, dan pandangan permisif masyarakat terhadap rokok. Kondisi ini menuntut inovasi media edukasi yang sesuai dengan karakteristik remaja, sehingga pendekatan gamifikasi dipilih sebagai alternatif. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan edugame papan “Lingkaran Prestasi” sebagai media interaktif pencegahan merokok sekaligus meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswa terkait bahaya rokok serta memperkuat kemitraan akademisi dengan sekolah. Metode kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan guru dan siswa melalui lima tahapan: pengkajian kebutuhan, desain media, pelaksanaan edukasi, evaluasi, dan tindak lanjut program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa lebih aktif dan antusias selama permainan, pengetahuan mengenai bahaya rokok meningkat, serta keterampilan menolak ajakan merokok semakin terasah. Guru menilai media ini lebih efektif dibandingkan penyuluhan konvensional, mudah dipahami, dan mampu memicu diskusi kelompok. Evaluasi dengan FGD memperlihatkan respon positif baik dari siswa maupun guru, serta komitmen bersama untuk menjadikan sekolah sebagai kawasan bebas asap rokok. Program ini juga menghasilkan rencana tindak lanjut berupa integrasi ke dalam program UKS dan upaya replikasi ke sekolah lain melalui dukungan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Dengan demikian, edugame “Lingkaran Prestasi” terbukti efektif sebagai media inovatif dalam pencegahan merokok pada remaja.
Perencanaan program ibu care posyandu turry melalui peer support group Ramadani, Nurul Ma'rifa; Makmur, Nindha Aulia; Faradiana, Dwi Nur; Gustia, Wanda; Anggraeni, Diva Nabilah; Rahmayanti, Desy Anugerah; Rahayu, Agustin Putri; Permana, Lies; Rohmah, Nur; Nurrachmawati, Annisa; Feriyanti, Alma; Fikri, Mohammad
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1911

Abstract

Background: Posyandu (Integrated Health Post) is a community-based health service that plays a crucial role in improving maternal and child health. However, at Posyandu Turry, there is still a lack of understanding and participation from mothers, which impacts the effectiveness of Posyandu services. Purpose: To identify problems at Posyandu Turry, prioritize problems using ultrasound methods, and plan an empowerment program that can increase community knowledge and participation in Posyandu activities on an ongoing basis. Method: This study identified problems at the Turry Integrated Health Post (Posyandu), determined priorities using the USG method, and developed an empowerment program using a qualitative case study approach and Participatory Action Research (PAR). Data were collected through interviews, focus group discussions (FGDs), observations, and document analysis. Results: The FGDs revealed that low community knowledge about the importance of Posyandu was the highest-scoring problem. This was due to limited access to information and a lack of engaging educational materials. Based on these findings, the "Ibu Care Posyandu" empowerment program was formulated to increase community knowledge and engagement through easier-to-understand education and consistent information delivery. Conclusions: Low community knowledge, minimal participation by mothers of toddlers, and limited skills of cadres contributed to the low effectiveness of the Turry Integrated Health Post (Posyandu) service. Through case studies and Participatory Action Research (PAR), these problems were collaboratively addressed through the development of a peer-support-based "Ibu Care Posyandu" program to increase community knowledge and engagement.   Keywords: Community Empowerment; Health Education; Maternal Health; Participation; Posyandu.   Pendahuluan: Posyandu adalah layanan kesehatan yang didasarkan pada komunitas dan memiliki peran krusial dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Namun di Posyandu Turry masih terdapat rendahnya pemahaman dan partisipasi dari ibu-ibu yang berdampak pada efektivitas pelayanan posyandu. Tujuan: Untuk mengidentifikasi permasalahan di Posyandu Turry, menetapkan prioritas masalah menggunakan metode USG, serta merencanakan program pemberdayaan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu secara berkelanjutan. Metode: Penelitian ini mengidentifikasi masalah di Posyandu Turry, menentukan prioritas dengan metode USG, dan menyusun program pemberdayaan melalui pendekatan kualitatif studi kasus, serta Participatory Action Research (PAR). Data dikumpulkan melalui wawancara, FGD, observasi, dan dokumen. Hasil: FGD menunjukkan rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya posyandu menjadi masalah dengan skor tertinggi. Faktor penyebabnya adalah kurangnya akses informasi dan minimnya materi edukasi yang menarik. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan program pemberdayaan “Ibu Care Posyandu” untuk meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan masyarakat melalui edukasi yang lebih mudah dipahami dan penyampaian informasi yang konsisten. Simpulan: Rendahnya pengetahuan masyarakat, minimnya partisipasi ibu balita, dan keterbatasan keterampilan kader menyebabkan rendahnya efektivitas pelayanan Posyandu Turry. Melalui studi kasus dan Participatory Action Research (PAR), masalah tersebut diatasi secara kolaboratif melalui pengembangan program “Ibu Care Posyandu” berbasis dukungan sebaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan masyarakat.   Kata Kunci: Edukasi Kesehatan; Kesehatan Ibu; Partisipasi; Pemberdayaan Masyarakat; Posyandu.
Mental Health Determinants And Risk Behaviors of High School Students Agustini, Rina Tri; Nurrachmawati, Annisa; Rohmah, Nur; Permana, Lies; Feriyanti, Alma; Rahayu, Agustin Putri; Fikri, Mohammad
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educatio
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V14.I1.2026.1-7

Abstract

Background: According to the Basic Health Research Survey (Riskesdas), the prevalence of depression in the population aged 15–24 years is 6.2%. Adolescents are prone to a variety of risky behaviors, such as drug abuse, unsafe sexual behaviors, and unhealthy diets. Objective: The purpose of this study was to analyze risky behaviors related to mental health determinants in high school students. Methods: This cross-sectional study was conducted in North Balikpapan, Samboja, and Sepaku Districts, which serve as buffer zones of the National Capital, particularly at SMAN 9 Balikpapan (n=248), SMAN 2 Samboja (n=110), and SMAN 3 Penajam Paser Utara (n=28), during October–November 2024. The dependent variables measured were health risk behaviors, and the independent variables were determinants of mental health. A multivariate analysis was performed using a binary logistic regression test. Results: Family mental health status was found to increase the likelihood of smoking behavior by 2.282 times (p=0.005). Meanwhile, psychological pressure on students increased the likelihood of excessive time spent staring at a gadget screen by 2.126 times (p=0.018). Additionally, family mental health status had a protective effect against low physical activity in students (p=0.010, OR=0.198). Conclusion: Psychological distress and family mental health significantly influence adolescent risk behaviors. Further research is needed to explore the physiological aspects of stress and the impact of family mental health on risky behaviors in adolescents.
Side Effects Associated with Short-Term Treatment Regimens among MDR TB Patients with Treatment Failure: A Clinic-Based Case-Control Study in Central Java, Indonesia Muhamad Zakki Saefurrohim; Intan Henda Ardiani; Alma Feriyanti; Intan Zainafree; Fildza Huwaina Fathnin
Sains Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 17, No 1 (2026): June 2026
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/sainsmed.v17i1.45038

Abstract

Prevalensi kegagalan pengobatan TB MDR regimen jangka pendek di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang mencapai 70,59% dengan 15,3% diantaranya meninggal dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status pekerjaan, status HIV, hasil pemeriksaan sputum awal, dan indeks massa tubuh (IMT) terhadap berbagai kategori kegagalan pengobatan TB MDR yaitu gagal, perubahan diagnosis, perubahan regimen, putus berobat, dan kematian. Penelitian ini merupakan studi kasus-kontrol berbasis klinik yang dilakukan di fasilitas pengobatan TB MDR di Jawa Tengah, Indonesia. Data diperoleh dari Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) pada pasien TB MDR yang menjalani terapi antara tahun 2021 hingga 2023. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Gamma dan uji Kruskal-Wallis. Status pekerjaan menunjukkan hubungan signifikan dengan kegagalan pengobatan (p=0,022), Hal ini terlihat bahwa pasien yang tidak bekerja lebih banyak mengalami putus berobat (82,5%) dan kematian (59,6%). Status HIV juga berpengaruh signifikan (p=0,009), dengan pasien HIV reaktif lebih sering mengalami perubahan regimen (1,8%). Hasil pemeriksaan sputum awal memiliki hubungan paling signifikan (p=0,000), di mana pasien dengan sputum negatif lebih sering mengalami perubahan diagnosis (49,1%) dan pasien dengan hasil sputum tidak diketahui lebih sering mengalami putus berobat (66,7%). IMT rendah (<18,5 kg/m²) juga berkorelasi dengan kegagalan pengobatan (p=0,037), dengan proporsi putus berobat tertinggi (75,4%) dan kematian (33,3%) dibandingkan kelompok IMT lainnya. Kesimpulan penelitian ini adalah faktor sosial-ekonomi, status HIV, hasil pemeriksaan sputum awal, dan status gizi memiliki memiliki hubungan dengan berbagai kategori kegagalan pengobatan TB MDR jangka pendek terutama pada angka putus berobat dan kematian.
Penyadaran Masalah dan Perencanaan Program dalam Peningkatan Layanan Operasional Posyandu Lansia Seroja Samarinda Hazizah Tausia Abdania; Putri Fauziah Wulandari; Rangga Aditya Pratama; Yerita Adellia; Anisatia Saputri; Syifa’ul Alif Mutawakkiliin; Lies Permana; Annisa Nurrachmawati; Mohammad Fikri; Nur Rohmah; Agustin Putri Rahayu; Alma Feriyanti
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v6i1.3238

Abstract

Pelayanan Posyandu Lansia Seroja di Loa Bakung menghadapi permasalahan utama berupa rendahnya kemampuan komunikasi efektif kader dalam memberikan edukasi kesehatan kepada lansia. Temuan social mapping menunjukkan bahwa para lansia tinggal di lingkungan permukiman yang padat dengan tingkat pemahaman kesehatan yang masih terbatas, serta memiliki kebiasaan makan yang dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol, dan asam urat. Kondisi ini menuntut penyampaian informasi kesehatan yang jelas dan menenangkan, namun kemampuan komunikasi kader yang belum optimal sering menimbulkan kekhawatiran pada lansia sehingga pemahaman mereka tidak berkembang dengan baik. Stakeholder mapping juga menggambarkan belum tersusunnya alur koordinasi yang menyeluruh antara kader, Puskesmas Loa Bakung, Klinik Bunga Bakung, Kelurahan Loa Bakung, dan Kecamatan Sungai Kunjang. Ketidakterhubungan struktur ini membuat kegiatan penyuluhan berjalan tanpa dukungan teknis yang memadai. Melalui analisis situasi, pemetaan masalah, dan penentuan prioritas menggunakan metode USG, kemampuan komunikasi kader teridentifikasi sebagai masalah yang paling mendesak untuk ditangani. Perencanaan program kemudian difokuskan pada upaya pemberdayaan kader agar mampu berkomunikasi secara empatik, jelas, dan sesuai konteks sosial masyarakat. Perencanaan ini memberikan dasar strategis untuk meningkatkan kualitas layanan Posyandu Lansia melalui penguatan kapasitas kader dalam menyampaikan informasi kesehatan secara lebih efektif dan mudah dipahami.