Claim Missing Document
Check
Articles

Pengelolaan Dana Zakat Produktif Untuk Pemberdayaan Mustahik Pada LAZISNU Ponorogo Ansori, Teguh
Muslim Heritage Vol 3, No 1 (2018): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.984 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v3i1.1274

Abstract

Abstract: This study aims to determine the management of productive zakat funds for the empowerment of mustahik in LAZISNU Ponorogo. The management of zakat funds should be supported by the role of professional amil, therefore the community can take the advantage on its impact of social-economic side. Potential zakat funds for the purpose of the community empowerment is reducing poverty. This qualitative descriptive research is intended to explain the distribution system of productive zakat funds in LAZISNU Ponorogo. The result showed that there are two forms of zakat funds distribution, namely consumptive and productive distribution. The first form of zakat distribution can be defined as providing zakat funds to mustahik without its empowerment. While the productive zakat distribution   is the provision of zakat funds to mustahik and its empowerment. It can be done through several activities, namely, the provision of venture capital as well as the budget for education and training. Finally, it can be concluded that accurate data collection can be carried out by submitting proposal by candidates of mustahik to LAZISNU then they are identified by amil. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengkaji pengelolaan dana zakat produktif untuk pemberdayaan mustahik pada LAZISNU Ponorogo. Pengelolaan dana zakat harus didukung dengan peranan amil yang profesional agar dampak zakat secara sosial ekonomi dapat dirasakan oleh masyarakat. Dana zakat yang potensial dalam pemberdayaan masyarakat utamanya adalah dalam pengentasan kemiskinan. Sehingga distribusi dana zakat yang telah terkumpul tidak sembarangan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini untuk memdeskripsikan sistem distribusi dana zakat produktif di LAZISNU Ponorogo. Dalam hal distribusi dana zakat ada dua kriteria, yakni konsumtif dan produktif. Distribusi zakat konsumtif adalah memberikan dana zakat kepada mustahik tanpa di ikuti pemberdayaan mutahik. Sementara distribusi zakat produktif adalah pemberian dana zakat kepada mustahik yang diikuti dengan pemberdayaan. Sifat pemberdayaan yang dilakukan bisa untuk pemberian modal usaha, juga bia dalam bentuk ketrampilan yang diwujudkan biaya pendidikan dan pelatihan. Penelitian ini berkesimpulan pendataan yang akurat dengan cara pengajuan proposal oleh calon mustahik kepada LAZISNU dan identifikasi mustahik oleh amil.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN KESEHATAN LINGKUNGAN (Pendampingan Masyarakat Dalam Mengurangi Buang Sampah Sembarangan Di Desa Jembul Kecamatan Jatirejo Kebupaten Mojokerto) Ansori, Teguh
Jurnal at-Taghyir Vol 2, No 1 (2019): Jurnal at-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa
Publisher : Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/taghyir.v2i1.2052

Abstract

The environmental problem is a shared responsibility that is becoming a global problem, mainly about littering. Littering does not only entrench culture in urban communities, but also arises in rural communities, one of which is the village community of Jembul, Jatirjo District, Mojokerto Regency. The existence of a culture of littering, assistance to the community through empowerment is needed to foster public awareness in protecting the environment. In addition, community empowerment is done so that people are empowered and no longer littering. The results of the community empowerment carried out in the village of Jembul found the results of 4 points, the first service every week in cleaning up the environment, secondly to make a garbage shelter, thirdly to use manure about livestock that had not been utilized, and fourthly critical education to the community about the dangers of littering.Keywords: Garbage Disposal, Environment, Community Empowerment AbstrakMasalah limgkungan merupakan tanggung jawab bersama yang menjadi masalah global, t erutama adalah tentang buang sampah sembarangan. Buang sampah sembarangan tidak hanya membudaya di masyarakat perkotaan, akan tetapi juga timbul di masyarakat pedesaan salah satunya adalah mayarakat desa Jembul Kecamatan Jatirjo Kabupaten Mojokerto. Adanya budaya buang sampah sembarangan tersebut, pendampingan terhadapa masyarakat melalui pemberdayaan sangat diperlukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Selain itu pemberdayaan masyarakat dilakukan agar masyarakat berdaya dan tidak lagi membuang sampah sembarangan. Hasil ari pemberdayaan masyarakat yang di lakukan di Desa Jembul tersebut menemukan hasil 4 poin, pertama keja bakti setiap seminggu sekali dalam membersihkan lingkungan, kedua membuat tempat penampungan sampah, ketiga memanfaatkan kotoran ntang hewan ternak yang selama ini belum dimanfaatkan, dan keempat pendidikan kritis terhadap masyarakat tentang bahaya buang sampah sembarangan.Kata kunci : Buang Sampah, Lingkungan, Pemberdayaan Masyarakat
Revitalisasi Dakwah Sebagai Paradigma Pemberdayaan Masyarakat Teguh Ansori
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol 2 No 01 (2019): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.035 KB) | DOI: 10.5281/zenodo.3544714

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari kegiatan dakwah yang seringkali dimaknai sebagai aktivitas oral (ceramah). Dakwah dalam bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat dikenal dengan dakwah billhal. Berdakwah dengan tindakan (bilhal) semata-mata tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas keimanan mad’u, akan tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat sebagai mad’u. Peningkatan taraf kehidupan masyarakat bisa dilakukan dengan pola pemberdayaan. Seirama dengan paradigma pemberdayaan masyarakat, bahwa berdakwah mempunyai tujuan untuk mengubah keadaan mad’u melalui ekonomi, sosial, politik, budaya, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya. Pemberdayaan masyarakat memposisikan mad’u sebagai subjek maupun objek dalam kegiatan dakwah. Dalam perspektif Islam pemberdayaan masyarakat mempunyai tujuan yang mulia yakni menghilangkan kesenjangan sosial ekonomi antara satu dengan yang lain. Sehingga dalam Islam diajarkan prinsip-prinsip keadilan sosial, prinsip persamaan, prinsip partisipasi, prinsip penghargaan terhadap etos kerja,dan prinsip tolong menolong. Ada dua cara yang ditempuh dalam Islam dalam pemberdayaan masyarakat yakni pemberdayaan masyarakat yang bersifat konsumtif dan pemberdayaan masyarakat yang bersifat produktif.
Peran Usaha Sapi Perah Dalam Kegiatan Dakwah Islam Di Masjid Baitul Muttaqin Dukuh Ngelo Desa Pudak Wetan Kecamatan Pudak Kabupaten Ponorogo Samsuri Samsuri; Teguh Ansori
Journal of Community Development and Disaster Management Vol 1 No 1 (2019): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.782 KB) | DOI: 10.37680/jcd.v1i1.713

Abstract

Social interaction as a medium for people to exchange experiences. Knowing and understanding with other communities. The lifestyles and social life of rural communities have undergone various shifts leading to the dynamics of urban life and there is almost no difference. Housing has begun to penetrate rural areas. Dairy cattle farming is a new business undertaken by the community in Pudak sub-district especially in Ngelo hamlet. Until now, a group of cattle breeders in Dukuh Pudak has been established, one of which is the Mulyo Abadi cattle group in Dukuh Ngelo with the aim of raising the economy and increasing charity in the field of mosque construction, in this case it is hoped that there will be an increase in the economy and can be permanently beneficial which can be shared. with increasing movement in the implementation of the construction of Masji Baitul Muttaqin Dukuh Ngelo Pudak Wetan Ponorogo, the process carried out by breeders in collecting infaq funds for the construction of mosques is cut / set aside from the net payments received as part of the payment of cow milk business as alms / infaq for the purpose of preaching the benefit of the people, including donating to the construction of the Baitul Muttaqin mosque, Dukuh Ngelo Pudak Wetan Ponorogo Abstrak Interaksi sosial sebagai media bagi masyarakat untuk saling bertukar pengalaman. Mengetahui dan mememahami dengan masyarakat lainya. Gaya hidup dan sosial kemasyarakatan perdesaan sudah mengalami berbagai pergeseran yang mengarah kepada dinamika kehidupan masyarakat perkotaan dan hamper tidak ada bedanya. Perumahan sudah mulai merambah daerah perdesaan. Usaha di bidang peternakan sapi perah adalah sebuah usaha baru yang di lakukan oleh masyarakat di Kecamatan Pudak kususnya di dukuh Ngelo. sampai saat ini sudah berdiri kelompok peternak sapi di dareh pudak salah satunya kelompok ternak sapi Mulyo Abadi di Dukuh Ngelo dengan bertujuan mengangkat perekonomian dan meningkatkan amal jariah dalam bidang pembangunan Masjid dalam hal ini diharapkan adanya peningkatan perekonomian dan dapat bermanfaat secara permanen yang dapat dirasakan bersama. dengan peninkatan bergerak dalam pelaksananan pembanguna Masji Baitul Muttaqin Dukuh Ngelo Pudak Wetan Ponorogo, proses yang di jalankan para peternak dalam pengumpulan dana infaq untuk pembangunan masjid dengan cara di potong/disishkan dari pembayaran bersih yang di terima sebagaian dari hasil pembayaran usaha susu sapi sebagai sedekah/infaq untuk tujuan dakwah kemaslahatan umat, diantaranya untuk disumbangkan terhadap pembangunan masjid Baitul Muttaqin Dukuh Ngelo Pudak Wetan Ponorogo
Peran Dana Desa Dalam Memberdayakan Masyarakat Ditinjau Dari Perspektif Ekonomi Islam Study Di Desa Galak Kec. Slahung Kab. Ponorogo Marekan Marekan; Teguh Ansori
Journal of Community Development and Disaster Management Vol 1 No 2 (2019): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.9 KB) | DOI: 10.37680/jcd.v1i2.743

Abstract

Abstrak Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/kota yang digulirkan dari tahun 2015 bertujuan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Dana Desa memiliki peran penting dalam peningkatan ekonomi masyarakat desa, dengan pemanfaatan dan pengalokasian yang efektif dan efisien, Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan utama untuk mendeskriptifkan atau melukiskan secara detail dan mendalam mengenai proses pelaksanaan dana desa sehingga dapat memberikan peran / kontribusi sesuai yang diharapakan pemerintah pusat. Dari hasil penelitian pengolahan dana desa yang ada di Desa Galak Kec. Slahung, Kab Ponorogo, berjalan dengan berpatokan pada petunjuk teknis yang ada sehingga pemberdayaan masyarakat dari tahun 2015 sampai pada tahun 2018 mulai meningkat dilihat dari pembangangunan namun masih minim dalam peningkatan pemberdayaan perekonomian masyarakat. Kebijakan yang dilaksanakan pemerintah dalam melaksanakan tugasnya perpatokan dengan nilai dasar ekonomi islam yaitu: kepemilikan, keseimbangan dan keadilan. Pemerintah bekerja sama dengan lembaga yang ada di desa, serta keputusan-keputusan yang diambil oleh pemerintah merupakan keputusan bersama dalam Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes). Abstract Village Funds are funds sourced from the State Revenue and Expenditure Budget allocated to Villages which are transferred through the Regency / City Regional Income and Expenditure Budget which was rolled out from 2015 with the aim of financing governance, implementation of development, guidance and community empowerment. Village funds have an important role in improving the economy of village communities, with effective and efficient use and allocation. This research is a qualitative research with the main objective of describing or describing in detail and in-depth the process of implementing village funds so that they can provide roles / contributions as expected. Central government. From the results of research on village fund processing in Galak Village, Kec. Slahung, Ponorogo District, runs based on existing technical guidelines so that community empowerment from 2015 to 2018 has begun to increase in terms of development but is still minimal in increasing the empowerment of the community economy. The policies implemented by the government in carrying out their duties are based on the basic values ​​of Islamic economics, namely: ownership, balance and justice. The government collaborates with existing institutions in the village, and decisions taken by the government are joint decisions in the Village Development Planning Consultation (Musrenbangdes).
PELATIHAN KETRAMPILAN SEBAGAI UPAYA MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT (Studi Kegiatan Pelatihan Ketrampilan Pembuatan Kue dan Keripik di Jama’ah Muslimat NU Desa Serangan Kecamatan Sukorejo Tahun 2019) Sunarto Sunarto; Teguh Ansori
Journal of Community Development and Disaster Management Vol 2 No 1 (2020): JCD: Journal of Community Development and Disaster Management
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.46 KB) | DOI: 10.37680/jcd.v2i1.988

Abstract

Abstrak Kemiskinan adalah fenomena yang bukan saja terjadi di sebagian besar negara-negara berkembang di dunia. Kemiskinan telah menjadi fenomena sosial yang selalu berkembang dan menjadi masalah multidimensional yang melibatkan berbagai aspek kehidupan. Pembangunan ekonomi merupakan upaya yang dilakukan negara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Berbagai upaya pemerintah juga sudah banyak dilakukan pelatihan untuk menunjang perekonomian masyarakat agar bisa mengembangkan usaha dan agar bisa menjadikan masyarakat lebih mandiri. Selain program yang dilakukan pemerintah masyarakat pun ikut andil dalam pembangunan ekonomi. Seperti halnya di desa Serangan Kecamatan Sukorejo menyelenggarakan Pelatihan Ketrampilan Pembuatan Kue dan Keripik untuk memberdayakan masyarakat. Penelitian ini mengambil fokus pada pelaksanaan pemberdayaan pelatihan ketrampilan pembuatan kue dan keripik di jama’ah Fatayat-Muslimat NU Desa Serangan Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo dan efektifitas pelatihan dalam penanggulangan kemiskinan di Desa Serangan Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo.Jenis penelitian deskriptifkualitatif. Teknik yang digunakan peneliti dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari penelitian yang dilaksanakan penulis menemukan bahwa pelaksanaan pelatihan ketrampilan bagi jama’ah Fatayat-Muslimat Desa Serangan Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo dengan tujuan utama menanggulangi kemiskinan dengan meningkatkan produktivitas usaha anggota jama’ah telah terlaksana dengan baik. Selain itu efektivitas pelatihan pemberdayaan dan pengembangan dakwah islam di jama’ah Fatayat Muslimat telah berjalan baik dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Dengan adanya pelatihan ketrampilan pembuatan kue dan keripik berdampak pada meningkatnya produktivitas, pendapatan dan sumber daya manusia sehingga dapat meningkatkan tarap hidup anggota jama’ah serta mempermudah pengembangan dakwah islam pada jama’ah Fatayat-Muslimat Desa Serangan Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo. Kata kunci: pelatihan ketrampilan, memberdayakan , pembuatan kue dan kripik Abstract Poverty is a phenomenon that not only occurs in most developing countries in the world. Poverty has become a social phenomenon that is always growing and becomes a multidimensional problem that involves various aspects of life. Economic development is an effort made by the state to improve the welfare of the people throughout Indonesia. Various government efforts have also carried out many trainings to support the community's economy so that they can develop businesses and make people more independent. In addition to programs carried out by the government, the community also takes part in economic development. As is the case in Serangan village, Sukorejo sub-district, the Cake and Chips Making Skills Training is held to empower the community. This study focuses on the implementation of empowerment training in cake and chip making skills in the Fatayat-Muslimat NU congregation, Serangan Village, Sukorejo District, Ponorogo Regency and the effectiveness of training in poverty alleviation in Serangan Village, Sukorejo District, Ponorogo Regency. This type of research is descriptive qualitative. The techniques used by researchers in data collection are observation, interviews and documentation. From the research conducted, the authors found that the implementation of skills training for the Fatayat-Muslimat congregation in Serangan Village, Sukorejo District, Ponorogo Regency with the main objective of reducing poverty by increasing the business productivity of members of the congregation has been carried out well. In addition, the effectiveness of empowerment training and development of Islamic da'wah in the Fatayat Muslimat congregation has been going well in efforts to reduce poverty. With the training of cake and chip making skills, it has an impact on increasing productivity, income and human resources so that it can improve the standard of living of members of the congregation and facilitate the development of Islamic da'wah in the Fatayat-Muslimat congregation, Serangan Village, Sukorejo District, Ponorogo Regency. Keywords: skills training, empowering, cake and chips making
Pengelolaan Dana Zakat Produktif Untuk Pemberdayaan Mustahik Pada LAZISNU Ponorogo Teguh Ansori
Muslim Heritage Vol 3, No 1 (2018): Muslim Heritage
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.984 KB) | DOI: 10.21154/muslimheritage.v3i1.1274

Abstract

Abstract: This study aims to determine the management of productive zakat funds for the empowerment of mustahik in LAZISNU Ponorogo. The management of zakat funds should be supported by the role of professional amil, therefore the community can take the advantage on its impact of social-economic side. Potential zakat funds for the purpose of the community empowerment is reducing poverty. This qualitative descriptive research is intended to explain the distribution system of productive zakat funds in LAZISNU Ponorogo. The result showed that there are two forms of zakat funds distribution, namely consumptive and productive distribution. The first form of zakat distribution can be defined as providing zakat funds to mustahik without its empowerment. While the productive zakat distribution   is the provision of zakat funds to mustahik and its empowerment. It can be done through several activities, namely, the provision of venture capital as well as the budget for education and training. Finally, it can be concluded that accurate data collection can be carried out by submitting proposal by candidates of mustahik to LAZISNU then they are identified by amil. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengkaji pengelolaan dana zakat produktif untuk pemberdayaan mustahik pada LAZISNU Ponorogo. Pengelolaan dana zakat harus didukung dengan peranan amil yang profesional agar dampak zakat secara sosial ekonomi dapat dirasakan oleh masyarakat. Dana zakat yang potensial dalam pemberdayaan masyarakat utamanya adalah dalam pengentasan kemiskinan. Sehingga distribusi dana zakat yang telah terkumpul tidak sembarangan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini untuk memdeskripsikan sistem distribusi dana zakat produktif di LAZISNU Ponorogo. Dalam hal distribusi dana zakat ada dua kriteria, yakni konsumtif dan produktif. Distribusi zakat konsumtif adalah memberikan dana zakat kepada mustahik tanpa di ikuti pemberdayaan mutahik. Sementara distribusi zakat produktif adalah pemberian dana zakat kepada mustahik yang diikuti dengan pemberdayaan. Sifat pemberdayaan yang dilakukan bisa untuk pemberian modal usaha, juga bia dalam bentuk ketrampilan yang diwujudkan biaya pendidikan dan pelatihan. Penelitian ini berkesimpulan pendataan yang akurat dengan cara pengajuan proposal oleh calon mustahik kepada LAZISNU dan identifikasi mustahik oleh amil.
Pesan Moral Dalam Film Merindu Cahaya De Amstel Siti Fatimatul Munawaroh; Arik Dwijayanto; Teguh Ansori
Journal of Communication Studies Vol 3 No 1 (2023): JCS: Journal of Communication Studies
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/jcs.v3i1.2952

Abstract

Film is one of the mass media that has a function as a medium of information, education, persuasion, and also entertainment. Therefore, film can be used as a medium for conveying moral messages to the public through the scenes shown. The film Missing Cahaya de Amstel is a film with a religious genre with the theme of hijrah which contains many moral messages. This research is a qualitative research using a descriptive approach with semiotic theory. The data collection technique in this study was by means of observation, namely observing and watching every scene of the film Merindu Cahaya de Amstel carefully. Then do documentation in the form of taking pictures by taking screenshots of scenes that are considered to contain a moral message. The data analysis technique in this study uses semiotic analysis in every scene that contains elements of a moral message with the Ferdinand De Saussure Semiotics model. Based on the results of the analysis of the data obtained in this study, it shows that the signifiers and signifieds are found in the scenes in the film Merindu Cahaya de Amstel and contain elements of a moral message. The moral message contained in the film Missing Light de Amstel. First, tolerance with indicators of accepting differences, respecting others, respecting other people's beliefs and allowing or not forcing desires. Second, social care with indicators of mutual help and sympathy as well as empathy or tolerance
Pemberdayaan Peternak Sapi Perah Melalui Diversifikasi Produk Olahan Susu di Dukuh Krajan Desa Bedrug Annisa Nur Laili; Teguh Ansori
Social Science Academic SPECIAL ISSUE: Pengabdian Berdampak Membangun Potensi dan Transformasi Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/ssa.v0i0.3614

Abstract

Dukuh Krajan, Bedrug Village, is located in Pulung District, Ponorogo Regency. Most of the population work as farmers and dairy farmers. The productivity of cow’s milk is around ten to fifteen liters for one cow that is not lactating, while a cow that is breastfeeding is around eighteen to twenty liters every day. Where in Dukuh Krajan, Bedrug Village has many dairy farmers, namely around forty dairy cows that can be used to process milk into several flavors, The problem faced by cattle breeders in Dukuh Krajan, Bedrug Village, is that they always follow the price of collectors, where the selling price of cow’s milk is unstable. Breeders only get a selling price of Rp. 7.600,00 or Rp. 10.000,00 for each liter. The purpose of this service is the opportunity to empower dairy farmer through processing milk into several flavors. The service method used is Asset Based Community Development (ABCD). The results of this research are to produce products, bussines ideas and community creativity through the utilization of cow’s milk processing into several flavors that have better tastes and higher economic value because they provide alternative flavors for buyers, thereby increasing the activities of the Dukuh Krajan community in Bedrug Village.
Strategi Pemberdayan Masyarakat Melalui Seni Hadroh di Dukuh Krajan Desa Bedrug Kecamatan Pulung Muhammad Iqbal; Teguh Ansori
Social Science Academic SPECIAL ISSUE: Pengabdian Berdampak Membangun Potensi dan Transformasi Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/ssa.v0i0.3632

Abstract

Hadroh art has emerged as one of the most accessible means of community empowerment. This Islamic music genre proves highly adaptable across various demographics, appealing to both genders and all age groups, spanning children, adolescents, and adults. This article explores diverse strategies in establishing Hadroh art groups by youth in Dukuh Krajan, along with enlightening the younger generation on the significance of preserving traditional musical art in the current era of globalization. The study delves into the distinctiveness of Hadroh styles such as al-Banjari and al-Habsyi, while emphasizing the challenges in sustaining Hadroh art within the context of limited tradition transmission. The overarching aim of this research is to unearth the potential of Hadroh art as a comprehensive empowerment tool within communities, along with insights into the establishment of Hadroh art groups from their inception.